Reinkarnasi dan Hari Penghakiman

Reinkarnasi bukan keyakinan, melainkan Hukum Alam.

Reinkarnasi itu Ilmiah 
Reinkarnasi adalah pelahiran kembali menjadi bentuk kehidupan yang lain. Konsep ini terutama paling dikenal terdapat dalam ajaran-ajaran Budha dan Hindu, meskipun keduanya bisa memiliki sedikit perbedaan. Reinkarnasi yang paling dikenal adalah yang dialami oleh Dalai Lama. Sudah banyak sekali laporan-laporan masyarakat maupun riset ilmiah yang membuktikan adanya reinkarnasi, dan kalangan skeptik juga selalu ada. Dua dari beberapa nama terkemuka dalam riset tersebut adalah Dr. Ian Stevenson, seorang psikiater lulusan University of Virginia School of Medicine dan Dr. Michael Newton, seorang doktor di bidang counseling psychology
Dr. Ian Stevenson telah 40 tahun melakukan riset ilmiah terhadap ribuan laporan-laporan mendetil tentang anak-anak yang mengklaim mengingat masa lalu mereka serta cerita-cerita masa lalu mereka yang luar biasa akuratnya. Dua belas bukunya yang merupakan hasil rsetnya itu telah diterbitkan. Banyak orang, termasuk para skeptik, memandang bahwa kasus-kasus yang ia kumpulkan itu merupakan bukti terbaik yang pernah ada dari adanya reinkarnasi. Dua bukunya yang terkenal adalah Twenty Cases Suggestive of Reincarnation dan Where Reincarnation and Biology Intersect 
Penelitian Dr. Michael Newton adalah berdasarkan hipnotisnya pada orang-orang yang mengikuti terapi past life regression(kembali ke masa lalu)-nya. "Journey of Souls" adalah salah satu buku dari hasil risetnya yang diterbitkan pada 1994. Buku ini merupakan catatan dan analisanya terhadap orang-orang itu. Digambarkan dalam buku itu bahwa orang-orang yang ia beri terapi itu dapat mengingat kembali ke kehidupan-kehidupan masa lalu sejauh ketika masih dalam kandungan atau masih di alam ruh sebelum menjadi bayi, bahkan hingga ke masa-masa reinkarnasi mereka beribu-ribu tahun sebelumnya. Salah satu contohnya adalah seseorang yang pernah terlahir sebagai bangsa Viking, yang semena-mena dan ganas itu. Ia menceritakan bahwasetelah kematiannya sebagai bangsa Viking, dalam konferensi antara dirinya dengan para ruh pembimbing, diputuskan bahwa pelajaran yang cocok yang ia pelajari selanjutnya adalah menjadi sosok yang benar-benar lemah untuk belajar mengenai empati. Dan setting kehidupan di buminya dibicarakan di antara mereka. Terjemahan dari buku ini ini bisa didapat di Gramedia. Untuk download langsung (bahasa Inggris, file pdf), di SINI (ini situs milik orang lain).
Reinkarnasi Menurut Para Alien Zeta 
Apa yang Zeta gambarkan tentang proses reinkarnasi kurang lebih sama seperti yang dituturkan dalam laporan-laporan reinkarnasi dari Dr. Newton tentang konferensi di alam ruh setelah kematian suatu entitas, antara si entitas/ruh dengan para ruh pembimbing dan pasukan pelahirannya. Para alien Zeta menjelaskan secara ekstensif dan konsisten di banyak risalah mereka tentang kaitan antara reinkarnasi,  makna menjadi manusia, dan pelajaran-pelajaran hidup yang harus dipelajari manusia di bumi. 
