Mengapa Harus Inkarnasi?

Baca juga:

Terjemahan bebas ZetaTalk: Why Incarnations, Note: written Jan 15, 2002

Pada titik apa inkarnasi berhenti menjadi sebuah alat pembelajaran?
Manusia yang terkagum-kagum dengan pengalaman-pengalaman Meraga Sukma membayangkan kegiatan itu sebagai sebuah tujuan, karena mereka melihat begitu banyak keuntungannya. Mereka dapat memata-matai para tetangga mereka, mendapat informasi yagn berguna dalam permainan perebutan kekuasaan, dan sekedar bepergian tanpa biaya maupun rasa tertekan. 
Namun, para entitas Pengabdi-Kebaikan yang berniat untuk mempelajari pelajaran-pelajaran mereka tidak mempertimbangkan kegiatan membolos itu sebagai keuntungan.
Inkarnasi memerangkap jiwa/ruh yang sedang berkembang dalam tubuh dengan batasan-batasan, pelajaran 1.
Inkarnasi menciptakan kebutuhan untuk menjadi kreatif, dan penuh akal, pelajaran 2. 
Inkarnasi menempatkan jiwa/ruh yang sedang berkembang dalam rasa sakit dan tertekan, frustrasi, mendamba, sehingga jiwa/ruh tersebut nantinya akan memiliki empati terhadap yang lainnya dalam situasi ini, pelajaran 3.
Dengan demikian, inkarnasi dilihat sebagai sebuah alat, dan hingga sang jiwa telah tumbuh keluar dari titik ini, dan telah mempelajari seluruh pelajarannya yang dapat dipelajari dari inkarnasinya, maka tak ada tekanan untuk menghindarinya.

Manusia mengalami Raga Sukma selama suatu penderitaan, sebagaimana mereka yang mengalami Raga Sukma akan memberi tahu Anda apa yang mereka pandang sebagai momen kematian dari luar tubuh mereka.
Siksaan, atau rasa sakit luar biasa, juga dapat menyebabkan ruh/jiwa melompat keluar dari tubuh, maka nantinya tubuh dan jiwa akan mengingat hal ini dan berupaya mengulanginya.
Namun kegiatan ini tidak didorong oleh para Ruh Pembimbing, yang menganggap kegiatan ini membolos dari sekolah, maka si jiwa/ruh dipaksa kembali ke tubuhnya dengan berbagai cara.
Ketika Anda sudah matang, dan bergerak maju ke alam-alam berdensitas tinggi, hasrat untuk membolos sekolah ini akan berhenti.

Banyak bentuk kehidupan di alam Densitas ke-3 tidak mampu memanipulasi lingkungan mereka. Mereka dapat memiliki rasa empati terhadap satu sama lain--bahan inti bagi perkembangan untuk lulus dari alam Densitas ke-3, ketika pilihan untuk Mengabdi-Kebaikan VS Mengabdi-Ego dapat dibuat.
Namun bagi makhluk-makhluk air, misalnya, yang tidak memiliki anggota badan dan tidak dapat memanipulasi lingkungan mereka, teknologi menjadi tidak mungkin. 
Telah kami nyatakan bahwa Crop Circle dilakukan oleh makhluk-makhluk air yang tidak dapat bepergian ke planet ini kecuali diberi asistansi. Mereka berfungsi di alam Densitas ke-4 dan bahkan Densitas ke-5, dalam bentuk kehidupan ini, namun tidak membangun ataupun mengoperasikan pesawat-pesawat ruang angkasa. Hal-hal itu dilakukan (oleh yang lain--pen.) untuk mereka. 
Akan tetapi mereka memiliki kemampuan, melalui cara-cara fisik, terutama dalam hal apa yang Anda anggap kekuatan mental/pikiran, untuk menciptakan crop circle. 
Dengan demikian, teknologi tersebut, yang merupakan sim salabim (mukjizat) bagi manusia, hanya dipandang sebagai mainan, dan kurangnya teknologi bukan alasan untuk menghindari inkarnasi-inkarnasi.
All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com