Quo Vadis, Manusia?

Baca juga:
Mengapa Repot-Repot Memikirkan Transformasi Bumi ?
Keselamatan Dari Bencana dan Aspek Positif Transformasi Bumi

Keadilan Alam Semesta Membedakan Manusia atau Suatu Entitas Hanya Kedalam Tiga Golongan Pengabdi Kebaikan, Pengabdi-Ego, Peragu.


Mengapa kesemena-menaan (premanisme) oleh kalangan penguasa, intelektual, preman "pasar", maupun awam meningkat? Mengapa kelompok-kelompok agama tertentu bergaris keras atau kelompok-kelompok kejahatan lainnya semakin ekstrim dan kejam?  Mengapa semakin banyak orang tega menertawakan penderitaan orang lain? Mengapa kejahatan semakin sadis? Mengapa harus mengalami semua itu di tengah-tengah gempuran dan ancaman bencana-bencana alam yang seperti tak ada hentinya? "Mau kemana dunia ini?", tanya orang-orang yang kebingungan. Ini sudah Jaman Edan dengan tanda-tanda alamku yang sudah silih berganti menampilkan wajah, demikian sabda Jayabaya dan Sabdo Palon dalam jangka-jangka mereka. Ya, ini sudah Kali Yuga, Zaman Kali (Besi), kata umat Hindu. Demikianlah adanya siklus alami selanjutnya dari kehidupan di sebuah dunia berkepadatan ke-3, Bumi ini, ujar para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan.
"Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. ... Kejahatan makin merajalela. ...Penjahat makin banyak. ...Yang baik makin sengsara. ...Si benar makin tertegun. ...Si salah makin sorak sorai." (Jangka Jayabaya)
"Bumi hilang berkahnya, Banyak hama mendatangi, Pepohonan banyak yang hilang, Dicuri manusia, Kerusakannya sangat parah, Sebab saling berebut, Rusak tatanan moral, Apabila malam turun hujan banyak pencuri, pabila siang banyak perampok." (Serat Sabdo Palon, Pupuh Sinom 10
"Kegiatan keagamaan dilaksanakan semata-mata untuk memperoleh ketenaran/kemasyuran (Bhagavata Purana 12.2.6). "Bumi dipenuhi oleh penduduk berwatak curang" (Bhagavata Purana 12.2.7). "Orang yang tidak tahu sedikitpun ajaran agama (dharma) duduk di kursi tinggi dan ber-pidato tentang prinsip-prinsip dharma" (Bhagavata Purana 12.3.38). 
Jaman Edan Adalah Masa Transformasi
Para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan bahwa manusia sekarang ini tengah mengalami Transformasi hingga nanti saat dan setelah Pergeseran Kutub. Transformasi ini berupa pelajarah-pelajaran hidup yang harus dilalui individu untuk memilih/memutuskan orientasi spiritual, apakah Mengabdi-Ego atau Mengabdi-Kebaikan. Mereka yang belum bisa memutuskan disebut Peragu.


Transformasi itu tersamar, agar manusia dapat membuat pilihan sendiri, dari hatinya. Yang sebenarnya terjadi adalah proses Polarisasi yang akan  mengerucut, yaitu  pemisahan antara individu/kelompok yang memilih Mengabdi-Kebaikan dengan individu/kelompok Pengabdi-Ego, yang sering kali terjadi akibat bentrok di antara kedua golongan itu--antar individu atau antar kelompok atau antara individu dengan kelompok. Sekarang ini kedua orientasi tersebut, yang sebenarnya tak bisa bercampur bagai minyak dan air, masih membaur. Dengan demikian, bentrok-bentrok yang terjadi di dalam keluarga, yang meluas hingga ke tingkat negara dan dunia, yang berakhir dengan pemisahan-pemisahan, adalah proses alami. Lalu, nantinya, para manusia akan ditransfer ke dunia-dunia lain sesuai orientasi spiritual mereka.

Berikut topik-topik penjelasan para alien Zeta (ZetaTalk) dengan penjelasan-penjelasan di bawahnya:

  • Reinkarnasi Setelah Tranformasi Bumi
  • Kali Yuga 
  • Transformasi Tersamar
  • Siapa Yang Perlu Dihindari

REINKARNASI SETELAH TRANSFORMASI BUMI
Terjemahan bebas ZetaTalk: Harvest, Note: written by Jul 15, 1995

"Transformasi (bumi) terkadang disebut sebagai Panen Jiwa/Ruh. Di Planet Bumi Anda, oleh karena perubahan-perubahan geologis yang terjadi secara periodik, Transformasi ke Alam Berkepadatan Ke-4 telah direncanakan untuk bertepatan dengan perubahan-perubahan geologis tersebut. Alasannya sederhana saja, meskipun akan ada yang memandangnya sebagai hal mengerikan.

