Inkarnasi Dengan Banyak Ruh Dalam Diri

Ada orang-orang yang merasa dirinya terisi oleh lebih dari satu ruh, pada suatu tahap hidupnya. Ada yang karenanya merasa bingung dengan dirinya sendiri, ada yang bingung tapi berusaha memberdayakan ruh-ruh dalam dirinya itu, ada yang merasa bahwa ruh-ruh itu adalah para leluhurnya yang hebat (titisan) yang datang untuk membantunya dan melindunginya dalam hidup, dan ada yang menganggapnya sebagai jin-jin yang berusaha mempengaruhinya. Bagaimana sesungguhnya realita kebersemayaman banyak ruh dalam satu diri itu?

Para alien Zeta pernah menjelaskan bahwa ruh yang beramai-ramai mengisi tubuh seorang manusia membuat bingung pikiran dan perasaan ruh asli yang masih muda (secara keberadaan di alam semesta ini), dengan ada banyak pikiran dan perasaan dari banyak ruh itu yang mengintervensi selain pikiran dan perasaan aslinya. Sedangkan apabila hal itu terjadi pada wadag yang berisi ruh asli yang sudah kuat, matang dan bijak, si ruh asli tidak akan membiarkan keramaian itu.
"Telah kami jelaskan bahwa inkarnasi ruh yang ramai dapat terjadi alam-alam densitas ke-3 ketika ada kekurangan tubuh fisik untuk ditempati, namun ini karena ada kelemahan pada ruh-ruh yang terlibat, yang semuanya itu masih muda dan belum matang. 
Ruh yang kuat, matang dan bijak, pendek kata, tidak mengijinkan terjadinya inkarnasi ramai dalam dirinya, dan kasus ini dapat terjadi di alam-alam Mengabdi-Kebaikan maupuan Mengabdi-Ego."  Terjemahan bebas ZetaTalk Chat Q&A for July 10, 2010
Berikut penjelasan para alien Zeta.

Terjemahan bebas ZetaTalk: Crowded Incarnations, Note: written Apr 15, 1997

[Inkarnasi Dengan Banyak Ruh Adalah Inkarnasi Ramai]
"Di alam-alam dimana inkarnasi mulai berulang, dimana para entitas (ruh) telah memijar karena berinkarnasi ke dalam spesies-spesies cerdas dan berinkarnasi lagi dan lagi (reinkarnasi -pen.), inkarnasi dengan banyak ruh jarang terjadi karena tubuh-tubuh untuk berinkarnasi begitu berlimpah.
Namun, dalam situasi seperti di bumi, hal itu adalah karena pengalaman, dimana mayoritas jazad akan tiba-tiba mati sehingga meninggalkan (ruh) entitas yang sebelumnya berinkarnasi di dalamnya tanpa ada kesempatan untuk berinkarnasi, maka kekacauan dapat dan memang terjadi.
[Inkarnasi Ramai Bersifat Temporer] 
Inkarnasi ramai bersifat sangat temporer.
Contohnya selama pergeseran kutub nanti, potensi ini dapat terjadi selama beberapa bulan. 
Prosedur normal dimana entitas-entitas (ruh-ruh) yang belum matang dikumpulkan saat kematian jazad mereka (dan mereka merasa terkesima (saat itu -pen.) atau, kalau tidak, dibuat sibuk (oleh para pasukan pelahiran -pen.) hingga ada pengaturan untuk inkarnasi berikutnya) menjadi sulit karena jumlah mereka (yang tak terkira -pen.).
Maka, terkadang entitas-entitas ini berkeliaran dan berusaha mengatur sendiri inkarnasi-inkarnasi mereka. 
Maka, salah satu dari empat masalah yang mungkin akan terjadi adalah sebagai berikut.
  • Inkarnasi dapat menjadi ramai (oleh ruh dalam satu wadag-pen.), dimana lebih dari satu entitas berinkarnasi. Ketika hal ini terjadi, si tubuh manusia/jazad sering kali menjadi cukup ramai (terisi ruh -pen.), dengan beberapa entitas ruh masuk-dan-keluar dengan berbagai tingkatan, karena ruh aslinya lemah dan tidak memperjuangkan teritorinya (wadagnya). 
(Dalam hal ini) dapat terjadi situasi dimana ada banyak entitas ruh berinkarnasi dalam satu tubuh pada saat bersamaan. Dalam situasi ini, semuanya bisa sada ruh yang lemah. Bisa juga yang terjadi adalah semua ruh itu tidak menolerir adanya kebersamaan itu.  
  • Maka terjadilah perkelahian, dimana entitas (ruh) yang lebih kuat mendorong  keluar semua ruh lainnya. Normalnya, para pembimbing pelahiran akan mencegah pengambilalihan semacam itu, namun selama kondisi-kondisi kacau, kondisi ini dapat luput dari perhatian mereka untuk sementara waktu. 
Jika si entitas asli yang berinkarnasi yang terusir tidak menginginkan pengusiran itu sehingga berkeliaran (di dekat jazadnya -pen.) dengan penuh kebencian, maka para pembimbing pelahiran akan segera tiba untuk memperbaiki situasi itu lagi. 
Namun, jika si entitas yang terusir sesungguhnya malahan mencari jalan keluar (dari jazadnya -pen) dan merasa lega, maka ini dapat diperlakukan sebagai kondisi penyurupan (walk-in) sukarela yang temporer, sehingga diperbolehkan untuk berlanjut. 
  • Para entitas yang mengambil alih telah ditolak dari sejak awalnya sehingga tidak terjadi inkarnasi ramai. Inilah yang paling sering terjadi, karena si entitas aslinya yang berinkarnasi sudah pastinya mendapat keuntungan (dari jazadnya), karena telah terbiasa dengan teritorinya, misalnya. Si entitas yang berinkarnasi dan jazadnya akan merasa apa yang mungkin mereka sebut sebagai hantu-hantu atau ruh-ruh yang berada di sekelilingnya, dan bahkan menyadari diskusi-diskusi atau undangan-undangan spiritual. Namun, kalau tidak, si entitas asli tidak terganggu oleh drama yang sesungguhnya tidak dimulai. 
  • Semua entitas ruh itu pergi dengan muak karena "pidato-pidato (diskusi-diskusi -pen.)" yang panjang lebar itu, meninggalkan sang jazad tanpa ruh yang berinkarnasi sehingga rentan terisi lagi oleh entitas lain yang mungkin menemukannya dan berminat terhadapnya. Kondisi ini mungkin terjadi ketika situasi manusianya tidak menarik dan entitas aslinya yang berinkarnasi telah Meraga-Sukma (OBE) dan paham cara melakukannya sendiri. Kalau si entitas asli itu belum mempelajarinya, maka hasil seperti ini tidak akan terjadi. [Baca juga: Meraga Sukma]
 All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com