Pergeseran Kutub: Tahapan Pergerakan Lempeng

Baca juga:

Pergeseran kutub akan terjadi dalam apa yang disebut Jam Pergeseran Kutub. Event dalam jam pergeseran kutub tersebut akan terjadi dalam tahapan-tahapan pergerakan lempeng-lempeng tektonik dunia. Proses-proses tahapan-tahapan tersebut tengah bergulir sekarang ini hingga nanti mencapai puncaknya, jam pergeseran kutub.

Berikut tahapan-tahapannya (terjemahan bebas dari Scripted Drama).
  1. Ketika Kutub Selatan Bumi dicengkeram oleh Kutub Utara Planet X (yang lewat dekat bumi), Kutub Selatan Bumi bergerak ke utara, sehingga kerak bumi robek, lalu lepas dari inti bumi. Hal ini melonggarkan titik-titik tegang (yang telah ada di lempeng-lempeng tektonik bumi). Maka, lempeng-lempeng Eropa dan Afrika bergerak lebih jauh lagi ke timur, yang membuat lempeng Atlantik robek lalu terbelah selama penggelincirannya ke arah utara.
  2. Ketika lempeng raksasa yang ditempati oleh Eropa, Rusia dan Timur Jauh (Asia) bergerak, efeknya segera dirasakan oleh India, karena  lempeng di bawah Himalaya menunggangi India pada titik ini, sehingga membenamkan negara ini secara efektif dalam sekejap mata. 
  3. Sementara itu, lempeng Indo-Australia menyelam ke bawah lempeng Himalaya, yang efeknya adalah melonggarkan tekanan di sepanjang African Rift. Gerakannya terjadi sedemikian rupa sehingga seketika merobek namun dalam langkah tergetar-getar yang tersendat-sendat--karena terjadi penyesuaian-penyesuaian yang diselingi jeda-jeda di antara getaran-getaran tersebut. Jadi, pada dasarnya, pergerakan ke arah timur dari benua Afrika ini merupakan momentum yang menciptakan robekan tersebut.
  4. Selama robeknya lantai dasar Samudra Atlantik, yang menarik benua Amerika Utara ke utara, robekan yang sudah ada di St. Lawrence Seaway pun melebar, yang pada dasarnya merupakan rantai lemah pada daratan luas ini yang ditahan di banyak titik ke sisi Samudra Atlantik yang lebih jauh. maka, Kanada bergerak ke utara, sementara wilayah-wilayah lain dari Amerika terus menempel ke Atlantic Rift yang juga tengah terobek-lepas.
  5. Bergeraknya lempeng masif yang ditempati oleh Eropa, Rusia, dan Asia ke arah timur juga diantisipasi akan merobek lempeng itu sendiri di sepanjang Himalaya, seperti yang telah kami nyatakan, sehingga menciptakan teluk yang masuk ke daratan Rusia tepat di wilayah yang sekarang ini merupakan utara pegunungan Himalaya. Hal ini diikuti dengan gerakan-gerakan menyentak dan robek selama jam pergeseran kutub, bersamaan dengan robeknya African Rift.
  6. Ketika lautan di tonjolan Brazil telah mencapai posisi Kutub Utara yang sekarang, penggelinciran kerakpun terhenti, namun menciptakan drama lainnya lagi. Dan lempeng-lempeng di belahan bumi utara terhenti, sehingga apapun yang mengikutinya menabraknya. (Seperti kereta api yang tengah melaju yang direm mendadak - pen. ) Dalam hal Amerika, gerakan tersebut meremukkan Amerika Tengah dan Kep. Karibia. 
  7. Untuk benua Afrika, yang telah menggelincir ke arah timur, tekanan tersebut semakin mendorongnya ke arah timur, ketika subduksi lempeng Indo-Austrlia telah dimulai, yaitu ketika rantai yang lebih lemah yang telah terjadi dan momentumnya sedang berproses.
  8. Maka terjadilah tumpukan yang berada di apa yang tadinya adalah Belahan Bumi Utara, dan pemampatan di Lempeng Pasifik melakukan resistansi ketika lempeng-lempeng bersubduksi di bawah lempeng-lempeng Amerika. Lalu, Jepang meletus dan Indonesia remuk.
  9. Pergerakan tersebut membebaskan tekanan pada lempeng-lempeng Amerika Selatan dan Afrika. Ketika lempeng Pasifik terpaksa melakukan penyesuaian, tekanan terhadap lempeng Antartika (satu-satunya tempat di bumi yang tidak mengalami tekanan lempeng tektonik) memungkinkan munculnya daratan baru dari dalam laut di antara ujung-ujung benua Amerika Selatan dan benue Afrika.
Berikut peta dunia baru setelah tahapan di atas.


Image Credit: wikipedia