Daratan-Daratan Yang Naik dan Turun di Masa Silam Dalam Tahapan Pergeseran Kutub

Para alien Zeta pernah menjelaskan tahapan-tahapan pergerakan-pergerakan lempeng-lempeng menuju dan saat Pergeseran Kutub, dan tahapan ini pernah terjadi di masa silam. Dalam newsletter pertengahan Februari ini, para alien Zeta kembali menjelaskan kembali tahap-tahapan itu serta garis besar dampaknya pada daratan-daratan di masa-masa Pergeseran Kutub silam. [Baca: Pergeseran Kutub: Tahapan Pergerakan Lempeng]
Dalam newsletter ini juga ada rujukan ke situs world-msyteries yang menganalisa secara menyeluruh dan mendetil mengenai benua Atlantis secara geologis dengan mengambil acuan dari Plato dan Injil, yang mana keduanya juga bicara tentang posisi kemiringan Bumi di masa silam.
[Baca juga: Benua Atlantis dan Lemuria dan Lempeng Atlantik Melorot Selama Pergeseran kutub (lokasi sisa-sisa benua Atlantis yang hilang)]
Berikut laporan ZetaTalk, beserta penjelasan para alien Zeta.

Terjemahan bebas Rising and Sinking Land, The ZetaTalk Newsletter Issue 437, Sunday February 15, 2015
Daratan naik dan turun selama pergerakan-pergerakan lempeng yang wrenching merenggut ketika Nibiru, aka Planet X, lewat. [Baca: Lempeng-Lempeng Yang Naik Atau Turun]
Pergeseran Kutub menyebabkan sebuah pergeseran kerak, dan, menurut para alien Zeta, ini adalah Drama Terskenario amengenai bagaimana penyesuaian lempeng terjadi.
Selama Pergeseran Kutub mendatang, India dan 2/3 bagian barat Australia telah diprediksi akan terjun ke bawah ombak laut, namun sebuah daratan baru akan muncul dari antara ujung Amerika Selatan dan Afrika Selatan.
Peristiwa ini merupakan tambahan untuk pencairan [es-es] di Antartika sehingga dapat ditinggali. Daratan baru itu akan merupakan hasil dari penjungkitan Lempeng Antartika.

ZetaTalk Prediction 2/15/1999: "Lempeng-lempeng yang saling overlap dan mengompresi di bagian Pasifik mewakili tekanan dan dorongan. 
Pemisahan dan pelebaran/pemekaran lempeng-lempeng di bagian Atlantik mewakili sebuah bukaan, maka lempeng Antartika bergerak ke arah itu. 
Terbebaskan dari perbatasan-perbatasannya yang ketat, lempeng itu bebas terapung atau tenggelam di lautan lava dimana seluruh lempeng mengendarai di atasnya, dan sebagai sebuah lempeng daratan, lebih ringan dari lempeng-lempeng yang telah tenggelam di bawah laut-laut yang dalam, lempeng itu terapung - daratan baru!"

ZetaTalk Prediction 4/15/2002: "Saat Kutub Selatan, yang dicengkeram oleh Kutub Utara Planet ke-12 (Planet X--pen.) yang sedang lewat, bergerak ke utara, keraknya robek dari inti bumi dan terbebaskan dengan cara ini, yang memungkinkan titik-titik tekanan yang sudah ada sebelumnya untuk mengendur. [Baca: Gaya Magnet Bumi Yang Ke-3, Atlantic Rift]
Dengan demikian, Eropa dan Afrika bergerak lebih jauh ke timur, memungkinkan Atlantik robek terpisah selama penggelincirannya ke arah utara. Hal ini membebaskan lempeng-lempeng di selatan dari ujung-ujung Amerika Selatan dan Afrika dari tekanan. 
Saat Pasifik menyesuaikan diri, dengan enggan, tekanan terhadap Antartika, satu-satunya tempat di bola bumi ini yang tidak mengalami tekanan lempeng, memungkinkan daratan baru muncul dengan cepat di antara ujung-ujung Amerika Selatan dan Afrika."

