Grup Survival: Contoh-Contoh Kemungkinan Skenario

Baca juga: 

Menghadapi Para Pengabdi-Ego


Berikut para alien Zeta menjelaskan kemungkinan-kemungkinan pola bertahan pada grup-grup survival sesuai jenisnya pasca bencana-bencana alam dahsyat, dan utamanya Pasca Pergeseran Kutub.

Terjemahan bebas ZetaTalk: Survival Groups, Note: added during the Dec 7, 2002 Live ZetaTalk IRC Session.

Grup-grup survival akan terdiri dari berbagai orang yang berbeda, tidak lama setelah pergeseran kutub dan dalam jangka panjang. Akan kami jelaskan melalui beberapa contohnya, karena variasinya yang mungkin tidaklah terbatas, namun ada suatu pola yang dapat diprediksi yang sering kali berulang.

Contoh 1
Sebuah keluarga, dengan teman-teman dekat, dan para anggota keluarga besar yang telah bertahun-tahun membahas nubuat-nubuat dan memperhatikan perubahan-perubahan bumi. Mereka serius, berencana hingga sejauh yang memungkinkan untuk mengikuti petunjuk buku-buku saku sekaligus kewajiban-kewajiban (sehari-hari), sehingga memiliki sebuah lokasi aman, menyisihkan perbekalan, dan membuat rencana escape. Lalu Minggu Terhentinya Rotasi Bumi pun tiba, dan banyak orang dari grup itu telah berada di lokasi sembunyi, sementara yang lainnya sedang dalam perjalanan.
Maka, beberapa skenario berikut dapat terjadi, tergantung pada lokasi, para tetangga, dan kepribadian-kepribadian orang-orang yang terlibat. 
  • Grup ini mungkin kompatible dan terisolir, dan hidup sendiri selama berbulan-bulan sebelum mengambil resiko untuk bertemu orang-orang lain.
  • Grup ini mungkin akan mengalami perseteruan di kalangan mereka. Beberapa anggotanya menjadi bersifat bermusuhan dan menuntut, tidak mampu hidup dalam batasan-batasan yang telah dipahami bersama. Hal ini dapat mengakibatkan dikeluarkannya anggota itu, sehingga si anggota kembali bersama orang-orang lain untuk menjarah dan membalas dendam. Ini dapat mengakibatkan permusuhan yang berkelanjutan dalam grup itu, membuat hidup tidak menyenangkan serta menciptakan stress dan penyakit.
  • Grup ini mungkin terisolir, dan mendapati tetangga-tetangga yang datang dengan menadahkan tangan, kelaparan atau menuntut. Ini mungkin akan menghasilkan pembagian makanan kepada semua orang, menciptakan kelaparan dalam grup itu atau perdebatan-perdebatan. Kemungkinan lain adalah terbentuknya komunitas yang lebih besar dan kompatibel dengan para tetangga, yang semuanya berbagi sumber-sumber daya dan ide-ide. 
  • Grup ini mungkin telah dikenal khalayak umum, tidak dijaga kerahasiaannya sebagaimana rencana semula, dan telah terorganisir, tapi dijarah oleh, misalnya, Militer AS atau pemerintah lokal, yang mencari-cari suplai-suplai yang ditimbun. Situasi ini akan menempatkan grup itu dalam posisi yang sama dengan orang-orang yang tidak memiliki rencana sama sekali--berjalan kaki, tanpa perbekalan, dan mungkin tanpa ada wilayah untuk ditinggali. 
Contoh 2
Sebuah keluarga tidak memliki kesempatan untuk membuat rencana maupun mengumpulkan perbekalan, namun telah mempersiapkan diri untuk meloloskan diri ke wilayah aman, keluar dari kota.
Keluarga itu dapati, setelahnya, diri mereka memiliki tak lebih dari beberapa botol air dan makanan kaleng, sebuah baju hangat, dan beberapa peralatan manual dalam ransel. Mereka berkeliaran ke wilayah pedesaan, lalu menemukan sebuah keluarga petani, lalu semuanya mulai mengerjakan tujuan-tujuan dan tugas-tugas mutual.  
