Menentukan Lokasi Aman : 7 Langkah



Pergeseran kutub pernah terjadi sebelumnya di bumi ini, dengan event yang terkenal adalah di jaman Nabi Nuh. Event yang terbaru adalah di jaman Nabi Musa. Event itu begitu dahsyat dan mengerikan, membuat para leluhur mati-matian berupaya mengingatkan para generasi penerus. Akan selalu masih ada manusia-manusia yang selamat dan dilindungi, karena mereka mencamkan apa yang telah diperingatkan oleh para leluhur. 

Sementara, dari orang-orang yang tewas, ada yang memiliki tanggung jawab terhadap orang-orang lain sedemikian rupa sehingga tak dapat mengupayakan keselamatan (bukannya karena mendapat kutukan ataupun karena kesalahan mereka). Mereka golongan ini juga para Abdi-Kebaikan. Pikirkan dengan seksama seluruh langkahnya dan selalu cari amannya. Berdoalah untuk keselamatan semua, berjuang keras (tanpa usaha tak ada hasil), dan serahkan semua ke tangan Tuhan. Berdoalah lagi untuk keselamatan semua.
Camkan, jangan lalai

Banyak sekali yang harus dipelajari tentang semua ini oleh kita manusia semua, tapi itu bagian dari pelajaran spiritual yang harus diselesaikan sekarang ini.

Ringkasan Lokasi Ideal yang aman dari gelombang laut pasang tinggi sebelum, selama, dan pasca pergeseran kutub (7 Langkah Aman ada di bagian paling bawah artikel ini):
  • 1. Jarak dari pesisir pantai: 160 km (100 mil). Jarak dari gunung berapi yang aktif dalam waktu 10.000 tahun terakhir: 161 km (100 mil). [Untuk Indonesia ini tidak memungkinkan jadi orang harus belajar hidup bersama erupsi gunung-gunung. [Baca: Hidup di Zona Vulkanik dan Jauhi Wilayah Sumber Air Panas]
  • 2. Ketinggian dari muka laut sekarang minimal: 61 meter (200 kaki), tapi untuk zona tersubduksi seperti misalnya Lempeng Sunda, ketinggian ini dihitung bukan dari muka laut, melainkan dari dasar lembah. [Baca: Ketinggian Aman di Zona Tersubduksi
  • 3. Ketinggian lokasi dari permukaan air laut dalam 2 tahun pasca Pergeseran Kutub: 206 meter (675 kaki). Ini ketinggian aman di darat ketika air laut dunia akan naik setinggi itu dalam 2 tahun pasca pergeseran kutub. Maka orang-orang harus sering berpindah tempat untuk pergi ke tempat lebih tinggi, kecuali ia sudah berada di tempat seperti itu. [Baca: tentang Asia Tenggara akan berada di zona Kutub Selatan]
Gunung-gunung berapi yang diprediksi aktif menuju dan saat Pergeseran Kutub adalah yang berusia hingga 10.000 tahun. [Baca: Gunung Berapi Saat Pergeseran Kutub]
Ada pengecualiannya untuk kasus-kasus tertentu seperti misalnya di Amerika Selatan. [Baca: Bangun Setelah Tidur 160.000 Tahun
Sekali lagi, untuk banyak pulau di Indonesia, point 1 & 3 mustahil dilakukan, jadi harus belajar menghadapinya, selalu ada cara, secara fisik dan spiritual.
Ringkasan Pergeseran Kutub: Selama pergeseran kutub, gelombang-gelombang laut pasang yang tinggi dan ganas akan menyerang pesisir-pesisir pantai, mengalir ke daratan melalui sungai-sungai. Sungai-sungaipun meluap, lalu akan terjadi gelombang balik. Sungai-sungai kecil juga meluap. Banjir yang terjadi sebagai akibat semua itu bisa lama atau permanen. Ada wilayah yang akan menjadi rawa-rawa permanen. Pastinya, semua wilayah akan becek dan berlumpur parah setelahnya. Hujan rintik-rintik terjadi kebanyakan waktu. Wilayah Indonesia kebanyakan beratmosfer kelabu oleh awan vulkanik. Sinar matahari untuk sementara waktu tak muncul hingga abu vulkanik sirna. [Baca: Jam Pergeseran Kutub]
Patokan Umum:
  • Gelombang Laut Pasang. Menghindari gelombang laut pasang (tidak berada di pantai, dekat sungai-sungai/kanal-kanal dengan akses ke laut, waduk atau tempat-tempat air yang besar, lembah/jurang), karena ancaman tsunami, tidal bore, banjir bandang, arus balik, waduk bocor;
  • Struktur Yang Dapat Meremukkan. Berada di luar bangunan/struktur yang akan meremukkan (tidak ada bangunan yang dapat diasumsikan mampu melindungi gempuran vertikal dan horisontal dari gempa berkekuatan 9 SR)
  • Angin Berkekuatan Badai. berlindung dari angin berkekuatan badai seperti yang pernah terjadi sekarang ini. Hati-hati selalu untuk tak terbawa terbang atau terkena benda-benda berterbangan (bahkan jerami yang diterbangkan angin berkekuatan badai bisa berubah menjadi setajam pisau)
  • Badai Api/Petir. berlindung dari badai-badai api/petir (biasanya di sekitar gunung berapi yang meletus)
  • Gunung Berapi. menjauh dari gunung berapi
  • Angin Barat. tidak berada di wilayah yang dilewati angin barat (yang meniupkan abu vulkanik); wilayah letusan gunung berapi baru akan subur setelah 100 tahun, bisa kurang;
  • Zona Subduksi. Menjauh dari wilayah yang lempengnya mengalami penujaman (bisa terjadi pembentukan gunung atau tanah menjadi sedemikian panasnya hingga bebatuannya meleleh). Untuk Indonesia, semakin tinggi wilayahnya akan semakin besar terhindar dari tanah yang panas akibat subduksi.
  • Gudang Senjata/Kimia/Perkakas Penukangan/Bengkel/dlsmc. Menghindari lokasi gudang senjata/kimia, minyak/gas
  • Longsor. Menghindari lokasi longsor (tanah lumpur mudah hanyut oleh air hujan/banjir) 

