Trend Rumah Menuju Pergeseran Kutub

Trend pengamblesan Lempeng Sunda menuju Pergeseran Kutub dan kenaikan ketinggian muka laut hingga 200an meter dalam waktu 2 tahun Pasca Pergeseran Kutub, rumah kapal di wilayah tinggi menjadi imperatif.

Kelangsungan Hidup Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub

Dengan klondisi-kondisi sulit akibat cuaca ekstrim menuju dan pasca Pergeseran Kutub, swadaya dengan cara-cara lama, tanpa listrik dari BBM, melainkan dengan peralatan manual dan sumber-sumber energi angin, dll yang sesuai juga imperatif

Penampakan Nibiru, alias Planet X

Inilah sesungguhnya si Bintang Pari, atau Lintang Kemukus, yang disebut-sebut dalam Jangka Jayabaya.

Penataan-Ulang Pulau-Pulau, Daratan-Daratan, Benua-Benua

Perputaran Kutub-Kutub geografis Bumi sebanyak 90 derajat akan membuat Brazil Kutub Utara baru, India Kutub Selatan Baru, dan Asia Tenggara mendarat di sekitar Kutub Selatan. Persiapkan diri terhadap udara sedingin es/salju.

Jangan Panik. Baca Survival Ekstrim Pergeseran Kutub.

Daratan-Daratan Yang Naik dan Turun di Masa Silam Dalam Tahapan Pergeseran Kutub

Para alien Zeta pernah menjelaskan tahapan-tahapan pergerakan-pergerakan lempeng-lempeng menuju dan saat Pergeseran Kutub, dan tahapan ini pernah terjadi di masa silam. Dalam newsletter pertengahan Februari ini, para alien Zeta kembali menjelaskan kembali tahap-tahapan itu serta garis besar dampaknya pada daratan-daratan di masa-masa Pergeseran Kutub silam. [Baca: Pergeseran Kutub: Tahapan Pergerakan Lempeng]
Dalam newsletter ini juga ada rujukan ke situs world-msyteries yang menganalisa secara menyeluruh dan mendetil mengenai benua Atlantis secara geologis dengan mengambil acuan dari Plato dan Injil, yang mana keduanya juga bicara tentang posisi kemiringan Bumi di masa silam.
[Baca juga: Benua Atlantis dan Lemuria dan Lempeng Atlantik Melorot Selama Pergeseran kutub (lokasi sisa-sisa benua Atlantis yang hilang)]
Berikut laporan ZetaTalk, beserta penjelasan para alien Zeta.

Terjemahan bebas Rising and Sinking Land, The ZetaTalk Newsletter Issue 437, Sunday February 15, 2015
Daratan naik dan turun selama pergerakan-pergerakan lempeng yang wrenching merenggut ketika Nibiru, aka Planet X, lewat. [Baca: Lempeng-Lempeng Yang Naik Atau Turun]
Pergeseran Kutub menyebabkan sebuah pergeseran kerak, dan, menurut para alien Zeta, ini adalah Drama Terskenario amengenai bagaimana penyesuaian lempeng terjadi.
Selama Pergeseran Kutub mendatang, India dan 2/3 bagian barat Australia telah diprediksi akan terjun ke bawah ombak laut, namun sebuah daratan baru akan muncul dari antara ujung Amerika Selatan dan Afrika Selatan.
Peristiwa ini merupakan tambahan untuk pencairan [es-es] di Antartika sehingga dapat ditinggali. Daratan baru itu akan merupakan hasil dari penjungkitan Lempeng Antartika.

ZetaTalk Prediction 2/15/1999: "Lempeng-lempeng yang saling overlap dan mengompresi di bagian Pasifik mewakili tekanan dan dorongan. 
Pemisahan dan pelebaran/pemekaran lempeng-lempeng di bagian Atlantik mewakili sebuah bukaan, maka lempeng Antartika bergerak ke arah itu. 
Terbebaskan dari perbatasan-perbatasannya yang ketat, lempeng itu bebas terapung atau tenggelam di lautan lava dimana seluruh lempeng mengendarai di atasnya, dan sebagai sebuah lempeng daratan, lebih ringan dari lempeng-lempeng yang telah tenggelam di bawah laut-laut yang dalam, lempeng itu terapung - daratan baru!"

ZetaTalk Prediction 4/15/2002: "Saat Kutub Selatan, yang dicengkeram oleh Kutub Utara Planet ke-12 (Planet X--pen.) yang sedang lewat, bergerak ke utara, keraknya robek dari inti bumi dan terbebaskan dengan cara ini, yang memungkinkan titik-titik tekanan yang sudah ada sebelumnya untuk mengendur. [Baca: Gaya Magnet Bumi Yang Ke-3, Atlantic Rift]
Dengan demikian, Eropa dan Afrika bergerak lebih jauh ke timur, memungkinkan Atlantik robek terpisah selama penggelincirannya ke arah utara. Hal ini membebaskan lempeng-lempeng di selatan dari ujung-ujung Amerika Selatan dan Afrika dari tekanan. 
Saat Pasifik menyesuaikan diri, dengan enggan, tekanan terhadap Antartika, satu-satunya tempat di bola bumi ini yang tidak mengalami tekanan lempeng, memungkinkan daratan baru muncul dengan cepat di antara ujung-ujung Amerika Selatan dan Afrika."

