Tentang Rasa Takut dan Tak Berdaya Manusia Menghadapi Pergeseran Kutub


Apa para alien Zeta memikirkan konsekuensi-konsekuensi dari rasa takut dan ketakberdayaan total yang akan dialami umat manusia selama Minggu-Minggu Terakhir sebelum Pergeseran Kutub, sebuah situasi yang dengan cepatnya akan mengalihkan jutaan jiwa ke orientasi Mengabdi-Ego?
Para alien yang baik hati sudah berhati-hati sekali sejauh ini untuk maslah ini, dan seluruh kunjungan alien direkam di bawah sadar saja untuk alasan itu. Sudah diketahui bahwa rasa takut dan tak berdaya adalah senjata besar yang dipergunakan gerombolan Abdi-Ego.  
Penjelasan para alien Zeta (terjemahan bebas):
Umat manusia setiap hari dihadapkan dengan situasi-situasi yang menyebabkan ketakutan, dan hingga sejauh apa yang akan dihasilkan oleh pergeseran kutub. Tornado-tornado memorak porandakan kota-kota, kanker menyerang pencari nafkah di usia matang, anak-anak diculik (oleh orang jahat--pen.) dan tidak pernah terlihat lagi - masalah-masalah semacam  itu.

Apa yang berbeda selama pergeseran kutub adalah bahwa mereka yang sudah terbiasa mengira bahwa pemerintah mereka akan menyelamatkan mereka akan mendapati tidak akan seperti itu jadinya, mereka malahan harus memikirkan sendiri jalan keluarnya bersama tetangga-tetangga mereka.
Ini tentu saja berlangsung sekarang ini bagi banyak orang yang terlempar keluar dari rumah-rumar mereka, kehilangan pekerjaan, atau terjebak dalam banjir atau kekeringan.
Apakah tingkat ketakutan mereka naik, rasa tak berdaya mereka membuat diri mereka kewalahan?
Ini mengenai golongan manusia, dan, seperti yang pernah kami tunjukkan dalam ZetaTalk untuk masalah ini, yang bersifat relatif sesuai ekspektasi-ekspektasi seseorang.
Bagi sebuah keluarga di India yang hampir-hampir tak mampu bertahan hidup dan memberi makan keluarganya, dihantam parah oleh kekeringan membuat mereka kelaparan. Paling seringnya, mereka menerima keadaan ini dengan persepsi fatalistik bahwa inilah nasib yang harus diterima manusia dalam hidup. 
Namun seorang sosialita kaya raya di Kota New York, yang mendapati bahwa anggaran bulanannya yang didapat dari mantan suaminya akan dikurangi, boleh jadi akan terdorong untuk bunuh diri. Pemikiran bahwa tidak akam mampu meneruskan gaya hidup terkininya--mampu membeli pakaian-pakaian mahal dan bepergian ke luar negeri--sudah terlalu berat baginya.
Di luar fakta bahwa pergeseran kutub hanya akan membawa tingkat bencana yang lebih besar, bagi semua orang, adalah reaksi jiwa-jiwa individu terhadap bencana-bencana.
Mereka yang berdasarkan sifatnya sudah teramat sangat Mengabdi-Kebaikan tidak memandang ini sebagai sumber ketakutan dan ketidakberdayaan, melainkan lebih merupakan insentif untuk melakukan tindakan, dengan menolong orang-orang lain menjadi kepuasan. Malahan, ini sebuah kesempatan untuk bertindak, yang mana sebelumnya hal ini mungkin telah dianggap mengintervensi kehidupan orang lain.
Bagi mereka yang memikirkan diri sendiri saja--sebuah fokus pada diri sendiri--pergeseran kutub tentu saja akan meningkatkan rasa tak berdaya dan meningkatkan rasa takut secara potensial, tapi seperti ini juga keadaannya dalam hidup mereka pada umumnya. Setiap uban, setiap kemunduran pergaulan juga menjadi bencana bagi orang-orang ini. Dengan demikian, semua itu relatif, dan seiring sejalan dengan kehidupan pada umumnya.
Baca juga:  
Apa Guna Bertahan Hidup Dalam Kiamat?