SURVIVAL EKSTRIM : Persiapan Pergeseran Kutub

[Update terakhir: 22 Jan. 2015]

Dalam Tahap 7 orang seharusnya sudah mengungsi ke tempat lebih aman untuk mempermudah dalam melanjutkan hidup. [Baca juga: Persiapan (perencanaan) Total Pergeseran Kutub]


Kita sudah lama tiba pada era ketika alam belum akan berhenti bergejolak hingga mencapai titik puncak ekstrimnya. Alam tak bisa dihentikan karena memang sudah jadwalnya, kita tak bisa menyalahkan siapa-siapa. Tidak banyak waktu. Kita cuma bisa berdoa kepada Tuhan agar intensitas gejolaknya dikurangi (tidak mungkin berkurang), yang penting doakan diri kita dan orang-orang yang kita cintai selamat, mendapat perlindungan, dan bertindak melakukan persiapan-persiapan fisik dan/atau mental/spiritual sesuai itu, tergantung rasa tanggung jawab individu yang prihatin. 
Bagi yang belum terbiasa hidup sederhana, bisa latihan prihatin dari sekarang, agar lebih mudah menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi darurat saat bencana alam. Ini terutama dalam hal makanan, toilet, kebersihan diri, dan lingkungan dengan pencahayaan remang-remang/gelap.

Bagi yang masih bingung tentang bagaimana caranya mempersiapkan diri, berikut gambaran singkat tentang apa saja yang kira-kira diperlukan. Pertama-tama, patut diingat bahwa menggunakan kapal adalah imperatif [mungkin di bagian awal pengungsian atau belakangan, tergantung lokasi sekarang] dan bahwa Asia Tenggara akan berada di sekitar kutub selatan saat Pergeseran Kutub yang terjadi hanya dalam waktu sekitar 1 jam, menurut para alien Zeta.

UNTUK MENGUNGSI SEMENTARA WAKTU
Jika masih belum bisa mengungsi dari sekarang, setidaknya ada  yang masih bisa dilakukan, yaitu  mempersiapkan ransel bugout. Ransel bugout adalah ransel yang tersedia setiap saat untuk bisa langsung dibawa ketika terjadi bencana alam. (Baca: Ransel Darurat (Bugout))

Jangan lupa, ada kemungkinan orang harus melalui tahap-tahap pindah sebelum mencapai tempat yang pasti untuk berlindung dari GORO-GORO (Tahap 9-Countdown dan Jam Pergeseran Kutub). Jadi tentunya persiapan-persiapannya sesuai dengan ini, dan jangan pernah menyerah hingga tahu pasti.