"Reinkarnasi terjadi karena pasukan-pasukan khusus dari Dewan Alam Semesta Ini, yang cukup disebut pasukan pelahiran, mengumpulkan entitas-entitas yang tak berinkarnasi lalu membahas kemajuan dan pertumbuhan para entitas itu. Anda boleh menganggapnya sebagai konferensi sekolah, kalau mau, dimana entitas (ruh) muda dan para pembimbingnya mengadakan konferensi dengan pasukan-pasukan pelahiran. Pelajaran-pelajarannya akan diformulasikan, dengan masalah-masalah paling mendesak menjadi prioritas. Dalam hal ini, si entitas itu sendiri sedikit saja memiliki input, sebagaimana anak-anak sekolah memiliki sedikit saja input dalam kurikulum sekolah mereka. Banyak yang menyebutnya karma, dimana apa yang orang lakukan dalam kehidupan di masa lalu akan kembali untuk menghantuinya. Si entitas tak dapat mengakhiri inkarnasi itu, kecuali melalui kematian atau mengosongkan tubuh fisiknya untuk sementara waktu selama pengalaman Out-of-Body (keluarnya ruh dari tubuh)
Sebagian entitas memerlukan sedikit saja inkarnasi pada titik-titik atau ruang-ruang tertentu dari perkembangannya ketimbang entitas-entitas lain. Variasi dalam jumlah inkarnasi yang harus dilakukan entitas itu adalah berdasarkan sifat si entitas, atau si jiwa, serta kondisi-kondisi dari inkarnasinya itu. Kuncinya adalah apakah pelajaran yang harus dipelajari telah cukup dipelajari. Dalam beberapa kasus, suatu inkarnasi akan menghasilkan lebih banyak lagi pelajaran yang harus dipelajari dari pada yang diselesaikannya. Si entitas bisa jadi bergerak mundur, bisa dibilang. Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Reincarnation, Note: written by Jul 15, 1995
[Reinkarnasi 1200 - 50.000 Kali, Belajar Dari Pengalaman]   
Memutuskan secara kokoh untuk menjadi pribadi yang Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego, adalah syarat entitas Densitas ke-3 untuk melanjutkan pelajaran hidup di alam yang lebih tinggi, Densitas ke-4. Pilihan ini bukan sekedar memilih a atau b, ketika manusia dihadapkan pada realita-realita keras. Dalam ribuan tahun kehidupan, dari satu reinkarnasi ke reinkarnasi selanjutnya, ada manusia yang selalu bimbang untuk memllih orientasi spiritualnya, alias, katakanlah, "kambuhan.".Maka, di dunia spiritual manusia, ada yang disebut Jiwa/Ruh Tua, Old Soul. Ruh Tua ini bisa sosok arif, bisa juga sosok "kambuhan." Ruh muda, dalam pelajaran pertamanya, butuh minimal ribuan tahun masa hidup untuk bisa memilih kecenderungan spiritualnya. Ini semua sepenuhnya tergantung tekad dan upaya/perjuangan ruh/manusia. Berikut penjelasan Zeta.
"Manusia cenderung meremehkan jumlah reinkarnasi yang harus mereka alami sebelum bisa mendaki ke keberadaan dalam bentuk cahaya, yaitu tahapan dimana  tubuh tak lagi diperlukan sebagai alat belajar. (Untuk itu) Mereka menjelajahi kehidupan-kehidupan mereka di masa lalu, menggali-gali melaui terapi past life regression (terapi kembali ke kehidupan masa lalu - pen.). (Namun) Mereka (hanya ingin) mengingat masa-masa yang menyenangkan atau menempatkan tindakan-tindakan mereka dalam konteks yang bagus. Masa-masa mengerikan, atau masa-masa ketika mereka berprilaku begitu buruk yang tak ingin dikunjungi, tak diungkapkan. (Namun) Si ruh sendiri, tentu saja, tak melupakan. Sedangkan alam sadar manusianya, yang mendengar cerita-cerita itu, membuangnya dan hanya membolehkan pengungkapan yang menyenangkan saja 
Inkarnasi berjumlah hingga ribuan, pada utamanya, sebelum kelulusan dicapai. Nancy (Lieder) adalah sebuah contoh orang yang cepat memutuskan orientasi spiritualnya, yang telah melakukannya setelah masa hidup selama sedikit lebih dari 1200 tahun. Namun ada orang-orang yang perlu 50.000 kali inkarnasi atau lebih untuk bisa memutuskan secara kokoh. Bahkan kemudian, si entitas bisa goyah pendiriannya, dan perlu kembali membuat keputusan. Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Many Incarnations, written Jan 25, 2003