[Benua Australia]
Baru-baru ini, dampak pada Australia, di masa silam, menjadi berita. Hitunglah mundur sebanyak 3600 tahun dari masa sekarang, yakni ketika kita sedang mengantisipasi Pergeseran Kutub berikutnya.
3600 tahun yang lalu adalah masa Eksodus Yahudi. 7200 tahun yang lalu adalah Pergeseran Kutub lainnya. Dan 10800 tahun yang lalu adalah masa Banjir Bah [Nabi Nuh--pen.]. [Baca juga: Era Pergeseran Kutub, Siklus 3600an Tahun, Kini Tiba]
Masa-masa penuh bencana alam dahsyat ini direkam dalam geografi Bumi. Para geolog memperkirakan laut-laut tadinya 10 kaki (sekitar 3 meter) lebih rendah dari pada yang sekarang, sekitar 10.800 tahun yang lalu, dan orang-orang Aborigin di Australia mengingatnya.

Stories of Ancient Sea Level Rise have Survived for 10,000 Years, January 28, 2015 http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2929775/Aboriginal-folklore Oral folklore tells how the Great Barrier Reef once formed part of the coastline of north east Queensland, while Port Phillip Bay in Victoria was once a rich place for hunting kangaroo and opossum. They say at this time sea levels rose as a result of the melting of the huge ice caps that covered much of the northern hemisphere around 10,500 years ago. The researchers now believe that these stories could constitute some of the oldest accurate oral histories in the world, passing through some 300 generations. If this is based on true geographical changes, it would mean it originated at a time when seas were around 100 feet lower than they are today, making it around 9,800 to 10,650 years old.
Namun apabila Pergeseran Kutub 10800 tahun yang lalu selama masa Banjir Bah menghasilkan laut-laut yang lebih tinggi di sekeliling Australia, maka Pergeseran Kutub 3600 tahun yang lalu selama Eksodus Yahudi menghasilkan ketinggian muka laut yang anjlok di seluruh dunia.
Rift-rift lautan robek menganga, memberi ruang bagi air, atau daratan baru muncul sehingga memindahkan air laut. Ini adalah sebuah drama setiap kalinya.
Earth in Upheaval by Emanuel Velikovsky, Chapter: Times and Dates, pp 202-203 http://www.zetatalk.com/theword/tword082.htm From observations on beaches in numerous places all over the world, Daly concluded that there was a change in the ocean level, which dropped sixteen to twenty feet 3,500 years ago.  Kuenen and others confirmed Daly’s findings with evidence derived from Europe.
[Asia, Lempeng Sunda, dan Lempeng Indo-Australia]
Pada satu titik di masa silam, terdapat sebuah jembatan darat yang terentang dari Asia hingga benua Australia.
Para alien Zeta mengonfirmasi sebuah jembatan darat ke Australia yang pernah ada di masa silam ketika mengomentari tengkorak-tengkorak Homo Habilis di Peg. Himalaya. [Baca: Homo Habilis di Himalaya]
Saat ini, Lempeng Sunda, yang menyangga Indonesia, sedang ditekan ke bawah dan ke bawah lengkungan Lempeng Indo-Australia.
Hal ini pernah terjadi di masa silam, dan, dengan demikian, jembatan daratan itu menjadi serangkaian kepulauan di sepanjang lengkungan itu.

ZetaTalk Explanation 6/21/2014: "Manusia awal berkeliaran ke Australia, akibat adanya jembatan-jembatan darat di masa silam, dan di seluruh China dan Rusia." 

[Lempeng Atlantik]
Saat lempeng Atlantik menyebar/melebar/memekar, ia menarik turun lempeng-lempeng di kedua sisinya, karena kurangnya penyanggap pada tepian-tepian lempeng-lempeng ini.
Hal ini berdampak pada kedua sisi Atlantik, yakni Pantai Timur AS, bagian barat pulau-pulau di Inggris seperti Irlandia dan Skotlandia, dan Norwegia.
Daratan yang tadinya berada di atas ombak-ombak laut dapat lebih siap terlihat, dan sering kali tunggul-tunggul pohon atau bangkai-bangkai kerbau atau jalanan dan dasar-dasar sungai dapat terdeteksi.


