Tentang Karma

Para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan apa itu sesungguhnya karma, jenis-jenis karma, dan sedikit contoh tentang mana yang karma dan yang bukan. Berikut penjelasan mereka.

Apa Itu  Karma?
Terjemahan bebas ZetaTalk: Karma, Note: written by Jul 15, 1995

Berada dalam tekanan berat, dan telah mengalami semacam pukulan telak, para manusia sering kali mengaitkan penyebabnya dengan karma. Ada karma buruk dan karba baik dan hal ini menjelaskan semuanya, atau setidaknya demikianlah harapan mereka. Mungkinkah bahwa hidup ini begitu sulit diprediksi?

Mengapa pula Tuhan yang maha baik membuang mereka ke dalam situasi (buruk--pen.) semacam itu, menciptakan dunia yang kacau semacam itu?

Ya dan tidak, ada karma. Karma tengah bermain ketika manusia menyebabkan situasi dengan suatu cara, oleh tindakan-tindakan mereka sebelumnya di masa hidup sekarang ini. Karma tidak bermain ketika situasi hidup terjadi akibat tindakan-tindakan alam atau tindakan-tindakan manusia-manusia lain yang tidak terlibat langsung dalam situasi yang sedang dihadapi. Akan kami berikan contoh-contohnya.
Karma. Seseorang yang serakah akan selalu berupaya memaksimalkan barang-barang yang dapat ia sebut miliknya sendiri. Materialiastik. Pada utamanya ia berhasil dalam menjadi seseorang yang memiliki harta benda, dan diam-diam selalu tak puas dalam kemampuannya menarik hati atau memanipulasi orang lain hingga ia sukses. Lalu suatu hari ia dapati dirinya menjadi gelandangan, setelah dikalahkan oleh seseorang yang memiliki keahlian-keahlian lebih tinggi dalam bersikap menawan dan memanipulasi orang. Apakah ini karma? Benar sekali, karena orang itu telah membuat dirinya runtuh dengan menumpuk kekayaan dan membual. Pada dasarnya ia telah memasang tanda yang dapat dilihat semua orang, yang mengatakan "datanglah untuk mencuri dari saya." 
Kasus berikut juga akan menjadi karma. Seorang partner bisnis, setelah mengalami kehancuran finansial dan kehilangan segalanya akibat tindakan seseorang yang serakah, mengatur agar orang yang serakah itu mendapat masalah-masalah perkawinan. 
Kalau kesulitan seseorang dapat ditelusuri langsung ke tindakan-tindakannya sendiri di masa hidupnya sekarang ini, itulah karma. 
Bukan karma. Seorang wanita mendambakan anak, lalu pada waktu yang tepat, ia menikah lalu hamil. Melalui proses "pelemparan dadu alam", saat melahirkan, salah satu keturunannya itu memiliki kromosom ekstra, yaitu seorang mongoloid, terbelakang. (Namun) Teman-temannya menunjukkan kepadanya bahwa (hal itu karena) ia bukan seorang ibu rumah tangga yang rapih atau mungkin ia terbagi waktunya antara karir dan tugas-tugas rumah tangganya, dan bahwa kemalangannya itu adalah karena karma karena ia sekarang harus tinggal di rumah untuk menjaga anaknya yang lebih muda itu, yang memerlukan perawatan terus-menerus. 
Contoh lainnya adalah kecelakaan mobil, dimana seseorang yang sedang mengendarai mobil di jalan tol harus membelok di sebuah putaran, namun berpapasan dengan seorang pengemudi yang mabuk. Apakah si korban menyebabkan kecelakaan itu entah bagaimana caranya? Ini hanya masalah waktu dan tempat, "pelemparan dadu alam". Situasi-situasi ini tidak melibatkan karma, dan bahkan bukan hukuman atas (suatu kesalahan) di masa kehidupannya terdahulu, yang tidak pernah terjadi. 
Setiap inkarnasi sesungguhnya adalah awal yang baru. 

Keadilan Karma
Terjemahan bebas ZetaTalk: Karmic Justice, Note: written Apr 15, 1996.

Kalau karma pada level pribadi tidak diwariskan dari satu masa kehidupan ke masa kehidupan lain, dapat dikatakan bahwa karma di antara spesies-spesies cerdas itu ada, dengan cara yang sama dengan suatu jenis karma yang ada di antara negara-negara/bangsa-bangsa atau grup-grup sosial di bumi.
Lihatlah pada orang-orang Negro di Amerika, yang lama setelah emansipasi mereka sebagai budak-budak masih mengenakan keadilan karma dari para penguasa mereka yang berkulit putih. Lihatlah hak-hak perekonomian yang diberikan Amerika kepada Jepang, yang telah mereka jatuhi dengan bom. Jenis karma ini terjadi karena tertulis dalam nurani orang-orang yang menerapkannya, dan bukannya karena dikenakan dari luar. 
Suatu jenis karma di antara spesies-spesies cerdas dari dunia-dunia/alam-alam yang berbeda mungkin dapat mencerminkan jenis penyesalan atau kepedulian semacam ini, namun bisa juga dikenakan oleh Dewan Alam Semesta Ini.
Contohnya adalah diri kami sendiri, yang telah menghancurkan planet tempat tinggal kami, sehingga tidak lagi dapat ditinggali di permukannya, dan yang kini sedang berada di Bumi ini untuk mencegah situasi yang sama terjadi pada Bumi.
Kami melakukannya secara sukarela, namun dipilih untuk berpartisipasi dalam rekayasa genetika dalam program hibrida, yang sebagian karena kami merasa berduka atas planet kami dan, dengan demikian, telah diekspektasi untuk memiliki motivasi tinggi untuk membantu dan mengawal para manusia kontak kami dalam upaya-upaya mereka untuk mencegah tragedi yang sama terjadi pada Bumi. 
Meskipun demikian, di luar jenis keadilan karma sukarela ini, tidak ada pemaksaan karma. Grup-grup alien yang saling melukai, baik secara sengaja maupun tidak, akan melanjutkan hidup berdasarkan orientasi spiritual mereka, dan bukannya karena mereka diperintahkan untuk melakukannya ataupun pada dasarnya dikutuk dengan suatu cara oleh suatu pengadilan di alam semesta.
Jika (penyesalah dirasakan oleh) entitas yang beroerientasi Mengabdi-Kebaikan, maka rasa menyesal mereka dapat berupa banyak bentuk, namun pasti akan diungkapkan, yang sudah pastinya sebagai bantuan. (Namun) Jika (yang merasa menyesal itu adalah) entitas yang Mengabdi-Ego, ia tidak akan menengok ke belakang walaupun hanya sekilas. 
Perlu kami tunjukkan di sini bahwa dalam interaksi-interaksi ini, grup-grup Pengabdi-Kebaikan dan grup-grup Pengabdi-Ego saling mempengaruhi, kecuali mereka telah terlibat dalam batasan-batasan ketat yang dikenakan oleh Peraturan-Peraturan Keterlibatan. Maka, karma itu ada hanya sebagai tindakan sukarela, yaitu dari hati.  
  
All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com