Trend Rumah Menuju Pergeseran Kutub

Trend pengamblesan Lempeng Sunda menuju Pergeseran Kutub dan kenaikan ketinggian muka laut hingga 200an meter dalam waktu 2 tahun Pasca Pergeseran Kutub, rumah kapal di wilayah tinggi menjadi imperatif.

Kelangsungan Hidup Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub

Dengan klondisi-kondisi sulit akibat cuaca ekstrim menuju dan pasca Pergeseran Kutub, swadaya dengan cara-cara lama, tanpa listrik dari BBM, melainkan dengan peralatan manual dan sumber-sumber energi angin, dll yang sesuai juga imperatif

Penampakan Nibiru, alias Planet X

Inilah sesungguhnya si Bintang Pari, atau Lintang Kemukus, yang disebut-sebut dalam Jangka Jayabaya.

Penataan-Ulang Pulau-Pulau, Daratan-Daratan, Benua-Benua

Perputaran Kutub-Kutub geografis Bumi sebanyak 90 derajat akan membuat Brazil Kutub Utara baru, India Kutub Selatan Baru, dan Asia Tenggara mendarat di sekitar Kutub Selatan. Persiapkan diri terhadap udara sedingin es/salju.

Jangan Panik. Baca Survival Ekstrim Pergeseran Kutub.
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Reinkarnasi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Reinkarnasi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Reinkarnasi dan Hari Penghakiman

Reinkarnasi bukan keyakinan, melainkan Hukum Alam.

Reinkarnasi itu Ilmiah 
Reinkarnasi adalah pelahiran kembali menjadi bentuk kehidupan yang lain. Konsep ini terutama paling dikenal terdapat dalam ajaran-ajaran Budha dan Hindu, meskipun keduanya bisa memiliki sedikit perbedaan. Reinkarnasi yang paling dikenal adalah yang dialami oleh Dalai Lama. Sudah banyak sekali laporan-laporan masyarakat maupun riset ilmiah yang membuktikan adanya reinkarnasi, dan kalangan skeptik juga selalu ada. Dua dari beberapa nama terkemuka dalam riset tersebut adalah Dr. Ian Stevenson, seorang psikiater lulusan University of Virginia School of Medicine dan Dr. Michael Newton, seorang doktor di bidang counseling psychology
Dr. Ian Stevenson telah 40 tahun melakukan riset ilmiah terhadap ribuan laporan-laporan mendetil tentang anak-anak yang mengklaim mengingat masa lalu mereka serta cerita-cerita masa lalu mereka yang luar biasa akuratnya. Dua belas bukunya yang merupakan hasil rsetnya itu telah diterbitkan. Banyak orang, termasuk para skeptik, memandang bahwa kasus-kasus yang ia kumpulkan itu merupakan bukti terbaik yang pernah ada dari adanya reinkarnasi. Dua bukunya yang terkenal adalah Twenty Cases Suggestive of Reincarnation dan Where Reincarnation and Biology Intersect 
Penelitian Dr. Michael Newton adalah berdasarkan hipnotisnya pada orang-orang yang mengikuti terapi past life regression(kembali ke masa lalu)-nya. "Journey of Souls" adalah salah satu buku dari hasil risetnya yang diterbitkan pada 1994. Buku ini merupakan catatan dan analisanya terhadap orang-orang itu. Digambarkan dalam buku itu bahwa orang-orang yang ia beri terapi itu dapat mengingat kembali ke kehidupan-kehidupan masa lalu sejauh ketika masih dalam kandungan atau masih di alam ruh sebelum menjadi bayi, bahkan hingga ke masa-masa reinkarnasi mereka beribu-ribu tahun sebelumnya. Salah satu contohnya adalah seseorang yang pernah terlahir sebagai bangsa Viking, yang semena-mena dan ganas itu. Ia menceritakan bahwasetelah kematiannya sebagai bangsa Viking, dalam konferensi antara dirinya dengan para ruh pembimbing, diputuskan bahwa pelajaran yang cocok yang ia pelajari selanjutnya adalah menjadi sosok yang benar-benar lemah untuk belajar mengenai empati. Dan setting kehidupan di buminya dibicarakan di antara mereka. Terjemahan dari buku ini ini bisa didapat di Gramedia. Untuk download langsung (bahasa Inggris, file pdf), di SINI (ini situs milik orang lain).
Reinkarnasi Menurut Para Alien Zeta 
Apa yang Zeta gambarkan tentang proses reinkarnasi kurang lebih sama seperti yang dituturkan dalam laporan-laporan reinkarnasi dari Dr. Newton tentang konferensi di alam ruh setelah kematian suatu entitas, antara si entitas/ruh dengan para ruh pembimbing dan pasukan pelahirannya. Para alien Zeta menjelaskan secara ekstensif dan konsisten di banyak risalah mereka tentang kaitan antara reinkarnasi,  makna menjadi manusia, dan pelajaran-pelajaran hidup yang harus dipelajari manusia di bumi. 
"Reinkarnasi terjadi karena pasukan-pasukan khusus dari Dewan Alam Semesta Ini, yang cukup disebut pasukan pelahiran, mengumpulkan entitas-entitas yang tak berinkarnasi lalu membahas kemajuan dan pertumbuhan para entitas itu. Anda boleh menganggapnya sebagai konferensi sekolah, kalau mau, dimana entitas (ruh) muda dan para pembimbingnya mengadakan konferensi dengan pasukan-pasukan pelahiran. Pelajaran-pelajarannya akan diformulasikan, dengan masalah-masalah paling mendesak menjadi prioritas. Dalam hal ini, si entitas itu sendiri sedikit saja memiliki input, sebagaimana anak-anak sekolah memiliki sedikit saja input dalam kurikulum sekolah mereka. Banyak yang menyebutnya karma, dimana apa yang orang lakukan dalam kehidupan di masa lalu akan kembali untuk menghantuinya. Si entitas tak dapat mengakhiri inkarnasi itu, kecuali melalui kematian atau mengosongkan tubuh fisiknya untuk sementara waktu selama pengalaman Out-of-Body (keluarnya ruh dari tubuh)
Sebagian entitas memerlukan sedikit saja inkarnasi pada titik-titik atau ruang-ruang tertentu dari perkembangannya ketimbang entitas-entitas lain. Variasi dalam jumlah inkarnasi yang harus dilakukan entitas itu adalah berdasarkan sifat si entitas, atau si jiwa, serta kondisi-kondisi dari inkarnasinya itu. Kuncinya adalah apakah pelajaran yang harus dipelajari telah cukup dipelajari. Dalam beberapa kasus, suatu inkarnasi akan menghasilkan lebih banyak lagi pelajaran yang harus dipelajari dari pada yang diselesaikannya. Si entitas bisa jadi bergerak mundur, bisa dibilang. Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Reincarnation, Note: written by Jul 15, 1995
[Reinkarnasi 1200 - 50.000 Kali, Belajar Dari Pengalaman]   
Memutuskan secara kokoh untuk menjadi pribadi yang Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego, adalah syarat entitas Densitas ke-3 untuk melanjutkan pelajaran hidup di alam yang lebih tinggi, Densitas ke-4. Pilihan ini bukan sekedar memilih a atau b, ketika manusia dihadapkan pada realita-realita keras. Dalam ribuan tahun kehidupan, dari satu reinkarnasi ke reinkarnasi selanjutnya, ada manusia yang selalu bimbang untuk memllih orientasi spiritualnya, alias, katakanlah, "kambuhan.".Maka, di dunia spiritual manusia, ada yang disebut Jiwa/Ruh Tua, Old Soul. Ruh Tua ini bisa sosok arif, bisa juga sosok "kambuhan." Ruh muda, dalam pelajaran pertamanya, butuh minimal ribuan tahun masa hidup untuk bisa memilih kecenderungan spiritualnya. Ini semua sepenuhnya tergantung tekad dan upaya/perjuangan ruh/manusia. Berikut penjelasan Zeta.
"Manusia cenderung meremehkan jumlah reinkarnasi yang harus mereka alami sebelum bisa mendaki ke keberadaan dalam bentuk cahaya, yaitu tahapan dimana  tubuh tak lagi diperlukan sebagai alat belajar. (Untuk itu) Mereka menjelajahi kehidupan-kehidupan mereka di masa lalu, menggali-gali melaui terapi past life regression (terapi kembali ke kehidupan masa lalu - pen.). (Namun) Mereka (hanya ingin) mengingat masa-masa yang menyenangkan atau menempatkan tindakan-tindakan mereka dalam konteks yang bagus. Masa-masa mengerikan, atau masa-masa ketika mereka berprilaku begitu buruk yang tak ingin dikunjungi, tak diungkapkan. (Namun) Si ruh sendiri, tentu saja, tak melupakan. Sedangkan alam sadar manusianya, yang mendengar cerita-cerita itu, membuangnya dan hanya membolehkan pengungkapan yang menyenangkan saja 
Inkarnasi berjumlah hingga ribuan, pada utamanya, sebelum kelulusan dicapai. Nancy (Lieder) adalah sebuah contoh orang yang cepat memutuskan orientasi spiritualnya, yang telah melakukannya setelah masa hidup selama sedikit lebih dari 1200 tahun. Namun ada orang-orang yang perlu 50.000 kali inkarnasi atau lebih untuk bisa memutuskan secara kokoh. Bahkan kemudian, si entitas bisa goyah pendiriannya, dan perlu kembali membuat keputusan. Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Many Incarnations, written Jan 25, 2003