ZetaTalk Prediction 7/15/1995: Seperti yang pernah kami nyatakan, Samudera Atlantik akan melebar dan Samudera Pasifik akan memendek. 
Meskipun efek Pasifik akan menyebabkan subduksi beberapa lempeng yang sangat cepat dan ganas, yang mana sedang menyubduksi, di Atlantik efeknya akan sebaliknya. 
Sebuah teluk akan muncul, dengan lempeng-lempeng terobek terpisah dan magma yang lebih lunak di bawah lempeng-lempeng itu terekspos ke perairan Atlantik yang dingin. 
Meskipun hal ini akan mengeraskan magma, serta membentuk permukaan lempeng yang baru, akan ada kekurangan penyangga bagi lempeng-lempeng yang menjembatani, yakni yang melekat, betapapun jauhnya, ke garis-garis pantai di benua-benua Amerika, Eropa, dan Afrika. 
Lempeng-lempeng tanpa penyangga ini akan tenggelam, membawa serta massa-massa daratan yang tadinya ada di atas laut ke bawah air laut di banyak tempat. Sebagai contohnya, Eropa dan khususnya pulau-pulau di bagian barat Inggris dan Irlandia akan dapati dirinya lebih terkena dampaknya ketimbang beberapa bagian lainnya di bola bumi ini."
[Lempeng Karibia]
Lempeng Karibia juga telah terdorong ke bawah selama Pergeseran-Pergeseran Kutub yang berturut-turut, karena lempeng Atlantik selama ini terus melebar dan lempeng-lempeng Pasifik mengompresi selama seluruh Pergeseran-Pergeseran Kutub, demikianlah adanya dengan penggulingan Lempeng Amerika Selatan.
Hasil dari efek dual ini--sebuah pemekaran lempeng Atlantik dan sebuah pengamblesan Lempeng Karibia---adalah daratan yang bergerak turun ke bawah ombak-ombak laut di Karibia dan Teluk Meksiko. 
Pada suatu waktu, pernah ada sebuah jembatan darat dari Florida ke Venezuela, yang kini hanya merupakan sebuah rantai pulau. Jalanan dapat terlihat di bawah laut dekat Kep. Bahama. 

ZetaTalk Comment 8/27/2011: "Telah diketahui bahwa daratan di lepas pantai Pantai Timur AS, dan Kep. Karibia, dahulunya berada di atas ombak-ombak laut. 
Sisa-sisa hutan-hutan dapat di lihat di bawah gelombang-gelombang laut, dengan jalanan yang berlapis bebatuan yang dipotong dengan seksama, dan alur yang jelas dimana sungai-sungai memotong wilayah pantai sebelumnya. Sudah terlihat jelas dari puing-puing di Amerika Tengah dan Selatan bahwa pernah ada peradaban-peradaban di masa silam, dan, untuk alasan-alasan yang tidak dapat dipahami manusia, lenyap. 
Alasan manusia bersusah-payah dalam hal ini adalah bahwa penyangkalan jauh lebih nyaman. Untuk membayangkan bencana-bencana alam dahsyat yang dapat tiba-tiba menjatuhkan daratan di bawah peradaban-peradaban terlalu mengerikan untuk direnungkan."

Gelombang-gelombang pasang yang kacau oleh Keterhuyungan Bumi telah mengungkap daratan-daratan yang tenggelam di sekitar pulau-pulau di Inggris, sebagaimana didetilkan dalam blog Pole Shift ning ini.
Desa-desa dan dahan-dahan pohon yang terekspos berasal dari masa Pergeseran Kutub terakhir, 3600 tahun yang lalu. [Baca: Lempeng Atlantik Melorot Dalam Pergeseran Kutub]
Prehistoric Forest Arises in Cardigan Bay after Storms Strip Away Sand, February 20, 2014 http://www.theguardian.com/uk-news/2014/feb/20/prehistoric-forest-borth-cardigan-bay Archaeologists also found a timber walkway nearby, exposed by the storms. It was made from short lengths of coppiced branches, held in place with upright posts. It has been dated to between 3,100 and 4,000 years old, built as the local people found ways to cope with living in an increasingly waterlogged environment. Human and animal footprints were found preserved in the hardened top layer of peat, along with scatterings of burnt stones from ancient hearths.
Di seberang Samudera Atlantik di New Hampshire terdapat daratan yang lebih tenggelam lagi, yang juga berusia sekitar 3600 tahun.
Menurut para alien Zeta, untuk Pergeseran Kutub mendatang, bagian barat Inggris dapat mengekspektasi pengamblesan signifikan sebagaimana yang dapat terjadi di Pantai Timur AS dari Pennsylvania ke selatan melewati Florida.
Sunken Forests of New Hampshire http://en.wikipedia.org/wiki/Sunken_Forests_of_New_Hampshire Near Odiorne Point State Park in Rye, this sunken forest is referred to as the "Drowned Forest". The roots of different coniferous trees (including white pine and hemlock) are visible at most low tides. Core samples taken from the roots indicate that the trees are about 3,500 - 4,000 years old. The Jenness Beach forest, much larger than Odiorne Point, is rarely sighted above sea level. The trees, eight to ten feet in circumference, have been carbon dated from 3,400 to 3,800 years old. Some estimates say that the coastline of New England used to extend 75 miles (121 km) east of its current position; a Native American of the era could have walked from Nantucket to southern Cape Cod without touching the Atlantic Ocean. Fishermen have hauled up mastodon and mammoth teeth miles offshore, suggesting that the forest extended quite far from its western shoreline boundary.
ZetaTalk Prediction 8/27/2011: "Bagian barat Inggris yang mana yang akan ditarik turun secara permanen sebanyak 150 kaki selama 5,9  hari tidaklah jelas. 
Telah kami prediksikan bahwa Inggris pada umumnya harus mengantisipasi sebuah penganjlokan ketinggian sebanyak 75 kaki, dengan Irlandia, Skotlandia, dan Wales ditarik sebanyak 150 kaki secara potensial, demikian pula dengan Pantai Timur AS. 
Irlandia, Skotlandia, dan Wales lebih menghadap ke Atlantic Rift ketimbang pantai timur Inggris, dan, dengan demikian, mendapat pukulan terbeerat dari penganjlokan ketinggian itu. 
Orang dapat melihat dari landas benua (di bawah laut) yang terletak di barat pulau-pulau ini bahwa hal ini pernah terjadi sebelumnya." 
ZetaTalk Prediction 2010: "Negara-negara bagian di New England akan mendapati diri mereka terlambung ke atas selama pergeseran, akibat perobekan cepat pada St. Lawrence Seaway yang tengah memisah sebelum pergeseran, sedangkan negara-negara bagian di bagian selatan akan dapati diri mereka ditarik ke bawah ombak-ombak laut sebelum pergeseran. 
Seluruh semenanjung mulai dari Pennsylvania tengah ke utara akan mengalami sebuah pelambungan, namun karena berada di tepian drama ini, Pennsylvania akan mendapati jemari kakinya dalam air tapi kepalanya di atas air. 
Bagi Pantai Timur di selatan wilayah New England, daratan ini akan anjlok dalam ketinggiannya dari muka laut, selama pergeseran, sebanyak 150 kaki."
 