UNTUK KEPERLUAN PERGESERAN KUTUB
Pembentukan Grup Kecil (Jangan sendirian). Kehidupan nanti akan sangat berat dan ada keputusan-keputusan sangat sulit yang harus dibuat setiap hari untuk mempertahankan hidup. [Baca: Persiapan Total Pergeseran Kutub]
  • Bentuk Grup Kecil Yang Solid dan Berbagi Tugas. Maka, sebaiknya, grup terdiri dari orang-orang yang telah dikenal baik sebelumnya. Yang terbaik adalah dari keluarga dan teman-teman sendiri, meskipun mereka mungkin tak saling suka, tapi kita kenal baik. Buat grup yang solid dulu, dari sekarang, dan mulai membagi tugas.
  • Aturan Main Yang Tegas. Nanti, pasca bencana alam, kalau ada yang ingin bergabung, persilahkan (bisa juga tidak, tergantung keinginan grup) tapi jelaskan aturan mainnya demi keamanan dan kelanggengan bersama, dan awasi apakah orang itu dapat dipercaya atau tidak, dan bersikap tegas. Kalau orang itu dirasa dapat membahayakan kelangsungan grup, bisa dipersilahkan pergi. Ini penting, karena sekarang Jaman Transformasi Bumi, yang melibatkan polarisasi spiritual (selalu ingat dan mewaspadai hal ini). 
  • Ekstra waspada. Setelah bencana alam, sering terjadi penjarahan atau kerusuhan sebagaimana yang pernah terjadi saat Gempa Padang, maka tak ada yang namanya terlalu hati-hati, karena memang harus ekstra hati-hati/waspada. Kenali dengan siapa berhadapan ketika bertemu orang tak dikenal. Jangan menempatkan grup dalam resiko tinggi.
  • Demi keamanan: jangan beriklan untuk mencari grup, seluruh anggota grup bersikap low profile dan tidak berpenampilan mahal/keren; selalu dalam mode Mengabdi-Kebaikan/Kepentingan-Bersama; berdoa dan percaya kepada Tuhan, tapi "jangan biarkan unta/kuda tak diikat".
MANDIRI
Dengan waktu kita yang tak banyak, kepraktisan yang efektif dalam konteks runtuhnya peradaban dunia adalah kata kunci. Perbekalan ini adalah untuk sebelum, selama, dan setelah pergeseran kutub, yang akan harus disesuaikan kelaikannya dari waktu ke waktu hingga pergeseran kutub tiba. Di sini yang terpenting, terutama bagi mereka yang ingin memiliki mental yang relatif stabil, adalah
1. tidak mengandalkan pemerintah maupun relawan, karena semua akan terlalu sibuk mengurusi keluarga masing-masing atau sudah terlalu lelah atau terlalu sibuk dengan membantu mereka yang paling membutuhkan
2. siap bepergian dengan berjalan kaki: pastikan alas kaki kuat dan enak untuk berjalan jauh; jika ada anggota keluarga yang tua atau sakit, jangan khawatir, selalu ada cara untuk menolong, Tuhan selalu bersama kita;
3. siap mandiri dalam hal sakit/penyakit dengan pengobatan alternatif (energi, dlsb), praktek-praktek P3K yang ringan maupun berat: terutama terkilir, patah tulang, luka dalam, menjahit luka, merawat ibu hamil/saat melahirkan, menangani bayi luka
4. kemampuan mengatasi kepanikan dan stress diri dan orang-orang sekeliling saat dan setelah bencana dahsyat (bagi pemimpin atau semacamnya)
5. siap dalam hal makanan: mau memakan rumput (bergizi) dan serangga dan cacing, demi memperpanjang hidup (akan berguna kalau bisa mengenali tanaman yang aman dimakan); jangan lupa bawa bekal vitamin--contoh praktis: kurma, rosella kering (teh) tahan lama asal tidak lembab--terutama bagus untuk orang tua serta penderita diabetes, darah tinggi--bawa bekal benih-benih tanaman pangan (karena kebanyakan akan punah) untuk tanaman ruang/yang sedikit memerlukan cahaya matahari; sedikit ide untuk bekal benih tanaman: rosella, stevia (gula alami yang aman), pakis (untuk sayur, mudah tumbuh di tempat lembab, sangat bagus untuk daya tahan tubuh)
6. pengetahuan bercocok tanam dalam ruangan dan/atau lainnya semacamnya (bercocok tanam di akuarium ikan (akuaponik), dll.); memelihara ikan dengan diberi makanan melalui sistem rapi daur ulang kotoran manusia (seperti di empang, tapi versi advanced);
7. pengetahuan dalam memanfaatkan barang-barang bekas menjadi kebutuhan hidup sehari-hari, yang utama untuk:
  • menghasilkan panas/api
  • pakaian & alas kaki
  • penerangan 
  • membangun tempat tinggal sementara dan permanen yang tahan gempa dan hangat (berinsulasi)
  • membuat boat dan alat transportasi (dimana-mana akan becek dengan lumpur, dan  untuk  genangan air yang luas)
  • bercocok tanam (jamur, utamanya) dan beternak ikan (atau serangga, cacing, utamanya) dalam ruang secara praktis [pilih juga jenis pangan paling cocok untuk daerah es atau bersalju untuk survival pasca pergeseran kutub]
  • energi alternatif (water/hydro power, wind power, tenaga sepeda, dll.)
  • alat komunikasi (short wave radio--CB, HT)
    8. membawa perkakas atau peralatan manual (non listrik) lain yang kira-kira sulit didapat untuk keperluan di atas pasca bencana, yang utama: kapak kecil, sekop kecil, gergaji kecil, gunting kawat/seng, lampu-lampu LED, dll.

    9. membawa alat hiburan dan pendidikan ringan dan mudah disimpan: Ya, pendidikan itu penting bagi anak-anak dan siapapun. Simpan bahan-bahan pendidikan yang kira-kira akan atau paling berguna untuk menuju dan pasca pergeseran kutub. Buat dalam bentuk ringkes (packed, compact), bisa dalam mp3/ipod (memerlukan energi ringan saja) atau lainnya. Alat Hiburan: seruling, harmonica, dll. yang mudah dibawa. Persediaan seperti, misalnya, kopi/teh dan susu coklat (untuk anak2) untuk awal-awal menghadapi bencana alam akan baik untuk memberi rasa tenang, karena orang seperti kembali ke momen-momen normal.

