Perjalanan Ruh Dalam Kematian

"Kematian bukanlah akhir bagi jiwa-jiwa yang berinkarnasi, dan kematian tak perlu menyakitkan hati ataupun menjadi sumber kecemasan jika dapat diterima, dan orang-orang di sekelilingnya bersikap mendukung. Namun kematian dapat menjadi masa penuh penderitaan jika setiap orang melawan realita ini. Di jaman dahulu kala, realita itu tidak dilawan. Ketika itu adalah masa penerimaan, sekaligus kedukaan. Jadi persiapkanlah orang-orang yang akan meninggal karena bencana, jika hal itu tak terelakkan atau sepertinya tak terelakkan. ZetaTalk: Death Rate, written Jan 15, 2000.

[Penyambutan Dalam Kematian]
Manusia menyadari adanya barisan penyambutan yang menanti mereka ketika mereka mati, dari laporan-laporan Pengalaman Hampir Mati (Near Death Experiences) -- sebuah terowongan panjang dengan cahaya putih terang di ujungnya, dan mereka yang kini sudah wafat yang dekat dengan mereka (yang menanti ajal) tengah menanti atau memanggil-manggil. Kalau momen kematian itu membingungkan dokter, maka, di alam ruh, kematian itu juga sama tak jelasnya. Tubuh yang terluka, seperti misalnya yang menderita luka otak yang masif, mungkin akan telah berhenti menjadi rumah bagi si ruh yang berinkarnasi, berbulan-bulan sebelum mereka yang menunggui kesekaratannya itu akhirnya menutupkan selimut pada tubuh tercintanya yang masih berlama-lama di alam bumi.

Mungkin juga, dalam kondisi semacam itu, si jiwa telah ditempatkan di tubuh manusia lain yang tengah berkembang - bayi yang baru lahir. Di sisi lain, sebagian entitas masih berkeliaran setelah tubuhnya dikremasi atau dibakar, sebagai hantu-hantu yang menghantui. Di luar masalah ruh yang meninggalkan tubuh adalah masalah spiritual tentang bagaimana si ruh itu berdamai dengan kehidupannya terdahulu, dengan menilai perkembangan yang telah dibuatnya dalam berbagai pelajaran yang tadinya ada di depan menuju inkarnasi, dan menetapkan langkah tindakan di masa depan yang mungkin menjadi hasrat pribadi mereka sebagai hasilnya - masa kritik.

Jika kematian terjadi dengan tiba-tiba, tak terduga, si ruh mungkin memiliki banyak masalah luar biasa yang tetap dipikirkannya setelah kematian tubuh fisiknya. Maka hal itu selalu menjadi perhentian pertamanya setelah kematiannya, namun kondisinya bervariasi, tergantung pada orientasi spiritual umum si ruh dan kondisi hidupnya.
  • Seseorang yang sudah tua, yang telah lama menyelesaikan masalah-masalah hidupnya untuk mempersiapkan yang tak terelakkan itu (kematian - pen.), mungkin akan melakukan tak lebih dari tolehan sejenak ke belakang dalam perjalanannya ke masa depan, yang menandai bahwa kematiannya telah ditangani sebagaimana antisipasi mereka.  
  • Seseorang yang berusia dewasa, dengan anak-anak atau para orang tua yang bergantung padanya serta banyak janji luar biasa, mungkin akan berlama-lama di alam bumi pada tahap ini, mengunjungi orang-orang yang ia pikirkan, sebagai hantu, yang pada dasarnya adalah ruh yang keluar dari tubuh fisik (Out-Of-Body), selama berhari-hari atau berbulan-bulan hingga mereka dapat melihat hasil akhirnya. Tahap ini berbeda sesuai orientasinya, yang mana orang yang Mengabdi-Kebaikan akan lebih lama tinggal karena perhatian mereka kepada orang lain, sedangkan yang Mengabdi-Ego hanya ingin segera meneruskan ke kesempatan-kesempatan di masa depan.  
  • Terkadang mereka yang pernah dianiaya dan ingin membalas dendam juga akan berlama-lama (di alam bumi) pada tahap ini, yang menghantui dalam upayanya untuk mempengaruhi masalah-masalah manusia. Kalau si ruh berlama-lama, itu karena ia sering kali diijinkan untuk melakukannya; karena, kalau tidak, ia akan menghindari inkarnasi terkininya dan akan terpecah fokusnya. 
Seperti yang telah kami jelaskan, ruh, ketika sudah memijar, tidak akan mati, dan rasa sakit hati harus ditangani sebagai suatu resolusi dalam kehidupan-kehidupan di masa depan. Ruh selalu menyadari kehidupan-kehidupan di masa lalunya, meskipun manusia yang menjadi (wadag) inkarnasinya sering kali tak tahu sama sekali. Maka, bagi ruh, tak ada perubahan dalam hal ini setelah mati. 

[Alam Barzah] 
Ruh yang berada di antara inkarnasinya bagaikan pengalaman ruh keluar dari tubuh (Out-of-Body experience/OBE), dalam hal dimana ia lebih siap berkomunikasi, dengan demikian para Ruh Rembimbing tak kesulitan mengumpulkan mereka semua. Mereka ramai berceloteh, terutama ketika baru datang dari bencana terkini atau dari pengalaman yang sama. Begitu berinkarnasi, ruh-ruh berusia muda memiliki tekad untuk mengalami pelajaran-pelajaran, mendorong paksa agenda-agenda mereka, dan semacamnya. Inkarnasi bukanlah sekedar grup-grup diskusi, melainkan berorientasikan tindakan!  ZetaTalk: When We Die, written Apr 15, 1996

[Pengalaman Hampir Mati] 
Pengalaman Hampir Mati itu cukup umum terjadi, dan serupa dengan pengalaman OBE, namun ada sedikit yang lain. Kalau si ruh telah meninggalkan tubuh fisiknya, yang telah melihat trend (hidupnya), ia bergerak maju dalam perjalanannya untuk kembali ke para Utusan Pelahiran (Birthing Envoys) untuk mempersiapkan inkarnasi selanjutnya. Ini proses yang rumit, dengan banyak tahapan.

Tahap pertama adalah melepas inkarnasi sebelumnya. Karena setiap orang yang sekarat memiliki banyak masalah yang belum selesai, banyak pernyataan yang tak bisa diucapkan, dan banyak urusan yang tak bisa diselesaikan sesuai keinginannya, fokus mereka terpecah di antara kehidupan yang tengah mereka tinggalkan dan masa depan. Para utusan pelahiran mengonfrontasi si ruh yang baru keluar dari inkarnasinya itu dengan hal ini dengan menunjukkan siapa saja yang terlibat dalam apa yang menjadi sisa perhatiannya itu. Dengan demikian, dalam Pengalaman Mendekati Mati, si ruh mungkin akan bertemu dengan para kerabat dan teman, baik yang dicintai maupun yang dibencinya, ataupun para rekan kerja yang terlibat dalam proyek yang belum selesai. Ketika kematian yang masih tertunda itu tak terjadi, ia akan ingat pernah bertemu dengan orang-orang yang ia kenali, namun tak lebih dari itu karena kematiannya dibatalkan. Seandainya kematian itu terjadi juga, maka menyelesaikan sisa-sisa masalah itu mungkin akan telah berlangsung. ZetaTalk: Near Death Experience, written by Jul 15, 1995