[Penilaian Terhadap Inkarnasi] 
"Kritikan terhadap inkarnasi, yaitu menilai kesuksesan atau kegagalan dari suatu inkarnasi, tidak selalu seperti yang diinginkan si ruh. Si ruh mungkin akan merasa bahwa mereka, diri mereka sendiri, telah membuat perkembangan, sementara para ruh pembimbingnya (spirit guide) punya pendapat yang benar-benar berbeda.

Perkembangan dalam pelajaran-pelajaran yang harus dipelajari dapat dikacaukan oleh arus-arus (hidup - pen.) yang saling bersilangan, dimana kondisi-kondisi hidup menawarkan kesempatan-kesempatan sedemikian rupa sehingga pelajaran-pelajaran yang tak direncanakan menjadi dijalankan, dan yang sudah direncanakan menjadi terabaikan.
[Jiwa/Ruh Yang Belum Matang/Dewasa]  Jiwa yang belum matang mungkin akan memandang inkarnasinya itu gagal, dalam hal ini, lalu menjadi kaget ketika catatan hidupnya dilihat dari sudut-sudut yang tak diduga-duga. Lebih seringnya si ruh hampir-hampir tak membuat perkembangan, dan akan temui diri mereka meminta pengulangan setting di kehidupan-kehidupan di masa depan hingga ia membuat perkembangan. Tahap dimana tindakan di masa depan ditentukan akan menandai titik dimana kehidupannya di masa lalu telah diselesaikan dan masa depan tengah dimulai. Titik ini tak akan dicapai selama masalah-masalah dari dua tahap pertamanya masih menjadi hutang. Pada tahap inilah pelajaran-pelajaran yang ada di muka inkarnasi selanjutnya menjadi jelas. Inkarnasi akan menjadi sia-sia kalau fokus hidupnya tak jelas. 
[Proses Singkat Inkarnasi Selanjutnya Bagi Ruh Yang Belum Matang/Dewasa] Kalau manusia, yang tak menyadari kehidupan-kehidupannya di masa lalu, (yang berdasarkan Peraturan Pelupaan), seharusnya memulai inkarnasi dengan awal yang benar-benar baru, tapi faktanya, ruh yang belum matang perlu merasa jelas tentang bagaimana perkembangan mereka dipandang oleh yang lainnya. Mereka boleh jadi tak setuju, namun harus memahami. Pada titik ini, inkarnasi selanjutnya direncanakan dan dibuat plot-plot ceritanya oleh para ruh pembimbing, yang memberi pertimbangan sedikit saja terhadap apa yang mungkin akan dibuat geger oleh si ruh. Si ruh sering kali merenungkan kehidupannya di masa lalu sebelum momen kematiannya, dan merencanakan inkarnasi selanjutnya. Maka, ada perkembangan yang normal dalam diskusi dengan para Ruh Pembimbing, yang berada dalam satu tim dengan para Pembimbing Pelahiran (Birthing Guides), dan inkarnasi selanjutnya sering kali diatur dengan cepat. Seperti yang telah kami sebutkan, ini bukan pilihan yang dibuat oleh si ruh muda itu, melainkan oleh para pembimbing ruhnya. Maka, ini sedikit seperti naik ke dalam gerbong kereta di stasiun, lalu melangkah ke gerbong kereta lainnya. Begitu saja, dalam perjalanan lagi!  
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Next Incarnation, written Feb 15, 2002

[Hari Penghakiman]
Seperti yang telah diindikasikan dalam beberapa artikel di blog ini, Tranformasi Bumi sekaligus merupakan apa yang manusia sebut Hari  Penghakiman.
"Jadi bisa Anda lihat, bagi mereka yang lahir di bumi, pergeseran kutub akan benar-benar merupakan Hari Penghakiman, yaitu ketika jiwa-jiwa akan pergi menuju reinkarnasi di dunia air atau diangkut ke planet-planet penjara atau berinkarnasi di sini di bumi di komunitas-komunitas hibrida (Pengabdi-Kebaikan - pen.)."  Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Death Rate, written Jan 15, 2000.

[Reaksi Manusia Terhadap Reinkarnasi - Beauty is in The Eye of the Beholder]
Berikut adalah respon para alien Zeta terhadap protes seorang anggota Pole Shift ning yang mempertanyakan mengapa manusia-manusia yang selamat dari Pergeseran Kutub yang selama ini telah hidup bersama-sama harus dipisah-pisah--yang satu menjadi makhluk Densitas ke-4 yang satu lagi menjadi makhluk primitif berupa gurita--padahal, bukankah lebih baik ada keinginan mempertahankan ras manusia sebagai kesempatan lain bagi para jiwa untuk berinkarnasi.
"Bukan Anda yang mengambil keputusan dalam hal ini! Camkanlah bahwa gurita cerdas mungkin akan menganggap kehidupan sebagai manusia itu mengerikan, dan akan protes (kalau harus menjadi manusia - pen.). Semua itu relatif. " Terjemahan bebas dari ZetaTalk: GodlikeProduction Live, written February 6, 2010 on the GodlikeProduction live chat.







Quo Vadis, Manusia?

Baca juga:
Mengapa Repot-Repot Memikirkan Transformasi Bumi ?
Keselamatan Dari Bencana dan Aspek Positif Transformasi Bumi

Keadilan Alam Semesta Membedakan Manusia atau Suatu Entitas Hanya Kedalam Tiga Golongan Pengabdi Kebaikan, Pengabdi-Ego, Peragu.


Mengapa kesemena-menaan (premanisme) oleh kalangan penguasa, intelektual, preman "pasar", maupun awam meningkat? Mengapa kelompok-kelompok agama tertentu bergaris keras atau kelompok-kelompok kejahatan lainnya semakin ekstrim dan kejam?  Mengapa semakin banyak orang tega menertawakan penderitaan orang lain? Mengapa kejahatan semakin sadis? Mengapa harus mengalami semua itu di tengah-tengah gempuran dan ancaman bencana-bencana alam yang seperti tak ada hentinya? "Mau kemana dunia ini?", tanya orang-orang yang kebingungan. Ini sudah Jaman Edan dengan tanda-tanda alamku yang sudah silih berganti menampilkan wajah, demikian sabda Jayabaya dan Sabdo Palon dalam jangka-jangka mereka. Ya, ini sudah Kali Yuga, Zaman Kali (Besi), kata umat Hindu. Demikianlah adanya siklus alami selanjutnya dari kehidupan di sebuah dunia berkepadatan ke-3, Bumi ini, ujar para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan.
"Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. ... Kejahatan makin merajalela. ...Penjahat makin banyak. ...Yang baik makin sengsara. ...Si benar makin tertegun. ...Si salah makin sorak sorai." (Jangka Jayabaya)
"Bumi hilang berkahnya, Banyak hama mendatangi, Pepohonan banyak yang hilang, Dicuri manusia, Kerusakannya sangat parah, Sebab saling berebut, Rusak tatanan moral, Apabila malam turun hujan banyak pencuri, pabila siang banyak perampok." (Serat Sabdo Palon, Pupuh Sinom 10
"Kegiatan keagamaan dilaksanakan semata-mata untuk memperoleh ketenaran/kemasyuran (Bhagavata Purana 12.2.6). "Bumi dipenuhi oleh penduduk berwatak curang" (Bhagavata Purana 12.2.7). "Orang yang tidak tahu sedikitpun ajaran agama (dharma) duduk di kursi tinggi dan ber-pidato tentang prinsip-prinsip dharma" (Bhagavata Purana 12.3.38). 
Jaman Edan Adalah Masa Transformasi
Para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan bahwa manusia sekarang ini tengah mengalami Transformasi hingga nanti saat dan setelah Pergeseran Kutub. Transformasi ini berupa pelajarah-pelajaran hidup yang harus dilalui individu untuk memilih/memutuskan orientasi spiritual, apakah Mengabdi-Ego atau Mengabdi-Kebaikan. Mereka yang belum bisa memutuskan disebut Peragu.