JADI 7 LANGKAH ITU ADALAH BERIKUT. 
Step 1: Potensi Keamanan Umum Lokasi

Di negara mana Anda berada?
Cek prediksi untuk negara itu selama pergeseran kutub di sini: Safe Location
Lalu, cek apakah di lokasi Anda, termasuk kota dan propinsi Anda, berada di pesisir pantai, daerah pantai atau terdapat sungai besar dan/atau sungai kecil, terutama dengan akses ke laut?


Step 2: Persiapan Iklim Baru

Bagaimana iklimnya nanti pasca pergesera kutub? Lihat peta Dunia Baru

Perhatikan, rencanakan untuk pindah sekarang atau rute migrasi nanti jika lokasi Anda akan:

  • berada di salah satu kutub
  • berada di daratan yang akan terbenam sepenuhnya ke bawah laut, seperti India dan Australia bagian barat

Step 3: Waspada Air

Berapa ketinggian lokasi (sekarang atau pengungsian) dari permukaan laut? Ikuti petunjuk di bagian paling atas. Cek di GoogleEarth.


Step 4: Waspada Penurunan Tanah

Apakah wilayah lokasi Anda akan naik atau ambles? Bagaimana dampaknya nanti? 

Contohnya: 

  • Daratan-daratan Australia barat dan India (rakyat India telah dipersiapkan oleh Yang Kuasa untuk menghadapi yang terburuk--doa keselamatan dan yang terbaik bagi mereka.) akan terdorong ke bawah laut sebelum pergeseran kutub, dan akan telah berada di bawah laut saat pergeseran kutub.
  • Daratan Jepang akan naik 45,7 meter (150 kaki)
  • Daratan New Zealand akan naik 152,4 meter (500 kaki)
  • Daratan Australia timur akan naik
  • Kep. Vancouver akan naik 30,48 meter (100 kaki)    
  • Daratan Spanyol akan akan ambles 15,24 meter (50 kaki)
  • Daratan Inggris barat akan ambles  45,7 meter (150 kaki)
  • Daratan New England akan ambles 137 meter (450 kaki)
  • Daratan Florida akan ambles  45,7 meter (150 kaki)
  • Dll. 