[Benua Australia]
Baru-baru ini, dampak pada Australia, di masa silam, menjadi berita. Hitunglah mundur sebanyak 3600 tahun dari masa sekarang, yakni ketika kita sedang mengantisipasi Pergeseran Kutub berikutnya.
3600 tahun yang lalu adalah masa Eksodus Yahudi. 7200 tahun yang lalu adalah Pergeseran Kutub lainnya. Dan 10800 tahun yang lalu adalah masa Banjir Bah [Nabi Nuh--pen.]. [Baca juga: Era Pergeseran Kutub, Siklus 3600an Tahun, Kini Tiba]
Masa-masa penuh bencana alam dahsyat ini direkam dalam geografi Bumi. Para geolog memperkirakan laut-laut tadinya 10 kaki (sekitar 3 meter) lebih rendah dari pada yang sekarang, sekitar 10.800 tahun yang lalu, dan orang-orang Aborigin di Australia mengingatnya.

Stories of Ancient Sea Level Rise have Survived for 10,000 Years, January 28, 2015 http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2929775/Aboriginal-folklore Oral folklore tells how the Great Barrier Reef once formed part of the coastline of north east Queensland, while Port Phillip Bay in Victoria was once a rich place for hunting kangaroo and opossum. They say at this time sea levels rose as a result of the melting of the huge ice caps that covered much of the northern hemisphere around 10,500 years ago. The researchers now believe that these stories could constitute some of the oldest accurate oral histories in the world, passing through some 300 generations. If this is based on true geographical changes, it would mean it originated at a time when seas were around 100 feet lower than they are today, making it around 9,800 to 10,650 years old.
Namun apabila Pergeseran Kutub 10800 tahun yang lalu selama masa Banjir Bah menghasilkan laut-laut yang lebih tinggi di sekeliling Australia, maka Pergeseran Kutub 3600 tahun yang lalu selama Eksodus Yahudi menghasilkan ketinggian muka laut yang anjlok di seluruh dunia.
Rift-rift lautan robek menganga, memberi ruang bagi air, atau daratan baru muncul sehingga memindahkan air laut. Ini adalah sebuah drama setiap kalinya.
Earth in Upheaval by Emanuel Velikovsky, Chapter: Times and Dates, pp 202-203 http://www.zetatalk.com/theword/tword082.htm From observations on beaches in numerous places all over the world, Daly concluded that there was a change in the ocean level, which dropped sixteen to twenty feet 3,500 years ago.  Kuenen and others confirmed Daly’s findings with evidence derived from Europe.
[Asia, Lempeng Sunda, dan Lempeng Indo-Australia]
Pada satu titik di masa silam, terdapat sebuah jembatan darat yang terentang dari Asia hingga benua Australia.
Para alien Zeta mengonfirmasi sebuah jembatan darat ke Australia yang pernah ada di masa silam ketika mengomentari tengkorak-tengkorak Homo Habilis di Peg. Himalaya. [Baca: Homo Habilis di Himalaya]
Saat ini, Lempeng Sunda, yang menyangga Indonesia, sedang ditekan ke bawah dan ke bawah lengkungan Lempeng Indo-Australia.
Hal ini pernah terjadi di masa silam, dan, dengan demikian, jembatan daratan itu menjadi serangkaian kepulauan di sepanjang lengkungan itu.

ZetaTalk Explanation 6/21/2014: "Manusia awal berkeliaran ke Australia, akibat adanya jembatan-jembatan darat di masa silam, dan di seluruh China dan Rusia." 

