Tidak Ada Uang di Alam Pengabdi-Kebaikan

Planet Bumi berada di alam Densitas ke-3. Dan yang disebut sebagai alam Pengabdi-Kebaikan tidak berada di alam Densitas ke-3, melainkan di alam mulai dari Densitas ke-4 ke atas, alis alam gaib. Kehidupan di alam Pengabdi-Kebaikan tidak mengandalkan perputaran uang, karena di sana memang tidak ada yang namanya uang. Berikut penjelasan para alien Zeta mengenai kondisi khusus itu di alam mereka, yaitu alam Pengabdi-Kebaikan Densitas ke-4.   


Terjemahan bebas ZetaTalk: Without Money, Note: written by Jul 15, 1995.

Uang tidak ada di alam Pengabdi-Kebaikan Densitas ke-4. Baiklah kami jelaskan mengapa demikian.

Apa itu uang?
Sebuah media pertukaran. Sesuatu yang bernilai konsisten, atau, setidaknya, bernilai stabil, yang memungkinkan sistem barter terjadi secara lebih abstrak. Jika orang menanam lalu memasarkan apel, misalnya, ia tidak harus menyeret-nyeret sekarung apel untuk membeli susu atau membayar sewa rumah, meskipun opsi ini masih terbuka pagi para petani apel. Sedangkan tanpa uang, petani apel harus menyeret-nyeret apelnya dalam karung kesana-kemari, dan cara ini melelahkan sekali serta mengakibatkan pembusukan yang harus ditangani.
Meskipun demikian, keberadaan uang, yang selama ini disebut sebagai akar segala kejahatan, mendukung aktifitas-aktifitas yang tidak memiliki nilai dalam maupun dari aktifitas-aktifitas itu sendiri.
Apa sesungguhnya keuntungan dari kasino-kasino judi virtual (maya) yang memakai nama-nama seperti Bursa Saham, Pasar Komoditi atau Pasar Obligasi? Hal ini memberi keuntungan bagi orang-orang yang dapat memanipulasi lebih cepat, atau dengan taktik-taktik licik dan jitu yang selalu siap dipergunakan, namun, keuntungan bagi semua orang sama sekali tidak ada. 
Aktifitas-aktifitas ini sesungguhnya bersifat parasit secara keseluruhan, karena para operatornya harus diberi makan dan tempat tinggal, namun tidak memberi kontribusi apa-apa. Sering kali, malahan, mereka memberi keuntungan dari penderitaan orang-orang yang seharusnya mendapat keuntungan, yaitu mereka yang memproduksi.    
Orang-orang yang pada dasarnya para penerima keuntungan di arena-arena judi adalah mereka yang sudah kaya raya, yang menyewa para penjudi ulung yang pada utamanya tidak akan pernah berhenti untuk alasan apapun untuk mendapatkan kesuksesan. 
Hukum-hukum yang mengatur aktifitas ini tidak menghentikan kebohongan-kebohongan, pencurian maupun pengelakan dari regulasi. Ini karena adanya tekanan dan bujukan-bujukan yang diberikan oleh para orang kaya raya itu pada para legislator. Yang kalah adalah, lagi-lagi, orang kecil.   
Lalu bagaimana masyarakat-masyarakat di alam Densitas ke-4 berfungsi tanpa uang, sebuah media pertukaran?
Uang digunakan untuk mengindikasikan kepada orang lain tentang apa yang telah diperoleh atau berhak dibelanjakan oleh individu. Apapun penyajian uang itu--apakah cash, batas kredit, kartu kredit dengan saldo yang mempengaruhi limitnya, barang antik atau intan permata dengan nilai appraisal maupun real estate dengan nilai appraisal--semua itu mengindikasikan bahwa si pemegang dapat membelanjakan atau menukar barang yang setara dengan jumlah itu. 
Makna lainnya lagi adalah bahwa tanpa bukti nilai itu, individu tidak dapat berbelanja, sehingga harus mengandalkan sumbangan. Pada titik ini, si individu mendapat makanan dan tempat tinggal gratis dari pemerintah atau organisasi-organisasi penyalur sumbangan atau hidup di jalanan sebagaimana dilakukan banyak orang. 
Untuk sekedar menyederhanakan masalah ini, Anda dapat menganggap bahwa para Pengabdi-Kebaikan di alam Densitas ke-4 beroperasi seolah-olah setiap orang adalah kasus sumbangan. Akan kami jelaskan secara eksplisit.
Petani apel, ketika membutuhkan suatu barang selain apel yang ia tumbuhkan, akan pergi lalu mengambil barang itu begitu saja. Demikian pula, yang lainnya akan datang untuk mengambil apel begitu saja, sebanyak yang dibutuhkannya. 
Kalau ada terlalu sedikit apel, maka akan ada rasa tertekan yang dikomunikasikan secara telepatis, lalu perlunya sebuah pertemuanpun diumumkan. Oleh karena ada rasa tertekan, orang-orang lain dalam grup itu menimbang-nimbang aktifitas-aktifitas mereka saat ini dari sudut pandang kebutuhan baru itu, lalu membahas alternatif-alternatifnya.
Pada dasarnya, seseorang yang mungkin sedang mengambil hari libur untuk mendedikasikan diri dalam suatu kegiatan belajar mungkin akan segera menghentikan kegiatannya itu untuk memberi asistansi, atau orang yang telah mengambil tanggung jawab untuk mencuci baju mungkin akan dapati dirinya ternyata memiliki waktu luang sehingga menawarkan diri untuk membantu. Atau, bisa juga bahwa dalam menimbang-nimbang aktifitas-aktifitas seluruh orang, grup itu menyimpulkan bahwa apel kurang penting, maka sebuah kesepakatan diambil untuk membagi-bagi suplai yang ada secara lebih seksama.
Dengan cara itu, uang digantikan oleh komunikasi dan kerja sama, dan cara ini baik-baik saja adanya.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com


Baca juga: