Pergeseran Kutub: Apa Itu? (Updated)

[Artikel ini terakhir diedit dan mendapat update pada 22 Feb. 2015.]

Yang dimaksud dengan Pergeseran Kutub di sini adalah pergeseran Kutub Utara Bumi sejauh 90 derajat.
Untuk lebih jelasnya lagi, di sini yang bergeser adalah lempeng-lempeng tektonik (kerak-kerak) bumi--bukan posisi kutub utara/selatan magnetiknya--akibat tarikan magnetik Planet X/Nibiru. Dengan kata lain, yang akan terjadi adalah pergeseran pada kutub-kutub geografis---bukan magnetik---Bumi.
Tak ada pembalikan kutub utara magnetik menjadi kutub selatan magnetik. Karena, kutub utara magnetik bumi akan selalu berusaha menyelaraskan diri dengan gaya magnet matahari.
Interaksi Magnetik Planet X dan Bumi Menggerakkan Kerak Bumi
Penjelasan mengenai interaksi magnetik Planet X dan Bumi yang menyebabkan pergeseran kerak bumi (lempeng-lempeng tektonik) dapat dibaca di: ZetaTalk: Pergeseran Kutub.
Bukti-bukti pergerakan lempeng yang drastis (bukan hanya beberapa milimeter atau sentimeter per tahun) sudah menggunung, dengan penyimpangan-penyimpangan dari apa yang normalnya diketahui manusia, dan mulai dicatat para ilmuwan baru beberapa tahun terakhir ini.
Gambaran lengkap tentang event Pergeseran Kutub di sini adalah berdasarkan Vision Nancy.
Yaitu, penampakan yang diterima oleh Nancy pada 1995 tentang garis besar pergerakan-pergerakan lempeng dunia saat Pergeseran Kutub. Event-event itu mulai digelar sesuai prediksi, dari waktu ke waktu, dengan bukti-bukti tersebar di seluruh pusat data geologis dunia.  
Siklus 3600an Tahun
Pergeseran Kutub ini pernah terjadi sebelumnya secara berkala di bumi, setiap kurang lebih 3657 tahun, dengan bukti-bukti geologis tersebar di seluruh penjuru dunia. Baca: Siklus 3600 Tahun Itu Kini Kembali

Jam Pergeseran Kutub dan Sifat-Sifat Pergeseran Kutub
Untuk garis besar seperti apa yang akan manusia alami saat Pergeseran Kutub dapat dibaca di Jam Pergeseran Kutub.
Penjelasan lebih detil tentang proses-proses pergeseran kutub itu sendiri dapat dilihat dalam Index Sifat Pergeseran Kutub.
Peta Bumi Baru
Ketika Kutub Utara sekarang bergeser 90 derajat nanti, otomatis akan ada wilayah baru yang menjadi kutub utara baru, serta wilayah baru untuk kutub selatan baru. Maka, terbentuklah peta bumi baru, seperti yang pernah terjadi sebelumnya, ketika bumi masih menjadi Pangaea.

Telah diprediksi oleh para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan bahwa Tonjolan Brazil akan menjadi kutub utara baru dan India kutub selatan baru.

Kutub Utara dan Kutub Selatan Baru, ZetaTalk

Kutub Utara baru.

Kalau sisa-sisa India akan menjadi Kutub Selatan baru, dimanakah Indonesia nantinya? 
Jika Indonesia bergeser 90 derajat, maka wilayah logis adalah di lingkar Kutub Selatan atau di sekitar Kutub Selatan. Lihat Video Animasinya
Di jaman dahulu, Siberia beriklim tropis sebelum mendadak beriklim beku sekarang ini. Baca: Siklus 3600 Tahun Itu Kini Kembali
Kutub Selatan Baru.

Berikut perkiraan peta dunia baru nantinya menurut perhitungan-perhitungan para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan (ZetaTalk).

Image from ZetaTalk: Scripted Drama
Peta di atas yang diperbesar ini dapat digunting lalu direkatkan sesuai pola di atas menjadi bola bumi yang menunjukkan geografi Bumi yang baru.