[Lempeng Atlantik]
Saat lempeng Atlantik menyebar/melebar/memekar, ia menarik turun lempeng-lempeng di kedua sisinya, karena kurangnya penyanggap pada tepian-tepian lempeng-lempeng ini.
Hal ini berdampak pada kedua sisi Atlantik, yakni Pantai Timur AS, bagian barat pulau-pulau di Inggris seperti Irlandia dan Skotlandia, dan Norwegia.
Daratan yang tadinya berada di atas ombak-ombak laut dapat lebih siap terlihat, dan sering kali tunggul-tunggul pohon atau bangkai-bangkai kerbau atau jalanan dan dasar-dasar sungai dapat terdeteksi.


ZetaTalk Prediction 7/15/1995: Seperti yang pernah kami nyatakan, Samudera Atlantik akan melebar dan Samudera Pasifik akan memendek. 
Meskipun efek Pasifik akan menyebabkan subduksi beberapa lempeng yang sangat cepat dan ganas, yang mana sedang menyubduksi, di Atlantik efeknya akan sebaliknya. 
Sebuah teluk akan muncul, dengan lempeng-lempeng terobek terpisah dan magma yang lebih lunak di bawah lempeng-lempeng itu terekspos ke perairan Atlantik yang dingin. 
Meskipun hal ini akan mengeraskan magma, serta membentuk permukaan lempeng yang baru, akan ada kekurangan penyangga bagi lempeng-lempeng yang menjembatani, yakni yang melekat, betapapun jauhnya, ke garis-garis pantai di benua-benua Amerika, Eropa, dan Afrika. 
Lempeng-lempeng tanpa penyangga ini akan tenggelam, membawa serta massa-massa daratan yang tadinya ada di atas laut ke bawah air laut di banyak tempat. Sebagai contohnya, Eropa dan khususnya pulau-pulau di bagian barat Inggris dan Irlandia akan dapati dirinya lebih terkena dampaknya ketimbang beberapa bagian lainnya di bola bumi ini."
[Lempeng Karibia]
Lempeng Karibia juga telah terdorong ke bawah selama Pergeseran-Pergeseran Kutub yang berturut-turut, karena lempeng Atlantik selama ini terus melebar dan lempeng-lempeng Pasifik mengompresi selama seluruh Pergeseran-Pergeseran Kutub, demikianlah adanya dengan penggulingan Lempeng Amerika Selatan.
Hasil dari efek dual ini--sebuah pemekaran lempeng Atlantik dan sebuah pengamblesan Lempeng Karibia---adalah daratan yang bergerak turun ke bawah ombak-ombak laut di Karibia dan Teluk Meksiko. 
Pada suatu waktu, pernah ada sebuah jembatan darat dari Florida ke Venezuela, yang kini hanya merupakan sebuah rantai pulau. Jalanan dapat terlihat di bawah laut dekat Kep. Bahama. 

ZetaTalk Comment 8/27/2011: "Telah diketahui bahwa daratan di lepas pantai Pantai Timur AS, dan Kep. Karibia, dahulunya berada di atas ombak-ombak laut. 
Sisa-sisa hutan-hutan dapat di lihat di bawah gelombang-gelombang laut, dengan jalanan yang berlapis bebatuan yang dipotong dengan seksama, dan alur yang jelas dimana sungai-sungai memotong wilayah pantai sebelumnya. Sudah terlihat jelas dari puing-puing di Amerika Tengah dan Selatan bahwa pernah ada peradaban-peradaban di masa silam, dan, untuk alasan-alasan yang tidak dapat dipahami manusia, lenyap. 
Alasan manusia bersusah-payah dalam hal ini adalah bahwa penyangkalan jauh lebih nyaman. Untuk membayangkan bencana-bencana alam dahsyat yang dapat tiba-tiba menjatuhkan daratan di bawah peradaban-peradaban terlalu mengerikan untuk direnungkan."

