Pergeseran Kutub: Suara Keras Bumi Mengerang

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Groaning, Note: written on Feb 15, 1999.

Dengan semakin mendekatnya Planet X untuk mencapai jarak terdekat dengan bumi, Bumi akan mulai melenguh dan mengerang, menolak tapi juga ingin bergeser. Ketika pergeseran kerak akan dimulai, pada saat bersamaan terjadi titik-titik tekanan serta perobekan dan pemulihan dari ketegangan (pada kerak-kerak bumi) di tempat-tempat lain. 
Namun belum ada gerakan ataupun pergeseran kerak hingga nanti, ketika sudah mencapai ambang batas. Inilah momen minggu terhentinya rotasi bumi, dengan bumi yang terus melenguh dan mengerang hingga terjadi pematahan dan pergeseran pada strata bebatuan. 
Pergeseran kerak bumi itu sendiri akan menyebabkan perobekan lempeng tektonik yang sesungguhnya, beserta penumpuk-numpukan dan penujaman, dengan membuat segalanya bergerak. 
Pertama-tama, dalam jam itu, hanya ada bukti tekanan dan tegangan, dengan titik-titik tempat dimana penujaman terjadi sedang mamanas, dan titik-titik dimana akan terjadi perobekan sedang teregang. 
Kalau peregangan lempeng itu terjadi di bawah air, seperti misalnya pada titik-titik atempat yang membatasi Atlantik, maka daratan itu akan ditarik turun selama beberapa menit, atau bahkan berjam-jam, sebelum pergeseran kerak bumi. 
Kalau penujaman terjadi di darat, maka para penghuninya akan merasakan panas yang meningkat, bahkan sebelum terjadi penujaman lempeng yang sesunguhnya yang diiringi pelelehan bebatuan.
Akan tetapi, hingga pergeseran kerak bumi yang sungguhnya terjadi, ketegangan itu akan terus ada dan Bumi mengerang-ngerang dalam penderitaannya.

Note: below added during the Dec 7, 2002 Live ZetaTalk IRC Session.

Erangan bumi mirip bahan yang terputus dengan keras--suara decitan strata bebatuan yang menarik seluruh strata bebatuan lainnya, dan getaran-getaran strata bebatuan yang sedang tegang. 
Banyak orang yang peka melaporkan diri mereka sakit sebelum terjadi gempa-gempa akibat vibrasi-vibrasi serupa, yang tidak terdengar secara khusus, namun dapat dirasakan oleh tubuh dalam kasus apapun. 
Dengan cara yang serupa, lebih banyak lagi manusia yang akan merasa sakit selama Minggu Terhentinya Rotasi Bumi, dan ini bukan hanya karena tekanan dari momen itu, tapi akibat vibrasi-vibrasi dalam lapisan bebatuan yang ada di bawahnya. 
Apakah hal itu sekedar sebuah gerakan, atau mungkin sebuah suara? 
Bukan, karena tekanan pada bebatuan menghasilkan lebih dari sekedar gerakan atau suara ketika gerakan tersebut diteruskan ke udara yang bergerak, dengan demikian, terjadi suara. 
Telah ada laporan-laporan bahwa gempa-gempa yang masih tertunda dapat dirasakan melalui radio, karena statis pada radio meningkat, tepat sebelum terjadi sebuah gempa, dalam hitungan berjam-jam atau berhari-hari sebelumnya.
Hewan piaraan juga akan bangun dan berkeliaran, merasakan sesuatu, demikian pula halnya dengan hewan ternak. Namun situasi ini bukan sesuatu yang dapat digambarkan oleh sang pemiliki hewan, karena tak ada suara maupun penampakan. 
Lapisan bebatuan yang berada dalam tekanan akan merubah pancaran-pancaran, elektron-elektrion, medan-medan magnetik, dan aliran-aliran partikel subatom lainnya, yang benar-benar tidak disadari oleh umat manusia, meskipun demikian tetap saja ada.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com