ZetaTalk Prediction 2010: "Daratan-daratan yang letaknya rendah di sepanjang pantai Amerika Serikat akan ditarik ke bawah ketinggian muka laut sekitar 150 kaki saat pergeseran kutub dimulai, air laut menerobos mausk ke daratan yang ditarik ke bawah secara temporer oleh peregangan yang akan dialami oleh lantai dasar laut Samudera Atlantik.
Bagian-bagian dari Mediterania telah ambles selama Pergeseran-Pergeseran Kutub yang berulang-ulang di masa silam. 
Penggulingan Afrika menarik Lempeng Afrika dari keterikatan-keterikatannya di Mediterania, sehingga daratan di kedua sisi titik robekan itu kehilangan penyangga."
[Lempeng Afrika]
Menurut para alien Zeta, Mediterania tadinya adalah sebuah rawa-rawa, yang memungkinkan migrasi manusia awal dari Afrika ke Eropa.
Pengamblesan ini dapat dilihat di kota-kota yang tenggelam di lepas pantai Alexandria." [Baca: Kota-Kota Kuno Yang Tenggelam di Mesir]
Laut Merah beralih dari air laut tawar menjadi air laut asin sekitar dua Pergeseran Kutub silam - 7200 tahun yang lalu.
Hal ini, sekali lagi, akibat pengamblesan lantai dasar laut Mediterania yang lebih jauh lagi, perbatasan Lempeng Afrika sedang terobek.

Black Sea Deluge Hypothesis http://en.wikipedia.org/wiki/Black_Sea_deluge_hypothesis The Black Sea deluge is a hypothesized catastrophic rise in the level of the Black Sea circa 5600 BC due to waters from the Mediterranean Sea breaching a sill in the Bosporus Strait.
ZetaTalk Description 2/10/2007: "Telah kami nyatakan bahwa Afrika sedang terputar di tempat, dasarnya di Afrika Selatan terpaku diam dan tidak mampu bergerak, bagian puncaknya mengguling ke Timur saat Atlantik terbuka menganga. 
Aksi inilah yang menyebabkan African Rift menyebar dengan begitu cepatnya, di Afar Triangle, dimana celah raksasa yang dalam (jurang) muncul di depan mata orang-orang yang takjub dan daratan ini sedang anjlok ratusan kaki (ratusan kilometer). 
Mediteranea akan menjadi tidak stabil. Lempeng Afrika adalah sebuah garis lurus melintasi bagian puncaknya, dan ketika lempeng ini memutar, ia akan menciptakan sebuah bukaan menganga di Mediterania. 
Mediterania, di masa silam, merupakan sebuah rawa-rawa, tapi kini adalah sebuah laut.
Apa yang telah menyebabkan daratan itu anjlok? 
Laut Hitam berpartisipasi dalam penganjlokan ini, terendam di wilayah yang dahulunya berada di atas air. Istanbul terletak di bagian tengah wilayah itu yang pertama-tama akan terkena dampaknya ketika sebuah penggulingan Afrika yang serius terjadi."  
[Lempeng India, Batuan Peg. Himalaya Dari Kerang-Kerang Laut]
Daratan yang sedang naik lebih sulit didokumentasikan dari pada daratan yang sedang ambles, namun bukti paling dramatis dari daratan yang sedang naik dari laut adalah Peg. Himalaya.
Bebatuan di sana terdiri dari kerang-kerang laut! Peg. Himalaya terdorong tinggi selamaPergeseran-Pergeseran Kutub yang berturut-turut.
Geology of Mount Everest http://climbing.about.com/od/Mount-Everest/a/Geology-Of-Mount-Everest.htm At the tops of the highest peaks, like Mount Everest, it is possible to find 400-million-year-old fossils of sea creatures and shells that were deposited at the bottoms of shallow tropical seas that are now over 25,000 feet above sea level. The summit of Mt. Everest is marine limestone. The sedimentary rock layers found on Mount Everest are limestone, marble, shale, and pelite that are divided into rock formations; below them are older rocks including granite, pegmatite intrusions, and gneiss, a metamorphic rock. The upper formations on Mount Everest and Lhotse are filled with marine fossils.

Kota-Kota Kuno Yang Tenggelam di Mesir

Berikut para alien Zeta, via ZetaTalk, menjelaskan apa yang terjadi pada wilayah Mesir di masa silam ketika Penggulingan Lempeng Afrika terjadi dengan serius.