Gelombang-gelombang pasang yang kacau oleh Keterhuyungan Bumi telah mengungkap daratan-daratan yang tenggelam di sekitar pulau-pulau di Inggris, sebagaimana didetilkan dalam blog Pole Shift ning ini.
Desa-desa dan dahan-dahan pohon yang terekspos berasal dari masa Pergeseran Kutub terakhir, 3600 tahun yang lalu. [Baca: Lempeng Atlantik Melorot Dalam Pergeseran Kutub]
Prehistoric Forest Arises in Cardigan Bay after Storms Strip Away Sand, February 20, 2014 http://www.theguardian.com/uk-news/2014/feb/20/prehistoric-forest-borth-cardigan-bay Archaeologists also found a timber walkway nearby, exposed by the storms. It was made from short lengths of coppiced branches, held in place with upright posts. It has been dated to between 3,100 and 4,000 years old, built as the local people found ways to cope with living in an increasingly waterlogged environment. Human and animal footprints were found preserved in the hardened top layer of peat, along with scatterings of burnt stones from ancient hearths.
Di seberang Samudera Atlantik di New Hampshire terdapat daratan yang lebih tenggelam lagi, yang juga berusia sekitar 3600 tahun.
Menurut para alien Zeta, untuk Pergeseran Kutub mendatang, bagian barat Inggris dapat mengekspektasi pengamblesan signifikan sebagaimana yang dapat terjadi di Pantai Timur AS dari Pennsylvania ke selatan melewati Florida.
Sunken Forests of New Hampshire http://en.wikipedia.org/wiki/Sunken_Forests_of_New_Hampshire Near Odiorne Point State Park in Rye, this sunken forest is referred to as the "Drowned Forest". The roots of different coniferous trees (including white pine and hemlock) are visible at most low tides. Core samples taken from the roots indicate that the trees are about 3,500 - 4,000 years old. The Jenness Beach forest, much larger than Odiorne Point, is rarely sighted above sea level. The trees, eight to ten feet in circumference, have been carbon dated from 3,400 to 3,800 years old. Some estimates say that the coastline of New England used to extend 75 miles (121 km) east of its current position; a Native American of the era could have walked from Nantucket to southern Cape Cod without touching the Atlantic Ocean. Fishermen have hauled up mastodon and mammoth teeth miles offshore, suggesting that the forest extended quite far from its western shoreline boundary.
ZetaTalk Prediction 8/27/2011: "Bagian barat Inggris yang mana yang akan ditarik turun secara permanen sebanyak 150 kaki selama 5,9  hari tidaklah jelas. 
Telah kami prediksikan bahwa Inggris pada umumnya harus mengantisipasi sebuah penganjlokan ketinggian sebanyak 75 kaki, dengan Irlandia, Skotlandia, dan Wales ditarik sebanyak 150 kaki secara potensial, demikian pula dengan Pantai Timur AS. 
Irlandia, Skotlandia, dan Wales lebih menghadap ke Atlantic Rift ketimbang pantai timur Inggris, dan, dengan demikian, mendapat pukulan terbeerat dari penganjlokan ketinggian itu. 
Orang dapat melihat dari landas benua (di bawah laut) yang terletak di barat pulau-pulau ini bahwa hal ini pernah terjadi sebelumnya." 
ZetaTalk Prediction 2010: "Negara-negara bagian di New England akan mendapati diri mereka terlambung ke atas selama pergeseran, akibat perobekan cepat pada St. Lawrence Seaway yang tengah memisah sebelum pergeseran, sedangkan negara-negara bagian di bagian selatan akan dapati diri mereka ditarik ke bawah ombak-ombak laut sebelum pergeseran. 
Seluruh semenanjung mulai dari Pennsylvania tengah ke utara akan mengalami sebuah pelambungan, namun karena berada di tepian drama ini, Pennsylvania akan mendapati jemari kakinya dalam air tapi kepalanya di atas air. 
Bagi Pantai Timur di selatan wilayah New England, daratan ini akan anjlok dalam ketinggiannya dari muka laut, selama pergeseran, sebanyak 150 kaki."
 
