Sifat Ruh Yang Belum Matang

Baca juga:

Salah satu jenis ruh adalah ruh muda, yaitu yang memiliki tingkat spiritualitas belum matang. Mereka ini dapat paling cepat dikenali dari ciri-ciri khas mereka, yang, antara lain, senang tampil atau narsis (ini berbeda dengan ruh matang--atau ruh Pengabdi-Kebaikan--yang berperan di garda depan untuk masalah-masalah nyata yang akan membawa kebaikan yang lebih luas), lebih cepat mengeluh atau marah-marah atau kesal atau menggerutu ketika kurang mendapat dukungan. Ruh yang belum matang sedang belajar memutuskan untuk condong Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego. Belum matang secara spiritual bukan berarti manusia-manusia yang lugu atau bodoh atau tidak pandai dalam bersosialisasi ataupun tidak memiliki jabatan tinggi dalam masyarakat atau bahkan dunia, baik yang berusia muda maupun tua secara fisik.
Banyak sekali dari mereka yang telah mendapat posisi dalam masyarakat, apapun tingkatannya, sehingga telah menyerap dan beradaptasi dengan cara-cara tertentu agar dapat diterima masyarakat. Tak sedikit dari mereka yang mengambil peranan sebagai apa yang disebut spiritualis, termasuk yang mengangkat diri sendiri secara samar. Apalagi sekarang ini tidak sulit untuk mengambil profesi spiritualis. Dan tak sedikit pula dari mereka yang mengambil posisi untuk memperjuangkan suatu misi. 
Tapi tetap saja mereka berbeda dengan orang-orang yang sudah matang secara spiritual. Berikut sekilas ciri khas mereka:
Ruh-ruh yang belum matang, yaitu ruh-ruh muda, yang selalu berada dalam posisi tidak dapat memutuskan dengan pasti orientasi spiritual mereka--tidak sepenuhnya Mengabdi-Kebaikan dalam orientasi spiritual mereka--sesungguhnya bingung. Mereka bingung karena belum dapat memmilah-milah motivasi-motivasi, tujuan-tujuan, dan agenda-agenda mereka sendiri.
Mereka sendiri tengah menampilkan wajah yang sering kali palsu, kepada dunia, dan meyakinkan diri mereka sendiri  bahwa mereka memiliki motif-motif yang lebih baik, padahal tidak sesuai dengan sejatinya. Mereka sendiri memiliki agenda-agenda tersembunyi, akan gagal memenuhi janji, dan senantiasa mencari orang-orang untuk mendukung mereka ketika masa-masa menjadi sangat sulit, namun bersikap seolah-olah tegar. Mereka sendiri tidak memahami diri mereka, tidak jujur dengan diri mereka sendiri karena akan menggangu perasaan mereka. Jadi kepribadian mereka hampir-hampir tidak dikenali orang-orang lain karena wajah/pembawaan  yang mereka tampilkan.  [ZetaTalk: Orientation Test]

Selalu Merasa Benar Sendiri
Tak jarang mereka merasa perlu menegaskan keberadaan mereka dengan cara-cara artifisial, takut dikenali sebagai orang yang lemah. Rasa merasa paling benar sendiri tidak hanya dimiliki orang yang Mengabdi-Ego. Banyak ruh muda, terutama yang asertif, yang dari waktu ke waktu menunjukkan hal ini, karena mereka masih membutuhkan pengakuan-pengakuan. Dari waktu ke waktu mereka merasa perlu menancapkan pendapat mereka sebagai hal yang paling benar, tidak bisa diganggu-gugat, tapi tanpa memberi alasan yang masuk akal.

Ada yang sudah berpengalaman hidup yang berat dalam inkarnasi mereka sekarang, sehingga merasa bangga dengan pengalaman itu dan menganggap diri berpengalaman. Namun dari waktu ke waktu mereka menunjukkan sikap ingin diakui, dan ketika condong ke Mengabdi-Ego, mereka dapat bersikap bossy. Tapi kemudian merengut (meskipun dalam hati sesekali) atau meremehkan ketika dukungan yang mereka harapkan tidak ada atau berkurang. Mereka tak jarang ditemui mendorong orang-orang untuk bekerja keras untuk suatu misi sementara mereka sendiri tidak melakukan hal yang sama dengan berbagai alasan.
Orang-orang yang merasa paling benar sendiri sama sekali bukan orang yang paling benar. Mereka terfokus pada diri sendiri, dan, menurut pendapat kami, sikap ini tidak benar. Sikap arogan orang-orang yang merasa paling benar merupakan gejala ketidakmatangan spiritual/ruh, dimana tindakan-tindakan superficial dilakukan untuk membela diri terhadap apa yang seharusnya menjadi kedalaman spiritual/ruh. Ketimbang berempati dengan orang-orang, mereka memilih berdiri terpisah. Ketimbang, misalnya, mengotori tangan dan kaki mereka, mereka memilih jalan yang aman dan lancar. Apakah mereka mengira bahwa alam-alam ruh yang lebih tinggi dapat dicapai dengan menghindari masalah dan tangan-tangan yang bersih? Terjemahan bebas ZetaTalk: Self Righteous, Note: written May 15, 1996
Memiliki Keterikatan Emosional Yang Besar Pada Benda
Para alien Zeta memberi tahu bahwa, dalam membandingkan antara diri mereka sebagai ruh matang Pengabdi-Kebaikan dengan para ruh muda, para ruh muda umumnya memiliki keterikatan emosional (kuat) terhadap benda tertentu
Keterikatan emosional juga mungkin, namun pada para Pengabdi-Kebaikan hal ini kurang menjadi pusat perhatiannya ketimbang pada entitas-entitas yang belum matang secara spiritual. Terjemahan bebas Zeta Emotions
Menantang Ruh Pembimbing
Ruh belum matang yang memilih Mengabdi-Ego gemar menantang para ruh pembimbing. Ini sebuah sifat yang dalam kehidupan di bumi diekspresikan dengan menantang para orang yang mereka tahu secara bawah sadar bijak ketika merasa kecewa keinginan mereka tidak dipenuhi dalam satu atau lain cara.  Mereka cenderung memandang semua orang setaraf dengan atau lebih rendah dari kemampuan mereka tanpa mau mengakui kelebihan orang yang sudah nyata ketika diri mereka merasa terpojok. Dalam kasus mereka yang sudah berpengalaman memanipulasi situasi atau orang, mereka dapat tampil menawan di balik sifat ini.
Ruh-ruh Pengabdi-Ego selalu menantang para Ruh Pembimbing mereka, sebagaimana para remaja terhadap orang tua mereka, menguji kesabaran orang tua mereka. Namun, kemudian, mereka mendapati kekangan jenis ini--yaitu dipaksa untuk tetap berada dalam inkarnasi mereka atau memulai inkarnasi baru--sehingga menyadari bahwa protes-protes mereka itu tak berguna. Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Incarnation Focus, written Oct 14, 2006 [Baca: Inkarnasi Ruh Yang Belum Matang]