Transformasi itu tersamar, agar manusia dapat membuat pilihan sendiri, dari hatinya. Yang sebenarnya terjadi adalah proses Polarisasi yang akan  mengerucut, yaitu  pemisahan antara individu/kelompok yang memilih Mengabdi-Kebaikan dengan individu/kelompok Pengabdi-Ego, yang sering kali terjadi akibat bentrok di antara kedua golongan itu--antar individu atau antar kelompok atau antara individu dengan kelompok. Sekarang ini kedua orientasi tersebut, yang sebenarnya tak bisa bercampur bagai minyak dan air, masih membaur. Dengan demikian, bentrok-bentrok yang terjadi di dalam keluarga, yang meluas hingga ke tingkat negara dan dunia, yang berakhir dengan pemisahan-pemisahan, adalah proses alami. Lalu, nantinya, para manusia akan ditransfer ke dunia-dunia lain sesuai orientasi spiritual mereka.

Berikut topik-topik penjelasan para alien Zeta (ZetaTalk) dengan penjelasan-penjelasan di bawahnya:

  • Reinkarnasi Setelah Tranformasi Bumi
  • Kali Yuga 
  • Transformasi Tersamar
  • Siapa Yang Perlu Dihindari

REINKARNASI SETELAH TRANSFORMASI BUMI
Terjemahan bebas ZetaTalk: Harvest, Note: written by Jul 15, 1995

"Transformasi (bumi) terkadang disebut sebagai Panen Jiwa/Ruh. Di Planet Bumi Anda, oleh karena perubahan-perubahan geologis yang terjadi secara periodik, Transformasi ke Alam Berkepadatan Ke-4 telah direncanakan untuk bertepatan dengan perubahan-perubahan geologis tersebut. Alasannya sederhana saja, meskipun akan ada yang memandangnya sebagai hal mengerikan.

Selama perubahan-perubahan geologis, mayoritas luas populasi Bumi akan binasa, tiba-tiba. Mereka yang selamat akan temui dunia mereka tanpa makanan ataupun tempat berteduh dari elemen-elemen alam. Perawatan medis akan menjadi langka, dan masalah kebersihan akan menjadi hal terakhir yang terpikirkan. Sebagai konsekuensinya, bahkan setelah bencana-bencana dahsyat, jumlah orang yang tewas akan besar sekali.
[Seberapa bedanya jumlah kematian itu dengan masa dahulu dan bagaimana efeknya pada Reinkarnasi?]
Dampak pergeseran kutub pada reinkarnasi akanlah sama seperti siklus hidup yang normal. Banyak manusia yang mati muda di masa lalu. 
Di hari-hari manusia gua, hidup mereka lebih pendek. Maka hal ini umum terjadi dalam spesies Anda. 
Memang akan ada banyak kematian, yang membuat banyak orang merasa sangat ngeri. Namun, saat ini, mayoritas manusia--nyatanya sekitar empat per lima-nya--tak memiliki jiwa yang bereinkarnasi namun dapat memijarkan jiwa-jiwa baru. Hal ini terjadi akibat ledakan penduduk.

Reinkarnasi di dunia-dunia baru tak terjadi hanya karena setiap kehidupan cerdas memiliki segudang kemungkinan ini. Kami menyebutnya (yang tak memiliki jiwa yang bereinkarnasi) jiwa-jiwa yang dibatalkan (aborted). 
Ini bukan keputusan dari pihak kesatuan administratif, melainkan terjadi begitu saja. Tak ada yang memijarkan jiwa (yang dibatalkan) itu. Tak ada yang memijarkan jiwa pada burung kakatua ataupun anjing. 
Jika terdapat kehidupan yang penuh kebermalas-malasan, atau yang tanpa tantangan, maka seringkali jiwa itu akan sirna saat matinya dan bukannya tetap ada untuk bereinkarnasi, yang lalu tumbuh dan berkembang-biak.
Maka pergeseran kutub akan menghasilkan cukup banyak jiwa yang yang tiba-tiba mencari reinkarnasi. Namun, karena ini adalah (masa) Transformasi, mereka akan dikumpulkan.
Jika mereka belum bisa memutuskan apakah akan Mengabdi-Ego atau Mengabdi-Kebaikan, lalu dikirim ke sebuah dunia air untuk direinkarnasi menjadi suatu jenis gurita untuk melanjutkan pelajaran-pelajaran mereka. 
Mereka yang Mengabdi-Kebaikan akan bereinkarnasi menjadi hominoid yang lebih cerdas di Bumi. [Baca juga: Alam Lebih Tinggi]
Sedangkan mereka yang Mengabdi-Ego dan telah kukuh memutuskan orientasi ini, akan dikirim ke dunia-dunia yang berbeda, terkadang dalam bentuk manusia, untuk menjalani apa yang kami sebut sebaga kehidupan yang sangat tak menyenangkan di kalangan mereka sendiri." [Baca juga: Sifat Kehidupan di Alam Pengabdi-Ego]
KALI YUGA
Terjemahan bebas ZetaTalk: Hindu Yugas, Note: written Jul 15, 1996.

"Dimana Transformasi Bumi akan mencakup seluruh populasi dan bahkan kepadatan fisik mayoritas Bumi dan mataharinya, telah terjadi panen-panen jiwa sebagian di masa lalu. 
Panen-panen jiwa ini melibatkan penguraian/pemisahan entitas-entitas yang telah matang ke orientasi Mengabdi-Ego atau Mengabdi-Kebaikan, sementara meninggalkan sisa mayoritasnya untuk melanjutkan kecondongan orientasi mereka di dunia berkepadatan ke-3. 
Panen-panen ini terjadi dalam apa yang bisa disebut periode-periode siklik, yaitu rangka-rangka waktu yang telah ditetapkan, oleh karena ada begitu banyak pekerjaan yang terlibat dalam pengevaluasian dan pengaturan transfer (perpindahan) jiwa.  
Panen-panen jiwa individu juga terjadi jika si individu telah melakukan Panggilan dalam hal ini dan siap dipanen. Umat Hindu, yang terhubung mendalam dengan hal-hal spiritual, menyadari panen-panen periodik ini karena menyadari adanya reinkarnasi dan pelajaran-pelajaran yang terentang dalam masa-masa hidup.
Karena mayoritas yang ditransfer dalam setiap panen jiwa adalah entitas-entitas yang telah menentukan untuk Mengabdi-Kebaikan, mereka yang tertinggal adalah orang-orang yang akan mengalami transfer yang terburuk. 
Maka, umat Hindu memandang jaman-jaman Yuga sebagai siklus yang mengarah ke degradasi (moral) yang semakin parah. Bagaimanapun, keseimbangan dijaga, karena pengaruh-pengaruh mengganggu dari mereka yang sangat kokoh Mengabdi-Ego telah dibuang. 
Setelah suatu panen jiwa, hal-hal sepertinya menjadi lebih tenang dimana-mana, bentrok-bentrok antar entitas yang berupaya mendominasi dan para entitas yang memperjuangkan kebebasan akan pergi meninggalkan tempa itu untuk sementara waktu. 
Umat Hindu salah paham tentang event-event signifikan, yaitu dengan mencampuradukkan antara awal persiapan-persiapan tertentu untuk Transformasi, dengan, misalnya, aktifitas rutin panen-panen tanaman pangan. Umat Hindu hanya punya pengetahuan yang sedikit saja tentang tanggal-tanggal panen, dan pemahaman yang sedikit saja tentang hasil siklus panen jiwa, mengaitkannya dengan pemusnahan pada akhirnya pada entitas-entitas yang belum memutuskan orientasi mereka pada suatu titik waktu tertentu. Namun tak ada pembinasaan entitas semacam itu di dunia berkepadatan ke-3, tak peduli betapapun lamanya entias itu menunda-nunda (pertumbuhan jiwanya).
TRANSFORMASI TERSAMAR
Terjemahan bebas ZetaTalk: Understated, Note: written during the Nov 30, 2002 Live ZetaTalk IRC Session.

