Nubuat Sabdo Palon: Pergerakan Lempeng Tahap 7 dan Goro-Goro

Nubuat Sabdo Palon termasuk yang diakui oleh para alien Zeta sehingga dikomentari meskipun tanpa diajukan, yang mana yang mengajukan adalah Nancy Lieder. Seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya, ZetaTalk memiliki policy untuk tidak akan mengomentari ramalan atau nubuat yang tidak akurat.
Saran umum kami kepada manusia adalah untuk mengevaluasi komunikasi-komunikasi lain sesuai dengan keabsahannya yang telah terbukti. Nancy baru-baru ini sering menyatakan bahwa ZetaTalk memiliki rekam jejak. Scallion juga, demikian pula Cayce. Jika sebuah situs tidak dianggap sekedar omong kosong, dan berguna, maka pastilah situs itu melakukan prediksi secara rutin dan terbukti absah! Jika tidak,  tolong jangan repot-repot mengganggu kami untuk membandingkan dengan sampah! ZetaTalk Predictions--terjemahan bebas [Baca: Membandingkan Dengan Prediksi-Prediksi ZetaTalk]
Berikut laporan ZetaTalk, yang menyatakan keselarasan antara nubuat Sabdo Palon, dengan nubuat-nubuat absah lainnya, seperti misalnya,  Indian Hopi, Mother Shipton, Oahspe, dan dengan karya-karya tulis ilmiah Sitchin, dan Velikovksy, meskipun berbeda wilayah dan jaman (untuk sebagian).  (Sebagai catatan, Nubuat Jayabaya tidak dikomentari karena dimasukkan belakangan, sedangkan Uga Wangsit Siliwangi belum sempat.).

Terjemahan bebas dari Javanese Prophecy, The ZetaTalk Newsletter Issue 213, Sunday, November 28, 2010

Terima kasih kepada seorang anggota Pole Shift ning yang memberi kontribusi, kita jadi mendengar tentang nubuat-nubuat Sabdo Palon. Sabdo Palon rupa-rupanya seperti Dalai Lama, yang berinkarnasi kembali untuk bekerja. Menurut sebuah terjemahan Inggris dalam situs HastaMitra:
Sabdo Palon aka Ki K in 1980 saying, "Glory Nusantara more powerful than the Majapahit kingdom materialize if the world experienced such a large goro-goro devastating world wars or disasters large-scale nature, such as the fall of celestial bodies, the eruption of volcanoes, and others. After goro-goro happens the world will return to normal."
Goro-Goro rupa-rupanya adalah lewatnya Planet X di jarak terdekat, Pergeseran Kutub, dan meningkatnya perubahan-perubahan bumi yang menimpa Jawa menuju Minggu-Minggu Terakhir (Tahap 9)..
Ini luar biasa selarasnya dengan prediksi-prediksi ZetaTalk atas amblesnya lidah lempeng yang menahan Sumatera dan Jawa. Dan ini baru untuk Tahap 7 dari 10 Tahap menuju Pergeseran Kutub!
Prediksi ZetaTalk 16 Okt. 2010Bagian ujung lidahlah yang akan benar-benar parah kerusakannya. Tarik sebuah garis di utara perbatasan Malaysia ke bagian puncak Kalimantan (di teritori Indonesia--pen.).Tanah di lidah dari titik selatan ini akan turun ketinggiannya dua kali lipatnya, sehingga Pulau Jawa dan pulau-pulau yang membatasi Laut Banda akan mengalami penurunan ketinggian sebanyak 24 meter (80 kaki) sepenuhnya, membenamkan banyak kota pantai dan pulau-pulau kecil hilang dari pandangan. Wilayah-wilayah luas di pesisir bagian utara Sumatera dan pesisir bagian selatan Kalimantan juga akan terendam banjir. Dan jika terjangan air laut tak cukup mengerikan, tanah yang tiba-tiba turun akan membuat air laut dari Samudera Hindia dan Laut Filipina menerjang, menciptakan gejolak, gelombang-gelombang laut yang tak bisa diprediksi yang akan terkocok-kocok dan tampak menggelegak. [Baca juga: Prediksi Penurunan Tanah Indonesia Selama Tahap 7]
Inilah kutipan dari Nubuat Sabdo Palon yang terkait dengan itu. Untuk nubuat lengkapnya, silahkan kunjungi blog Pole Shift ning: The Chronicle of Sabdo Palon Naya Genggong, A Javanese Prophecy on End Times.
Perhatikan bahwa dalam nubuat berikut, seluruh Jawa terkena dampak oleh banjir pada saat bersamaan. Merapi (gunung yang kini tengah meletus tanpa henti, yang menyebabkan Obama memotong waktu kunjungannya) secara khusus disebut-sebut. Sabdo, sang nabi, menyatakan pada 1478 bahwa ia akan kembali dalam waktu "500 tahun" untuk masa ternubuat ini, yang bisa dhitung pada 1978. Seorang pemuda yang berinkarnasi pada waktu itu akan berusia 33 tahun saat ini.
"Saya akan membuat pertanda, pertanda sebagai janji serius saya, Gunung Merapi, apabila sudah meletus mengeluarkan lahar. Ke arah selatan barat mengalirnya. Berbau busuk air laharnya. Itulah waktunya sudah mulai menyebarkan agama Budi. Merapi janji saya, menggelegar seluruh jagad. Kehendak Tuhan, (karena) segalanya (pasti akan) berganti, tidak mungkin untuk dirubah lagi.

