Chakra

Baca juga:



Konsep cakra diperkenalkan oleh agama-agama Hindu dan Buddha. Cakra, dalam pengetahuan manusia, merupakan pusat-pusat energi dalam tubuh yang dapat diolah untuk diseimbangkan. Cakra berasal dari bahasa Sansekerta "cakram," yang berarti "roda" atau "berputar".
Credit: Wikipedia 

Dalam khazanah ilmu Zeta Pengabdi-Kebaikan, apa yang dimaksud sebagai cakra itu sesungguhnya adalah pemusatan kandungan-kandungan ruh yang turun ke dalam tubuh makhluk hidup sebagai satu kesatuan ruh.
Seperti yang telah dijelaskan dalam Hakekat Ruh, ruh merupakan kumpulan kandungan/esensi ruh (Stuff of souls, menurut istilah ZetaTalk). Ketika masuk ke dan berada dalam tubuh, kandungan-kandungan ruh itu tersebar ke seluruh tubuh, dengan pusatnya di Jantung. 
Untuk dapat bersatu padu dalam tindakan dan pikiran, si ruh sebagai kesatuan memfungsikan kandungan-kandungan ruhnya sebagai koneksi-koneksinya dengan seluruh bagian tubuhnya. 
Oleh karena ruh hanya terkait dengan fungsi-fungsi dari ruh yang berinkarnasi, bukan dengan tubuh fisiknya, ruh berfokus pada komunikasinya dengan pikiran tubuh fisiknya.
Anggota-anggota tubuhnya, bisa dikatakan, ada secara kebetulan. Dengan demikian, cakra-cakra tubuh manusia akan berbeda dengan, misalnya, cakra-cakra makhluk tanpa tangan dan kaki. Berikut penjelasan para alien Zeta mengenai chakra.
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Chakras, Note: written by Jul 15, 1995

"Chakra memang ada. Ada banyak namanya yang diberikan oleh manusia atas apa yang dipersepsikan sebagai koneksi/hubungan biofisik terhadap ruh. Koneksi-koneksi ini ada dalam hal jiwa, atau ruh, yang melebur ke dalam dan membaur ke seluruh tubuh fisik.

Inkarnasi bukan masalah superficial.
Selama pengalaman ruh keluar dari tubuh (Out of Body), ruh terpisah dari tubuh fisik, sedangkan wadag manusianya ditinggalkan dalam keadaan diam, seolah-olah tanpa emosi atau memikirkan apapun. Ini adalah momen yang dihabiskan dalam diam saat merenung atau melakukan tugas-tugas rutin. [Baca juga:Meraga Sukma]
Oleh karena ruh, selama inkarnasi, tersebar ke seluruh tubuh, si ruh menyelaraskan dirinya untuk merengkuh dunia.
Si ruh berkomunikasi dengan perpanjangan-perpanjangannya, yaitu lengan dan kaki manusia, karena ini bukan posisi normal bagi si ruh. Inkarnasi dalam bentuk-bentuk kehidupan yang tak memiliki lengan dan kaki, bisa dipahami, memiliki chakra-chakra yang berbeda.
Chakra terkait dengan fungsi-fungsi dari ruh yang berinkarnasi, bukan dengan bentuk manusianya.
Dengan demikian, Ruh memusatkan dirinya di Cakra jantung, dan yang dipikirkannya adalah komunikasi dengan pikiran, dengan demikian, mata ketiganya.
Namun organ-organ tubuh lainnya ada secara kebetulan saja bagi si ruh, yang tak berkaitan dengan pencernaan atau penggerak atau fungsi-fungsi semacam itu.
Meskipun demikian, ruh yang lebih tertarik dengan aktifitas-aktifitas fisik seperti seks atau pemakaian narkoba, mungkin lebih tersebar di dalam tubuh fisik.
Cakra pusat, baik yang ada di dalam tubuh manusia maupun dalam tindakan cakra, adalah Cakra jantung. Ada beberapa alasannya.
Pertama, jantung dibuat menjadi pusat dalam tubuh manusia agar dapat melayani tubuh dengan baik dalam tugasnya sebagai pusat sirkulasi. 
Kedua, jantung hampir selalu merespon emosi-emosi--berdetak cepat di saat ketakutan atau gembira--yang menjadi teratur atau tidak teratur seiring dengan tingkat kecepatan situasi hidup. 
Ketiga, pemusatan spiritual (hal-hal yang bersifat ruh) dari ruh/jiwa di dalam tubuh fisik manusia harus terpusat, untuk alasan yang sama,  
Oleh karena ruh mengisi diri dari apapun yang menjadi inkarnasinya, ruh turun ke anggota-anggota tubuh dan jari-jarinya.
Untuk dapat bekerja sebagai satu unit (kesatuan), ruh sungguh menggunakan bagian-bagian dirinya untuk mempertahankan kesatuan dan tindakan yang terpadu. Cakra jantung, meskipun tidak mensirkulasi cairan-cairan tubuh, memiliki kepentingan dan fungsi yang serupa."