Transformasi berjalan dengan cepat, namun disamarkan karena beberapa alasan.

Jika pilihan-pilihan dibuat berdasarkan orientasi,  maka fokusnya kemudian bukanlah tindakan maupun perubahan sesungguhnya, melainkan sekedar gaya. Seberapa sering Anda mendengar orang berkata bahwa ia Mengabdi-Kebaikan, atau telah memutuskan untuk Mengabdi-Kebaikan. 
(Dengan demikian) Ini bukanlah pilihan sadar, namun karakteristik-karakteristiknya cukup jelas jika dituliskan, maka gaya-gayaan dapat terjadi. Maka dianggap lebih baik melakukan tindakan-tindakan Transformasi tanpa terlihat orang-orang, di bawah cakrawala, agar manusia dapat bertindak sesuai orientasi sejati mereka.
Umpan dan peralihan orientasi masuk dalam rencana hingga tingkatan tinggi, di kalangan  para alien Pengabdi-Kebaikan yang akan menggagalkan langkah awal Para alien Pengabdi-Ego. 
Jika mereka (para alien Pengabdi-Ego) mengira mereka telah memenangkan sebuah negara, sebuah kota, sebuah grup politik, maka mereka akan merasa tenang dan tertawa-tawa meremehkan. Di balik layar, hal itu terjadi sebaliknya. 
Demikian pula, bisa jadi akan ada perkelahian palsu dimana tak ada pertempuran semacam itu yang terjadi. Situasi ini menarik para alien Pengabdi-Ego ke arah itu, menjauh dari tempat dimana ada pertempuran yang sesungguhnya. 
Maka, apa yang ada di permukaan, di pandangan mata telanjang orang-orang, tidak menunjukkan keadaan situasi yang sebenarnya. 
Cukuplah dikatakan bahwa Transformasi tak hanya terjadi dengan cepat, namun terjadi lebih baik dari yang telah diantisipasi, di sini, di planet Bumi!

SIAPA YANG PERLU DIHINDARI
Terjemahan bebas ZetaTalk: Avoided, Note: written Jan15, 2002

Kami sarankan agar masyarakat tidak mengganduli para penguasa, apapun tawaran yang mereka berikan, ketika pergeseran kutub mendekat. 

Kami beri tahu bahwa para elit memberi tawaran pekerjaan, kepada para penganggur sekarang ini, dengan rencana untuk memperbudak orang-orang yang menerima tawaran itu.  
Kami beri tahukan bahwa pindah ke atau tetap berada di basis-basis militer, atau kota-kota dengan begitu banyak pekerja pemerintah, harus dihindari.  
Kami beri tahu bahwa ada tempat-tempat tertentu di (misalnya) AS dimana pemerintahan kelanjutan akan dibentuk. 
Di luar faktor-faktor nyata ini, apa lagi tanda-tandanya bahwa para penguasa tengah membuat jebakan?
  • Ketika bencana-bencana menimpa, adalah normal bagi para relawan bencana untuk memberi bantuan. Ini dalam bentuk mengungsikan para korban, keluar dari bahaya, ke sekolah-sekolah atau gereja-gereja dimana tersedia selimut dan makanan. Mungkin akan ada tenda-tenda untuk tempat tinggal sementara. 
Namun menuju ke pergeseran kutub, bantuan dari relawan bencana akan berubah bentuk. Mereka akan menyarankan untuk mengungsikan orang-orang dari tempat tinggal ke kota-kota atau barak-barak yang telah dipersiapkan bagi mereka. Perubahan inilah yang seharusnya menaikkan kecurigaan.
  • Lalu, perhatikan pergerakan para elit, dimanakah mereka membeli tanah serta membangun tempat-tempat tinggal. Hal ini tak terlalu rahasia, karena penduduk setempat dapat memperhatikan. 
Dan jika mereka pindah ke lokasi Anda, Anda sebaiknya pindah. Mereka tak akan menjadi tetangga yang baik, merekapun tak akan merubah cara-cara mereka dan tak akan mulai peduli pada orang-orang lain ketika tiba masa-masa yang sangat sulit.
  • Faktor ketiga adalah lokasi yang menyenangkan. Meskipun pesisir-pesisir pantai dan gunung-gunung berbahaya (sekarang ini), tempat-tempat itu menyenangkan untuk ditinggali. Para elit benci kalau harus pindah ke lokasi-lokasi teraman, jauh dari kota-kota besar maupun pantai, dan akan berupaya mencari kompromi (dengan faktor-faktor keselamatan - pen.). 
Maka, Anda akan lihat mereka itu tak pindah ke tempat-tempat suram, di wilayah-wilayah terpencil, di antara sapi-sapi dan para petani. Maka, tempat-tempat itu relatif aman bagi Anda! 
Di dalam sebuah kota kecil atau kota besar, para Pengabdi-Ego akan terus memanfaatkan orang lain, sebagaimana sekarang ini. Karena itulah kami sarankan untuk tidak berada di kota, karena permainan ini akan terjadi untuk beberapa lama hingga para Pengabdi-Ego itu temui diri mereka sial, dan pada saat bersamaan Pengabdi-Kebaikan juga tak selamat. 
Maka, pendekatan terbaik adalah pindah ke daerah-daerah terpencil, dimana para Pengabdi-Ego kecil sekali kemungkinannya akan ke sana karena tak ada yang bisa diambil. Para Pengabdi-Ego lebih suka, pertama-tama, kantong-katong pengungsian orang kaya, lalu kota-kota dimana ada banyak keluarga dan toko-toko untuk dijarah, dan barulah yang paling sedikit kemungkinannya, area-area terpencil, terutama karena perjalanan harus dengan berjalan kaki. 
Mereka yang terjebak di kota-kota bersama dengan para Pengabdi-Ego, sebaiknya bersikap low profile, dan kemudian bersekutu dengan para Pengabadi-Kebaikan untuk memancing dan menggunakan strategi berpura-pura pindah orientasi spiritual (menjadi Pengabdi-Ego--pen.). 
Maksud kami di sini adalah untuk menjebak para orang Pengabdi-Ego, dengan membuat mereka percaya bahwa orang-orang yang terjebak itu akan menyerang para Pengabdi-Kebaikan untuk menjarah dan mempermainkan. Namun, yang akan terjadi nanti sebaliknya, malahan para orang Pengabdi-Ego itulah yang akan terjebak di bawah tanah tanpa jalan keluar.  
Tolong camkan bahwa menjebak seorang penjarah, yang tak berniat memberi pelayanan yang baik, serta berencana memberi apa yang ia tadinya niatkan kepada Anda, bukanlah tindakan kejam, melainkan keadilan Karma.



Kategori Manusia Dalam Kesiapan Terhadap Bencana Dahsyat (Tambahan)

Untuk tambahan, lihat font bold warna merah. 