Sangat sangat sengsara, yang hidup ditanah Jawa, perlambang tahun kedatangannya, LAWON SAPTA NGESTI AJI ( LAWON ; 8, SAPTA ; 7, NGESTHI; 9, AJI ; 1 = 1978). Seandainya menyeberangi sebuah sungai, ketika masih berada di tengah-tengah, banjir bandhang akan datang tiba-tiba. Tingginya air mampu menenggelamkan manusia. Banyak manusia sirna karena mati.

Bahaya yang datang merata di seluruh tanah Jawa, diciptakan oleh Yang Memberikan Hidup.Tidak bisa untuk ditolak. Sebab dunia ini, di bawah kekuasaan Tuhan dan Para Dewa. Sebagai bukti, Jagad ini ada yang menciptakan.

Bermacam-macam mara bahaya, merusak tanah Jawa. Semua yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Pejabat banyak yang lupa daratan. Pedagang mengalami kerugian. Yang berkelakuan jahat semakin banyak. Yang bertani tidak mengahsilkan apa-apa. Hasilnya banyak terbuang percuma di hutan.

Bumi hilang berkahnya. Banyak hama mendatangi. Pepohonan banyak yang hilang, dicuri manusia. Kerusakannya sangat parah, sebab saling berebut. Rusak tatanan moral. Apabila malam, hujan banyak pencuri; pabila siang, banyak perampok.

Huru hara seluruh manusia, berebut mencari hidup. Rusak tatanan negara. Tidak tahan perdihnya hati, disusul datangnya wabah yang sangat mengerikan. Penyakit berjangkit dimana-mana, merata seluruh tanah Jawa. Pagi sakit sorenya mati.

Belum selesai wabah kematian, ditambah banjir bandhang, semakin menggenapi. Hujan besar salah waktu. Angin besar mengerikan. Pohon-pohon besar bertumbangan, disapu angin yang besar. Banyak yang roboh berserakan. Sungai-sungai banyak yang banjir, apabila dilihat,  bagaikan lautan.

Ombak naik kedaratan, membuat rusak pesisir pantai, yang berada dikiri kanannya. Pohon banyak yang hanyut. Yang tumbuh dipesisir, hanyut ketengah lautan. Bebatuan besar hancur berantakan, tersapu ikut hanyut, bergemuruh nyaring suaranya.

Gunung berapi semua, huru hara mengerikan, menggelegar suaranya. Lahar tumpah ke kanan dan ke kirinya, menenggelamkan, menerejang hutan dan perkotaan. Manusia banyak yang tewas, kerbau dan sapi habis, sirna hilang, tak bisa dipulihkan lagi.

Gempa bumi sehari tujuh kali, membuat ketakutan manusia. Tanah banyak yang retak-retak. Makhluk halus yang ikut membantu amarah alam, menyeret semua manusia. Manusia menjerit-jerit. Banyak yang terkena penyakit; bermacam-macam sakitnya. Jarang yang bisa sembuh, malahan banyak yang menemui kematian."
Menurut para alien Zeta, setiap negara memiliki nabi-nabinya, yang berbicara tentang masa-masa akhir jaman.
Komentar ZetaTalk 15 Maret 1996: Bandingkan antara penggambaran-penggambaran oleh Indian Hopi, Mother Shipton, dan Oasphe tentang masa kehancuran dan kematian mendatang dengan analisa ilmiah yang dilakukan oleh Sitchin dan Velikovsky. 
Orang akan melihat, dari waktu ke waktu, bahwa mereka itu berkorelasi. Padahal, suku Hopi tidak melakukan kontak dengan Mother Shipton, yang juga tidak dengan sang dokter gigi Ohio yang menulis Oahspe. Sedangkan Sitchin dan Velikovsky beredar di lingkup-lingkup orang yang berbeda dan selama era-era yang berbeda.
Karena itu, kurangilah pengutatan pada perbedaan-perbedaan remeh dalam nubuat mereka, lebih berkutatlah pada kesamaan-kesamaannya. Ini seperti pepatah orang-orang buta yang berjalan mengelilingi gajah. Setiap orang menggambarkan apa yang dirasa berbeda dari obyek yang mereka temukan. 
Apa kebenarannya? Faktanya, semuanya kebenaran, tapi orang harus memilah-milah dengan melihat kesamaan-kesamaannya, bukan perbedaannya. Contohnya, orang-orang buta yang meraba gajah itu semuanya bisa saja melaporkan permukaan kulit yang terasa sama, tinggi yang sama dari hewan itu, dan rasa hangat yang sama, dan hidup. Maka mereka juga dapat saling memberi laporan dari posisi mereka bahwa, misanya, yang ini terasa seperti kaki, atau bergerak seolah-olah tanpa ada penopang pada hewan itu sebagaimana pada belalai dan kuping. 
Ini adalah pendekatan yang seharusnya diambil oleh mereka yang membaca nubuatan atau karya tulis sahih yang bersumber dari alam gaib (channeled work)