Selama perubahan-perubahan geologis, mayoritas luas populasi Bumi akan binasa, tiba-tiba. Mereka yang selamat akan temui dunia mereka tanpa makanan ataupun tempat berteduh dari elemen-elemen alam. Perawatan medis akan menjadi langka, dan masalah kebersihan akan menjadi hal terakhir yang terpikirkan. Sebagai konsekuensinya, bahkan setelah bencana-bencana dahsyat, jumlah orang yang tewas akan besar sekali.
[Seberapa bedanya jumlah kematian itu dengan masa dahulu dan bagaimana efeknya pada Reinkarnasi?]
Dampak pergeseran kutub pada reinkarnasi akanlah sama seperti siklus hidup yang normal. Banyak manusia yang mati muda di masa lalu. 
Di hari-hari manusia gua, hidup mereka lebih pendek. Maka hal ini umum terjadi dalam spesies Anda. 
Memang akan ada banyak kematian, yang membuat banyak orang merasa sangat ngeri. Namun, saat ini, mayoritas manusia--nyatanya sekitar empat per lima-nya--tak memiliki jiwa yang bereinkarnasi namun dapat memijarkan jiwa-jiwa baru. Hal ini terjadi akibat ledakan penduduk.

Reinkarnasi di dunia-dunia baru tak terjadi hanya karena setiap kehidupan cerdas memiliki segudang kemungkinan ini. Kami menyebutnya (yang tak memiliki jiwa yang bereinkarnasi) jiwa-jiwa yang dibatalkan (aborted). 
Ini bukan keputusan dari pihak kesatuan administratif, melainkan terjadi begitu saja. Tak ada yang memijarkan jiwa (yang dibatalkan) itu. Tak ada yang memijarkan jiwa pada burung kakatua ataupun anjing. 
Jika terdapat kehidupan yang penuh kebermalas-malasan, atau yang tanpa tantangan, maka seringkali jiwa itu akan sirna saat matinya dan bukannya tetap ada untuk bereinkarnasi, yang lalu tumbuh dan berkembang-biak.
Maka pergeseran kutub akan menghasilkan cukup banyak jiwa yang yang tiba-tiba mencari reinkarnasi. Namun, karena ini adalah (masa) Transformasi, mereka akan dikumpulkan.
Jika mereka belum bisa memutuskan apakah akan Mengabdi-Ego atau Mengabdi-Kebaikan, lalu dikirim ke sebuah dunia air untuk direinkarnasi menjadi suatu jenis gurita untuk melanjutkan pelajaran-pelajaran mereka. 
Mereka yang Mengabdi-Kebaikan akan bereinkarnasi menjadi hominoid yang lebih cerdas di Bumi. [Baca juga: Alam Lebih Tinggi]
Sedangkan mereka yang Mengabdi-Ego dan telah kukuh memutuskan orientasi ini, akan dikirim ke dunia-dunia yang berbeda, terkadang dalam bentuk manusia, untuk menjalani apa yang kami sebut sebaga kehidupan yang sangat tak menyenangkan di kalangan mereka sendiri." [Baca juga: Sifat Kehidupan di Alam Pengabdi-Ego]
KALI YUGA
Terjemahan bebas ZetaTalk: Hindu Yugas, Note: written Jul 15, 1996.