Terjemahan bebas dari ZetaTalk Chat Q&A for July 10, 2010

Kami telah membagi umat manusia ke dalam kategori
  • mereka yang akan bereaksi terhadap berita-berita tentang perubahan-perubahan mendatang dengan mengambil tindakan dengan suatu cara 
  • dan mereka yang akan bergayut pada penyangkalan, bahkan hingga Jam Pergeseran Kutub itu sendiri.
Penyangkalan utamanya adalah rute yang diambil oleh
  • mereka yang tidak memiliki jalan lain untuk menolong diri mereka sendiri dan tidak ada satu orangpun yang ada yang dapat diandalkan untuk mengurusi mereka (mis. mereka yang sakit parah, tua renta, dlsb.--pen.)
  • atau mereka yang umumnya mengambil pendekatan pengecut ketimbang yang berani terhadap masalah-masalah itu.  
Mereka itu (yang mengambil tindakan pengecut) cenderung ruh-ruh yang masih muda (secara spiritual), tidak matang, dengan sedikit pengalaman dalam hal bencana besar (yang dialami dalam reinkarnasi-reinkarnasi mereka terdahulu--pen.) yang akan terlibat nanti. Bagi mereka, semua itu begitu membuat kewalahan, maka mereka pada dasarnya "pingsan," dan menolak untuk menanganinya. Tapi ini tidak memberi indikasi orientasi spiritual individu.
Indivdu yang Mengabdi-Ego boleh jadi takut-takut dan berupaya memalingkan muka ketika dihadapkan dengan kengerian, namun individu yang condong ke Mengabdi-Kebaikan juga dapat seperti demikian.  
Akan tetapi, ketika seorang individu sudah jelas-jelas menyadari apa yang sedang mendatangi (akan terjadi--pen.), dan berada dalam posisi untuk mengambil tindakan untuk menolong dirinya atau orang-orang lain, maka perbedaan yang berdasarkan orientasi spiritual dapat dideteksi.
Individu Pengabdi-Kebaikan akan melakukan rencana-rencana untuk lebih dari dirinya sendiri, bahkan jika tidak ada siapapun dalam grup itu saat itu. Jika mengumpulkan, misalnya, panduan-panduan survival, buku-buku, mereka akan mengumpulkan referensi lebih dari untuk mereka sendiri tapi juga untuk sebuah komunitas, untuk mengedukasi dan memberi asistansi kepada yang lainnya.  
Orang yang Mengabdi-Ego kemungkinan sekali akan mengikatkan diri mereka pada sebuah komunitas yang sedang berjalan kalau pengetahuan ini sudah ada, dan akan merencanakan kenyamanan hanya untuk diri mereka sendiri, bukan untuk kenyamanan seluruh komunitas.
Indikasi lainnya lagi adalah bagaimana keuangan sekarang dibelanjakan.
Jika seseorang SANGAT Mengabdi-Kebaikan dan menyadari perubahan-perubahan yang sedang mendatangi, maka individu ini kemungkinan sekali akan meletakkan landasan bagi sejumlah orang lain, mengantisipasi para survivor dari segala lapis masyarakat, dan tidak bersikap eksklusif. 
Jika ia ia condong Mengabdi-Ego, maka ia hanya akan membuat rencana-rencana untuk dirinya sendiri dan yang lainnya yang bisa mendatangkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
Mereka yang mengklaim atau menyikapi hidup sebagai hal yang seharusnya mengasyikkan saja sesungguhnya sedang mengumumkan keras-keras orientasi spiritual mereka. Mereka nanti berharap untuk masuk ke sebuah komunitas survival dan meratap keras untuk menyatakan rasa tertekan mereka dan kebutuhan untuk diberi asistansi.  


Soul Mate (Belahan Jiwa)

Baca juga:
topik KONTAKTI

Apa itu Soul Mate?

Para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan apa itu soul mate, dan soul mate tidak terbatas pada sepasang kekasih tapi juga dapat sebesar grup seperti, misalnya, Bigfoot dan suku Indian Amerika, untuk menyebut dua saja. [Baca: Nubuatan Hopi dan Bigfoot, Yeti, dan Monster Loch Ness]
Jiwa-jiwa baru akan menjadi soul mate-soul mate ketika mereka telah mengalami masa-masa kehidupan (reinkarnasi) bersama, dan ini dapat terjadi bukan sekedar karena mereka dilahirkan, atau berpijar (dalam istilah kami), pada saat bersamaan. Terjemahan bebas ZetaTalk: GodlikeProduction Live, written October 27, 2007 
Telah kami nyatakan bahwa para soul mate adalah jiwa-jiwa yang memohon untuk diinkarnasi di lokasi yang saling berdekatan. Dan selama pelajaran-pelajaran mereka dapat berjalan, keinginan-keinginan mereka itu sering kali dikabulkan oleh para Pembimbing Pelahiran
Hal yang sama dapat dikatakan tentang jiwa-jiwa pada suku Indian Amerika dan Bigfoot, yang merupakan transplantasi di Bumi. Mereka memohon untuk tinggal berdekatan pada inkarnasi-inkarnasi mereka yang berturut-turut, dan keinginan-keinginan inipun dikabulkan, karena mereka memiliki pelajaran-pelajaran yang sama untuk dipelajari, masalah-masalah yang sama untuk diselesaikan.  Terjemahan bebas ZetaTalk: May 16, 2009

Soul Mate di Kalangan Kontakti
Terjemahan bebas ZetaTalk: December 6, 2008
Pertanyaan: Apakah di kalangan para kontakti yang saat ini sedang saling ketemu dan mengorganisir pertemuan, ada yang merupakan soul mate-soul mate? Jika ada begitu banyak soul mate per orang, apakah para alien Zeta mempunyai nasehat tentang cara menangani konflik yang muncul dalam hal ini? 
Di sisi lain ada cinta kasih yang akan bersemi menuju pergeseran kutub (menurut para Zeta), dan juga ada beberapa jenis cinta kasih. Apakah situasi-situasi ini akan terselesaikan dengan sendirinya setelah pergeseran kutub--yaitu konflik-konflik dalam cinta kasih dan cinta kasih puncak, dari orang yang akan menjadi soul matenya. 
Respon ZetaTalk: Kebanyakan jiwa memiliki lusinan dan lusinan soul mate yang merupakan ruh-ruh yang berinkarnasi bersama-sama di masa kehidupan silam, dan emreka senang dalam interaksi mereka itu. Para soul mate saling mendukung, dan telah membangun hubungan-hubungan yang akrab, dan saling menolong di antara kedua ruh yang terlibat itu untuk membuat perkembangan selama inkarnasi-inkarnasi mereka. Tentu saja ada konflik-konflik, namun tidak ada pernyataan umum yang dapat membahas tentang seluruh konflik potensial ini.

Kisah Cinta Para Soul Mate
Para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan makna soul mata dan pengaruhnya dalam kehidupan Kontakti dan pembentukan grup Kontakti.

Terjemahan bebas ZetaTalk: Soul Mates, Note: written Jun 15, 1996.


Banyak kekasih, yang pertama kali bertemu dengan kekasih mereka, langsung tertarik secara aneh. Ketertarikan ini tidak berdasarkan penampilan, karena bukan karena ketampanan atau kecantikan. Ketertarikan yang baru muncul ini sering kali justru terhadap sosok fisik yang biasa-biasa saja atau malahan "cacat" dalam suatu cara. 
(Dalam kasus ini) kualitas-kualitas afrodisiak seperti kekayaan atau sikap pahlawan yang dikaitkan secara temporer pada seorang penolong bukanlah faktor-faktornya. Namun para kekasih itu saling tertarik dengan kuatnya, ingin menghabiskan waktu bersama-sama, dan tidak dapat memikirkan orang lain lagi ketika berpisah.
Seandainya birahi yang menjadi faktor, maka ketertarikan itu hanya muncul ketika ada aktifitas seks yang panas dan terbaik dalam ingatan. Namun ketertarikan-ketertarikan (soul mate) itu ada bahkan ketika aktifitas seks tidak mungkin atau hambar ataupun mengecewakan. 
Pasangan-pasangan serasi semacam ini, yang dikenali dalam setiap masyarakat manusia, terkadang dirujuk sebagai para soul mate, istilah yang lebih cocok ketimbang tidaknya, dan terus meningkat selama Transformasi Bumi. 
[Soul Mate Sudah Diatur Sebelum Kelahiran, Dan, Akhirnya, Bertemu]
Ruh-ruh yang telah saling mengenal di kehidupan-kehidupan silam mereka telah mengatur untuk bertemu kembali. 
Dari seluruh jutaan dan jutaan liaison yang mungkin di antara entitas-entitas, partnership-partnership ini tampak menonjol sebagai keistimewaan, sebuah hubungan atau love affair yang bertahan lama seperti sebelumnya (di kehidupan-kehidupan silam).  
Pada khususnya, ketika salah satu dari entitas itu sedang menghadapi pelajaran hidup yang sulit, ia mungkin menginginkan seorang teman lama untuk menggenggam tangannya.
Hasrat-hasrat ini diketahui dan telah diperhitungkan sebelum kelahiran, dengan demikian, inkarnasi-inkarnasi mereka dibangun sedemikian rupa agar keduanya dapat saling bertemu. 
Kondisi-kondisi hidup dapat membuat pertemuan itu sulit atau tidak mungkin, sehingga salah satu dari entitas itu menjalani seluruh inkarnasinya dengan rasa yang samar terhadap apa yang didambanya, sebuah rasa bahwa ia belum menemukan cinta sejatinya.  
Namun, untuk kebanyakan kasus, pencarian itu akan membuahkan hasil, dengan entitas-entitas saling berbicara bagaikan suara-suara yang menembus kabut.
Ini aku, ada di sini. Cari aku di toko buku. Cari aku di pantai. Kamu mau beli anak anjing? Aku mau pergi ke toko hewan hari Minggu besok. 
Merekapun mengadakan kencan spiritual, dan, akhirnya, ketika saling bertemu, muncullah ketertarikan instan. Para soul mate, berkumpul bersama, akhirnya.
Manusia sering kali tak sengaja bertemu dengan apa yang disebut soul mate, atau jiwa-jiwa yang pernah mereka tangani sebelumnya. 
Bahwa apakah hal ini dapat terjadi, dengan adanya jumlah dan kemungkinan berdasarkan event-event kebetulan, sepertinya tidak mungkin sekali.
Akan tetapi, sungguh pertemuan-pertemuan itu telah dibimbing, dengan kedua jiwa itu mendambakan pertemuan ini, dan para Ruh Pembimbing mengijinkannya. 
Sering kali, jika suatu jiwa memiliki sebuah tugas yang khususnya sulit, atau akan melaksanakan tugas yang khususnya signifikan yang penting bagi pertumbuhannya, maka memiliki rekanan lama atau yang sudah akrab akan dianggap sebuah pendampingan. Namun, ini pengecualian, hanya sekitar 1% saja dari inkarnasi yang termasuk pertemuan-pertemuan atau pengaturan-pengaturan semacam itu.
[Pengaruh Pertemuan Para Soul Mate Dalm Grup-Grup Pengabdi-Kebaikan dalam Transformasi Bumi]
Ada jiwa-jiwa yang cenderung membatasi jumlah entitas-entitas lain yang dapat mereka tangani, sedemikian rupa sehingga grup Pengabdi-Kebaikan ditafsirkan sebagai perhatian bagi grup itu sendiri, bukan Alam Semesta yang lebih besar. Maka, grup didefinisikan secara bervariasi.
Sebuah grup bisa jadi tidak lebih dari keluarga besar sendiri, selama suatu inkarnasi, atau bisa juga komunitas lokal, atau negara atau mereka yang memiliki keyakinan agama yang sama. Jenis pembatasan ini menjadi norma, bahkan bagi para entitas Pengabdi-Kebaikan yang sangat berpengalaman yang sudah pastinya akan dianggap sebagai para ruh matang. 
Namun ada juga yang lainnya, contohnya Nancy dan diri kami sendiri, tim para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan yang sedang berbicara kepada Anda di sini, yang mempertimbangkan scope yang lebih luas. Untuk minimumnya, kami memasukkan populasi Bumi, dan memasukkan, dalam perhatian-perhatian kami, seluruh tamu (para alien dari alam-alam lebih tinggi) dari mana-mana yang berorientasi Mengabdi-Kebaikan yang sedang, atau akan, berinteraksi di Bumi.
Dengan demikian, ini bisa menjadi sebuah keputusan atau pembatasan dari pihak si entitas, apakah ingin berpegang pada grup-grup kecil yang sudah akrab atau yang ekspansif dan eksploratif.



