Mengapa Repot-Repot Memikirkan Transformasi Bumi ?

Transformasi Bumi 
(Artikel 31 Des. 2011 ini telah direvisi.) 

Baca juga :

Ketika dihadapkan pada situasi-situasi mengerikan, 
 apakah Anda memikirkan orang-orang lain yang terkena dampak, 
dan bagaimana cara membantu mereka? 
Atau akankah Anda, sekali lagi, berpikir untuk lari secepat mungkin? 
 Kalau Anda berharap untuk lari, Anda cuma lari ke inkarnasi berikutnya, 
dimana Anda akan dihadapkan dengan dilema-dilema yang sama."  
~ Alien Zeta Pengabdi-Kebaikan ~


Seperti yang telah dijelaskan, manusia memiliki kehendak bebas (free will) untuk tidak membuat pilihan orientasi spiritual selama Transformasi Bumi. Banyak manusia yang tak ingin bersusah-payah memikirkan dampak serta persiapan bencana-bencana alam, apalagi yang berskala Pergeseran Kutub. Jadi tak mengherankan jika ada orang  yang merasa tak ada gunanya meneruskan hidup pasca pergeseran kutub yang serba sulit nanti karena merasa manusia sudah selesai belajar begitu pergeseran kutub usai. Untuk itu, para alien Zeta mengingatkan, karena rasa peduli mereka, bahwa lari dari masalah juga akan ada konsekuensinya dan bahwa pelajaran hidup manusia sesungguhnya bukan tentang mendapatkan keuntungan materi bagi fisik pribadi.

Berikut penjelasan mereka.

[Terjemahan bebas dari ZetaTalk Chat Q&A for April 2, 2011]

"Mengapa tak lari secepat mungkin, apapun alasannya? 
Sebagaimana kami tak ada habisnya menjelaskan, kehidupan Anda, perjuangan Anda bukanlah tentang mendapatkan keuntungan materi untuk situasi fisik Anda!
[Kembali Ke Peradaban Modern Seperti Sekarang?] 
Mereka yang berpikir dari sudut padang kebutuhan fisik tengah berpikir untuk kembali ke apa yang manusia sebut peradaban modern, seolah-olah hanya itu satu-satunya tujuan yang berguna.
Manusia sedang dalam proses meracuni lingkungannya dalam keserakahannya dan kecerobohannya dalam memperlakukan biosfernya. Ia menghabiskan waktu luangnya dengan bermain video game dan menjadi terobsesi untuk bermalas-malasan di depan TV. Setiap negara membangun militer sehingga permainan perang dapat digunakan untuk mempertahankan kekuasaan kaum yang angkuh dan serakah.
Inikah peradaban yang Anda kira akan harus dibangun ulang?
Jika ini argumentasi Anda ketika berupaya memotivasi para survivor potensial, maka Anda berbicara dengan bahasa yang salah kepada orang-orang yang salah. Mereka yang menganggap hal ini penting bukanlah orang-orang yang utamanya memikirkan orang-orang lain.
[Bukan Tentang Mempertahankan Ras Manusia]
Begitu juga mereka yang berpikir tentang melanjutkan ras manusia sebagai suatu tujuan,  hampir-hampir tidak peduli membantu orang lain.
Ini jelas-jelas (juga) tujuan Gereja Katolik, yang telah menyumbang banyak pada ledakan populasi di bumi. Ini adalah jeritan orang-orang yang ingin memperkuat rasa kendali mereka terhadap orang lain: semakin besar jumlahnya, semakin besar pula kendalinya. 
Inilah tanda-tanda orang yang Mengabdi-Ego.
(Sedangkan) Mereka yang menyadari tentang jiwa, tentang alam semesta yang lebih luas, mengetahui bahwa bentuk fisik tidaklah penting.
Melanjutkan spesies manusia adalah jeritan orang-orang yang menentang realita adanya kehidupan cerdas dalam banyak bentuk di seluruh alam semesta dan saat ini tengah mengunjungi bumi.  
Sudut pandang ini sempit, teritorial, penuh rasa takut dan beranggapan bahwa tubuh manusia superior dibandingkan makhluk lain. 
Jika ini argumentasi Anda ketika berupaya meyakinkan para survivor potensial, maka Anda, lagi-lagi, berbicara dalam bahasa salah kepada orang-orang yang salah. 
Mereka yang menganggap hal ini penting tidak berfokus untuk membantu orang lain.
[Usai Pergeseran Kutub, Usai Pelajaran? Silahkan Lanjut Ke Inkarnasi Berikut.] 
Bagaimana bisa dibayangkan bahwa, begitu Pergeseran Kutub telah selesai dialami, pelajaran-pelajarannya pun telah usai, telah dipelajari, dan orang boleh melarikan diri?
Bagaimana Anda tahu apa pelajaran-pelajarannya? Ini adalah pengetahuan jiwa, sesuatu yang jarang diketahui secara sadar. Ini tidak seperti pengalaman superfisial Anda dengan pelajaran-pelajaran di bumi---ujian selesai, letakkan pensil dan kertasnya, silahkan bermain di keluar kelas. 
Pelajaran-pelajaran jiwa tak pernah selesai, melainkan semakin bertambah, berpindah ke pelajaran-pelajaran yang lebih besar dan lebih rumit seiring dengan berjalannya inkarnasi dan jiwa tumbuh dalam massa maupun kearifan.
Kalau Anda berharap untuk lari, Anda cuma lari ke inkarnasi berikutnya, dimana Anda akan dihadapkan dengan dilema-dilema yang sama.
Ketika dihadapkan dengan situasi-situasi mengerikan, apakah Anda memikirkan orang-orang lain yang terkena dampak, dan bagaimana cara membantu mereka? 
Atau akankah Anda sekali lagi berpikir tentang bagaimana caranya lari secepat mungkin?"