Cahaya-Cahaya Perjuangan dan Pengorbanan Cinta Kasih

Baca juga:

Ini bicara khususnya tentang memperjuangkan suatu misi bagi kalangan biasa yang sebelumnya tidak terbiasa untuk berada di garda depan untuk membela kebenaran bagi kehidupan rakyat yang lebih baik.

Malala, sekali lagi, menjadi contoh luar biasa dari kalangan itu. Bagaimana tidak? Dengan usia sebelia dirinya, dengan keterbatasan fisiknya sebagai perempuan di negeri yang sangat keras kehidupannya dan dikuasai oleh rezim Taliban, ia mampu berdiri dan bangkit menyonsong kemerdekaan yang masih jauh bagi para wanita di negerinya. Dan ini bukannya tanpa pengorbanan besar, karena ia tidak berjuang untuk kepentingan dirinya, melainkan untuk para wanita di negerinya.

Contoh lain lagi adalah pengorbanan besar yang tak ragu-ragu dilakukan oleh seorang bocah 13 tahun yang gagah berani yang memilih untuk hanyut dalam banjir ganas di Queensland pada 2011 demi menyelamatkan ibu dan adiknya, meskipun ibunya juga turut tewas. Itu hanya dua contoh dari dua anak manusia yang tak ragu-ragu membela orang lain dengan mengorbankan nyawa mereka sendiri.
My son's a hero: Boy, 13, sacrifices his life to save brother in raging Australian floods http://www.dailymail.co.uk/news/article-1346418/Australia-floods-Queenslands-Jordan-Rice-13-sacrifices-life-save-brother.html A boy of 13 gave up his chance of being rescued from the floods so that his younger brother’s life could be saved. Jordan Rice told rescuers to take his ten-year-old brother Blake and their mother Donna from their trapped car before going back for him. His selfless act meant Blake was saved – but tragically, Jordan and his mother were swept away in the car and died.

Kepahlawanan semacam itu tergantung pada pengolahan bathin manusia--dapat dicontoh dan dilaksanakan, dibiasakan. Ini bukan kisah tentang orang-orang pilihan. Satu-satunya yang membuat mereka dipilih untuk menjadi pahlawan dalam kisah tak terduga (bukan pahlawan kesiangan) adalah hati mereka yang seluas samudera dan keberanian besar. Tak mengenal usia maupaun batasan fisik. Tapi tentu saja ini bukan bagi mereka yang sudah jelas-jelas memilih orientasi Mengabdi-Ego, karena mereka tidak akan pernah tertarik.

Apakah pertolongannya itu sia-sia bagi pengorbanannya selain dapat menyelamatkan nyawa adiknya? Tentu saja tidak, di suatu titik dalam penghanyutannya itu, para makhluk gaib (alien dari alam yang lebih tinggi), sebagai kepanjangan tangan-tangan Tuhan Yang Esa,  yang baik hati pasti menyelamatkannya, meskipun ia tetap terhitung tewas. Mengapa harus diragukan? Peraturan gaib untuk pertolongan semacam itu sudah menjadi Hukum Alam. .

Berikut wawasan dari ZetaTalk mengenai sikap yang dikehendaki dan didorong dari diri manusia oleh Dewan dan seluruh tim Transformasi Bumi dalam tantangan-tantangan Transformasi Bumi.

Terjemahan bebas dari Malala’s Light, The ZetaTalk Newsletter, Issue 374, Sunday December 1, 2013

Kisah Malala adalah sebuah contoh tentang orang-orang yang bekerja dengan orientasi spiritual yang sangat Mengabdi-Kebaikan, dan menunjukkan keberanian besar, yang dapat dikawal oleh para makhluk gaib (alien dari alam lebih tinggi) yang baik hati.