Terjemahan bebas Egypt’s Sunken Cities, The ZetaTalk Newsletter Issue 346, Sunday May 19, 2013
Para alien Zeta telah menggambarkan Penggulingan Afrika sebagai sebuah proses dimana Laut Merah menarik diri terpisah lebih jauh di Laut Mediterania dan Laut Merah, yang mana pada akhirnya akan menambah gap di Sinai sebanyak 50 mil.

ZetaTalk Description 12/4/2010: "Penggulingan Lempeng Afrika, seperti yang pernah kami gambarkan, akan lebih dari sebuah pemliutan di tempat, sehingga bagian selatan ujung Lempeng Afrika bergeser agak ke barat, ke arah void [ruang kosong] yang terbuka oleh penyebaran/pelebaran Atlantik Rift, sementara lempeng itu secara keseluruhan anjlok secukupnya untuk memungkinkan bagian puncaknya yang bergeser ke timur tidak merusak di sepanjang perbatasan-perbatasan lempengnya. 
Selat Gibraltar akan terbuka dengan tambahan sebanyak 125 mil (sekitar 201 km) dan ujung bagian utara Moroko akan bergerak 50 mil (sekitar 80 km) lebih jauh ke timur.
Seluruh titik di sekeliling perbatasan bagian utara Afrika akan bergerak sesuai dengan itu. Afrika Selatan akan mendapati dirinya bergerak serupa sejauh 125 mil lebih jauh ke selatan, dan ke arah barat sejauh sekitar 35 mil (sekitar 56 km)."
[Baca: Pelebaran Selat Gibraltar, Ketakutan Ilmuwan]
Ketika lempeng-lempeng menarik untuk memisahkan diri dengan cara ini, tepian-tepian lempeng itu sering kali ambles, kekurangan penyangga. Ini adalah bagian dari Drama Terskenario yang selama ini sedang terjadi selama Pergeseran-Pergeseran Kutub silam pula, akibat cara lempeng-lempeng itu berinteraksi.
Maka, tidak heran kalau sebagian area yang melemah ini belum lama ini [di masa silam] telah ambles, membawa kota-kota besar di Mesir turun ke bawah ombak-ombak laut.
Heracleion Photos: Lost Egyptian City Revealed After 1,200 Years Under Sea, April 29, 2013 http://www.huffingtonpost.com/2013/04/29/heracleion-photos-lost-egyptian-city It is a city shrouded in myth, swallowed by the Mediterranean Sea and buried in sand and mud for more than 1,200 years. But now archeologists are unearthing the mysteries of Heracleion, uncovering amazingly well-preserved artifacts that tell the story of a vibrant classical-era port. Known as Heracleion to the ancient Greeks and Thonis to the ancient Eygptians. The ruins of the lost city were found 30 feet under the surface of the Mediterranean Sea in Aboukir Bay, near Alexandria.
Canopus http://www.franckgoddio.org/projects/sunken-civilizations/canopus.html The fate of the eastern suburbs of Canopus was identical to that which befell Thonis-Heracleion: the sea repossessed these places with their rich histories. Two kilometres to the east of the modern port of Aboukir.
Alexandria http://www.franckgoddio.org/projects/sunken-civilizations/alexandria.html Due to a combination of natural phenomena, including a series of earthquakes and tidal waves, the Portus Magnus and parts of the city’s ancient coastline sank beneath the sea. For more than 1,200 years temples, buildings, palaces, statues, ceramics, coins, jewellery and every day objects lay untouched on the seabed covered by thick layers of sand and sediment.

ZetaTalk: Pergeseran Kutub

Berikut penjelasan para alien Zeta, via ZetaTalk, mengenai teknis terjadinya Pergeseran Kutub dalam sudut pandang magnetisme planet yang terjadi antara Nibiru, aka Planet X (Planet ke-10 atau ke-12), dan dampaknya pada lempeng-lempeng tektonik (kerak bumi) dan Inti Bumi.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Pole Shift, Note: written prior to July 15, 1995

