Penyuling Air: Panci Susun


Penyuling air menjadi alat penting (krusial, malah) dalam survival bencana-bencana alam dahsyat. Berikut ini adalah cara membuat penyuling air yang cukup sederhana, yaitu dari panci-panci yang cuma memerlukan sedikit modifikasi dengan solder dan lubang. [Ide ini berasal dari para anggota Troubled Times yang telah lama sekali mengikuti saran-saran para alien Zeta. Mereka menghabiskan waktu lama untuk menemukan model penyuling air sederhana yang lebih baik.]


 
Berikut adalah penyuling air yang terbuat dari dua panci dan sebuah loyang bundar rekomendasi para alien Zeta. [Catatan: air sekotor apapun dapat digunakan, karena yang diambil adalah embunnya]
Sekilas mekanismenya. Penyuling air menggunakan dua panci bersusun. Panci atas disangga oleh sebuah loyang kue (untuk pie) yang dipasang dan dikencangkan dengan sekrup di atas tutup panci bawah.
Panci atas berisi air dingin, yang akan memaksa kondensasi (pengembunan) di bagian pantat panci atas tersebut ketika panci bawah (boiler) berisi air telah mendidih. Air embun ini akan terkumpul dalam loyang, yang selanjutnya mengalir keluar dari pipa yang dipasang pada loyang itu, ke wadah penampung di luar. 
Dengan demikian, air sekotor apapun dapat dipergunakan. 


Penyuling Air Panci Susun dan Wadah Penampung 


PENYULING AIR PANCI SUSUN (KONSTRUKSI BERAT)
Sumber: Stacked Pot dari Troubled Times: Safe Water

Penyuling air ini efisien, mudah dibuat dan dibawa-bawa (karena dapat dilepas-lepas). Kelebihan lainnya, setelah dipakai untuk menyuling air, panci atasnya yang berisi air panas dapat untuk mencuci, dan pancinya juga dapat untuk memasak makanan. Berikut alat dan cara membuatnya.

ALAT
Pembuatan penyuling ini memerlukan solder, dan alat untuk membolongi loyang.
Penyuling air ini terdiri dari 4 bagian
  • sebuah panci atas untuk pendingin (tanpa tutup)
  • sebuah panci bawah untuk boiler (mendidihkan air) dengan tutupnya yang pas.
  • loyang bundar (ditutupkan di atas panci bawah untuk menyangga panci atas)
  • satu wadah penampung air embun
  • pipa untuk menyalurkan air embun (dipasang di loyang)

CARA MEMBUAT

Boiler (panci bawah) 
Gunakan yang berkapasitas 3 kali lebih kecil dari panci atas. Ini untuk memastikan panci atas memanas hingga maksimum, sebelum panci bawah kehabisan air. Untuk diameter, yang penting tidak mudah terjungkal. Diameter yang bagus: 8”-10” (20-25 cm). Kalau lebih lebar lagi, panci akan mengganggu pipa output yang menjuntai keluar dari sisi loyang.
Tutup panci harus pas saat ditutup (agar uap tidak mudah keluar), dan bundar sedemikian rupa sehingga bagian tengah lebih tinggi dari pinggirannya. Bahan dari logam, bukan kaca, agar mudah dibolongi untuk lubang besar.
Pendingin (panci atas)
Panci tanpa tutup ini harus stabil---tidak mudah tergeser atau terjungkal. Ukuran tinggi panci tidak penting.
Kapasitas: yang telah dicoba berhasil adalah 11 dan 15 liter. Jangan gunakan kapasitas lebih besar dari ini, karena terlalu berat, sehingga berbahaya saat diangkat.
Diameter: tergantung diameter loyang. Diameter yang bagus adalah 10-10.75” (20-25 cm).
Warning: Mungkin akan ada kerak di panci atas akibat pemanasan air selama penggunaan penyuling. Maka, ekstra hati-hati saat mengosongkannya. Gunakan pakaian pelindung.
Loyang (penyangga panci atas)
Loyang ini dipasang di atas tutup panci bawah. Pemilihan loyang penting, karena harus pas dengan tutup panci bawah. Berikut caranya:
Lepas pegangan ('baut') di bagian tengah tutup panci, hingga tinggal ulirnya. Bolongi loyang sehingga cukup untuk memasukkan ulir tutup panci. Pasang loyang di atas tutup panci, dengan memasukkan ulir ke bolongannya. Lalu pasang kembali 'baut' tutup panci. Bibir loyang yang melebar keluar akan memperkokoh penyanggaan itu. Buat kokoh pasangan tutup panci dan loyang ini, mungkin ditambah skrup (bolongi lagi).
Tempat pipa: di satu sisi 'telinga' loyang (salah satu dari dua bagian bibir yang paling menonjol keluar), pipa penyalur embun dijulurkan. Bagian ini bisa menggunakan solder. 
Loyang
Loyang dipasang dan dibaut di atas tutup panci bawah. 

PERHATIAN.
[Tentunya perlu uji-coba beberapa kali, sesuai ukuran dan bahan panci yang digunakan, untuk mengetahui berapa lama dan berapa banyak air dapat dihasilkan, juga untuk mengukur berapa suhu dan berapa lama outputnya sesuai pertambahan suhu hingga titik didih dan pengembunan.]

  • air di panci atas dan boiler perlu diganti setiap sekitar 40 menit (tapi juga tergantung besar api untuk memanaskan panci boiler)
  • air di boiler jangan dibiarkan megering. Untuk itu, beri penanda pada container output (penampung air embun)---untuk memberi tahu kapan tingkat air di boiler kurang.
  • matikan api ketika uap mulai keluar di sekeliling dasar panci atas
  • di akhir siklus pengembunan, sebagian air panas dari panci atas dapat digunakan untuk mengisi ulang boiler (mempercepat siklus)

KONSTRUKSI RINGAN
Untuk backpacking, panci dapat dipilih yang lebih ringan (lebih kecil) untuk dibawa-bawa, tapi sebaiknya menggunakan panci yang kuat, tidak mudah penyok.