Rumah sekolah (Bumi) umat manusia mensyaratkan bahwa umat manusia diperbolehkan untuk menggunakan kehendak bebas, serta mengalami konsekuensi-konsekuensi dari keputusan-keputusan mereka dan keputusan-keputusan orang-orang lain.
Penyakit, kelaparan, tornado, dan kelahiran-kelahiran cacat adalah bagian dari kemasan itu, karena ini semua merupakan kesempatan agar rasa empati diekspresikan agar jiwa-jiwa/ruh-ruh dapat berpijar dan tumbuh. 
Mereka yang berharap penyelamatan seharusnya menyadari bahwa bantuan datang kepada orang-orang yang layak mendapatkannya.
Kisah Malala adalah sebuah contoh. Mohon catat bahwa Malala tidak merasa malu karena kontroversi yang ditimbulkannya ataupun tunduk pada kekuasaan. Ia mencaci menegur Obama karena menggunakan drone-drone di Pakistan! Maju terus Malala!
Malala Yousafzai http://en.wikipedia.org/wiki/Malala_Yousafza In early 2009, at the age of 11–12, Yousafzai wrote a blog under a pseudonym for the BBC detailing her life under Taliban rule, their attempts to take control of the valley, and her views on promoting education for girls. The following summer, a New York Times documentary was filmed about her life as the Pakistani military intervened in the region. On 9 October 2012, Yousafzai was shot in the head and neck in an assassination attempt by Taliban gunmen while returning home on a school bus. The assassination attempt sparked a national and international outpouring of support for Yousafzai. In the 29 April 2013 issue of Time magazine, Yousafzai was featured on the magazine's front cover and as one of "The 100 Most Influential People in the World". 
Obama meets Malala Yousufzai, October 12, 2013 http://dawn.com/news/1049183/obama-meets-malala-yousufzai I thanked President Obama for the United States' work in supporting education in Pakistan and Afghanistan and for Syrian refugees. I also expressed my concerns that drone attacks are fueling terrorism. Innocent victims are killed in these acts, and they lead to resentment among the Pakistani people.
Wawasan ZetaTalk 19 Okt. 2013Kesembuhan luar biasa Malala setelah 3 butir peluru ditembakkan ke kepalanya bukanlah kebetulan. Hanya satu dari peluru itu yang menembus kepalanya, dan ini tembakan yang cukup memukul dengan peluru yang melesat menembus dahinya, melewati gendang telinganya, lalu keluar di belakang lehernya. Namun tidak ada kerusakan otak, tidak ada luka di tulang punggung, meskipun kedua bagian itu pada mulanya ditakuti telah terkena. Kerusakan minimal baru diumumkan setelah Malala selamat keluar dari negaranya itu, dimana para pembunuh--para Taliban--tidak lagi dapat menjangkaunya. 
Kemampuannya untuk bertahan hidup itu merupakan sebuah contoh tentang apa yang dapat terjadi ketika individu yang sangat Mengabdi-Kebaikan, yang luar biasa berani, menolak untuk diintimidasi. 
Ketika pertempuran itu penting secara strategis, yang merupakan kunci pesan terhadap perkembangan umat manusia untuk bergerak ke posisi Mengabdi-Kebaikan, maka perlindungan-perlindungan semacam itu dianugerahkan oleh Dewan Alam Semesta Ini
Peluru-peluru yang diarahkan ke kepala Malala dibelokkan, namun satu yang diperkenankan untuk mendarat agar pesannya menjangkau panggung seluruh dunia. Malala sendiri (di alam gaib--pen.) telah menyepakati secara bulat pengaturan (skenario--pen.) ini, karena sifatnya yang rela mengorbankan dirinya.
Solusi bagi rakyat adalah untuk tidak mengharapkan penyelamatan, melainkan untuk belajar mengandalkan diri sendiri, dan bagi semuanya untuk peduli terhadap yang lainnya. Maka penyelamatan itu akan datang dari Anda, dan dari orang-orang di sekeliling Anda yang merespon, karena cinta akan mendapatkan tempatnya untuk mekar. Mulailah siklus cinta kasih. Anda tidak akan menyesalinya!.
Nasehat ZetaTalk 15 Apr. 1999: Tidak akan ada jaminan keamanan yang dapat diandalkan rakyat, maka pengandalan diri harus menjadi aturan. Kepanikan yang akan merasuki pemerintahan dengan semakin mendekatnya waktu, ketika setiap individu akan menangani kepanikan dan kecemasan-kecemasan mereka sendiri, benar-benar tidak dapat diprediksi. Maka seharusnya rakyat tidak berharap kepada mereka itu, melainkan kepada diri mereka sendiri. [Baca: Survival: Mengandalkan Diri Sendiri]
Ramalan ZetaTalk 15 Maret 2002: Musik dan puisi bisa jadi akan memilki kebangkitannya kembali, sebuah kebangkitan besar sebagaimana mengadopsi anak-anak yaitum piatu dan orang-orang yang serba berkekurangan. Cinta bisa jadi akan mekar di masa menuju pergeseran kutub, sebagaimana seharusnya. Mereka yang memiliki rasa cinta kasih besar dalam hati-hati mereka merespon terhadap penyadaran bahwa hal-hal lain tidak begitu penting.
Komentar ZetaTalk 23 Sept. 2004: Terdorong oleh hati, orang tidak akan pernah membuat keputusan yang salah dari sudut pandang spiritual.