Asal Muasal Kesadaran Terhadap Ruh Dalam Diri

Baca juga: 
Indeks Ruh

Terjemahan bebas dari ZetaTalk Chat Q&A for September 4, 2010

Pertanyaan: Seperti yang pernah saya baca dari biografi pendek Anda (para alien Zeta), Anda juga telah melewati tahapan dewa-dewa mitos sebelum terbentuk menjadi peradaban galaksi.
  • Pada tahap perkembangan apa Anda telah mempelajari bahwa Anda bukanlah tubuh Anda, dan ada ruh dalam tubuh, ketika ruh Anda belum mengetahui tentang kematian dan tentang kehidupan yang sudah dijalaninya dalam ribuan tahun (reinkarnasi)?
  • Bagaimana pengetahuan tentang ruh/jiwa telah berdampak pada sudut pandang Anda terhadap kehidupan
  • Anda dahulu mulai memandang, dengan cara berbeda, kematian seorang anggota keluarga yang sangat akrab, karena mengetahui bahwa pikiran-pikiran dan ingatan-ingatan akan selamanya terpatri dalm ruh/jiwa. Bagaimana hal itu telah berdampak pada diri dalam kaitannya dengan kematian dari individu yang terpisah, jika mengingat kasus Roswell dan pengorbanan diri?
Respon ZetaTalk:
Bagaimana suatu spesies cerdas menyadari. untuk pertama kalinya, jiwa yang ada dalam dirinya, sebelum kesadaran semacam itu menjadi suatu jenis cerita rakyat dalam budayanya?
Bayangkan keberadaan manusia tanpa agama terorganisir yang memberi tahu orang bahwa mereka memiliki ruh yang bersemayam dalam diri, atau cerita-cerita tentang hantu atau dihantui, atau cerita-cerita tentang ritual-ritual setan, atau perwujudan-perwujudan supranatural dari apapun itu. Setiap manusia kala itu menganggap hidupnya dijalani lalu berakhir, tanpa ada arti penting yang lebih dari berakhirnya kehidupan ikan atau ayam atau serangga.  
Lalu bagaimana manusia merasakan keberadaan ruh/jiwa dalam diri mereka atau orang lain?
Sebagian, hal ini datang dari rasa memiliki pengetahuan itu--sebuah pemahaman tentang bagaimana menjalani, apa yang harus dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu dimana, sebelumnya, si manusia belum pernah temui kondisi-kondisi semacam itu.
Pengalaman ini semakin  bertambah karena ada jiwa-jiwa yang tumbuh dalam kearifan melalui banyak inkarnasi sehingga dapat mulai menasehati ruh-ruh muda di sekeliling mereka. 
Mereka yang memiliki ruh matang menjadi para pemimpin, mungkin juga pemimpin spiritual, dan secara pribadi menyadari pengetahuan mereka yang datang dari sebuah sumber di dalam diri mereka, yang kemudian mereka beri nama.
Dengan cara seperti itulah cerita rakyat dimulai, dan dibangun.