Krisis Pangan Menuju Pergeseran Kutub dan Pasca: Pengandalan Diri Sendiri, Aturannya


Ketika masa Jam Pergeseran Kutub mendekat, kepanikan akan menjadi moda setiap orang, tanpa kecuali, baik rakyat maupun pemerintah. Dan ini untuk alasan yang jelas: mendekatnya Nibiru, aka Planet X, ke jarak terdekat dengan Bumi. Event yang sudah diperingatkan sejak jaman dahulu oleh para pendahulu kita.
Masa-masa menuju ke momen itu akan mendatangkan krisis di berbagai bidang, termasuk pangan, yang terus meningkat, tanpa memandang siapa-siapa yang memegang tampuk pemerintahan.
Sebagian orang memilih untuk menimbun suplai makanan untuk mengantisipasi hal-hal. Tapi, menurut para alien Zeta, bukan begitu caranya. Cuaca ekstrim--peralih-alihan cepat cuaca dari basah ke kering dan sebaliknya--yang akan terus meningkat membuat masalah ini, cepat atau lambat, tidak lagi dapat diselesaikan dengan cara-cara seperti biasanya.
Sudah lama para alien Zeta menyarankan agar orang-orang swasembada pangan di rumahnya sendiri: bercocok tanam dalam ruangan (jamur dan/atau lainnya) dengan hidroponik, rumah kaca atau lainnya, dan beternak ikan, cacing merah, ulat, atau serangga (jangkrik atau lainnya). Orang tinggal pilih sesukanya. Makan serangga dan cacing juga telah lama dicanangkan oleh PBB sebagai alternatif pangan saat kelaparan hebat.
Karena kita akan mengalami masa-masa ekstrim yang terus meningkat, maka dibutuhkan perubahan yang boleh dibilang ekstrim bagi banyak orang dalam menyikapinya.
Beternak ikan juga relatif mudah, seperti misalnya ikan nila, tilapia, lele atau lainnya dalam akuarium, akuaponik, kolam terpal atau lainnya. ZetaTalk juga merokemendasikan duckweed sebagai pakan ikan (sangat digemari oleh ikan nila). Tanaman air ini muncul kalau misalnya kita, selama beberapa hari, tidak membersihkan akuarium kita di ruangan terbuka yang beratap. Banyak situs Indonesia yang membahasnya.

Menu makanan seperti serangga dan cacing atau bahkan tikus boleh jadi menjijikkan bagi sebagian orang. Tapi banyak wilayah di Indonesia sudah melakukannya, dimana makan tikus bukan hal aneh, seperti di Menado misalnya, atau di Jogja ketika jaman perang dahulu. Ini asalkan pengolahannya bersih. Dan di Jawa, misalnya, sebagian orang suka menggunakan laron untuk campuran dadar telur atau semacam peyek. Di Thailand, kecoa menjadi delicacies.
Tanaman Kudzu juga direkomendasikan oleh ZetaTalk. Manfaatnya segudang, dapat dimakan manusia, untuk membuat pakaian, keranjang, kertas, dan karya-karya seni, pengobatan yang bagus dan lainnya. Tanaman ini juga sudah diteliti oleh IPB (LINK).  
Bagi yang belum melakukannya, urusan ini tidak serumit yang dibayangkan, asal mau keluar dari zona nyaman dan punya kemauan. Sudah banyak pembahasan panduannya di Youtube, Kaskus dan forum-forum lain.

Berikut rekomendasi ZetaTalk untuk urusan ketahanan pangan terkait pemanfaatan kudzu.

Terjemahan bebas Kudzu Self Reliance, The ZetaTalk Newsletter Issue 303, Sunday July 22, 2012
 
Berita dari kamp pengungsi di Afrika, yang sedang dalam bahaya kehilangan seluruh pendanaan sementara jumlah orang-orang yang setengah mati hidup terus membengkak, menunjukkan kebutuhan untuk menjadi banyak akal ketika cara-cara tradisional untuk mendapat makanan dan tempat berteduh lenyap. Pindah ke kamp-kamp yang disponsori pemerintah bukan cara yang baik, meskipun ini mungkin satu-satunya opsi bagi banyak orang, di banyak tempat.
Funding Crisis at World’s Largest Refugee Camp, July 12, 2012 http://www.rawstory.com/rs/2012/07/12/funding-crisis-at-worlds-largest-refugee-camp/ Aid agencies warned Thursday that a critical shortage of funds is threatening lives in Kenya’s Dadaab refugee camp complex, the world’s largest, risking worsening an already volatile security situation. The current situation of Dadaab is untenable: there are over 465,000 refugees, a volatile security situation and restrictions in the movement of humanitarian workers.
Para alien Zeta telah menyarankan untuk sama sekali mengandalkan diri sendiri, seiring dengan mendekatnya Pergeseran Kutub. Orang dapat kelaparan lalu mati di kamp, atau memilih berpikir kreatif dan banyak akal.

