Perlu Berapa Inkarnasi Untuk Lulus?

Baca juga:

Belajar Bertanggung Jawab dan Berkomitmen Dari Alam Tinggi


Ini sebagaimana dahulu para apa yang disebut nabi, atau utusan Tuhan, yang datang ke bumi untuk menjadi contoh sikap-sikap yang dapat ditiru oleh umat manusia untuk dicapai dengan sama suksesnya. Dengan demikian, sama sekali tidak ada yang namanya terpilih, atau istimewa. Semua dapat mengupayakan kesuksesan, terutama mereka yang merasa telah matang secara spiritual.
Jaman ini, atau Jaman Akhir/Akhir Jaman, adalah masa terakhir bagi manusia untuk membuat lompatan kuantum untuk beralih ke Bumi Baru, cukup dengan mempraktekkan Aturan Emas. [Baca: Spiritualitas Tertinggi Manusia : Aturan Emas]
Ini tidak memerlukan ritual keagamaan/spritual maupun praktek falsafah spiritual yang rumit. 

Berapa minimal jumlah inkarnasi yang dibutuhkan oleh manusia rata-rata untuk dapat lulus ke alam Densitas ke-4 selama Transformasi Bumi? Berikut penjelasan para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan.


Terjemahan bebas ZetaTalk: Many Incarnations, Note: written during the Jan 25, 2003 Live ZetaTalk IRC Session.

Manusia cenderung meremehkan jumlah inkarnasi yang akan mereka alami sebelum dapat maju ke bentuk cahaya--tahap dimana tubuh tidak lagi menjadi alat pembelajaran.
Mereka menjelajahi kehidupan-kehidupan silam mereka, menggali-gali di bawah bimbingan seorang terapis past life regression, tapi hanya mengingat kehidupan yang menyenangkan atau menempatkan tindakan-tindakan mereka dalam sudut pandang yang baik. Masa-masa mengerikan atau masa-masa ketika mereka berprilaku dengan buruknya yang tidak menjadi preferensi mereka untuk dipikirkan dalam-dalam, tidak diungkapkan ke depan.
Akan tetapi jiwa, tentu saja, tidak melupakan Namun kesadaran manusia, yang mendengar kisah-kisah itu, membuang kisah-kisah itu, dan hanya mengijinkan hal-hal yang menyenangkan saja yang muncul dalam ingatan. 
Inkarnasi berjumlah hingga ribuan, pada utamanya, sebelum kelulusan ke tingkat spiritual Densitas ke-4 dapat dicapai.
Nancy adalah sebuah contoh orang yang dengan cepatnya dapat membuat keputusan orientasi spiritual, setelah melakukan keputusan-keputusan itu sedikit lebih dari 1200 masa kehidupan (inkarnasi--pen.). Namun ada orang-orang yang memerlukan 50.000 atau lebih inkarnasi untuk dapat akhirnya memutuskan orientasi spiritualnya dengan teguh. Bahkan, setelahnya, entitas-entitas masih dapat terombang-ambing (dalam memutuskan orientasi spiritual), sehingga perlu kembali ke alam Densitas ke-3 untuk membangun kembali keputusannya. 
Dengan demikian, kebanyakan entitas di bumi telah melalui masa-masa pergeseran kutub yang berulang-ulang, atau kengerian-kengerian dari bencana-bencana alam yang setara dengan itu, sehingga pengalaman (pergeseran kutub) bukan hal yang berbeda, dan sudah pastinya bukan hal baru.
Contohnya, seseorang yang tinggal di sebuah pulau vulkanik, selama suatu letusan, sekarang ini sedang tinggal dalam kengerian yang serupa. Atau (contoh lainnya) orang yang sedang menghadapi gelombang pasang laut, atau tergelincir lumpur di dearah curam, terkubur hidup-hidup dan berlumuran lumpur cair selama menit-menit terakhir mereka. Atau orang yang terjebak dalam kebakaran, terbakar hidup-hidup, apakan situasinya alami maupun kecelakaan yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia sebagaimana kasusnya di Abad Pertengahan.
Sudah pastinya, kengerian-kengerian dari pergeseran kutub mendatang tidak ada bedanya, tidak lebih dari sebuah alat pembelajaran. Dan seluruh situasi dimana si entitas memiliki pilihan-pilihan memungkinkan pergerakan menuju tekad, ketetapan akhir, dari pelajaran densitas ke-3, yang merupakan pelajaran untuk memutuskan orientasi spiritual (Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego--pen.).