ZetaTalk Prediction 2010: "Daratan-daratan yang letaknya rendah di sepanjang pantai Amerika Serikat akan ditarik ke bawah ketinggian muka laut sekitar 150 kaki saat pergeseran kutub dimulai, air laut menerobos mausk ke daratan yang ditarik ke bawah secara temporer oleh peregangan yang akan dialami oleh lantai dasar laut Samudera Atlantik.
Bagian-bagian dari Mediterania telah ambles selama Pergeseran-Pergeseran Kutub yang berulang-ulang di masa silam. 
Penggulingan Afrika menarik Lempeng Afrika dari keterikatan-keterikatannya di Mediterania, sehingga daratan di kedua sisi titik robekan itu kehilangan penyangga."
[Lempeng Afrika]
Menurut para alien Zeta, Mediterania tadinya adalah sebuah rawa-rawa, yang memungkinkan migrasi manusia awal dari Afrika ke Eropa.
Pengamblesan ini dapat dilihat di kota-kota yang tenggelam di lepas pantai Alexandria." [Baca: Kota-Kota Kuno Yang Tenggelam di Mesir]
Laut Merah beralih dari air laut tawar menjadi air laut asin sekitar dua Pergeseran Kutub silam - 7200 tahun yang lalu.
Hal ini, sekali lagi, akibat pengamblesan lantai dasar laut Mediterania yang lebih jauh lagi, perbatasan Lempeng Afrika sedang terobek.

Black Sea Deluge Hypothesis http://en.wikipedia.org/wiki/Black_Sea_deluge_hypothesis The Black Sea deluge is a hypothesized catastrophic rise in the level of the Black Sea circa 5600 BC due to waters from the Mediterranean Sea breaching a sill in the Bosporus Strait.
ZetaTalk Description 2/10/2007: "Telah kami nyatakan bahwa Afrika sedang terputar di tempat, dasarnya di Afrika Selatan terpaku diam dan tidak mampu bergerak, bagian puncaknya mengguling ke Timur saat Atlantik terbuka menganga. 
Aksi inilah yang menyebabkan African Rift menyebar dengan begitu cepatnya, di Afar Triangle, dimana celah raksasa yang dalam (jurang) muncul di depan mata orang-orang yang takjub dan daratan ini sedang anjlok ratusan kaki (ratusan kilometer). 
Mediteranea akan menjadi tidak stabil. Lempeng Afrika adalah sebuah garis lurus melintasi bagian puncaknya, dan ketika lempeng ini memutar, ia akan menciptakan sebuah bukaan menganga di Mediterania. 
Mediterania, di masa silam, merupakan sebuah rawa-rawa, tapi kini adalah sebuah laut.
Apa yang telah menyebabkan daratan itu anjlok? 
Laut Hitam berpartisipasi dalam penganjlokan ini, terendam di wilayah yang dahulunya berada di atas air. Istanbul terletak di bagian tengah wilayah itu yang pertama-tama akan terkena dampaknya ketika sebuah penggulingan Afrika yang serius terjadi."  
[Lempeng India, Batuan Peg. Himalaya Dari Kerang-Kerang Laut]
Daratan yang sedang naik lebih sulit didokumentasikan dari pada daratan yang sedang ambles, namun bukti paling dramatis dari daratan yang sedang naik dari laut adalah Peg. Himalaya.
Bebatuan di sana terdiri dari kerang-kerang laut! Peg. Himalaya terdorong tinggi selamaPergeseran-Pergeseran Kutub yang berturut-turut.
Geology of Mount Everest http://climbing.about.com/od/Mount-Everest/a/Geology-Of-Mount-Everest.htm At the tops of the highest peaks, like Mount Everest, it is possible to find 400-million-year-old fossils of sea creatures and shells that were deposited at the bottoms of shallow tropical seas that are now over 25,000 feet above sea level. The summit of Mt. Everest is marine limestone. The sedimentary rock layers found on Mount Everest are limestone, marble, shale, and pelite that are divided into rock formations; below them are older rocks including granite, pegmatite intrusions, and gneiss, a metamorphic rock. The upper formations on Mount Everest and Lhotse are filled with marine fossils.