Ruh/Jiwa Yang Tidak Berpijar

Dalam Hakekat Ruh telah dijelaskan jenis-jenis ruh--ruh tua/matang, ruh muda, dan ruh perawan/virgin (baru muncul untuk pertama kalinya di bumi)--dengan ruh virgin dan ruh muda yang tidak atau belum berpijar (jadi ada kemungkinan terus ada atau sirna setelah kematian). Sedangkan ruh tua telah berpijar (dengan demikian, jenis ruh ini akan terus ada, tidak dibatalkan ataupun sirna begitu saja setelah kematian).

Berikut para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan perbedaan kontras antara Ruh Tua dengan Ruh Muda yang akan sirna (tapi ada ruh muda yang tidak sirna, karena telah berpijar, sehingga bereinkarnasi):
Ruh-ruh tua setara dengan sulur-sulur dan koneksi-koneksi pada otak, serta jumlah sel otak manusia. Mereka hidup terus karena ini--kerumitan interaksi-interaksi dan ingatan-ingatan yang menyatukan jiwa itu. Sedangkan ruh-ruh muda yang kemudian sirna (tidak lagi bereinkarnasi--pen.) akibat kurangnya apa yang kami sebut suatu pijaran--yaitu memiliki sedikit saja koneksi, sedikit saja ingatan yang substansial yang menciptakan koneksi-koneksi, dan, dengan demikian, pada dasarnya, tidak ada apapun dalam dirinya. Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Spirit Form, Note: written Aug 15, 1995 [Baca: Tentang uh Tua).
Dengan demikian, bimbingan rohani bagi manusia dapat membutuhkan pendekatan yang berbeda-beda, tergantung tingkat pemijaran ruhnya. Ruh muda (ada yang baru dua kali berinkarnasi) belum banyak pengalaman dalam hidup masa lalu (reinkarnasi), dengan demikian, referensi dalam dirinya masih kurang. Sedangkan ruh perawan (baru pertama kalinya berinkarnas) belum memiliki referensi apapun di dalam dirinya, kecuali apa yang selama ini menjadi pengalaman hidupnya. Maka ada kemungkinan akan sulit untuk meminta kedua jenis ruh yang belakangan ini untuk belajar dengan melihat ke dalam dirinya .
Untuk memahami jiwa/ruh tidak berpijar, berikut para alien Zeta menjelaskan.

Pembawaan Ruh Tidak Berpijar
Terjemahan bebas ZetaTalk: Spark, Note: written Jun 15, 2002

Jiwa-jiwa yang Tidak/Belum Berpijar merasa kabur (melihat hidupnya--pen.), menyadari diri mereka sebagai entitas-entitas yang terpisah dari manusia-manusia lain atau hewan-hewan, namun pada dasarnya kebingungan dan "berkeliaran dengan mulut ternganga." Mereka semuanya baru melakukan tur pertama dalam hidup (pertama kali mengunjungi suatu tempat--bumi), jalan pertama mereka (memasuki kehidupan).
Kecuali ada suatu masalah yang terjadi untuk memijarkan jiwa, seperti misalnya rasa empati terhadap orang lain yang stress serta pilihan untuk mengorbankan kenyamanan dirinya untuk mendampingi orang lain, maka pemijaran tidak akan terjadi. 
Kehidupan malas/santai, tinggal di tempat lokalnya saja dengan tugas-tugas sederhana, atau meninggal karena sakit di masa balita, tidak akan memijarkan jiwa/ruh. 
Ada persentase yang lebih besar pada jiwa-jiwa tidak berpijar di benua-benua atau tempat-tempat lokal dimana kehidupan merupakan perjuangan sederhana, tidak terindustrialisasi, tidak dalam komunikasi dengan budaya-budaya lain.
Dengan demikian, negara-negara Dunia Ketiga memiliki presentase jiwa/ruh tidak berpijar yang lebih besar. Dengan demikian, daerah-daerah pedalaman memiliki memiliki presentase jiwa/ruh tidak berpijar yang lebih tinggi ketimbang di wilayah-wilayah urban. Dengan demikian, koridor-koridor kekuasaan hampir selalu memiliki jiwa-jiwa/ruh-ruh matang, karena ini dianggap zona berdampak tinggi, dengan adanya drama-drama tinggi untuk membuat pilihan-pilihan orientasi spiritual (Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego).

Ruh Yang Tidak Berpijar Tidak Merasa Ada Misi Dalam Hidup
Terjemahan bebas ZetaTalk Aug. 4, 2012

Jiwa-jiwa yang Tidak/Belum Berpijar cukup tidak menyadari status mereka. Manusia-manusia yang berinkarnasi dengan jiwa-jiwa matang boleh jadi memiliki rasa ada misi, atau sesekali deja vu dari kehidupan-kehidupannya terdahulu (reinkarnasi--pen.), dan menyimpulkan bahwa mereka memiliki jiwa/ruh yang berinkarnasi.
Mitos-mitos tentang hantu, tempat-tempat yang dihantui, kunjungan-kunjungan gaib dari orang-orang terkasih yang telah meninggal dunia, serta rutal-ritual dan dogma agama-agama di seluruh dunia mengonfirmasi adanya ruh-ruh, dan bahwa manusia memiliki ruh yang bersemayam dalam dirinya.
Manusia-manusia yang memiliki ruh/jiwa tidak berpijar, pendek kata, menyimpulkan bahwa mereka memiliki jiwa/ruh yang berpijar, dan melanjutkan saja hidup mereka. Ruh yang sirna setelah kematian tidaklah menyakitkan, tidak pula diiringi rasa menyesal.
Jika si manusia memiki rasa ada misi, dan ia bertekad untuk menyelesaikan sesuatu yang akan tertinggal tanpa selesai saat mereka mati, maka ini merupakan sebuah indikasi bahwa ruhnya  telah berpijar!   
Bagi ruh/jiwa yang tidak berpijar, satu-satunya penyesalan dalam diri mereka adalah belum berkesempatan "memakan kue yang telah disimpannya," atau rasa sakit yang baru dialami akibat luka sebelum kematiannya. Bukannya kehidupan dan kematian mereka yang tidak signifkan, melainkan tidak adanya tujuan yang telah dikembangkan di luar hidup mereka. Ini sama seperti sekuntum bunga mawar merah, pohon jati yang besar, atau seekor lumba-lumba. Mereka adalah keindahan dalam hidup, namun tidak memiliki keberadaan spiritual yang bertahan lama. 

