Pasca Pergeseran Kutub: Panggilan

Kalau, selama berada di Bumi Densitas ke-3 sekarang, manusia melakukan Panggilan (yang merupakan proses/hukum alam) ke Alam Densitas ke-4, sebagaimana Hukum Alam, lalu bagaimana Panggilan itu diatur ketika para survivor manusia telah tinggal berdampingan (bertatap muka) dengan para Hibrida dan Tamu (alien dari alam-alam lebih tinggi dari alam bumi), di lingkungan pasca pergeseran kutub nanti?
Sebagaimana yang pernah dijelaskan, para survivor manusia itu terdiri dari orang-orang dengan berbagai orientasi spiritual: Pengabdi-Ego, Pengabdi-Kebaikan dan Belum/Tidak Memutuskan). Dan ada dari para survivor itu yang telah atau baru beroperasi dalam spiritualitas Densitas ke-4. Sedangkan para Tamu telah beroperasi dalaam spiritualitas Densitas ke-4 atau lebih tinggi lagi, dan dari kalangan Pengabdi-Ego maupun Pengabdi-Kebaikan.  
(Cat: Bagi pembaca yang belum memahami apa itu Panggilan yang banyak disebut di laman ini, silahkan baca: Tentang Panggilan Ke Alam Gaib.)
Berikut penjelasan para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan.

Terjemahan bebas ZetaTalk: Aftertime Calls

100 tahun setelah pergeseran kutub adalah sebuah masa transisi bagi Planet Bumi, dimana planet ini tidak sepenuhnya terbagi menjadi grup-grup Pengabdi-Kebaikan dan grup-grup Pengabdi-Ego yang dipisahkan oleh peraturan-peraturan yang mengatur grup-grup spiritual Densitas ke-4.
Namun akan ada kantong-kantong wilayah, bahkan seluruh negara atau benua, yang sedang beroperasi dalam orientasi spiritual ini, serta dikarantina dari interaksi dengan yang lainnya di Alam Densitas ke-4 dari orientasi spiritual lainnya.
Seperti yang pernah kami jelaskan di bagian Rules di Zetatalk, para tamu (alien dari alam Densitas lebih tinggi dari bumi--pen.) yang beroperasi Mengabdi-Kebaikan atau orientasi Mengabdi-Ego, disyaratkan untuk membuat kesepakatan Keterlibatan untuk dapat saling berinteraksi.
Keterlibatan-Keterlibatan ini diawasi oleh Dewan Alam Semesta Ini, dan berjalan di dalam peraturan-peraturan sedemikian rupa sehingga chaos tidak dapat berkuasa. Kecuali ada Keterlibatan-Keterlibatan, (pihak-pihak berbeda) orientasi spiritual tidak dapat berinteraksi.   
Meskipun demikian, di alam densitas ke-3, yang pada utamanya terdiri dari para entitas yang belum/tidak dapat memutuskan orientasi spiritual mereka yang belum/tidak sepenuhnya condong ke orientasi spiritual manapun, semuanya berinteraksi tanpa Keterlibatan-Keterlibatan.

Panggilan, yang merupakan suatu jenis Keterlibatan antara entitas yang belum/tidak dapat memutuskan itu dengan tamu (alien dari alam lebih tinggi dari bumi--pen.), juga dikontrol oleh peraturan-peraturan, sedemikian rupa sehingga si tamu tidak dapat melakukan begitu saja keinginan mereka pada si entitas yang tidak matang.
Dengan demikian, para tamu yang Mengabdi-Ego tidak diperkenankan menyerang, menjajah, memakan, atau apapun itu melaksakan niat mereka pada manusia-manusia yang melakukan Panggilan terhadap mereka. Sifat Panggilan itu semata-mata konferensi (konsultasi--pen.).
Dalam situasi yang telah kami gambarkan itu, dimana komunitas-komunitas Pengabdi-Kebaikan terbentuk setelah pergeseran kutub, dan digabungi oleh para Hibrida atau para tamu dari banyak alam lain, peraturan-peraturan apa yang berlaku nantinya?
Hal ini sesungguhnya lebih rumit dari pada situasi-situasi di Bumi sekarang ini, dimana banyak Anak Bintang diinkarnasi dengan ruh-ruh yang telah berkembang dari alam Densitas ke-4 atau lebih tinggi lagi, namun mereka semua hidup di antara manusia dalam masyarakat manusia.
Apabila seorang Anak Bintang melakukan panggilan, yang terjadi bahkan di alam-alam densitas lebih tinggi, hal ini diatur dengan Peraturan-Peraturan Keterlibatan di kalangan para tamu, karena sebagai tamulah mereka itu.
Apabila seorang manusia dalam sebuah grup melakukan Panggilan pada para tamu Pengabdi-Ego, maka harus ada kehati-hatian besar untuk memastikan bahwa para tamu Pengabdi-Ego maupun Pengabdi-Kebaikan yang merespon Panggilan dari individu manusia ini tidak memanfaatkan si manusia untuk suatu jenis Keterlibatan di antara mereka sendiri. 
Cukuplah dikatakan bahwa jika para tamu tidak hati-hati tentang masalah-masalah ini, maka mereka akan langsung 'diambil' dari lingkungan itu, diusir, maka harus ada kehati-hatian besar dan para manusia tidak dimanfaatkan sebagai suatu jenis kepanjangan tangan dalam Keterlibatan (antaralien--pen.).  
Dalam komunitas-komunitas Pengabdi-Kebaikan di masa mendatang, setelah pergeseran kutub, kalau para Hibrida dan para tamu dari dunia-dunia lain dan para manusia berhati baik akan hidup berdampingan, situasi ini pada utamanya akan menjadi rumit.
[Seubah contoh situasi] Seorang manusia dalam setting ini melakukan Panggilan pada tamu Pengabdi-Kebaikan, lalu seorang tetangga datang untuk mengajak mengobrol!
Jika ada entitas tidak/belum matang berada di antara mereka, mungkin seorang anak kecil yang bergantung pada orangtuanya, lalu melakukan Panggilan kepada tamu Pengabdi-Ego, maka situasi ini akan diperlakukan sebagai yang telah tersebut di atas, dengan kehati-hatian untuk tidak melewati batasan-batasan.
Si anak akan dibawa keluar dari komunitas itu, dengan cara yang sama, untuk mengadakan konferensi (dengan si tamu Pengabdi-Ego). Jika si anak bertahan dengan kecondongannya ke Mengabdi-Ego, maka ia akan didorong untuk keluar dari komunitas itu di saat usia dewasanya mendekat. 
Situasi-situasi semacam itu tidak diharapkan untuk muncul, akibat adanya polarisasi yang terus berjalan sekarang ini. 
Hal itu juga mungkin terjadi pada manusia Pengabdi-Kebaikan yang mendapati diri mereka dalam lingkungan dengan orientasi spiritual yang membaur setelah pergeseran kutub. Ini sudah pastinya tidak berbeda dengan gilasan sehari-hari yang dialami para individu Pengabdi-Kebaikan sekarang ini, dalam masyarakat dengan orientasi spiritual membaur.
Dengan demikian, hal ini akan semakin sering terpilah-pilah sehingga para survivor manusia sedang berbicara dengan para tetangga mereka, bukan para tamu, yang merupakan peraturan di masyarakat-masyarakat spiritual Densitas ke-4.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com