Bagaimana Kerja Sama di Kalangan Alien Pengabdi-Kebaikan?


Seperti yang telah beberapa kali dijelaskan sebelumnya, masyarakat yang sepenuhnya Mengabdi-Kebaikan hanya ada di alam-alam yang lebih tinggi, yang dapat cukup disebut grup alien Pengabdi-Kebaikan. Mereka dulu pernah menjadi makhluk di alam Densitas ke-3, seperti, misalnya, bumi ini, lalu mengalami kenaikan tingkat spiritual menjadi entitas-entitas di alam lebih tinggi.

Dan sekarang adalah masa Transformasi Bumi. Selama Transformasi Bumi, grup-grup ini memiliki fungsi untuk membimbing umat manusia dan mengawal Transformasi itu sendiri, atas dasar ketetapan penguasa semesta (yang juga merupakan kepanjangan tangan apa yang kebanyakan manusia Indonesia sebut sebagai Tuhan Yang Maha Esa). Dalam operasi-operasi mereka itu, ada dari mereka yang memilih melalui inkarnasi atau melalui walk-in, yang Zeta sebut Anak-Anak Bintang, dan ada yang memilih tidak berinkarnasi (gaib).

Seperti yang juga pernah dijelaskan, grup alien Pengabdi-Kebaikan beroperasi atas dasar spiritualitas apa yang manusia kenal sebagai ajaran emas Yesus, yaitu "perlakukan orang lain sebagaimana kauingin diperlakukan", yang sesungguhnya merupakan falsafah demokrasi. Dengan demikian, demokrasi, kesukarelaan, dan otonomi melandasi operasi para anggota grup dan antargrup tersebut. Dan mereka dari alam-alam lebih tinggi yang Mengabdi-Kebaikan itu yang membimbing manusia bukanlah entitas-entitas "wayang yang digerakkan oleh sang dalang", alias bukan "robotik (tidak memiliki emosi)".

Berikut para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan bagaimana sesungguhnya kerja sama di kalangan alien Pengabdi-Kebaikan tersebut dalam mengawal Transformasi Bumi sekarang ini.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Service-to-Other, Note: written by Jul 15, 1995.

Di dalam grup-grup alien Pengabdi-Kebaikan, peraturan-peraturan ditetapkan secara demokratis, oleh para entitas dalam grup itu, contohnya, tentang penanaman dan pemrosesan makanan.
Selama diskusi-diskusi tentang apa yang perlu dilakukan oleh grup itu dalam hal perawatan minimum dan semacamnya, akan ada relawan-relawan yang menawarkan diri untuk melakukan tugas-tugas ini. Bisa jadi mereka menawarkan diri karena merasa akan memiliki kesempatan bagi diri sendiri untuk tumbuh, atau bisa juga mereka menawarkan diri karena merasa yang lainnya harus dibebaskan dari aktifitas-aktifitas tersebut agar dapat menjalankan aktifitas-aktiftas yang akan penting bagi pertumbuhan para entitas lainnya itu. Apapun alasan tawaran si entitas akan dianggap sebagai peraturan selama jangka waktu mulai dari satu pertemuan ke pertemuan demokratis lainnya. Pertemuan-pertemuan ini sering kali diadakan. Rasa frustrasi dari salah satu entitas dalam grup sudah cukup untuk menjadi alasan diadakannya pertemuan/rapat.
Mengenai sebuah masalah yang belum lagi terpikirkan oleh kebanyakan manusia adalah pindah ke alam Densitas ke-4 dan mengantisipasi diri mereka menjadi para makhluk yang Mengabdi-Kebaikan di Densitas ke-4. Seperti apa kira-kira interaksi dari hari ke hari di antara grup-grup itu?

Meskipun tidak sulit untuk membayangkan bagaimana cara kerja sebuah grup tertutup jika orang-orangnya telah beroperasi secara Mengabdi-Kebaikan-Bersama, akan sulit untuk membayangkan bagaimana superstruktur pemerintahan bisa jadi tidak akan ada. Lalu bagaimana konflik-konflik wilayah, atau operasi-operasi akan berjalan? Contohnya, jika di sebuah planet tertentu, katakanlah, planet Bumi khususnya, terdapat beberapa grup Pengabdi-Kebaikan yang beroperasi untuk persiapan menghadapi Transformasi Bumi, apakah akan muncul perselisihan di antara grup-grup itu? Dan jika ya, bagaimana perselisihan itu akan diselesaikan? Seperti yang pernah kami sebut-sebut, ada lebih banyak lagi grup-grup alien Pengabdi-Kebaikan yang beroperasi di lingkungan bumi ketimbang yang disadari manusia. Tidak semuanya hidup berdampingan dengan harmonis.

[Grup-Grup Yang Saling Tidak Menyukai]
Ada beberapa grup yang benar-benar tidak saling menyukai, serta mengungkapkannya dengan menolak kerja sama di antara grup tersebut. Tawaran kerja sama mereka tolak. Rasa tidak suka dapat tumbuh atas dasar latar-latar belakang yang berbeda, dimana dalam inkarnasi-inkarnasi sebelumnya mereka berasal dari lingkungan-lingkungan fisik yang berbeda secara radikal.
Katakanlah, contohnya, sebuah grup entitas yang telah tumbuh ke dalam bentuk fisik yang tidak memiliki anggota tubuh untuk berlari, tidak dapat menghindar ketika muncul konfrontasi terhadap satu sama lain. Grup entitas lainnya lagi tumbuh ke dalam bentuk makhluk bersayap, sehingga akan lari begitu ada gejala-gejala konfrontasi yang sedikit saja. Mereka akan cenderung memiliki pendekatan yang berbeda untuk suatu situasi di, contohnya, bumi ini. Solusi yang nyaman bagi satu grup bisa jadi memusingkan bagi grup lainnya. Maka mereka akan menolak untuk bekerja sama. 
[Grup-Grup Yang Berkompetisi]
Grup-grup lainnya saling berkompetisi. Hal ini tidak bercabang hanya dari rasa teritorial, tapi juga hasrat untuk memiliki rasa bernilai, rasa penting. Katakanlah bahwa pada satu titik waktu dalam sejarah bumi, ada satu grup alien yang terlibat dalam mengupgrade atau membimbing ras manusia. Lalu, pada titik waktu lainnya, grup lain terlibat dalam aktifitas-aktifitas serupa. Pada setiap satu peristiwa semacam itu, grup yang terlibat memiliki rasa penting, sehingga mereka membuat kontribusi, serta memiliki rasa bangga karena telah menjadi kontributor. Namun kini kedua grup itu hadir pada saat bersamaan di bumi ini. Tidak ada satupun yang dapat merasa paling penting sebagaimana sebelumnya, sehingga merasa dikecilkan. Mereka saling menghindari. Keduanya membusung-busungkan dada atas kontribusi-kontribusi mereka di masa lalu. Semua itu membuat bingung manusia. Dan para entitas dari alam-alam berdensitas lebih tinggi bukannya tidak memiliki rasa diri.

[Grup-Grup Yang Bekerja Sama]
Grup-grup Pengabdi-Kebaikan tidak datang untuk saling menghantam. Tentu saja ada grup-grup yang erat bekerja sama, dan, dalam hal ini, interaksi mereka menjadi, seolah-olah, salah satu dari grup itu tumbuh besar. Namun pada dasarnya, sesungguhnya, mereka menyatu, menjadi grup yang lebih besar."