Step 5: Waspada Air Lagi

Apakah lokasi Anda dekat sungai besar? Kalau, ya apakah ketinggian lokasi Anda setidaknya 61 meter (200 kaki) dari dasar sungai (lembah, untuk Indonesia)?

Selama pergeseran kutub, seluruh sungai akan meluap, dan akan terjadi arus balik--gelombang-gelombang air yang berbalik ke laut. Tak hanya sungai-sungai besar, yang kecilpun ikut meluap.

Tidal Bore. Hati-hati dengan tidal bore (gelombang laut pasang tinggi akibat benturan dengan arus sungai), terutama di muara sempit. Tidal bore nanti tak hanya terjadi di wilayah-wilayah tertentu, tapi juga di sepanjang bukit yang menghadap ke laut. Bukit ini akan dipanjat oleh gelombang laut tinggi berkekuatan besar/tsunami. Wilayah lembah menjadi lorong air berkekuatan tinggi, sehingga air laut bisa masuk jauh ke daratan atau pegunungan (contohnya di Wasior, Papua). Ketika air laut berlebih yang menerjang pulau menemukan hambatan untuk meratakan diri, akan memanjat tebing atau melingkari pulau itu untuk mencari jalan lain. Pergerakan air laut mulai, misalnya, dari Samudera Pasifik hingga Guadalajara. Contoh tidal bore di Indonesia: Bono di Riau, Sumatera.

Step 6: Waspada Gunung Berapi & Pembentukan gunung baru.
Apakah di lokasi Anda ada resiko pembentukan gunung atau gunung meletus?
Selama pergeseran kutub, akan terjadi pembentukan gunung di wilayah subduksi/penujaman (perhatikan juga wilayah-wilayah titik-titik api atau ada spontan combustion--mendadak terbakar tanpa alasan jelas).

Tempat aman:
  • Tempat aman dari pembentukan gunung (area penujaman):  daerah dengan bebatuan lama tak akan hancur bertebaran, dengan demikian akan selamat. Tapi bebatuan yang baru pecah/patah akan mengalami hal yang sama nantinya. Contoh pegunungan tua (dianggap aman): peg. Alpen dan Appalachian, sedangkan pegunungan baru: peg. Sierra dan peg. Andes (mengalami pembentukan gunung);
  • Jarak dari gunung berapi yang aktif dalam waktu 10.000 tahun terakhir: 161 km (100 mil)--mustahil di Indonesia, jadi harus hidup bersamanya. (Catatan: gunung-gunung berapi dunia tak akan menjadi supervolcano seperti letusan Krakatau 1883, dlsb.);
  • apakah angin barat yang baru akan meniupkan abu vulkanik ke lokasi anda, (cek, karena apa yang tadinya berada di utara akan menjadi barat atau timur, lihat peta Dunia Baru)
  • waspadai badai-badai api/petir, hampir selalu muncul di gunung-gunung berapi yang meletus selama pergeseran kutub (contohnya sudah bisa dilihat pada petir-petir di G. Merapi saat meletusnya yang lalu).

Step 7: Rute Migrasi Pasca Pergeseran Kutub
Pastikan apakah Anda akan memerlukan rute migrasi sekarang atau nanti. Jika ya, rencanakan dari sekarang. Rencanakan rute migrasi via jalan kaki atau kapal/boat. [Baca: Arah Migrasi Asia Tenggara Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub]
Indonesia, kemungkinan besar akan mendekat ke kutub selatan, meski tak sampai ke sana, dan akan mengalami banjir besar-besaran di seluruh wilayah. Maka harus bersiap-siap dengan migrasi, dan pastinya, iklim beku. Demikian juga jika berada di wilayah yang sekarang atau akan lebih rendah dari permukaan laut. [lihat peta Dunia Baru]

Sumber:

Determine Your Safe Locations: 7 Steps



Peta Geologi Bumi Baru 
Baca: Peta Dunia Baru