Berapa Jumlah Ruh Tidak Berpijar di Bumi?
Terjemahan bebas ZetaTalk: October 31, 2009 

Telah kami nyatakan bahwa hanya sekitar satu milyar dari 6 milyar plus manusia di bumi yang memiliki ruh yang berinkarnasi. Jumlah ini hampir-hampir tidak berubah. Agar jumlah ini bertambah, banyak ruh baru yang sedang berinkarnasi untuk pertama kalinya, karena baru berpijar! Untuk setiap inkarnasi yang berakhir, yang mengantarkan sebuah ruh yang baru berpijar, ada sebuah inkarnasi yang berakhir dimana ruh berinkarnasi ke dalam tubuh hibrida atau dikirim ke sebuah planet penjara (bukannya dikembalikan ke bumi). Dengan demikian, jumlahnya tidak berubah banyak.


Dimana Para Ruh/Jiwa Tidak Berpijar Paling Banyak Diketemukan?
Terjemahan bebas ZetaTalk 4 March 2013

Telah kami nyatakan bahwa ruh-ruh matang cenderung bermigrasi ke kota-kota, di koridor-koridor kekuasaan, zona-zona berdampak tinggi dimana drama-drama tinggi dapat diketemukan. Sedangkan bagian-bagian dunia yang terpencil, tidak terindustrialisasi, dan lesu tidak menarik jiwa-jiwa yang berinkarnasi, yang cenderung bermigrasi ke kota-kota pada kesempatan pertama.

Telah kami gambarkan bahwa Afrika dan Amerika Selatan adalah benua-benua dimana terdapat persentase ruh tidak berpijar yang lebih besar, untuk alasan-alasan ini. Ini juga berlaku bagi area-area pedalaman nonindustri di tempat-tempat lain di dunia seperti misalnya Indonesia atau Karibia atau India atau di dataran-dataran luas di Siberia atau Kanada Utara.
Banyak wilayah ini yang akan rusak parah selamam Pergeseran Kutub mendatang. Indonesia akan tersapu habis selama terjangan air dari Samudera Pasifik yang bergerak ke Samudera Hindia. Siberia dan Kanada Utara akan kebanjiran secara bertahap selama naiknya air laut setelah Pergeseran Kutub, namun bagi orang-orang yang bertahan untuk tinggal di sana, penenggelaman itu akan sama merusaknya dengan penenggelaman tiba-tiba. Amerika Tengah dan Karibia akan lenyap ketika Amerika Selatan meremukkan mereka terhadap Amerika Utara selama Pergeseran Kutub. Dengan demikian, India bukan satu-satunya wilayah yang harus mengantisipasi kematian mendadak. 
Ini bukan tentang bagaimana hidup akan berakhir yang akan menentukan persentase ruh-ruh tidak berpijar di sebuah wilayah, melainkan tantangan dan kesempatan-kesempatan yang ditawarkan oleh kehidupan. 




Pertumbuhan Spiritual (Index)

========================================
Dualisme Manusia========================================
Manusia memiki otak ganda: kesadarannya yang selektif terhadap apa yang ingin ia ingat serta emosi-emosinya yang dapat ia tekan, dan bawah sadarnya yang mengingat serta menyadari semuanya. (Baca juga selengkapnya di Survivor, Pendekatan Utama Yang Diharapkan)
Dualisme Manusia dan Pengecohan Realita
Kemampuan Berbohong Makhluk Cerdas, dan Cara Memilah

Ketuhanan
========================================Zeta dan Tuhan: Agama Zeta
Tentang Setan, Iblis, Dajjal, dan Kejahatan
Tentang Penitisan dan Kesurupan
Tentang Malaikat dan Doa

Tentang Panggilan Ke Alam Gaib

========================================

Tujuan Hidup Manusia [Baca: Transformasi Bumi]

========================================

Pembimbing
========================================Ruh Pembimbing
Campur Tangan Gaib Dalam Kehidupan Pribadi Manusia
========================================
Spiritualitas Pengabdi-Kebaikan
========================================Bertakzim Pada Kehidupan
Spiritualitas Tertinggi Manusia : Aturan Emas
Kesadaran dan Kesehatan Spiritual
Tapestry Ruh
Belajar Tanggung Jawab & Komitmen Dari Alam Tinggi
========================================Kematian========================================
Pergeseran Kutub dan Kematian Masif
Perjalanan Ruh Dalam Kematian
========================================
Ruh
========================================
Hakekat Ruh
Jiwa Yang Abadi
Ruh/Jiwa Tidak Dapat Dihancurkan
Sifat Ruh Yang Belum Matang
Tentang Ruh Tua

Tapestry Ruh
Meraga Sukma
Tentang Aura
========================================Reinkarnasi / Inkarnasi
========================================
Tentang Karma
Reinkarnasi dan Hari Penghakiman
Mengapa Harus Inkarnasi?
Aturan Lupa (Amnesia Inkarnasi)
Perlu Berapa Inkarnasi Untuk Lulus?

Inkarnasi Ruh Yang Belum Matang
Inkarnasi Dengan Banyak Ruh Dalam Diri
Deja Vu
========================================
Kesadaran Spiritual========================================Evolusi Spiritual
Apa Itu Menjadi Sadar?
Asal Muasal Kesadaran Terhadap Ruh Dalam Diri
Tentang Kesadaran Diri
Buang-Buang Waktu Saja
Kesadaran dan Kesehatan Spiritual
Pengaruh-Pengaruh Budaya
========================================





Mengapa Repot-Repot Memikirkan Transformasi Bumi ?

Transformasi Bumi 
(Artikel 31 Des. 2011 ini telah direvisi.) 

Baca juga :

Ketika dihadapkan pada situasi-situasi mengerikan, 
 apakah Anda memikirkan orang-orang lain yang terkena dampak, 
dan bagaimana cara membantu mereka? 
Atau akankah Anda, sekali lagi, berpikir untuk lari secepat mungkin? 
 Kalau Anda berharap untuk lari, Anda cuma lari ke inkarnasi berikutnya, 
dimana Anda akan dihadapkan dengan dilema-dilema yang sama."  
~ Alien Zeta Pengabdi-Kebaikan ~


Seperti yang telah dijelaskan, manusia memiliki kehendak bebas (free will) untuk tidak membuat pilihan orientasi spiritual selama Transformasi Bumi. Banyak manusia yang tak ingin bersusah-payah memikirkan dampak serta persiapan bencana-bencana alam, apalagi yang berskala Pergeseran Kutub. Jadi tak mengherankan jika ada orang  yang merasa tak ada gunanya meneruskan hidup pasca pergeseran kutub yang serba sulit nanti karena merasa manusia sudah selesai belajar begitu pergeseran kutub usai. Untuk itu, para alien Zeta mengingatkan, karena rasa peduli mereka, bahwa lari dari masalah juga akan ada konsekuensinya dan bahwa pelajaran hidup manusia sesungguhnya bukan tentang mendapatkan keuntungan materi bagi fisik pribadi.

Berikut penjelasan mereka.