[Penilaian Terhadap Inkarnasi] 
"Kritikan terhadap inkarnasi, yaitu menilai kesuksesan atau kegagalan dari suatu inkarnasi, tidak selalu seperti yang diinginkan si ruh. Si ruh mungkin akan merasa bahwa mereka, diri mereka sendiri, telah membuat perkembangan, sementara para ruh pembimbingnya (spirit guide) punya pendapat yang benar-benar berbeda.

Perkembangan dalam pelajaran-pelajaran yang harus dipelajari dapat dikacaukan oleh arus-arus (hidup - pen.) yang saling bersilangan, dimana kondisi-kondisi hidup menawarkan kesempatan-kesempatan sedemikian rupa sehingga pelajaran-pelajaran yang tak direncanakan menjadi dijalankan, dan yang sudah direncanakan menjadi terabaikan.
[Jiwa/Ruh Yang Belum Matang/Dewasa]  Jiwa yang belum matang mungkin akan memandang inkarnasinya itu gagal, dalam hal ini, lalu menjadi kaget ketika catatan hidupnya dilihat dari sudut-sudut yang tak diduga-duga. Lebih seringnya si ruh hampir-hampir tak membuat perkembangan, dan akan temui diri mereka meminta pengulangan setting di kehidupan-kehidupan di masa depan hingga ia membuat perkembangan. Tahap dimana tindakan di masa depan ditentukan akan menandai titik dimana kehidupannya di masa lalu telah diselesaikan dan masa depan tengah dimulai. Titik ini tak akan dicapai selama masalah-masalah dari dua tahap pertamanya masih menjadi hutang. Pada tahap inilah pelajaran-pelajaran yang ada di muka inkarnasi selanjutnya menjadi jelas. Inkarnasi akan menjadi sia-sia kalau fokus hidupnya tak jelas. 
[Proses Singkat Inkarnasi Selanjutnya Bagi Ruh Yang Belum Matang/Dewasa] Kalau manusia, yang tak menyadari kehidupan-kehidupannya di masa lalu, (yang berdasarkan Peraturan Pelupaan), seharusnya memulai inkarnasi dengan awal yang benar-benar baru, tapi faktanya, ruh yang belum matang perlu merasa jelas tentang bagaimana perkembangan mereka dipandang oleh yang lainnya. Mereka boleh jadi tak setuju, namun harus memahami. Pada titik ini, inkarnasi selanjutnya direncanakan dan dibuat plot-plot ceritanya oleh para ruh pembimbing, yang memberi pertimbangan sedikit saja terhadap apa yang mungkin akan dibuat geger oleh si ruh. Si ruh sering kali merenungkan kehidupannya di masa lalu sebelum momen kematiannya, dan merencanakan inkarnasi selanjutnya. Maka, ada perkembangan yang normal dalam diskusi dengan para Ruh Pembimbing, yang berada dalam satu tim dengan para Pembimbing Pelahiran (Birthing Guides), dan inkarnasi selanjutnya sering kali diatur dengan cepat. Seperti yang telah kami sebutkan, ini bukan pilihan yang dibuat oleh si ruh muda itu, melainkan oleh para pembimbing ruhnya. Maka, ini sedikit seperti naik ke dalam gerbong kereta di stasiun, lalu melangkah ke gerbong kereta lainnya. Begitu saja, dalam perjalanan lagi!  
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Next Incarnation, written Feb 15, 2002

[Hari Penghakiman]
Seperti yang telah diindikasikan dalam beberapa artikel di blog ini, Tranformasi Bumi sekaligus merupakan apa yang manusia sebut Hari  Penghakiman.
"Jadi bisa Anda lihat, bagi mereka yang lahir di bumi, pergeseran kutub akan benar-benar merupakan Hari Penghakiman, yaitu ketika jiwa-jiwa akan pergi menuju reinkarnasi di dunia air atau diangkut ke planet-planet penjara atau berinkarnasi di sini di bumi di komunitas-komunitas hibrida (Pengabdi-Kebaikan - pen.)."  Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Death Rate, written Jan 15, 2000.

[Reaksi Manusia Terhadap Reinkarnasi - Beauty is in The Eye of the Beholder]
Berikut adalah respon para alien Zeta terhadap protes seorang anggota Pole Shift ning yang mempertanyakan mengapa manusia-manusia yang selamat dari Pergeseran Kutub yang selama ini telah hidup bersama-sama harus dipisah-pisah--yang satu menjadi makhluk Densitas ke-4 yang satu lagi menjadi makhluk primitif berupa gurita--padahal, bukankah lebih baik ada keinginan mempertahankan ras manusia sebagai kesempatan lain bagi para jiwa untuk berinkarnasi.
"Bukan Anda yang mengambil keputusan dalam hal ini! Camkanlah bahwa gurita cerdas mungkin akan menganggap kehidupan sebagai manusia itu mengerikan, dan akan protes (kalau harus menjadi manusia - pen.). Semua itu relatif. " Terjemahan bebas dari ZetaTalk: GodlikeProduction Live, written February 6, 2010 on the GodlikeProduction live chat.