Ketika sang komet raksasa (Nibiru--pen.) menempatkan dirinya tepat di antara Bumi dan mataharinya, hal-hal pun berubah. [Baca: Ekor Planet X/Nibiru, Sang Meteor Raksasa]
Bumi kemudian mendapati bahwa sokongan terbesar atas penyejajaran magnetiknya yang sebelumnya---Matahari dan penyejajaran magnetiknya---ternihilkan. Bumi kini, boleh dibilang, hanya mendengarkan suara dari komet raksasa itu, yang berdiri di antara Bumi dan komandan magnetik sebelumnya, Matahari.
Anda menyadari bahwa Bumi Anda lebih berat di bagian intinya yang lunak, yang didesas-desuskan terdiri dari, utamanya, besi. [Baca: Laut Memanas Karena Inti Bumi Memanas]
Ini bukan sepenuhnya tidak benar, karena, apapun komposisinya, inti Bumi lebih peka terhadap penyejajaran magnetik ketimbang keraknya. Kerak bumi mencengkeram inti bumi, dan tidak secair yang orang kira. [Baca juga: Gaya Magnet Bumi Yang Ke-3, Atlantic Rift]
Ada gesekan. Ada kecenderungan bagi keseluruhan itu untuk bergerak sebagai satu kesatuan, meskipun ada aliansi-aliansi magnetiknya yang saling berbeda.
Pergeseran Kutub sesungguhnya adalah sebuah gerakan di bagian dalam Bumi---di Inti Bumi---untuk sejajar dengan si komet raksasa. Planet ke-12, akibat ukurannya yang masif dibandingkan Bumi, mendominasi adegan magnetik itu.
Dan dalam hal inilah, gravitasi masuk ke dalam persamaan pergeseran kutub. Kerak Bumi menolak untuk sejajar dengan si komet raksasa, yang mana Bumi terjebak dalam sebuah jejaring magnetik yang menarik dari lingkungan terdekatnya. 
Dengan kata lain, kerak Bumi ingin bertahan dengan tarikan magnetiknya yang lama dan sudah ada, sedangkan Inti Bumi, karena kurang mematuhi maupun terikat pada lingkungannya, mendengarkan suara baru itu. 
Ada banyak sekali ketegangan yang terbentuk antara kerak Bumi dan Inti Bumi. Ketegangan ini terlepas ketika Inti Bumi terlepas dari kerak bumi, dan bergerak. Meskipun demikian, Inti Bumi menarik kerak bumi bersamanya saat inti bumi beralih ke penyejajarannya yang baru.
Pergeseran Kutub, karenanya, terjadi dengan tiba-tiba, mengambil waktu yang sepertinya bermenit-menit bagi manusia-manusia yang terlibat dalam drama ini, namun sesungguhnya terjadi selama lebih dari setengah jam. Ada tahapan-tahapannya, dalam waktu-waktu ketika manusia-manusia yang mengawasinya, dalam keguncangan, menjadi terpaku.
Pada mulanya ada suatu jenis getaran, suatu lonjakan-lonjakan kecil, karena kerak bumi terpisah-pisah di berbagai tempat dari inti bumi.
Lalu ada sebuah Penggelinciran, dimana kerak bumi ditarik, selama bermenit-menit, ke sebuah lokasi baru, bersama dengan Inti Bumi. Selama penggelinciran itu, gelombang-gelombang pasang bergerak di Bumi di sepanjang garis-garis pantai, karena air tidak terikat/melekat dan dapat bergerak secara independen. Air cenderung berdiam di tempat dimana ia berada--yakni di kerak bumi yang sedang bergerak di bawahnya--pada dasarnya. 
Ketika Inti Bumi mendapati dirinya sejajar, ia agak teraduk-aduk, untuk menstabilkan diri; namun kerak bumi, yang lebih solid dan sedang bergerak, melanjutkan.
Inilah sesungguhnya momen ketika pembentukan gunung dan gempa-gempa masif terjadi, layaknya tabrakan-tabrakan mobil mengakibatkan kerusakan terburuk di titik tumbukannya, yakni ketika gerakan harus berhenti. 
Titik-titik lemah di antara lempeng-lempeng kerak Bumipun berlepasan. Samudera Pasifik akan memendek, dan Samudera Atlantik akan melebar. 
Lempeng-lempeng yang bersubduksi akan menyubduksi secara hebat. Pembentukan gunung akan tiba-tiba terjadi, yang terutama meningkat di wilayah-wilayah yang selama ini sedang mengalami pembentukan gunung. 
Dengan semua itu, dalam waktu lebih dari setengah jam, namun dalam tahapan-tahapan, hanya dalam menitan-menitan. [Baca: Jam Pergeseran Kutub: Paling Mengerikan]
Tanaman-tanaman akan selamat karena mereka mengakar dan benih-benih mereka ada dimana-mana, dan hewan-hewan termasuk manusia akan selamat karena mereka bergerak bersama lempeng-lempeng Bumi yang bergerak dan mengalami keguncangan yang tidak lebih parah dari ketika lempeng-lempeng berhenti bergerak dari pada yang mereka alami selama gempa berkekuatan 9 Skala Richter. [Baca: Pergeseran Kutub dan Pasca: Gempa dan Gempa Susulan]
Dimana pembentukan gunung terjadi, ketika lempeng-lempeng berhenti bergerak, penghentian itu bukan sekedar lonjakan yang tiba-tiba---seperti mobil yang menabrak tembok batu-bata. Melainkan, dengan semuanya sedang bergerak, penghentian itu lebih seperti sebuah mobil yang menabrak penghalang berupa tong-tong plastik berisi pasir---serangkaian lonjakan kecil, yang terjadi secara berturut-turut dengan cepat.
Pada saat itu, kami perkirakan komet raksasa itu akan berada dalam jarak 14 juta mil dari Bumi.
Kekuatan medan magnetnya pada jarak itu akan sedemikian rupa sehingga Kutub Utara komet itu, yang bersudut, pada dasarnya, di arah yang sama dengan arah Kutub Utara Bumi, akan memaksa Kutub Utara Bumi mengelak dari tekanan itu serta menerima saudaranya yang lebih besar itu dengan berayun ke selatan, ke tonjolan Brazil. [Baca: Tiga Hari Kegelapan: Proses Magnetisme Planet]
Penyejajaran ini tidak akan berubah apabila jarak antara planet-planet bersaudara itu berubah, namun kecepatan dan kekuatan dari pergeseran akan menjadi begitu terkena dampak oleh jarak lewat yang lebih dekat. [Tingkat Keparahan Pergeseran Kutub Nanti]
Ketinggian gelombang-gelombang pasang, beserta perendaman daratan sebagai konsekuensinya, akan begitu terkena dampaknya. Panas dari daratan-daratan luas di atas lempeng-lempeng yang menyubduksi dimana gesekan dapat menyebabkan tanah meleleh, akan begitu terkena dampaknya. [Baca: Sifat Gelombang Pasang Laut dan Air Yang Mengamuk dan Hujan Lebat, Banjir Bandang]
Dan keganasan angin-angin yang bergeseran sudah tentunya akan begitu terkena dampaknya.
Baca juga:
Tak Ada Pembalikan Kutub-Kutub Magnetik

