Sistem Semesta : Voting Alam Semesta dan Transformasi Planet

Planet yang berada di tahap awal perkembangan spiritualnya adalah planet dengan alam berkepadatan ke-3, atau alam Densitas ke-3, seperti misalnya bumi ini. Dari waktu ke waktu makhluk-makhluk penghuninya diberi kesempatan untuk mengikuti ujian kelulusan untuk melanjutkan pelajaran-pelajaran spiritualnya di alam yang lebih tinggi, yaitu alam Densitas/Kepadatan ke-4. [Baca juga: Rasanya Hidup dan Belajar di Alam Yang Lebih Tinggi]

[Ujian Kelulusan]
Kelulusan ini ada dua jenisnya, yaitu masa Panen Jiwa/Ruh dan masa Transformasi.
  • Masa Panen Jiwa adalah untuk kenaikan tingkat ruh saja. 
  • Masa Transformasi adalah era menuju kenaikan tingkat bagi penduduk suatu planet, beserta planet tempat tinggalnya dan lingkungan planet tersebut. 
Dalam ujian kelulusan ini, ibaratnya, terdapat dua jurusan, yaitu kenaikan tingkat sebagai entitas Mengabdi-Ego atau sebagai entitas Mengabdi-Kebaikan. 

Agar lulus dalam ujian ini, entitas, harus memutuskan secara kokoh--tak goyah lagi pendiriannya--orientasi spiritual apa yang dipilihnya. Ini keputusan berbasis tindakan--harus terbukti--bukan sekedar dipikirkan, dinginkan, diucapkan maupun dibahas. Berikut penjelasan para alien Zeta.
"Panen (Jiwa/Ruh) terjadi secara periodik di dunia-dunia Densitas ke-3, dan terjadi tanpa Transformasi. ... Suatu panen jiwa di dunia Densitas ke-3 akan menghasilkan entitas-entitas yang Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego yang dipindahkan (dari planet rumah mereka - pen.), saat kematian fisik dalam bentuk kehidupan sekarang ini, ke dunia lain, sebuah dunia Densitas ke-4 secara spiritual dan fisik.
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Future Pole ShiftsNote: written Feb 15, 1997. Planet X and the 12th Planet are one and the same.  
[Mereka Yang Tidak MenginginkanTransformasi] 
Sedangkan yang tidak ingin mengikuti ujian tersebut ada dua jenis:
  • mayoritas penghuni suatu planet memutuskan untuk tidak memberikan suara dalam ujian kenaikan ruh itu, contohnya para Anunnaki, yang mendiami Planet ke-12 (aka Planet X/Nibiru) 
  • penghuni-penghuni suatu planet yang tidak ingin mengikuti transformasi yang sudah dijadwalkan bagi planetnya karena mayoritas penduduk planet tersebut sudah memberikan suara untuk menjalani transformasi.
[Transformasi]
Untuk Transformasi, Transformasi ini hanya akan dijadwalkan ketika para makhluk di planet yang bersangkutan telah menggunakan hak pilihnya untuk ikut atau tidak. Hak pilih ini dikumpulkan langsung dari SETIAP individu manusia secara bawah sadar. Para inidividu ini juga sebelumnya telah memberi jawaban secara bawah sadar dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Dewan Ruh Alam Semesta Ini, yang dilakukan dari waktu-ke waktu. Berikut penjelasan para alien Zeta.
"Suatu Transformasi hanya terjadi ketika dunia fisik telah ditakdirkan menjadi rumah bagi para entitas yang tinggal di Densitas ke-4. Dengan demikian, suatu Transformasi mencakup pemberian suara untuk memilih orientasi spiritual oleh para entitas penduduk asli dunia tersebut, yaitu mereka yang terbentuk (terlahir) di planet itu. Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Future Pole ShiftsNote: written Feb 15, 1997. Planet X and the 12th Planet are one and the same. 
Para entitas suatu planet juga berhak tidak memilih untuk bertransformasi. Salah satu contohnya adalah ras alien Annunaki. Berikut penjelasan ZetaTalk.
"Seperti yang telah kami jelaskan, Planet ke-12 tak akan pindah ke Densitas ke-4 ketika bumi pindah, karena para hominoid di planet tersebut belum siap untuk Transformasi hingga suatu masa di masa depan. ... Planet ke-12 akan berlanjut menjadi planet dengan keberadaan di Densitas ke-3, yang melahirkan entitas-entitas dalam bentuk hominoid-hominoid raksasa yang merupakan benih penuduk asli planet tersebut. 
Namun apa yang akan terjadi ketika para hominoid Planet ke-12 telah siap untuk dipanen jiwanya? Akankah planet mereka pindah ke Densitas fisik ke-4? Tidakkah hal ini akan mengulang pergeseran-pergeseran kutub periodik seperti yang dialami bumi sekarang? Hal ini memang akan menjadi kasusnya jika Planet ke-12 direncanakan untuk pindah, namun tak seluruh planet yang memberi kehidupan akan menjadi rumah bagi para entitas di keberadaan spiritual Densitas ke-4. Sebagian tetap menjadi rumah bagi para entitas Densitas ke-3 secara permanen, yang membentuk entitas-entitas di tahap pertama dalam kehidupan spiritual."   
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Future Pole ShiftsNote: written Feb 15, 1997. Planet X and the 12th Planet are one and the same. 
[Manusia/Bumi Telah Menggunakan Hak Suaranya Sekitar 50 Tahun Yang Lalu] 
Sedangkan untuk bumi, bumi telah menggunakan hak suaranya di Dewan Alam Semesta Ini untuk memilih ikut dalam Transformasi ke Densitas ke-4 sebagai golongan Pengabdi-Kebaikan. Vote tersebut dilakukan tak lama sebelum peristiwa Roswell.