Mereka digabungi oleh orang-orang lain, yang juga berjalan kaki dan terdampar. Sedangkan mereka yang tidak compatible akan pergi. Mereka yang compatible akan menyesuaikan diri, sehingga komunitas itu tumbuh. Pertanian itu terisolir, oleh alam, sehingga tidak begitu banyak orang yang tiba, dan proses penyortiran berjalan tanpa ada rasa kewalahan (di antara orang-orang itu--pen.).    
Contoh 3
Sebuah komunitas berukuran sedang, yang melihat perubahan-perubahan bumi dan mendengar prediksi-prediksi, memutuskan untuk mengadakan pertemuan-pertemuan komunitas, di balai kota, dan melakukan rencana.
Sang walikota dihormati, serta melakukan yang terbaik. Komunitasnya terdiri dari banyak grup dan warganegara yang berorientasi komunitas. Dan diskusi-diskusi serius diadakan untuk menangani masalah-masalah. Mereka memasukkan air bersih dalam botol-botol, mengomandani makanan dan perbekalan dari toko-toko lokal, menilai kebutuhan-kebutuhan individu dan keluarga, serta mencoba yang terbaik untuk berfunsi sebagai komunitas yang teratur. 
Lalu pergeseran kutub menimpa. Rumah-rumah diterbangkan dari fondasinya. Dimana-mana orang-orang terluka jauh di luar apa yang dapat ditangani oleh para personil medis terlatih. Banyak terjadi serangan jantung dan stroke--mimpi buruk kalangan medis. Mereka yang seharusnya bertanggung jawab pada utamanya tidak dapat ditemukan, sudah berkeliaran di tempat lain atau terduduk di tempat gelap, kewalahan, menjadi gila, atau gagal menepati janji-janji mereka (situasi manusia yang sering terjadi).  
Makanan di gudang-gudang kedapatan hilang, dijarah oleh mereka yang tahu tempat itu dan panik, memikirkan diri mereka sendiri. 
Mereka yang berupaya memenuhi kebutuhan-kebutuhan komunitas dan mengikuti alur rencana-rencana yang telah dibuat menjadi kehabisan tenaga, tersandung-sandung kelelahan, lalu akhinya tertidur saja atau jatuh sakit dalam upaya mereka.
Kemudian perkelahian-perkelahian pecah di kalangan orang-orang yang menuntut, yang mungkin telah memiliki peran untuk dimainkan namun melupakannya, kembali ke kepribadian-kepribadian sejati mereka, ketika kehidupan menyenangkan di kota lenyap dan tekanan tiba. 
Beberapa pahlawan baru pun muncul, namun, sebagaimana sedikit orang yang berupaya melaksanakan rencana-rencana, mereka juga kehabisan tenaga. Karena, mayoritas orang tidak seperti mereka, melainkan kekanak-kanakan, egois, dan menuntut.
[Rencana Terbaik]
Orang-orang Pengabdi-Kebaikan adalah kaum minoritas, di seluruh dunia. Fakta ini terekspresikan ketika masa-masa penuh tekanan tiba.
Pada waktunya, keluarga-keluarga yang dikepalai oleh para individu yang Mengabdi-Kebaikan akan memindahkan diri mereka dari adegan tadi, membawa pergi diri mereka dan orang-orang yang tergantung pada mereka ke tempat lain, menjadi grup-grup kecil. 
Pada waktunya, mereka yang tidak tewas, tapi menjarah, lalu kelaparan atau ditinggalkan, akan terdiri dari orang-orang berjiwa tidak matang dengan kondisi kesehatan dan kekuatan yang bagus, yang akhirnya akan pergi berkeliaran untuk mencari masa-masa yang lebih baik.
Dengan demikian, rencana-rencana yang paling baik dibuat sering kali tidak berhasil berjalan, sedangkan pertemuan-pertemuan spontan, yang sering kali terbimbing, berjalan paling baik.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com