[Terjemahan bebas dari ZetaTalk Chat Q&A for April 2, 2011]

"Mengapa tak lari secepat mungkin, apapun alasannya? 
Sebagaimana kami tak ada habisnya menjelaskan, kehidupan Anda, perjuangan Anda bukanlah tentang mendapatkan keuntungan materi untuk situasi fisik Anda!
[Kembali Ke Peradaban Modern Seperti Sekarang?] 
Mereka yang berpikir dari sudut padang kebutuhan fisik tengah berpikir untuk kembali ke apa yang manusia sebut peradaban modern, seolah-olah hanya itu satu-satunya tujuan yang berguna.
Manusia sedang dalam proses meracuni lingkungannya dalam keserakahannya dan kecerobohannya dalam memperlakukan biosfernya. Ia menghabiskan waktu luangnya dengan bermain video game dan menjadi terobsesi untuk bermalas-malasan di depan TV. Setiap negara membangun militer sehingga permainan perang dapat digunakan untuk mempertahankan kekuasaan kaum yang angkuh dan serakah.
Inikah peradaban yang Anda kira akan harus dibangun ulang?
Jika ini argumentasi Anda ketika berupaya memotivasi para survivor potensial, maka Anda berbicara dengan bahasa yang salah kepada orang-orang yang salah. Mereka yang menganggap hal ini penting bukanlah orang-orang yang utamanya memikirkan orang-orang lain.
[Bukan Tentang Mempertahankan Ras Manusia]
Begitu juga mereka yang berpikir tentang melanjutkan ras manusia sebagai suatu tujuan,  hampir-hampir tidak peduli membantu orang lain.
Ini jelas-jelas (juga) tujuan Gereja Katolik, yang telah menyumbang banyak pada ledakan populasi di bumi. Ini adalah jeritan orang-orang yang ingin memperkuat rasa kendali mereka terhadap orang lain: semakin besar jumlahnya, semakin besar pula kendalinya. 
Inilah tanda-tanda orang yang Mengabdi-Ego.
(Sedangkan) Mereka yang menyadari tentang jiwa, tentang alam semesta yang lebih luas, mengetahui bahwa bentuk fisik tidaklah penting.
Melanjutkan spesies manusia adalah jeritan orang-orang yang menentang realita adanya kehidupan cerdas dalam banyak bentuk di seluruh alam semesta dan saat ini tengah mengunjungi bumi.  
Sudut pandang ini sempit, teritorial, penuh rasa takut dan beranggapan bahwa tubuh manusia superior dibandingkan makhluk lain. 
Jika ini argumentasi Anda ketika berupaya meyakinkan para survivor potensial, maka Anda, lagi-lagi, berbicara dalam bahasa salah kepada orang-orang yang salah. 
Mereka yang menganggap hal ini penting tidak berfokus untuk membantu orang lain.
[Usai Pergeseran Kutub, Usai Pelajaran? Silahkan Lanjut Ke Inkarnasi Berikut.] 
Bagaimana bisa dibayangkan bahwa, begitu Pergeseran Kutub telah selesai dialami, pelajaran-pelajarannya pun telah usai, telah dipelajari, dan orang boleh melarikan diri?
Bagaimana Anda tahu apa pelajaran-pelajarannya? Ini adalah pengetahuan jiwa, sesuatu yang jarang diketahui secara sadar. Ini tidak seperti pengalaman superfisial Anda dengan pelajaran-pelajaran di bumi---ujian selesai, letakkan pensil dan kertasnya, silahkan bermain di keluar kelas. 
Pelajaran-pelajaran jiwa tak pernah selesai, melainkan semakin bertambah, berpindah ke pelajaran-pelajaran yang lebih besar dan lebih rumit seiring dengan berjalannya inkarnasi dan jiwa tumbuh dalam massa maupun kearifan.
Kalau Anda berharap untuk lari, Anda cuma lari ke inkarnasi berikutnya, dimana Anda akan dihadapkan dengan dilema-dilema yang sama.
Ketika dihadapkan dengan situasi-situasi mengerikan, apakah Anda memikirkan orang-orang lain yang terkena dampak, dan bagaimana cara membantu mereka? 
Atau akankah Anda sekali lagi berpikir tentang bagaimana caranya lari secepat mungkin?"



Aturan Lupa (Amnesia Inkarnasi)

Dalam hal reinkarnasi atau inkarnasi, mengapa manusia cenderung tidak ingat tentang kehidupan-kehidupan yang pernah dijalaninya sebelum kehidupannya sekarang? Berikut penjelasan para alien Zeta.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Rule of Forgetfulness, Note: written Oct 15, 1996.

Lupa terjadi secara alami. Ketika sesosok entitas berinkarnasi ke dalam tubuh manusia, pikirannya otomatis tidak memiliki pengetahuan tentang kehidupan-kehidupannya yang silam.
Pikiran mengembangkan ingatan-ingatan tentang apa saja yang dialami, mengamati melalui indera-inderanya, dan menyimpulkan melalui proses-proses pemikiran yang dihasilkan dari semua ini. Dengan demikian rasa lupa itu alami, dan terobosan-terobosan dimana si ruh memiliki kesempatan untuk menyampaikan sedikit demi sedikit kehidupan masa silamnya itu langka. 
Aturan Lupa ini bukanlah peraturan yang dipaksakan, melainkan alami. Meskipun demikian, dengan adanya inkarnasi yang berjalan seperti itu, dan inkarnasi telah terbukti menjadi cara tercepat bagi ruh-ruh muda untuk tumbuh dan matang, tak ada satupun yang terburu-buru maju untuk mengupdate tubuh inkarnasi barunya tentang apa (kehidupan) yang pernah terjadi sebelumnya. Faktanya, proses yang demikian (mengupdate--pen.)  malahan dapat memperlambat kematangan ruh ataupun dapat menyimpangkan keputusan bertahap yang dibuat oleh si entitas dalam pelajaran pertamanya, yaitu pelajaran orientasi spiritual.

Bayangkan contoh-contoh dalam hidup yang tidak diberi tahu tentang keputusan-keputusannya dalam kehidupan silam ataupun pengetahuan lengkap tentang keputusan-keputusannya dalam kehidupan silam.
[Contoh 1] Seorang ibu, yang tengah memeluk bayinya yang baru lahir, melihat ketakberdayaan dan ketergantungan bayi padanya serta membayangkan perasaan-perasaan terabaikan dan putus asa dari bayi jika tidak digendong dan dicintai serta diselamatkan ketika tertekan. Sang ibu, yang pada dasarnya seseorang yang penuh kepedulian, dan merupakan entitas yang berinkarnasi yang condong ke Mengabdi-Kebaikan, mulai merawat si bayi dengan kasih-sayang yang besar dan kebanggaan terhadap dirinya sendiri atas kompetensinya. 
Jika, dalam kehidupan-kehidupannya di masa silam, si entitas pernah mengabaikan seorang bayi yang baru lahir, maka, untuk mengurangi tekanan pada dirinya sendiri, sementara segala ingatan tentang masa lalunya itu diingat, maka inkarnasinya sekarang akan diwarnai dengan rasa bersalah dan rasa malu, dan, utamanya, ingatan kuat terhadap apa yang membuat pengabaian itu terjadi pada mulanya. Si ibu bisa jadi akan membela tindakan sebelumnya itu dengan mengulanginya, sebagai sebuah cara untuk mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak melakukan apapun yang salah. Atau si ibu bisa jadi pura-pura tidak melihat, mencari-cari bukti baru bahwa ia perlu waspada, ketimbang bersikap peduli terhadap bayinya yang baru lahir itu.   
[Contoh 2] Seorang pria, yang sedang bekerja dengan orang-orang lain yang menjadi saingannya sekaligus teman-temannya. Suatu hari ada kesempatan untuk naik jabatan, dan ada beberapa kandidat. Pria ini telah memperhatikan satu rekan kerja tertentu yang selalu bekerja keras dengan jam kerja yang panjang serta mengetahui bahwa rekan kerjanya ini lebih kompeten ketimbang yang lainnya. Menempatkan dirinya seolah-olah dalam situasi rekan kerjanya itu serta membayangkan rasa sakit hati yang dapat muncul dari rekan kerjanya itu akibat tidak disertakan (sebagai kandidat--pen.), terutama karena ia (sebenarnya) pilihan terbaik, si pria memutuskan untuk mendukung rekannya itu ketimbang bersaing dengannya. Dalam inkarnasi sekarang, si entitas tidak melihat adanya rasa tertekan akibat kalah, karena, apakah itu menang atau kalah dalam kenaikan jabatan, akan ada cukup jabatan bagi semua entitas. Jika manusia menyadari apa yang pernah dialami entitas ruhnya dalam kehidupan lalu, dimana si entitas bisa jadi kala itu sedang berfokus semata-mata pada apa yang harus dicapai dalam hal kemungkinan dampaknya terhadap entitas-entitas lain, maka fokusnya selama inkarnasinya sekarang bisa jadi tertarik ke arah yang akan memanjakan pikiran-pikiran tentang apa yang dapat dibeli dengan uang tambahan atau kekuasaan yang mungkin dapat diperoleh dari status baru. 
Dengan demikian, lupa memungkinkan entitas bergerak masuk ke dalam situasi-situasi yang serupa dengan situasi-situasi dalam kehidupan silamnya, namun mencoba-coba dengan sebuah pendekatan yang berbeda dan, sebagai konsekuensinya, mengalami hasil yang berbeda.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com