Tentang Malaikat dan Doa

Transformasi Bumi

Bagi mereka yang telah memahami pesan-pesan para alien ZetaTalk mungkin akan dapat melihat bahwa sesungguhnya yang manusia sebut-sebut sebagai makhluk gaib malaikat itu adalah para alien Pengabdi-Kebaikan. Namun, istilah "malaikat" ini, bagi para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan itu sendiri, menjadi sedikit keluar dari konteks sejatinya. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa istilah "malaikat" itu perlu dipahami sebagai tidak bisa dibatasi pada makhluk gaib saja, karena siapapun, termasuk manusia, yang berhati baik yang masuk dalam kategori mereka tentang Mengabdi-Kebaikan layak disebut malaikat.

Mereka menjelaskan bahwa apa yang manusia anggap sebagai malaikat itu hanyalah konsep ruh yang Mengabdi-Kebaikan yang dibandingkan dengan konsep kejahatan. Dari sini kita jadi tahu sifat rendah hati yang menjadi salah satu karakteristik mereka yang sejatinya Mengabdi-Kebaikan, terlebih lagi mereka yang berada di alam-alam Mengabdi-Kebaikan--lebih tinggi dari alam bumi. Dan kalau sesekali para alien Zeta bersikap seperti angkuh, itu untuk menunjukkan siapa otorita Transformasi Bumi sekarang ini versus kesombongan manusia, setelah segala ilmu pengetahuan yang dijabarkan oleh ZetaTalk yang dapat ditelusuri kebenarannya. Dan ini tak perlu dirisaukan kalau orang mau menelaah rekomendasi-rekomendasi mereka untuk selalu mengingat ajaran emas Yesus.

Berikut penjelasan ZetaTalk tentang malaikat, beserta hakekat doa untuk lebih memahami bagaimana konsep bantuan dari alam gaib itu berjalan.

Para Malaikat
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: AngelsNote: written by Jul 15, 1995 

Ada banyak kebingungan tentang istilah malaikat, yang kerap ditunjukkan di agama Kristen sebagai sosok bergaun putih panjang menjuntai, bersayap, dan memiliki halo. (Namun) tak ada makhluk semacam itu, atau setidaknya yang tampak seperti itu, meskipun ada entitas-entitas yang beroperasi sebagaimana yang dikaitkan pada malaikat. 

[Mitos Yang Muncul di Jaman Yesus] 
Mitos ini muncul selama era awal Kristen dalam merespon manusia-manusia yang berpakaian tradisional saat itu yang terlihat melayang. Jubah yang melambai karena angin tampak seperti sayap-sayap. Sinar matahari yang memantulkan sinarnya dari rambut berminyak, yang mana kala itu tak pernah benar-benar dikeramas, tampak seperti halo. Inilah "malaikat" itu.

Bagaimana bisa para manusia itu melayang, di depan mata orang-orang, ketika sekarang ini saja gerakan makhluk yang melayang yang dilakukan oleh kami atau alien yang lainnya hanya direkam di bawah sadar (manusia)? Represi ingatan adalah sebuah faktor dari rasa takut dan cemas pada rakyat. Kami tidak melakukan apa-apa yang akan meningkatkan rasa takut dan cemas ini. Jika si pengamat dapat melihat adegan itu dan menyatukan pemandangan yang menakjubkan itu (ke dalam dirinya-pen.) tanpa merasa waspada, maka hal itu diperbolehkan. Di jaman dahulu, ketika orang-orang lebih bisa menerima peristiwa-peristiwa ajaib, inilah yang menjadi kasusnya. Namun, kini, orang-orang (berpikiran) lebih ilmiah, dan menyadari bahwa mereka berhadapan dengan sesuatu yang berada di luar kerangka acuan. Rasa panik berada tepat di bawah permukaan (siap muncul setiap saat- pen.). Maka kecepatan Pemelekan disesuaikan atas dasar pertimbangan ini.