Kekelaman Vulkanik

Di bawah ini adalah cuplikan-cuplikan yang diberikan oleh Troubled Times dari buku Worlds In Collision karya Imannuel Velikovsky mengenai garis besar kondisi cuaca dan kehidupan di Bumi setelah erupsi-erupsi vulkanik saat Pergeseran Kutub, serta prediksi terkait situasi itu dari para alien Zeta, via ZetaTalk.

Terjemahan bebas dari Troubled Times: Volcanic Gloom

 image from Troubled Times

Cuplikan dari Worlds in Collision, The Shadow of Death 

by Velikovsky, pp 127-128

Apabila erupsi sebuah gunung berapi dapat menggelapkan atmosfer di seluruh bola bumi ini, maka erupsi ribuan gunung berapi secara bersamaan dan berkelamaan akan menghitamkan langit. Gunung-gunung berapi memuntahkan uap air dan bara api. Setelah bencana-bencana alam dahsyat, pengarang Codex Chimalpopoca, dalam sejarahnya tentang matahari-matahari, menunjukkan kepada kita fenomena antariksa yang mengerikan ...diikuti oleh kegelapan yang menutupi wajah Bumi, dalam satu kejadian selama sebuah periode 25 tahun.
Dalam Ermitage Papyrus di Leningrad ..Terdengar ratapan-ratapan menyayat mengenai bencana katastrofik yang mengerikan, ketika surga dan bumi terjungkir-balik. Setelah bencana katastrofik ini, kegelapan menyelimuti bumi. "Bayangan kematian" terkait dengan masa-masa berkeliaran di gurun setelah Eksodus dari Mesir. Makna mengerikan dari kata-kata "bayangan kematian" sesuai dengan gambaran dalam Ermitage Papyrus: "Tidak seorangpun yang dapat hidup ketika matahari-matahari terselubung awan-awan."
Fenomena gloom (cuaca mendung) ini berlangsung selama tahun-tahun yang mengesankan dalam ingatan Ke Dua Belas Suku itu dan disebut-sebut di banyak halaman dalam Injil. Psalms 44:19 - "The people that walked in darkness .. in the land of the shadow of death."

Cuplikan dari ZetaTalk mengenai Geografi Baru

Setelah sebuah Pergeseran Kutub, kutub-kutub sebelumnya, tanpa kecuali, meleleh dan melunak sementara kutub-kutub baru membuat lapisan demi lapisan es dan salju. Tingkat kecepatan kejadian ini tidak tertandingi, karena pembentukan puncak kutub hanya menstabilkan  diri di sebuah titik dimana penguapan air dan pelelehan di tepian-tepian sungai es menyamai tibanya hujan salju yang baru turun setelah beberapa abad. Sementara itu, air-air laut naik di seluruh dunia, beberapa ratus kaki, dan kemudian surut kembali. Tingkat kecepatan kejadiannya bertahap, sehingga tempat-tempat tinggal di pantai memiliki banyak waktu untuk relokasi, sebuah latihan yang akan mereka dapati harus dilakukan berulang-ulang.

Cuplikan dari Worlds in Collision, Ambrosia & Milk and Honey  

by Velikovsky, pp 134-138

Dengan cara apa selubung kemuraman ini menyirnakan dirinya? Apakah ada kesaksian yang telah dijaga tetap ada selama bertahun-tahun karbohidrat kesuraman mengendap? Setelah pendinginan semalaman, karbohidrat-karbohidrat mengendap dan jatuh bersama embun pagi. Ada rasa berminyak seperti sarang lebah, dan digerus di antara bebatuan lalu dipanggang dalam panci. Awan-awan membawakan roti surga itu, ini juga dikatakan dalam Talmud. 
Ada suatu kebakaran di dunia, kata tradisi rakyat Islandia, yang diikuti oleh musim dingin Fimbul, dan hanya satu pasang manusia yang tetap hidup di utara. Mereka memakani embun pagi, dan dari (pasangan ini) berdatanganlah bangsa yang menjadi orang-orang yang mengisi bumi yang telah diperbaharui kembali.
Suku Maori di New Zealand mengisahkan tentang angin-angin yang berapi-api serta awan-awan yang mengamuk yang memukul air laut menjadi gelombang-gelombang pasang yang menyentuh langit dan diiringi oleh badai-badai es batu. Lautan berlari kencang.  
Keturunan badai dan hujan es batu adalah "Kabut, embun Berat dan embun Ringan".
Rakyat Yunani menyebut roti surgawi itu ambrosia. Roti ini digambarkan oleh para pujangga Yunani dengan istilah-istilah yang serupa dengan manna: rasanya seperti madu dan ada suatu aroma. Himne Atharva-Veda mengatakan bahwa kibasan-madu turun dari api dan angin; ambrosia jatuh, dan aliran-aliran madu mengalir di muka Bumi. Biji-bijian juga jatuh ke air, dan sungai-sungai menjadi tampak seperti susu (contohnya negeri-negeri susu dan madu).
Baca juga:
Dari Mana Datangnya Roti Manna?
Era Pergeseran Kutub, Siklus 3600an Tahun, Kini Tiba 
Gunung Berapi Saat Pergeseran Kutub


