Tingkat Perubahan Sospol Akibat Polarisasi Spiritual

Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Gradual Change, written Nov 15, 1995

Kata Transformasi memunculkan pikiran tentang banyak perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, namun, oleh karena Transformasi itu tengah terjadi sekarang ini, sudah jelas terjadinya secara bertahap. Perubahan apa saja yang telah terjadi, dan apa tanda-tanda perubahannya?
Sepanjang sejarah, ada tempat-tempat dan masa-masa yang menonjol dalam hal kekejaman dan represi - Inquisisi, Jaman-Jaman Kegelapan, kamp-kamp kematian NAZI. Namun, demikian pula dengan tempat-tempat dan masa-masa yang menonjol dalam hal sebaliknya - jaman-jaman kejayaan Athena, Undang-Undang Hak Asasi Manusia, pengobatan yang disosialisasikan, dan Hak-Hak Sipil.
Dalam hal ini, masalah-masalahnya tidak bersifat hitam dan putih, namun abu-abu. 
Karena, jika suatu tema jaman kala itu mendominasi, maka pendukung-pendukung pola pikir alternatif juga bekerja keras. Selama Jaman Kegelapan, terdapat penemuan-penemuan hebat, sementara, di Jaman Athena, terdapat para bully yang berpikiran picik.
[Polarisasi Karena Transformasi]
Akan tetapi, selama suatu Transformasi [spiritual], polarisasi terjadi sehingga alternatif-alternatif yang ada jauh lebih banyak ketimbang di tempat-tempat lain. 
Ada penjelajahan ide-ide serta pemikiran-pemikiran demokratis yang ideal dengan pandangan terbuka, dan ada juga represi.
Pada mulanya, polarisasi dan pemisahan terjadi dari keluarga ke keluarga, dari kota kecil ke kota kecil, lalu menyebar ke area-area lebih besar. 
(Contohnya,) sebagian wilayah Argentina belum pernah pulih dari Perang-Perang Kotor, dan tidak akan segera pulih. Sebaliknya, kalau orang melihat ke Skandinavia, orang akan melihat adanya rasa mempertimbangkan orang lain yang disahkan secara hukum, dukungan bagi orang-orang, dan akses publik ke segala jenis informasi.
Trend-trend menuju pemisahan ini akan berlanjut, dan semakin parah, selama Transformasi.

[Perubahan Fisik]
Sejalan dengan perubahan spiritual, perubahan fisik juga terjadi. Konsep-konsep yang diusung oleh Green Movement, yang dimulai di Nederland, kini telah diusung di seluruh dunia, dan kata-kata serta pikiran-pikiran semata tentang hal itu telah diikuti oleh tindakan. 
Pengendalian dan penyusutan polusi, yang tadinya hanya di lingkup badan-badan kecil pemerintahan, kini telah menjadi berita-berita di halaman depan secara rutin dan memenuhi hati serta pikiran para peneliti di seluruh dunia. Hasil-hasilnya, yang terbukti hanya dalam beberapa tahun terakhir, termasuk mikroba-mikroba yang memakani polusi, tanaman-tanaman yang membersihkan tanah, dan produk-produk alami alternatif yang tidak memolusi lingkungan.
[Perubahan Dalam Hal Agama]
Demikian pula, beberapa pergerakan religius seperti, misalnya, dikte-dikte Islam, telah menjadi semakin kasar dan represif, yang menghasilkan, misalnya, peningkatan pembatasan-pembatasan pada wanita. Dalam hubungan ras, para orang yang menganjurkan pemisahan karena masalah itu, telah menjadi semakin berani dan bahkan berhasil membalik perkembangan terkini (terkait kondisi represif itu, misalnya).

Polarisasi pada utamanya berjalan tak terdeteksi, dengan manusia-manusia bermigrasi ke area-area yang mereka rasa akan lebih cocok dengan cara pikir mereka. 
Manusia-manusia bergabung dengan grup-grup untuk memutuskan, misalnya, berbelanja di toko tertentu, berjalan-jalan di taman-taman ini atau itu. Semua itu semakin berdasarkan orientasi spiritual. Grup-grup politik, afiliasi-afiliasi keagamaan--semua itu dipengaruhi oleh kecondongan-kecondongan spiritual. 
Keputusan-keputusan untuk masuk grup mana, tinggal dimana, bekerja untuk siapa, dibuat sehari-hari berdasarkan apa  yang dirasa manusia dalam hal kecocokan dengan orientasi spiritual (Mengabdi-Kebaikan aau Mengabdi-Ego) yang telah mereka pilih. (Contohnya:)
  • Jika sebuah grup bermain bola dengan kasar dan mengolok-olok mereka yang kalah, sementara grup satunya lagi bermain dengan tujuan berolahraga serta memastikan semua pemain mendapat olahraga fisik yang adil, maka (dapat dilihat) dalam permainan bola ini terdapat manusia-manusia dengan kecondongan spiritual yang berbeda. 
  • Jika sebuah partai politik bersifat elitist, kejam terhadap mereka yang berkekurangan dan semakin memberi kekuasaan pada orang-orang yang kuat dan berkuasa, maka ini bukan grup berorientasi Mengabdi-Kebaikan. 
  • Jika sebuah gereja (atau masjid atau vihara atau lainnya--pen.) sangat diatur oleh para sesepuh yang tidak boleh ditentang, bahkan ketika ada yang, misalnya, memperkosa anak-anak, dan menolak untuk dimintai pertanggungjawaban, maka ini bukan kepemimpinan berorientasi Mengabdi-Kebaikan.   
[Titik Ekstrim Polarisasi]
Pada suatu titik tertentu, selama suatu periode polarisasi, trend-trend itu dapat diperhatikan, karena menjadi ekstrim. Ini adalah titik yang sekarang ini telah dicapai, sehingga dapat diperhatikan. Dahulu, ketika mayoritas luas belum dapat memutuskan orientasi spiritual mereka, hanya orang-orang yang sepenuhnya Mengabdi-Ego atau Mengabdi-Kebaikanlah yang akan segera mempengaruhi masalah-masalah.
Contohnya, Yesus (Pengabdi-Kebaikan--pen.) atau Genghis Khan (Pengabdi-Ego--pen.), sehingga pengaruh mereka tampak nyata. 
Selama Transformasi, dimana gelombang Anak-Anak Bintang (Pengabdi-Kebaikan--pen.), 
termasuk para Ruh Penyurup/Walk-In (Pengabdi-Kebaikan--pen.)--menitis pada manusia-manusia tanpa melalui proses kelahiran manusia ataupun pematangan yang harus dilalui Anak Bintang-- 
yang jumlahya meningkat dramatis, yang diperlukan untuk memberi pengaruh, mereka yang Mengabdi-Ego merasa terancam.

Persentase jumlah Pengabdi-Kebaikan di Bumi tengah melampaui (para Pengabdi-Ego), sehingga para Pengabdi-Ego di kalangan manusia merasa tidak nyaman. Mereka itu (para Pengabdi-Ego) mengelompok semakin erat, untuk berkumpul sesamanya. 
Mereka mencari lebih banyak kendali, melengking semakin nyaring, mendiktekan lebih banyak aturan, dan membatasi akses ke diri mereka sendiri. Ini semua untuk meningkatkan tingkat kenyamanan mereka, untuk kembali ke tingkat nyaman yang mereka ingat di masa-masa dahulu. Hasrat untuk mengendalikan, untuk kembali ke masa-masa lalu yang bahagia, sesungguhnya adalah hal yang mendorong polarisasi ini, karena para Pengabdi-Ego itu bersedia memisahkan diri!