Proses Pergeseran Kutub
Pergeseran (kerak) kutub, atau Kiamat, tak terjadi dalam sekejap, namun berproses sesuai hukum-hukum pergerakan alam. Ini telah dimulai secara lambat sejak Planet X/Nibiru masih belum memasuki tata surya kita, yang membuat kutub-kutub magnetik bumi mulai bergeser kesana-kemari sedikit saja. Barulah pada Tahun 2003, gejolak-gejolak alam ekstrim, boleh dibilang, menambah akselerasinya, yaitu ketika Planet X mulai masuk ke tata surya dalam kita

Jadi proses menuju pergeseran kutub sebenarnya adalah sebagai berikut:

Pada mulanya, terjadi event-event berikut yang telah terjadi selama sekitar satu dekade terakhir ini, terhitung dari pertambahan akselerasinya, di Tahun 2003
  • Ekor komet raksasa (Planet X/Nibiru) menyapu bumi dengan kandungannya: debu merah dan puing-puing antariksa (hujan asteroid/meteor). Ini memberi peringatan bahwa pergeseran sudah dekat. [Baca: Laporan Peningkatan Drastis Hujan Meteor] 
  • Magnetik Planet X yang mencengkeram erat bumi menghentikan rotasi ORBIT bumi (25 Des. 2003 - artikel menyusul) untuk beberapa saat. Nantinya, ROTASI bumi berhenti akan membuat siang/malam yang panjang), ketika Planet X kembali untuk kedua kalinya lalu pergi lagi untuk meninggalkan bumi setelah 2012 (namun tak diketahui dengan pasti tahun atau waktu kapannya), sehingga akan terus mengganggu stabilitas lempeng-lempeng tektonik (kerak-kerak) bumi, yang terus mengacaukan kompas, memicu tanah longsor, amblong (sinkhole), gempa-gempa global dan aktifnya gunung-gunung berapi, termasuk yang sudah ribuan tahun tertidur.  
  • Kekacauan magnetik bumi dan gejolak-gejolak alam terus terjadi; 
  • Petir/Kilat raksasa menyambar di atmosfer atas, sebagai akibat dari ekor Planet X yang bermuatan listrik tinggi; 
  • Angin-angin kencang berkekuatan badai, gelombang-gelombang laut pasang tinggi, pusaran-pusaran air di laut, sungai, maupun danau terjadi, sebagai akibat keterhuyungan bumi. 
  • Zat-zat petrokimia (dari ekor Planet X) terbentuk di langit, berinteraksi dengan atmosfer yang telah bermuatan listrik (dari ekor Planet X), menghujani bumi dalam bentuk badai-badai/lembaran api, terutama di zona gunung meletus. Tempat paling aman adalah di dalam parit dangkal bertutup lembaran metal tebal atau gua yang aman.
Itu baru sebagian dari dampak-dampaknya. Dan semuanya di luar musim--cuaca ekstrim--maupun di luar apa-apa yang normalnya terjadi, karena menimpa seluruh dunia. Prosesnya akan semakin meningkat intensitasnya dan, akhirnya, meliputi seluruh wilayah bumi. 

EVENT PUNCAK: PERGESERAN KUTUB 
Kemudian datang event puncak: ketika posisi Planet X tepat berada di antara matahari dan bumi. Tak ada yang tahu pasti kapan terjadinya.
  • Proses pergeseran kerak bumi 90 derajat mulai terjadi. Penyebabnya? 
Magnetisme bumi yang selalu ingin selaras dengan magnetisme matahari menjadi semakin terganggu, karena mau tak mau harus selaras dengan magnetisme Planet X yang menutupi matahari. 
Event tarik-menarik magnetik ini sudah lama terjadi. Namun kali ini berbeda, karena posisi Planet X telah menghalangi matahari, sehingga kekacauan magnetik bumi mencapai puncaknya. Kerak-kerak (lempeng-lempeng tektonik) bumi berlepasan dari inti bumi, terputar 90 derajat, mencari tempat-tempat baru untuk kemudian tersambung lagi oleh magma inti bumi yang berangsur-angsur stabil ketika Planet X meninggalkan posisinya di antara matahari dan bumi. Ia kembali melanjutkan perjalanannya untuk menyelesaikan siklusnya mengelilingi kedua mataharinya. Berapa lama proses puncak ini terjadi? Baca Waktunya Sang Garuda (menyusul).