Ke Alam Lebih Tinggi

Bagaimana kira-kira kehidupan di Bumi Baru alam Densitas ke-4 ini nantinya?

Berikut ini daftar artikelnya mengenai sekilas kehidupan di sana.
Pelajaran
Penjelasan Ringkas
Para alien Zeta Abdi-Kebaikan telah menjelaskan bahwa manusia beserta Bumi dan matahari saat ini berada di alam Densitas ke-3. Penjelasannya dapat dibaca di Tentang Alam-Alam Lain, Pengetahuan Dasar dan Tingkat Kepadatan Spiritual Bumi Sekarang.

Saat ini manusia masih menjalani proses Transformasi untuk persiapan menuju alam lebih tinggi nanti. Mengenai transformasi ini dapat dibaca di Transformasi Bumi (Index).

Masa Akhir Jaman ini telah dijadwalkan untuk sekalian menjadi era persiapan manusia memasuki alam lebih tinggi dari Bumi, yaitu alam Densitas ke-4.
Ini karena manusia-manusia Bumi telah memberikan suaranya [di alam bawah sadar, di alam ruh] dalam pemungutan suara untuk menentukan masa depan Bumi dalam rangka kenaikan/kelulusan ke alam lebih tinggi. Dan pilihan mayoritas suara manusia Bumi adalah Bumi Yang Mengabdi-Kebaikan. [Baca: Sistem Semesta : Voting Alam Semesta dan Transformasi Planet]
Kapan peralihan itu terjadi?
Yakni, dalam waktu 100 tahun, terhitung dari sekarang, dan para alien Zeta menyatakan ini sudah sejak 1995. Perhitungan awal dan akhir masa ini bersifat relatif dan hanya dapat diukur oleh para pengawas dan pengatur semesta di mana bumi berada, yang bertanggung jawab dalam urusan Transformasi Bumi---para alien Zeta Abdi-Kebaikan salah satunya. [Baca: Apa Rasanya Hidup Di Alam Lebih Tinggi]
Kapan tepatnya peralihan alam itu?
Yaitu, ketika jumlah manusia di Bumi yang berorientasi spiritual Mengabdi-Kebaikan telah mencapai 89%. [Baca: Apa Rasanya Hidup Di Alam Lebih Tinggi]
Dan barulah ketika itu, umat manusia akan memasuki apa yang dikenal di dunia spiritual New Age sebagai Sabuk Foton, untuk beralih ke alam Densitas ke-4. [Baca: Peralihan Bumi ke Alam Yang Lebih Tinggi]
Mengenai orientasi spiritua Mengabdi-Kebaikan yang menjadi persyaratan ini memang bukan hal yang mudah. Untuk memahami dapat dibaca di Sifat-Sifat Menonjol Para Pengabdi-Kebaikan.
Namun demikian, saat peralihan itu, seluruh umat manusia--baik yang lulus maupun tidak--akan bersama-sama pindah ke alam Densitas ke-4 itu. Ini merupakan salah satu bentuk kewelasasihan Alam Semesta, sebagai kepanjangan tangan dari apa yang manusia Indonesia sebut Tuhan Yang Maha Esa.
Jadi, baik yang Mengabdi-Kebaikan, Mengabdi-Ego, maupun Peragu akan beralih semua ke alam itu. Barulah setelah beberapa lama di alam Densitas ke-4 itu, manusia akan disortir kembali dalam hal orientasi spiritualnya masing-masing. [Baca juga: Pergeseran Kutub dan Kematian Masif]
Sedangkan manusia-manusia yang sudah meninggal jauh lebih dulu di masa-masa sebelumnya akan telah beralih lebih dulu ke alam-alam lain sesuai orientasi spiritualnya masing-masing, apakah Mengabdi-Ego, Mengabdi-Kebaikan, atau masih Peragu. [Baca: Quo Vadis, Manusia?]
Bukan hanya manusia yang beralih, sebagian Bumi dan Matahari akan turut beralih, dengan menyisakan bumi lama. Bumi yang beralih alam inilah yang disebut Bumi Baru. Sebagian hewan juga turun beralih. Dan jenis-jenis hewan yang turut beralih alam ini akan tergantung pada dua hal:
  • penting bagi keseimbangan alam di alam Densitas ke-4
  • telah dimintakan oleh banyak manusia bumi sendiri untuk dipertahankan.
Untuk sebuah contohnya, silahkan baca Antara Malnutrisi dengan Lembu Laut dan Kebaikan Hati Masal

Baca juga: RUH

[Artikel 3 Jan. 2013 ini telah diedit]