Pasca Pergeseran Kutub: Kesempatan Emas Bagi Pengabdi-Kebaikan

Kondisi setelah pergeseran kutub tak semata-mata kedukaan dan kesuraman, tapi juga bisa membawa kesempatan-kesempatan emas, yaitu yang jauh lebih baik dari pada peradaban yang kita tinggali sekarang ini. Meskipun demikian, kesempatan-kesempatan emas itu hanyalah bagi mereka yang mau Mengabdi-Kebaikan yang dimaksud di sini.
Pelayanan dan Kekuatan Tersembunyi [ZetaTalk: Survivors, Note: written prior to July 15, 1995]
"Apa yang berbeda adalah bahwa bantuan yang diantisipasi dari negara-negara kaya atau dari pemerintah sendiri tak akan tersedia. Bagi kebanyakan orang di bumi, hal ini tak akan membuat terguncang, tapi justru yang membuat terguncang adalah ketika mereka mendapat bantuan. Bagi negara-negara industri yang kaya, kurangnya bantuan akan menjadi keguncangan. Namun sebagian individu telah belajar untuk lebih mengandalkan diri sendiri dan bekerja secara komunal dengan orang-orang lain. 
Ada pelajaran-pelajaran yang diajarkan oleh hidup dalam hal apapun, dan tak eksklusif oleh bencana-bencana dahsyat. Bencana-bencana dahsyat menawarkan sebuah kesempatan, sebagaimana hidup pada umumnya, yaitu untuk melayani. Ini adalah masa-masa kesempatan besar, untuk benar-benar melayani. Ini adalah masa-masa ketika orang dapat tumbuh, dan menemukan kekuatan di dalam dirinya sendiri yang sebelumnya tak diketahuinya.  
Penggelaran Peradaban Masa Depan  [ZetaTalk: Great OpportunitiesNote: written by Jul 15, 1995]
"Bagaimana peradaban masa depan itu akan tergelar akan tergantung pada kehendak bebas dan motivasi orang-orang yang dapat membimbing perkembangannya. 
Tidaklah adil bagi orang-orang yang berada dalam posisi untuk mempengaruhi untuk berspekulasi. Gambaran ini akan dilukiskan oleh para seniman.
  • Masa setelah bencana-bencana alam dahsyat, yang disebut Aftertime, akan menjadi masa dengan kesempatan hebat. Dimana seluruh fondasi di masa lalu akan telah hancur lebur, dan semuanya harus dibangun kembali, akan ada kesempatan yang hampir tak terbatas.  
  • Sifat kreatif akan membuat masa-masa semacam itu terasa nikmat.  
  • Orang-orang yang gagah berani akan menemukan timbal balik yang melimpah atas upaya-upaya mereka. 
Masa itu akan menjadi masa ketika kapasitas-kapasitas setiap orang akan dapat terentang hingga mencapai batas-batas (tertinggi)nya, dan para entitas dapat mempelajari kekuatan-kekuatan serta bakat-bakat yang belum pernah mereka bayangkan. 

Kemungkinan Yang Tak Terbatas
Ketika dunia hancur berantakan menjadi ground zero, dimana orang-orang harus mulai lagi dari awal untuk membangun kembali peradaban dari puing-puing, akankah orang langsung meneruskan hidup seadanya?
Ini memang terjadi di saat-saat awal dan beberapa lama setelah bencana alam dahsyat berlalu. Namun sudah menjadi sifat manusia yang tangguh untuk lambat-laun meningkatkan diri begitu ia mulai terbiasa dengan lingkungan barunya itu, yang benar-benar berbeda dengan peradaban yang sekarang ini.
Maka, inilah masanya. Manusia diberi kesempatan-kesempatan luas oleh alam untuk membangun kembali peradaban sesuai keinginannya dalam grup yang ia merasa nyaman menjadi bagian. Karena tak ada lagi hutang yang mengejar-ngejar ataupun status artifisial yang harus dipertahankan (kecuali di kalangan para Pengabdi-Ego), yang sering kali membuat lelah orang-orang yang condong Mengabdi-Kebaikan. Maka, inilah, sekali lagi, momennya, sesuai yang diinginkkan oleh Alam.

Apa yang disebut sebagai kesempatan hebat itu di antaranya adalah bahwa sebagian orang temui diri mereka mampu memotivasi orang lain padahal sebelumnya mereka tak pernah melakukannya. Dan mereka ini biasanya adalah orang-orang yang terbiasa hidup di, katakanlah, bawah tumpukan masyarakat. [Baca: Masa Penyetaraan Hebat].

Ada mereka yang pada dasarnya gagah berani tapi tidak sadar akan sifat mereka itu ternyata mendapati diri mereka tengah menolong orang-orang bersama-sama mereka yang telah menyadari keberanian mereka. Sebagian lainnya lagi temui diri mereka ternyata memiliki daya kreatif yang luar biasa ketika menemui tantangan untuk membuat perangkat kebutuhan hidup dari barang-barang bekas. Demikian juga dengan keahlian menyembuhkan orang yang sakit fisik dalam keadaan darurat, kemampuan mengolah masakan menjadi enak dari bahan-bahan seadanya, kemampuan mengelola tim secara demokratis. Kemungkinannya tak terbatas.