Tentang Berebut Sang Penyelamat, dan Tentang Sai Baba

Siapakah sesungguhnya sosok mistis penyelamat manusia bumi di Akhir Jaman yang digadang-gadang banyak orang di dunia dengan berbagai penafsiran, yang bersumber dari berbagai nubuat maupun tradisi kuno dan kitab-kitab agama (yang, seperti telah dijelaskan sebelumnya, memiliki isi-isi yang telah diplintir atau diubah-tambahi-kurangi oleh para elit keagamaan dahulu kala)? Bagaimana dengan pimpinan-pimpinan spiritual atau agama yang menjanjikan keselamatan Akhir Jaman bagi para pengikutnya, apakah mereka sosok Penyelamat itu? Para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan (ZetaTalk) menjawab.

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Messiah, Note: written by Jul 15, 1995

Umat Kristiani mengklaim bahwa Yesus adalah Juru Selamat, namun umat Muslim mengklaim bahwa bukan ia orangnya, sedangkah kaum Yahudi mengatakan bahwa Sang Penyelamat belum tiba. 

Masalahnya di sini adalah bahwa, tentu saja, tidak ada Juru Selamat, sehingga atribut apapun yang ditempelkan ke manusia manapun tidak akan menempel. 
Umat Manusia harus menyelamatkan dirinya sendiri, dan, pada khususnya, setiap manusia harus menyelamatkan diri masing-masing. 
Hasrat untuk diselamatkan bukanlah sesuatu yang muncul dari diri manusia, melainkan ide yang telah ditanamkan oleh para elit religius. 
Jika manusia dapat dibuat merasa gugup tentang kesempatan-kesempatan mereka di masa depan, maka mereka akan kemungkinan sekali akan semakin mencari bantuan dari para elit religius, dan, dapat kami tambahkan, membayar mahal untuk itu. 
Setiap manusia membuat jalannya sendiri, dan mendapat pahala mereka sendiri, sementara, pembayaran dalam bentuk uang atau barang-barang atau layanan kepada para elit religius tidak ada efeknya sama sekali selain dari membuat gembira para elit religius itu.


Sai Baba
Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Sai Baba, Note: written on Jun 15, 1997

Mistik-mistik yang mengklaim berbagai kualitas bukan hal baru, di jaman kapanpun, namun, saat ini, diberi kepercayaan lebih dari biasanya karena mendekatnya masa milenium. 
Milenium ini telah dibungkus, selama berjaman-jaman, dengan pesan ganda -- penyelamatan dan kedamaian, di satu sisi, kematian dan kehancuran, di sisi lain. Orang-orang menjadi bingung dan ketakutan oleh legenda-legenda itu, yang menembus seluruh budaya manusia dengan suatu cara, yang akan semakin cenderung untuk menangkap begitu saja penjelasan apapun yang menjanjikan keamanan serta menghilangkan kekhawatiran.    
Apa yang bisa jauh lebih baik ketimbang kembalinya sang penyelamat bagi realita hidup orang dan di kalangan orang yang cemas! 
Seperti itulah janji yang diupayakan untuk disampaikan oleh Sai Baba. Dan, bagi mereka yang bersedia menyisihkan kesangsian mereka ataupun keingingan untuk meneliti banyak klaim tentang orang itu, kenyamanan setidaknya telah disampaikan. 
Diakah sang juru selamat, ruh dari Yesus dahulu, yang kini kembali? Boro-boro!
Sai Baba memiliki reputasi telah mengatakan bahwa seluruh pengikutnya akan dilindungi selama perubahan-perubahan bumi mendatang. Tentu saja ini tidak benar, dan merupakan elitisme pada tingkat terburuk.
Mereka yang menyatakan bahwa para pengikut mereka akan diselamatkan, tentu saja, tengah berusaha menambah tumpukan keuntungan-keuntungan yang telah mereka nikmati, karena, semakin besar rasa putus asa itu, semakin setia dan mudah diperbudak pula para pengikut itu. Tentu saja, rasa kecewa yang datang akan parah, tapi, menjelang itu terjadi, para pemimpin yang telah memperdayai orang-orang akan telah mendapatkan apa-apa yang mereka inginkan dan membuat taktik licik untuk keamanan mereka sendiri dan tidak akan ada untuk ditanya-tanyai setelahnya. 
Oleh karena fakta bahwa dunia ini telah memilih, melalui suara para ruh di Bumi, untuk menjadi planet yang Mengabdi-Kebaikan nantinya (di Alam Pengabdi-Kebaikan Densitas ke-4--pen.), maka para individu yang sekarang diinkarnasi oleh ruh-ruh Pengabdi-Kebaikan dapat mempertahankan inkarnasi mereka sekarang, kalau mereka ingin membantu sesamanya untuk berjuang melewati masa-masa penuh cobaan setelah Pergeseran Kutub.
Hal ini telah disalahtafsirkan dahulu sebagai pengagkatan ke surga bagi para orang beriman. Tentu saja bukan itu, bukan bagi para orang yang beriman pada set peraturan dan regulasi seperti umat Kristiani. 
Kurang dari sepertiga umat manusia benar-benar Mengabdi-Kebaikan, dan berkualifikasi untuk itu, sisanya masih belum dapat menentukan dan ada yang lebih condong ke diri sendiri. Dan kebanyakan orang yang berkualifikasi--mayoritas luas--yang mungkin mendekati 85%, telah menolak asistansi itu. 
(Karena) Mereka ingin bersama-sama orang-orang yang bergantung pada mereka pada masa yang paling penuh cobaan, ketika rasa takut mungkin menguasai mereka (orang-orang yang bergantung itu--pen.), ketika mereka mungkin akan beralih ke pikiran-pikiran untuk menyelamatkan diri sendiri karena rasa tak berdaya dengan mengorbankan orang lain.
Para Pengabdi-Kebaikan itu ingin terus menjadi tempat bersandar orang-orang, seperti yang telah sering mereka lakukan, yaitu orang kuat yang mendukung dan tenang di masa-masa krisi, bahkan jika hal itu menempatkan diri mereka dalam resiko kematian atau luka. 
Karenanya, lebih seringnya, tawaran itu (untuk diangkat sementara waktu dari bahaya--pen.) telah ditolak.
Ketika Sai Baba atau orang-orang lain yang menyatakan bahwa para pengikut mereka akan dilindungi, mereka, dengan demikian, tidak berbicara kepada orang-orang semacam para individu Pengabdi-Kebaikan itu. Hal ini, dengan sendirinya, merupakan indikasi sifat sejati grup ini (Sai Baba--pen.).

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com



Baca juga: