Bertakzim Pada Kehidupan


Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Reverence for Life, Note: written by Jul 15, 1995

Takzim pada kehidupan merupakan sebuah konsep yang dicanangkan secara periodik, dalam berbagai cara--Mahatma Ghandi, dengan nonkekerasannya, Albert Schweitzer, yang menciptakan frasa itu (reverence for life--pen.), dan umat Hindu, dalam perlakuan mereka terhadap sapi dan kera sebagai hewan suci. Para vegetarian pada umumnya mendukung filosofi ini dengan suatu cara, karena mengapa pula harus meninggalkan daging sehingga menderita kekurangan hampir seluruh nutrisi sebagai akibatnya? Kami, para Zeta, telah menggambarkan diri kami sebagai vegetarian, dan telah menyatakan betapa kami sangat menyesalkan cara abusif manusia dalam membantai hewan-hewan ternak mereka.

Apa yang harus dilakukan oleh manusia yang jeli agar dapat mempraktekkan ketakzimannya terhadap kehidupan? Jika dilakukan hingga titik ekstrim, rasa hormat terhadap kehidupan berarti membuat dirinya kelaparan, karena, bahkan, tanaman memiliki suatu kesanggupan untuk merasakan. Lalu apa yang harus dilakukan?
Semua itu harus diimbangi dengan suatu penalaran. Jika orang memulai dari dasar rantai makanan, dengan alga dan tanaman, lalu bergerak ke atas ke dunia serangga dan cacing, orang hampir-hampir tidak perlu meminta maaf, terutama jika kematian itu ditangani dengan cepat dan bersih. Bahkan seekor serangga dapat mati dengan menderita jika orang menusukkan jarum padanya dan membiarkannya mati perlahan-lahan. Hancurkan/Remukkan dengan cepat dan bersih. 
Selanjutnya adalah ikan dan hewan buruan yang memiliki insting untuk melarikan diri namun benar-benar tidak memikirkan kemungkinan-kemungkinan hasilnya. Di sini, juga, kematian harus ditangani dengan cepat dan bersih. 
Dalam pentakziman terhadap filosofi kehidupan, hewan mamalia yang memiliki perasaan seperti, misalnya, kuda dan anjing harus dibiarkan saja jika memungkinkan. Namun jika harus menjadi makanan, maka mereka harus dibunuh tanpa memberi peringatan tentang nasib itu, karena mereka mampu mengalami perasaan menderita yang dalam. 
Pentakziman terhadap filosofi kehidupan menjangkau jauh di luar siapa harus memakan siapa. Pentakziman ini juga melibatkan praktek-praktek pengobatan, prilaku terhadap hewan-hewan yang luka, perlakuan terhadap manusia-manusia lain, dan apakah orang harus memiliki hewan peliharaan atau tidak, dan dalam kondisi apa saja. Secara keseluruhan, hal itu melibatkan penempatan diri ke dalam situasi dan kondisi makhluk yang menjadi obyek, dan memperlakukannya sesuai dengan itu. Perlakukan orang lain (sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan--pen.), bahkan jika diri sendiri bukan manusia.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com