"Dimana Transformasi Bumi akan mencakup seluruh populasi dan bahkan kepadatan fisik mayoritas Bumi dan mataharinya, telah terjadi panen-panen jiwa sebagian di masa lalu. 
Panen-panen jiwa ini melibatkan penguraian/pemisahan entitas-entitas yang telah matang ke orientasi Mengabdi-Ego atau Mengabdi-Kebaikan, sementara meninggalkan sisa mayoritasnya untuk melanjutkan kecondongan orientasi mereka di dunia berkepadatan ke-3. 
Panen-panen ini terjadi dalam apa yang bisa disebut periode-periode siklik, yaitu rangka-rangka waktu yang telah ditetapkan, oleh karena ada begitu banyak pekerjaan yang terlibat dalam pengevaluasian dan pengaturan transfer (perpindahan) jiwa.  
Panen-panen jiwa individu juga terjadi jika si individu telah melakukan Panggilan dalam hal ini dan siap dipanen. Umat Hindu, yang terhubung mendalam dengan hal-hal spiritual, menyadari panen-panen periodik ini karena menyadari adanya reinkarnasi dan pelajaran-pelajaran yang terentang dalam masa-masa hidup.
Karena mayoritas yang ditransfer dalam setiap panen jiwa adalah entitas-entitas yang telah menentukan untuk Mengabdi-Kebaikan, mereka yang tertinggal adalah orang-orang yang akan mengalami transfer yang terburuk. 
Maka, umat Hindu memandang jaman-jaman Yuga sebagai siklus yang mengarah ke degradasi (moral) yang semakin parah. Bagaimanapun, keseimbangan dijaga, karena pengaruh-pengaruh mengganggu dari mereka yang sangat kokoh Mengabdi-Ego telah dibuang. 
Setelah suatu panen jiwa, hal-hal sepertinya menjadi lebih tenang dimana-mana, bentrok-bentrok antar entitas yang berupaya mendominasi dan para entitas yang memperjuangkan kebebasan akan pergi meninggalkan tempa itu untuk sementara waktu. 
Umat Hindu salah paham tentang event-event signifikan, yaitu dengan mencampuradukkan antara awal persiapan-persiapan tertentu untuk Transformasi, dengan, misalnya, aktifitas rutin panen-panen tanaman pangan. Umat Hindu hanya punya pengetahuan yang sedikit saja tentang tanggal-tanggal panen, dan pemahaman yang sedikit saja tentang hasil siklus panen jiwa, mengaitkannya dengan pemusnahan pada akhirnya pada entitas-entitas yang belum memutuskan orientasi mereka pada suatu titik waktu tertentu. Namun tak ada pembinasaan entitas semacam itu di dunia berkepadatan ke-3, tak peduli betapapun lamanya entias itu menunda-nunda (pertumbuhan jiwanya).
TRANSFORMASI TERSAMAR
Terjemahan bebas ZetaTalk: Understated, Note: written during the Nov 30, 2002 Live ZetaTalk IRC Session.

Transformasi berjalan dengan cepat, namun disamarkan karena beberapa alasan.

Jika pilihan-pilihan dibuat berdasarkan orientasi,  maka fokusnya kemudian bukanlah tindakan maupun perubahan sesungguhnya, melainkan sekedar gaya. Seberapa sering Anda mendengar orang berkata bahwa ia Mengabdi-Kebaikan, atau telah memutuskan untuk Mengabdi-Kebaikan. 
(Dengan demikian) Ini bukanlah pilihan sadar, namun karakteristik-karakteristiknya cukup jelas jika dituliskan, maka gaya-gayaan dapat terjadi. Maka dianggap lebih baik melakukan tindakan-tindakan Transformasi tanpa terlihat orang-orang, di bawah cakrawala, agar manusia dapat bertindak sesuai orientasi sejati mereka.
Umpan dan peralihan orientasi masuk dalam rencana hingga tingkatan tinggi, di kalangan  para alien Pengabdi-Kebaikan yang akan menggagalkan langkah awal Para alien Pengabdi-Ego. 
Jika mereka (para alien Pengabdi-Ego) mengira mereka telah memenangkan sebuah negara, sebuah kota, sebuah grup politik, maka mereka akan merasa tenang dan tertawa-tawa meremehkan. Di balik layar, hal itu terjadi sebaliknya. 
Demikian pula, bisa jadi akan ada perkelahian palsu dimana tak ada pertempuran semacam itu yang terjadi. Situasi ini menarik para alien Pengabdi-Ego ke arah itu, menjauh dari tempat dimana ada pertempuran yang sesungguhnya. 
Maka, apa yang ada di permukaan, di pandangan mata telanjang orang-orang, tidak menunjukkan keadaan situasi yang sebenarnya. 
Cukuplah dikatakan bahwa Transformasi tak hanya terjadi dengan cepat, namun terjadi lebih baik dari yang telah diantisipasi, di sini, di planet Bumi!

SIAPA YANG PERLU DIHINDARI
Terjemahan bebas ZetaTalk: Avoided, Note: written Jan15, 2002

Kami sarankan agar masyarakat tidak mengganduli para penguasa, apapun tawaran yang mereka berikan, ketika pergeseran kutub mendekat. 