ZetaTalk Prediction 4/15/1999: Tak ada selimut pengamanan yang dapat diandalkan oleh rakyat, maka pengandalan diri harus menjadi aturan. 

Kepanikan yang akan melanda pemerintahan dengan mendekatnya masa (Pergeseran Kutub) itu, ketika setiap individu akan harus menangani rasa panik dan kecemasannya sendiri, benar-benar tidak dapat diprediksi. Hasilnya bisa segala macam hal. 

Film--film yang akhir-akhir ini diproduksi, dimana asteroid-asteroid berjatuhan tapi sikap tenang dapat menguasai keadaan; pemerintah, bagaikan kekokohan logika, kemudian mengosongkan kota-kota atau mengirim orang ke ruang angkasa untuk meledakkan asteroid-asteroid, tapi ini begitu jauh dari kebenaran sampai-sampai terdengar menggelikan. 

Akan Anda dapati militer Anda berlarian turun dari bukit dan saling bertabrakan, meninggalkan pos-pos mereka, mengacungkan senjata ke diri sendiri atau ke orang-orang lain. Ini benar-benar tidak dapat diprediksi. Apa yang akan dilakukan oleh hewan yang terpojok? Baiklah, seluruh pemerintah dan birokrasi-birokrasi Anda akan beralih ke moda itu dalam beberapa bulan terakhir nanti. Maka rakyat seharusnya tidak mengandalkan mereka, melainkan lebih mengandalkan diri mereka sendiri. 

[Sebuah Contoh Tanaman Tahan Bantingan: Kudzu]

Contohnya Kudzu. Di AS, dimana tanaman itu sudah menjadi wabah, maka ditekankan untuk dienyahkan. Tapi Kuzdu sama sekali dapat dimakan.
Umbinya seperti kentang, daunnya sangat baik untuk tempat merumput ternak dan kemungkinan dapat menjadi sayur atau salad yang sangat bagus bagi manusia. 
Seratnya dapat dibuat pakaian dan keseluruhan tanamannya memiliki kualitas-kualitas pengobatan! Tanaman ini memiliki hubungan dengan tanaman pea serta memberi nitrogen pada tanah, dan menarik nutrisi-nutrisi mineral dan air ke atas ke permukaan untuk tanaman-tanaman lain. 
Kurang apa lagi!


Kudzu http://en.wikipedia.org/wiki/Kudzu Kudzu has been used as a form of erosion control and also to enhance the soil. As a legume, it increases the nitrogen in the soil via a symbiotic relationship with nitrogen-fixing bacteria. Its deep taproots also transfer valuable minerals from the subsoil to the topsoil, thereby improving the topsoil.  Kudzu can be used by grazing animals as it is high in quality as a forage and palatable to livestock. Kudzu fiber has long been used for fiber art and basketry. The long runners which propagate the kudzu fields and the larger vines which cover trees make excellent weaving material. It has shown value in treating migraine and cluster headaches.  It is used to treat tinnitus, vertigo, and Wei syndrome. Kudzu has traditionally been used as a remedy for alcoholism and hangover in China. It has also shown potential in animal models of Alzheimer's disease. It may help diabetes and cardiovascular disease. Kudzu fiber, known as ko-hemp, is used traditionally to make clothing and paper.
Dengan mendekatnya Pergeseran Kutub, mengapa harus membasminya! Makan saja! 
Solusi-solusi untuk survival setelah Pergeseran Kutub, seperti bertani Kudzu dan tinggal di atas tumpukan mobil rongsok, diketengahkan dalam sebuah bab dalam naskah dan cerita Finegan Fine, yang dikutip di bawah ini.
Menjadilah seperti Kudzu - menolak dibasmi.

Finegan Fine: KudzuCanyons [karya Nancy Lieder]

The kudzu has covered several trees, which form spires, and has covered the remains of some houses in an abandoned subdivision, the shape of the rooftops barely discernible. They see an even more amazing sight - the remains of a car recycling junkyard where cars have been piled high after being crushed. Children and adults are climbing down the vines, hand over hand and putting their feet against the rusting crushed cars underneath the vine cover. The piles of crushed cars, topped with cars as living quarters, and the kudzu cascading down the sides of the piles, all now covered with creeping and hobbling residents, look a bit like an anthill under an evacuation.
 
Four men walk up with a kudzu tuber in a sling, one man on each corner of the sling. An immense 100-pound kudzu tuber conglomeration is in the middle of the sling, roots sticking out in every direction. The men heave it onto the empty picnic table, while the woman and girl bring buckets of water from the shore to slosh over the tuber mass, scrubbing any dirt away with brushes. A man comes with a machete knife and begins to hack at the tubers, breaking the mass into potato sized chunks. Periodically they step back and let the woman and girl collect the chunks in their hands and walk to the boiling pot, tossing the chunks in.