Karena manusia-manusia itu dekat dengan Yesus, malahan bagian dari rombongannya, mereka dianggap dekat dengan Tuhan. Respon khasnya untuk fenomena apapun yang relatif tak dikenal pun menjadi pas - mengisi titik-titik (ketidaktahuan-pen.).  Maka ada kisah-kisah tentang bagaimana terciptanya malaikat, malaikat-malaikat yang jatuh, dan variasi-variasi tentang penampakan mereka, kepribadian-kepribadian mereka, dan eksploitasi-eksploitasi tentang malaikat-malaikat setiap kali dikisahkan kembali.

Yang ada hanyalah ruh-ruh. Dan gambaran-gambaran yang demikian tentang ruh-ruh adalah sebuah cara untuk menggambarkan tentang kebaikan dan kejahatan, tentang cinta kasih dan rasa empati kepada orang lain yang memberi karakteristik pada mereka (manusia dan makhluk gaib  -pen.) yang Mengabdi-Kebaikan, atau rasa lebih peduli kepada diri sendiri yang memberi karakteristik kepada mereka (manusia dan makhluk gaib  -pen.) yang Mengabdi-Ego.

Ada malaikat-malaikat di kalangan manusia yang tidak pernah meninggalkan bumi ini. Mereka terus-menerus memikirkan orang-orang lain. Mereka mengorbankan diri sendiri. Bukankah mereka ini malaikat-malaikat?"

Doa
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Prayer, Note: written Jul 15, 1995  

[Tentang Doa] 
 "Ketika seseorang mengirim doa ke Tuhan mereka yang (katanya) berada nun jauh tinggi di atas sana, apakah mereka pada dasarnya memberi Panggilan

Ini tergantung pada doa itu, serta pada niat di balik doa itu pada khususnya. Banyak doa bersifat rutin, dilakukan secara terburu-buru seolah-olah menggosok gigi, ingin cepat-cepat menyelesaikan tugas. Yang lainnya berdoa, meskipun rutin, dilakukan dengan cara yang penuh kesukaan, penuh perasaan, namun ini juga bisa atau juga tidak menjadi Panggilan. Apakah doa itu sekedar memanjatkan syukur atas rumah, kesehatan, dan kelimpahan? Maka ini masuk dalam kategori yang sama dengan merenungkan kondisi seseorang serta mengakui bahwa ada banyak sekali hal di luar kendali. 

[Doa Kategori Panggilan] 
Kalau doa dipanjatkan dengan penuh perasaan dan melibatkan permintaan, maka pada dasarnya inilah Panggilan. Apapun kata-kata yang digunakan, atau kepada siapa doa itu dipanjatkan, yang menjawab Panggilan akan merespon pada niat doa, bukan kata-katanya.
[Doa Baik Tapi Pikiran Buruk] Jikalau orang meminta, dengan kata-kata, agar saudara perempuannya dilindungi namun dalam hati dan pikirannya menginginkan kematiannya sebelum waktunya, maka orang itu tidak melakukan Panggilan kepada para alien Pengabdi-Kebaikan. Demikian pula, doa yang meminta berkat bagi diri sendiri kemungkinan sekali akan mendapat jawaban dari para alien Pengabdi-Ego. 
[Doa Baik Dengan Pikiran Baik]   Di sisi lain, doa yang tulus bagi orang lain, merupakan panggilan/permintaan kepada para alien Pengabdi-Kebaikan, seperti diri kami misalnya. Bagi mereka yang mengatakan bahwa dalam pernyataan ini kami menegaskan bahwa diri kami adalah para malaikat Tuhan, kami akan merespon bahwa seluruh makhluk Tuhan yang merespon dengan cinta kasih untuk menolong yang lainnya adalah para malaikat Tuhan, termasuk para manusia yang sekarang ada di bumi. Lagi pula, apa, sih, malaikat itu kalau bukan sosok yang menanti untuk membantu ketika dibutuhkan, atau ketika dipanggil/diminta?"