    LOKASI
    • Parit Dangkal. Rencanakan tempat membuat parit dangkal yang beratap logam yang dilapisi tanah dan rumput (agar tak panas ketika kejatuhan badai api ekor Planet X/Nibiru) (info akan ditambah), di lokasi terakhir untuk berlindung.
    • Rute Escape (Perlu dilatih penggunaannya). Rencanakan rute escape (termasuk backup plan) ketika terjadi banjir parah atau tsunami, gempa parah, atau lainnya; jangan mengikuti jalan pengungsi pada umumnya, karena rawan penjarahan dan kerusuhan; orang, mau tak mau, harus punya rencana pasti kemana harus pergi ketika terjadi bencana alam parah;
    • Tempat Berkumpul. Rencanakan tempat berkumpul dan/atau tempat pengungsian sementara, dekat parit dangkal, untuk menunggu momen pergeseran kutub;
    • Tempat Penyembunyian Bekal. kalau sempat, rencanakan tempat menyembunyikan perbekalan (dibungkus bahan yang kuat): jangan taruh semua telur dalam satu keranjang, kubur di tempat dekat pengungsian, dan di tempat lain yang aman (backup plan); jika ada gejala lokasi tempat menyimpan makanan ternyata tersebut beresiko dijarah, tinggalkan saja.
    ACTION
    Laksanakan rencana dengan tenang dan rapi (ini hanya mungkin kalau persiapan jauh-jauh hari).
    ====================================
    PERBEKALAN OPSIONAL
    ====================================
    Teknologi:  (Ini cocok bagi mereka yang mampu; bagi yang tidak mampu, tidak perlu dipaksakan, lebih baik berfokus pada survival hidup). 
    Seluruh infrastruktur boleh hancur pasca pergeseran kutub, namun bukan berarti teknologi harus berhenti pula, kata para alien Zeta. Jika Anda ingin membuat grup survival yang nyaman dalam hal kemudahan hidup melalui teknologi, berikut sedikit saran. Memang ini semua terasa susah payah, tapi untuk masa depan yang lebih baik, pantas dilakukan. Dan Andapun dapat memberi kontribusi teknologi bagi dunia baru nantinya. Semuanya berada di tangan manusia.
    Selamatkan teknologi (atau rancangan) listrik alternatif yang laik pasca pergeseran. Pelajari cara-cara pembangunannya.  
    Energi yang pasti akan tersedia banyak di seluruh dunia di awal-awal, setidaknya selama beberapa tahun, usainya pergeseran kutub, adalah AIR dan ANGIN (matahari akan masih akan lama sekali munculnya hingga bisa sepenuhnya dimanfaatkan, tapi tenaga surya masih dapat digunakan di beberapa tempat). 
    Bila memungkinkan, selamatkan pula lampu-lampu LED, baterai, aki, inverter, dan lainnya yang mendukung. Perlengkapan juga bisa diperoleh dari sampah-sampah mobil dan lainnya setelah bencana menyisakan sampah-sampah. Yang terpenting adalah peralatan/perkakas tangan (bukan listrik) untuk melepas dan memasang spareparts. 
    Komputer masih dapat digunakan, demikian pula alat-alat telekomunikasi tertentu. Internet hanya bisa hingga sebelum jaringan dunia down; internet rakyat a la Uno Purbo, atau lainnya, dapat dipakai untuk sementara waktu saja. Selamatkan komputer dan alat-alat kebutuhan komunikasi yang laik pasca pergeseran seperti radio short wave (CB, HT) dan perangkat yang mudah dipasang.  
    Perhatian! dengan kedahsyatan gempa berkekuatan minimal 9 SR yang sesungguhnya, peralatan elektronik harus diamankan dengan orientasi seolah akan dibanting dari lantai 20an. Bungkus dengan foam alat elektronik dan kain lalu keset karet atau semacamnya, kemudian diikat di lantai/tanah berlapis empuk. Bila perlu, lepas sparepartnya, seperti hard disk, DVD player, dlsb. Masing-masing perangkat yang rentan rusak akibat benturan keras diberi pengaman ekstra. 
    • Jangan lupa untuk menyimpan dokumentasi/manual/panduan membangun/membuat peralatan elektronik, apalagi jika Anda tak sempat mempelajarinya sekarang.
    Sumber: zetatalk.com, troubled times