Sifat Kehidupan Para Alien Jahat/Pengabdi Ego

Para alien Zeta menjelaskan kehidupan di tengah-tengah para alien Jahat (Pengabdi-Ego) di alam di luar dimensi bumi.
-----------------------

[Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Service-to-Self, Note: written by Jul 15, 1995.] 

"Ketika kami merujuk adanya banyak peraturan di alam Pengabdi-Ego berkepadatan ke-4, ini karena sifat orientasi para Pengabdi-Ego. Para entitas yang berfokus pada diri sendiri ini hanya ingin melakukan apa yang akan menjadi pengabdian terhadap diri mereka sendiri. Lalu bagaimana masyarakat mereka akan berjalan jika tak ada yang mau menanam tanaman pangan, misalnya, maka semuanya ingin mencuri dari yang lainnya. Kecuali ada peraturan-peraturan ketat, tak ada tanaman pangan maupun makanan yang diproses. Maka, mereka yang berada di puncak tumpukan itu, yaitu yang telah memenangkan pertandingan hirarki kediktatoran, akan memberi perintah-perintah, membuat peraturan-peraturan, serta menegakkannya dengan kejam. Barulah, setelah itu, grup-grup Pengabdi-Ego akan melakukan segalanya kecuali berselisih paham.

Kalau para alien Pengabdi-Ego itu menganggap bahwa mengendalikan entitas lain merupakan hal paling penting, mereka sebenarnya tidak mengendalikan jiwa-jiwa entitas lain, namun berupaya menciptakan lingkungan yang penuh ancaman dan godaan sedemikian rupa sehingga hasilnya akan seperti itu (mengendalikan jiwa orang). Mereka dipaksa untuk menjalani hidup dengan sesamanya, dan begitu birokrasi ditetapkan, mereka akan menjalani hidup sehari-hari untuk belajar, memetik pelajaran, dengan cara itu.

Mereka yang berada di tumpukan teratas akan memiliki gaya hidup yang terbaik, yang bukannya tak sama dengan masyarakat manusia. Mereka yang berada di dasar tumpukan melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, dan hidup di lingkungan terburuk. Kerusuhan maupun pemberontakan tak terdengar, karena akan diselesaikan dengan cepat melalui Peperangan yang Meratakan di kalangan grup-grup Pengabdi-Ego.

Para pendatang baru di suatu grup akan melewati proses yang cepat untuk menentukan birokrasi, yang sering kali terluka secara mengerikan jika mereka belajar dengan lamban. Maka, tak ada kepemilikan atas jiwa yang lain, melainkan hanya prilaku yang mempengaruhi."