Dan, seperti yang telah dijelaskan dalam Rasanya Hidup dan Belajar di Alam Yang Lebih Tinggi, perpindahan ke alam Densitas ke-4 hanya akan dilakukan ketika 89% populasi bumi Mengabdi-Kebaikan. Kemudian bumi akan menjadi milik semua entitas Pengabdi-Kebaikan yang telah naik ke densitas ke-4, bukan hanya manusia, dan termasuk sejumlah Anunnaki Pengabdi-Kebaikan yang mengikuti transformasi. 

Pernyataan ZetaTalk, terjemahan bebas ZetaTalk: Future Pole Shifts: 

"Begitu suara diambil, sebagaimana kasusnya dengan Bumi tepat sebelum pertengahan abad, sekitar 50 tahun yang lallu, maka orientasi spiritual masa depan dari planet Densitas ke-4 itu ditetapkan.

Dalam kasus Bumi, seperti yang telah kami jelaskan, orientasi spiritual masa depan itu telah ditetapkan sebagai Pengabdi-Kebaikan. 
Hasil dari vote tersebut adalah bahwa inkarnasi-inkarnasi ke dunia yang tengah bertransformasi dilakukan sesuai orientasi spiritual masa depannya. 
Bagi Bumi, ini berarti bahwa para entitas Pengabdi-Kebaikan saat ini tengah berinkarnasi [di Bumi].

Bumi kini sedang berada dalam periode transformatifnya, meskipun peralihan fisik yang sesungguhnya ke alam Densitas ke-4 baru akan terjadi setelah beberapa dekade (pasca pergeseran kutub - pen.)." 
Dengan demikian, Bumi di masa depan akan menerima banyak entitas dari dunia-dunia lain yang telah matang hingga titik 50/50 (fifty-fifty - pen.), yaitu memedulikan entitas lain sebanyak diri sendiri. Para entitas ini akan berinkarnasi ke dalam bentuk hibrida yang tengah kami hasilkan. Sebagian dari entitas ini bisa jadi berasal dari Planet ke-12, yaitu para ex-raksasa yang dulu pernah merusak bumi secara periodik selama lewatnya di tata surya kita.di jarak terdekat dengan bumi." 
[Voting dan Cara Perhitungannya di Dewan Ruh Alam Semesta Ini]
Para alien Zeta menjelaskan bahwa voting di Dewan Ruh Alam Semesta Ini dikumpulkan dari setiap individu manusia, tanpa terkecuali, namun dilakukan di bawah sadar mereka (pada level ruh). Sebelum pemungutan suara diambil, kepada para ruh ini dilakukan jajak pendapat oleh Dewan mengenai keinginan individu. Berikut penjelasan para alien Zeta.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Vote Count, Note: written by Jul 15, 1995. 

