Kategori Manusia Dalam Kesiapan Terhadap Bencana Dahsyat (Tambahan)

Untuk tambahan, lihat font bold warna merah. 

Terjemahan bebas dari ZetaTalk Chat Q&A for July 10, 2010

Kami telah membagi umat manusia ke dalam kategori
  • mereka yang akan bereaksi terhadap berita-berita tentang perubahan-perubahan mendatang dengan mengambil tindakan dengan suatu cara 
  • dan mereka yang akan bergayut pada penyangkalan, bahkan hingga Jam Pergeseran Kutub itu sendiri.
Penyangkalan utamanya adalah rute yang diambil oleh
  • mereka yang tidak memiliki jalan lain untuk menolong diri mereka sendiri dan tidak ada satu orangpun yang ada yang dapat diandalkan untuk mengurusi mereka (mis. mereka yang sakit parah, tua renta, dlsb.--pen.)
  • atau mereka yang umumnya mengambil pendekatan pengecut ketimbang yang berani terhadap masalah-masalah itu.  
Mereka itu (yang mengambil tindakan pengecut) cenderung ruh-ruh yang masih muda (secara spiritual), tidak matang, dengan sedikit pengalaman dalam hal bencana besar (yang dialami dalam reinkarnasi-reinkarnasi mereka terdahulu--pen.) yang akan terlibat nanti. Bagi mereka, semua itu begitu membuat kewalahan, maka mereka pada dasarnya "pingsan," dan menolak untuk menanganinya. Tapi ini tidak memberi indikasi orientasi spiritual individu.
Indivdu yang Mengabdi-Ego boleh jadi takut-takut dan berupaya memalingkan muka ketika dihadapkan dengan kengerian, namun individu yang condong ke Mengabdi-Kebaikan juga dapat seperti demikian.  
Akan tetapi, ketika seorang individu sudah jelas-jelas menyadari apa yang sedang mendatangi (akan terjadi--pen.), dan berada dalam posisi untuk mengambil tindakan untuk menolong dirinya atau orang-orang lain, maka perbedaan yang berdasarkan orientasi spiritual dapat dideteksi.
Individu Pengabdi-Kebaikan akan melakukan rencana-rencana untuk lebih dari dirinya sendiri, bahkan jika tidak ada siapapun dalam grup itu saat itu. Jika mengumpulkan, misalnya, panduan-panduan survival, buku-buku, mereka akan mengumpulkan referensi lebih dari untuk mereka sendiri tapi juga untuk sebuah komunitas, untuk mengedukasi dan memberi asistansi kepada yang lainnya.  
Orang yang Mengabdi-Ego kemungkinan sekali akan mengikatkan diri mereka pada sebuah komunitas yang sedang berjalan kalau pengetahuan ini sudah ada, dan akan merencanakan kenyamanan hanya untuk diri mereka sendiri, bukan untuk kenyamanan seluruh komunitas.
Indikasi lainnya lagi adalah bagaimana keuangan sekarang dibelanjakan.
Jika seseorang SANGAT Mengabdi-Kebaikan dan menyadari perubahan-perubahan yang sedang mendatangi, maka individu ini kemungkinan sekali akan meletakkan landasan bagi sejumlah orang lain, mengantisipasi para survivor dari segala lapis masyarakat, dan tidak bersikap eksklusif. 
Jika ia ia condong Mengabdi-Ego, maka ia hanya akan membuat rencana-rencana untuk dirinya sendiri dan yang lainnya yang bisa mendatangkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
Mereka yang mengklaim atau menyikapi hidup sebagai hal yang seharusnya mengasyikkan saja sesungguhnya sedang mengumumkan keras-keras orientasi spiritual mereka. Mereka nanti berharap untuk masuk ke sebuah komunitas survival dan meratap keras untuk menyatakan rasa tertekan mereka dan kebutuhan untuk diberi asistansi.