Survival: Jauhi Wilayah Sumber Air Panas

 Baca juga:


Hindari Sumber Air Panas dan Geyser
Terjemahan bebas ZetaTalk Chat Q&A for May 14, 2011

Tempat-tempat panas (hot spots) seperti sumber-sumber air panas atau geyser harus sepenuhnya dihindari selama pergeseran kutub nanti dan diperlakukan layaknya sebuah gunung berapi yang berpotensi meleuts.
Tempat-tempat itu mengindikasikan sebuah titik tipis pada lapisan bebatuannya, yang memungkinkan magma mencapai dekat ke permukaan.
Apakah hot spot tersebut ada di zona peregangan atau di zona subduksi, robekan yang memungkinkan magma keluar dapat terjadi.
Di zona subduksi, lapisan bebatuannya dapat terlipat ke atas titik tipis itu sehingga menciptakan buffer (tameng), namun subduksi juga dapat memaksa magma terdorong ke atas lalu keluar tanah.
Di zona peregangan, tekanan tersebut dapat menyebar ke area luas, sehingga kemungkinan tidak ada perembesan (magma) ke luar permukaan, namun, sama juga, area tipis dalam kerak bumi itu dapat robek, memungkinkan magma panas menggelegak ke permukaan. Menjauhlah hingga 100 mil (sekitar 160 km) dari area-area semacam itu, dan baru kembali setelah pergeseran kutub.

Kemungkinan Survival Dunia 
Terjemahan bebas ZetaTalk for June 11, 2011
 

Dalam menganalisa sebuah wilayah yang relatif aman selama pergeseran kutub mendatang, dan untuk kemungkinan tempat tinggal pasca pergeseran kutub, ada beberapa langkah yang harus diambil. Dalam semua peringatan untuk waspada berikut ini, tentu saja, ada pengecualian-pengecualian. 

1.  Yang pertama harus dipertimbangkan adalah apakah area itu akan laik untuk ditempati selama pergeseran kutub. India akan terbenam ke bawah gelombang laut, demikian pula Australia bagian barat. Indonesia, kecuali gunung-gunung tingginya di Borneo, akan sangat kecil sekali kemungkinannya untuk survival, sebagaimana halnya Amerika Tengah, Karibia, dan Florida.
Namun, secara teoritis, orang mungkin saja selamat dalam gelombang laut yang keras serta daratan yang menghilang, dengan tetap terapung atau berada di puncak tinggi di atas gelombang-gelombang laut. 
2. Selanjutnya adalah mempertimbangkan dimana lokasi kutub-kutub baru bumi nantinya, serta jarak lokasi aman dari sebuah kutub baru. Dengan mempertimbangkan Siberia utara, Kanada utara, Islandia, dan ujung-ujung utara Norwegia, Swedia, dan Finlandia sebagai daratan-daratan perwakilan dekat sebuah kutub, pertimbangkan apakah sebuah komunitas survival dapat melangsungkan dirinya di tempat semacam itu.
Namun akan mungkin untuk bertahan hidup di Tibet lalu bermigrasi ke arah Alaska setelah pergeseran kutub, misalnya, atau bertahan dari pergeseran kutub di Tonjolan Brazil lalu bermigrasi ke arah Khatulistiwa baru di ujung Peg. Andes.
3. Selanjutnya adalah menentukan dimana zona pembentukan gunung. Peg. andes, Pantai Barat AS dan Kanada, Kep. Aleutian, Kamchatkan di Rusia dan Jepang---semua itu akan mempertahankan subduksi dengan pembentukan gunung sebagai akibatnya.
Namun di area-area semacam itu terdapat dataran-dataran tinggi yang terdiri dari bebatuan keras yang telah bertahan dari tekanan di masa lalu yang dapat dianggap aman untuk ditempati selama pergeseran kutub. Kami juga telah menyatakan bahwa pegunungan di timur AS, Peg. Alpen, dan di timur Rusia serta Mongolia dan China tidak dalam kondisi membentuk gunung, namun berada di zona peregangan. Ini adalah zona-zona aman.
4. Lalu ada masalah zona-zona vulkanik, yang sering kali berlokasi di  area-area pembentukan gunung. Gunung-gunung berapi memlipir di Cincin Api, dan, untuk alasan yang sama bahwa pembentukan gunung dapat diekspektasi di area-area ini, erupsi vulkanik dari gunung berapi manapun yang telah mengalami erupsi dalam 10.000 tahun terakhir dapat diekspektasi.
Namun tidak semua gunung berapi akan meletus dengan sebegitu ganasnya. Gunung-gunung berapi Yellowstone atau Hawaii dimana lapisan bebatuan sedang melipat ke bawah gunung-gunung itu akan kurang eksplosif dari yang diduga.
5. Lalu ada masalah gelombang-gelombang pasang laut, yang akan menggulung ke dalam daratan di beberapa area hingga sejauh ratusan mil dengan ketinggian yang hebat. Texas akan tererosi hingga ke tebing yang curam, dan pantai timur Brazil akan kebanjiran hingga ke pegunungan di pesisirnya.
Panduan umum lokasi amannya adalah berada sejauh 100 mil (sekitar 161 km) dalam daratan dan di ketinggian 200 kaki (sekitar 61 meter) . Namun keselamatan di pesisir juga mungkin jika berada di ketinggian 600 kaki (sekitar 183 meter) serta mempertimbangkan tidal bore atau kondisi-kondisi khusus lainnya.   
6. Lalu ada masalah tanah yang panas atau meleleh, dimana subduksi di lemban-lembah sungai terjadi dengan sangat cepatnya dan begitu agresif sehingga panasnya melelehkan tanah, sebagaimana yang dicatat oleh suku Indian di Pantai Barat di jaman dahulu.
Pesisir-pesisir Mediterani bagian timur juga mencatat hal tersebut selama Eksodus (Bani Israel). namun berada di tanah yang tinggi merupakan penjagaan terhadap tanah yang panas atau meleleh, karena bebatuan hanya meleleh ketika dekat dengan titik gesekan di antara lapisan bebatuan.
7. Lalu ada masalah sumber air panas atau tempat dimana tanahnya begitu tipis sehingga magma berada dekat permukaan. Tempat-tempat ini, selama pergeseran kutub, berpotensi melepas gas-gas dan abu, yang dalam skenario terburuk setara dengan letusan vulkanik.
Hal ini kemungkinan sekali terjadi di zona subduksi seperti Pantai Barat AS, misalnya. Namun sumber-sumber air panas hanya akan menjadi area berbahaya ketika terjadi subduksi atau peregangan lempeng yang ganas, seperti di Rift Valley di Afrika. Bahaya di Peg. Alpen atau di Mongolia pada dasarnya nil.
8. Yang selanjutnya adalah kedekatan dengan sungai-sungai yang banjir, yang akan meluap ke bantaran.
Banjir-banjir semacam itu dapat menyebar ke bagian dalam benua hingga ke area-area yang luas, melelehkan tanah di bawah bangunan-bangunan, sehingga menjungkalkan bangunan-bangunan itu, membuat para survivor terapung-apung dalam laut di dalam daratan. Namun banjir interior dari sungai-sungai yang meluap hingga ke bantaran dapat dihindari jika orang berada di tanah yang tinggi jauh di atas tingkat banjir dari sungai-sungai dekat sana. 
Lipat gandakan rekor banjir terburuk sebagai panduan, dan carilah lokasi di atas bebatuan, bukan tanah yang dapat meleleh.