[Pentingnya Pelahiran Konstitusi Amerika Serikat] Seperti yang telah dinyatakan dalam kitab Oahspe, sebuah buku hasil komunikasi dengan dunia ruh yang dapat kami jamin kebenarannya, Konstitusi Amerika Serikat dibantu dalam pelahirannya oleh kami dan para alien lain yang berorientasi Mengabdi-Kebaikan. Pelahiran ini tidaklah mudah. Alasan untuk dukungan itu bukan main-main saja. Konstitusi ini merupakan pelopor dari apa yang dapat Anda harapkan dari Dewan Ruh Alam Semesta Ini, yaitu bahwa setiap Individu diperhitungkan.  

[Bagaimana mekanismenya?] 
Secara praktek, bagaimana cara kerjanya? Dimana kotak suaranya?
Di dunia fisik, sebagaimana manusia terbiasa memandang seperti apa dunia itu, orang akan mengekspektasi adanya kotak suara fisik. Di masyarakat manusia, janji verbal sering kali dilupakan atau diselewengkan, maka janji-janji dan kesepatakan-kesepakatan penting dibuat tertulis, dan kata-katanya dibuat presisi. (Namun) Kata-kata itu dapat menjebak; demikian pula, kata-kata dapat meyakinkan. 
Lalu bagaimana hal ini dapat bekerja tanpa kata-kata (di alam ruh - pen.)? 
Di kalangan entitas Pengabdi-Kebaikan, (suatu cara komunikasi) yang setara dengan komunikasi verbal bukanlah sesuatu yang akan digunakan untuk melawan individu. Esensi dari pemberian suara tidak diselewengkan, baik karena ketidaktahuan maupun untuk penipuan.
Esensi pertanyaan (dalam polling - pen.) yang diberikan kepada orang yang memberikan suara disampaikan secara jujur kepada individu yang berhak memberikan suara, dan niat sejati si pemberi suara disampaikan ke kotak suara, yang dalam hal ini bukanlah kotak sama sekali melainkan suatu jenis komputer pikiran. 
Dalam orientasi Mengabdi-Ego, dimana minoritas kecil jiwa manusia dikepalai, pemberian suara tidak terjadi. Keputusan dibuat berdasarkan birokrasi, yang kaku. Ini konsep yang telah cukup dikenal oleh manusia yang membaca dialog ini, maka kami lewatkan saja bagian ini dan langsung ke penjelasan selanjutnya.
 [Kapan Manusia Boleh Menggunakan Hak Suaranya?] 
Kapankah manusia boleh menggunakan hak pilihnya di Dewan Ruh Alam Semesta Ini? Dan apakah ada perwakilan-perwakilan penengahnya, seperti yang diperbolehkan oleh Konstitusi?
Jawaban untuk pertanyaan terakhir ini adalah tidak. Kalau untuk urusan-urusan manusia,  ketidakmungkinan fisik untuk memiliki jutaan dan bahkan milyaran manusia di perwakilan manapun akan memerlukan tingkat perwakilan di luar itumaka, faktanya, di alam-alam di atas Densitas ke-3, kami mampu menangani jumlah besar.
[Jajak Pendapat Kepada Ruh Manusia] 
Lalu kapankah Anda memiliki hak untuk memberi suara?
Dalam masalah-masalah bumi, sebagai penduduk bumi, Anda sudah memiliki hak suara. Ini suara dari orang ke orang. Hak suara Anda telah diambil dalam jajak pendapat dari waktu ke waktu. Ini memang terdengar luar biasa. Ruh Anda (memang telah) ditanyai melalui jajak pendapat.
Namun, oleh karena ruh menganggap tubuh fisiknya tak setaraf dengan dirinya, si ruh tak memberi update pada jasadnya tentang segala hal yang dialaminya, termasuk masa lalu. Ia menganggap rasa penasaran tubuhnya itu, yang merupakan rumah sementaranya, sebagai gangguan. Kecual si ruh menganggap tubuhnya dalam posisi perlu mengetahu, si ruh tak akan ambil pusing.
Demikianlah, ruh Anda sudah ditanyai melalui jajak pendapat, dan telah memberikan suara, baik Anda menyadarinya maupun tidak."
Baca juga:  
Tentang Perhitungan Suara Populasi Bumi Untuk Transformasi