Jiwa Yang Abadi

Baca juga:

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Eternal Soul, Note: written Dec 15, 1995

Apakah jiwa/ruh itu imortal? Dalam hal ia melampaui kematian manusia dan tumbuh secara tetap, belajar dan meningkat dalam massa serta kearifan setiap kali berinkarnasi--ia memang imortal.
Akan tetapi, apa itu kematian bagi suatu jiwa/ruh? Ia terlahir, bisa dibilang, di alam-alam Densitas ke-3 dimana ia terbentuk di dalam makhluk-makhluk yang cukup cerdas untuk menawarkan pemijaran ruh.
Entitas-entitas yang sedang terbentuk bereaksi terhadap sekeliling-sekelilingnya, dan karena kandungan ruh ada dimana-mana di Alam Semesta ini, pembentukan itu terjadi hingga suatu tingkatan pada banyak makhluk hidup namun menghilang karena kurang berpijar.
Bagaikan serbuk bunga yang tidak dapat tumbuh kecuali dipindah oleh suatu agen eksternal, lebah atau angin, entitas-entitas yang sedang terbentuk pada lumut-lumut atau serangga-serangga atau pepohonan yang tinggi atau burung-burung hanya berpotensi, lalu menghilang ketika bentuk kehidupan itu mati.
Dunia-dunia (di alam semesta ini) diberi benih kehidupan, lalu diberi benih kehidupan cerdas, sebuah variasi dari spesies asli yang telah mengalami rekayasa genetika, untuk memberi kaki kepada entitas-entitas yang sedang terbentuk itu agar dapat menopang dirinya.
Kecerdasan adalah pemijaran yang menyebabkan entitas-entitas yang sedang terbentuk itu membangun hingga ke titik dimana mereka tidak akan menghilang (untuk lenyap), karena mereka sendiri telah menjadi hidup. 
Telah kami sebut-sebut bahwa jiwa-jiwa/ruh-ruh tidak mati selama ledakan-ledakan nuklir, juga tidak hilang di Lubang-Lubang Hitam.
Entitas-entitas terdiri materi yang dapat mempengaruhi lingkungannya sementara dapat tetap tak tersentuh. Kandungan ruh tidak memerlukan makanan, juga tidak menghabiskan dirinya. Ia mempengaruhi sekeliling-sekelilingnya dengan memanipulasi sekeliling-sekelilingnya, seperti dalang yang menarik-narik bonekanya, ketimbang menghabiskan sumber-sumber dayanya seperti audiens yang melempar tomat.
Jiwa-jiwa, begitu terbentuk, tidak mati. Mereka dapat tumbuh dengan cepat atau lambat, dapat stagnan atau meningkat/meninggi untuk waktu yang lama atau selamanya. Namun mereka tidak mati, tidak pula menyusut. Di luar ini, tidak dapat kami katakan, karena kami sendiri juga tidak lebih tahu.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com