Kami beri tahu bahwa para elit memberi tawaran pekerjaan, kepada para penganggur sekarang ini, dengan rencana untuk memperbudak orang-orang yang menerima tawaran itu.  
Kami beri tahukan bahwa pindah ke atau tetap berada di basis-basis militer, atau kota-kota dengan begitu banyak pekerja pemerintah, harus dihindari.  
Kami beri tahu bahwa ada tempat-tempat tertentu di (misalnya) AS dimana pemerintahan kelanjutan akan dibentuk. 
Di luar faktor-faktor nyata ini, apa lagi tanda-tandanya bahwa para penguasa tengah membuat jebakan?
  • Ketika bencana-bencana menimpa, adalah normal bagi para relawan bencana untuk memberi bantuan. Ini dalam bentuk mengungsikan para korban, keluar dari bahaya, ke sekolah-sekolah atau gereja-gereja dimana tersedia selimut dan makanan. Mungkin akan ada tenda-tenda untuk tempat tinggal sementara. 
Namun menuju ke pergeseran kutub, bantuan dari relawan bencana akan berubah bentuk. Mereka akan menyarankan untuk mengungsikan orang-orang dari tempat tinggal ke kota-kota atau barak-barak yang telah dipersiapkan bagi mereka. Perubahan inilah yang seharusnya menaikkan kecurigaan.
  • Lalu, perhatikan pergerakan para elit, dimanakah mereka membeli tanah serta membangun tempat-tempat tinggal. Hal ini tak terlalu rahasia, karena penduduk setempat dapat memperhatikan. 
Dan jika mereka pindah ke lokasi Anda, Anda sebaiknya pindah. Mereka tak akan menjadi tetangga yang baik, merekapun tak akan merubah cara-cara mereka dan tak akan mulai peduli pada orang-orang lain ketika tiba masa-masa yang sangat sulit.
  • Faktor ketiga adalah lokasi yang menyenangkan. Meskipun pesisir-pesisir pantai dan gunung-gunung berbahaya (sekarang ini), tempat-tempat itu menyenangkan untuk ditinggali. Para elit benci kalau harus pindah ke lokasi-lokasi teraman, jauh dari kota-kota besar maupun pantai, dan akan berupaya mencari kompromi (dengan faktor-faktor keselamatan - pen.). 
Maka, Anda akan lihat mereka itu tak pindah ke tempat-tempat suram, di wilayah-wilayah terpencil, di antara sapi-sapi dan para petani. Maka, tempat-tempat itu relatif aman bagi Anda! 
Di dalam sebuah kota kecil atau kota besar, para Pengabdi-Ego akan terus memanfaatkan orang lain, sebagaimana sekarang ini. Karena itulah kami sarankan untuk tidak berada di kota, karena permainan ini akan terjadi untuk beberapa lama hingga para Pengabdi-Ego itu temui diri mereka sial, dan pada saat bersamaan Pengabdi-Kebaikan juga tak selamat. 
Maka, pendekatan terbaik adalah pindah ke daerah-daerah terpencil, dimana para Pengabdi-Ego kecil sekali kemungkinannya akan ke sana karena tak ada yang bisa diambil. Para Pengabdi-Ego lebih suka, pertama-tama, kantong-katong pengungsian orang kaya, lalu kota-kota dimana ada banyak keluarga dan toko-toko untuk dijarah, dan barulah yang paling sedikit kemungkinannya, area-area terpencil, terutama karena perjalanan harus dengan berjalan kaki. 
Mereka yang terjebak di kota-kota bersama dengan para Pengabdi-Ego, sebaiknya bersikap low profile, dan kemudian bersekutu dengan para Pengabadi-Kebaikan untuk memancing dan menggunakan strategi berpura-pura pindah orientasi spiritual (menjadi Pengabdi-Ego--pen.). 
Maksud kami di sini adalah untuk menjebak para orang Pengabdi-Ego, dengan membuat mereka percaya bahwa orang-orang yang terjebak itu akan menyerang para Pengabdi-Kebaikan untuk menjarah dan mempermainkan. Namun, yang akan terjadi nanti sebaliknya, malahan para orang Pengabdi-Ego itulah yang akan terjebak di bawah tanah tanpa jalan keluar.  
Tolong camkan bahwa menjebak seorang penjarah, yang tak berniat memberi pelayanan yang baik, serta berencana memberi apa yang ia tadinya niatkan kepada Anda, bukanlah tindakan kejam, melainkan keadilan Karma.