Realita Orang Baik dan Orang Jahat dalam Transformasi

Kalau jaman Transformasi Bumi ini membersihkan orang-orang yang egois dan jahat, lalu mengapa sepertinya masih ada banyak sekali orang-orang semacam itu di berbagai belahan dunia? Mengapa masih ada orang yang memiliki kekayaan dan pengaruh yang sangat besar seperti halnya Sang Dalang Dunia?

Terjemahan bebas dari ZetaTalk Chat Q&A for October 30, 2010

Mengapa ada tempat-tempat seperti Korea Utara misalnya dan situasi-situasi yang dibiarkan saja sangat gelap, seperti keberadaan Sang Dalang Dunia, sementara planet ini sedang melakukan pembersihan terhadap mereka yang Mengabdi-Ego. Seharusnya, saya rasa, kita akan melihat contoh lebih besar dari hal-hal baik di masa sekarang ini. Kejahatan telah begitu menampakkan dirinya, setiap orang sudah tahu apa kejahatan itu. Tapi saya dapati hal-hal baik malah dapat hampir tersamarkan dan demikian ditekannya di media-media massa besar.

Saya merasa resah melihat orang-orang yang begitu mudah terpengaruh oleh berita-berita sampah seperti di Fox, dll. Apakah para Zeta melihat ada orang di media massa besar yang akan menjulurkan leher lalu terpenggal sehingga menunjukkan tangan-tangan elit yang melakukan coverup?

Dan bagaimana bisa sesosok ruh dapat ditawari inkarnasi dengan kekuasaan yang sedemikian ekstrimnya seperti halnya Sang Dalang Dunia. Saya mengerti bahwa, ketika ruh telah matang untuk membuat keputusan untuk maju, harus ada situasi final yang memperkokoh ruh tersebut,  namun haruskah hal ini melibatkan 500 juta orang? Bilamana demikian, sepertinya ia dan para elit dan orang-orang politik lah yang memiliki kesempatan-kesempatan lebih besar untuk menjadi satu-satunya ruh yang matang untuk dipanen.

Penjelasan ZetaTalk:
Manusia mendengar istilah Transformasi, dan mendengar bahwa Bumi akan menjadi rumah bagi orang-orang yang berhati baik - mereka yang Melayani-Kebaikan - di masa depan, dan mereka yang Mengabdi-Ego dilarang untuk berinkarnasi di sini. Mereka memvisualisasikan proses ini dalam kaitannya dengan hal-hal yang akan masuk dalam bayangan mereka, dalam masyarakat mereka. Orang-orang jahat dibinasakan dan ditekan. Orang-orang baik diangkat. Demikianlah cara manusia akan mengaturnya, seandainya mereka yang bertanggung jawab.

Lalu dengan cara lain apa lagi orang mengatur sebuah Transformasi? Seberapa sering film-film Anda menyajikan gambaran yang berbeda?
Dalam film Star Wars, sebuah kelompok kecil mengambil alih Kekaisaran, dan menang melawan arus. Bagaimana bisa dalam pertempuran-pertempuran antara baik dan jahat, orang-orang jahat sepertinya selalu memegang semua kartu, sementara orang-orang baik kalah dalam jumlah. 
Sudah menjadi sifat mereka yang Mengabdi-Ego untuk berupaya menampuk aset, mendominasi orang-orang, dan mempengaruhi masalah-masalah. Dengan demikian mereka ditemukan dalam jumlah besar menjalankan korporasi-korporasi, mendapat kenaikan pangkat dalam militer, menampuk kekayaan besar melalui insider trading, dan, pada umumnya, memiliki prilaku kejam terhadap orang.

Apa yang harus dipahami adalah bahwa selama Transformasi, Bumi masihlah merupakan rumah sekolah, yang memberi para ruh yang berinkarnasi sebuah kesempatan untuk memilih apakah ingin Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego. Setiap ruh dibimbing oleh para Pembimbing Pelahiran ke dalam inkarnasi mereka berdasarkan kebutuhan-kebutuhan mereka; dan (para Pembimbing itu) menyediakan lingkungan yang dibutuhkan untuk pelajaran mereka sekarang.
Untuk setiap CEO kejam yang muncul untuk menjalankan sebuah korporasi, ada lusinan orang yang memiliki kesempatan ini namun memilih jalan yang berbeda.   
Kesempatan-kesempatan untuk berbuat baik atau mengambil jalan egois tidak berbeda dengan yang berabad-abad yang lalu.
Transformasi terjadi bukan karena situasinya dimanipulasi, dengan mereka yang condong ke Mengabdi-Ego terlahir miskin dan buruk, memiliki bentuk tubuh menggelikan, sementara mereka yang Mengabdi-Kebaikan diberi kekayaan dan kecantikan. Polarisasi spiritual yang sedang berjalan sekarang ini menunjukkan kamp-kamp (pembagian-pembagian--pen.) yang berbeda, yang dapat segera diidentifikasikan, namun interaksi di antara kedua orientasi spiritual itu tak begitu berbeda dengan yang selama berabad-abad ini. Para diktator kejam mendominasi, dan para pahlawan bermunculan untuk menantang mereka.
Mereka yang merasa tidak sabaran terhadap proses Transformasi, yaitu mereka yang menginginkan orang-orang baiklah yang berkuasa dan tidak surut oleh ancaman-ancaman dari para elit yang ingin mempertahankan status quo, akan terperanjat bahwa ada macam-macam orang kecuali yang teramat sangat Mengabdi-Kebaikan yang berinkarnasi ke dalam keluarga-keluarga orang-orang yang teramat sangat kaya-raya.
Uang harus dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, dan digunakan sebagai paksaan untuk memecahkan coverup terhadap pergeseran kutub yang masih tertunda. Komunitas-komunitas survival dapat dibangun, dan tumbuh, dan siapapun yang ingin bermigrasi menjauh dari pesisir-pesisir diberi kesempatan untuk itu. Ini vision yang naif. 
Apakah Anda kira (misalnya) seorang anak kecil yang teramat sangat Mengabdi-Kebaikan yang karena mewarisi kekayaan besar, tidak dapati diri mereka dalam situasi dimana kekayaan mereka diurus oleh orang-orang lain?
Si anak akan dianggap tidak kompeten, atau dibungkam dengan suatu cara untuk mengatur hal itu, atau ditipu dalam hal kekayaannya pada kesempatan pertama. Si anak akan menunjukkan kecondongan orientasi spiritual mereka awal dalam hidup, menjadi berempati, dan, dengan demikian, akan dibuat pengaturan lain oleh banyak orang yang hidup seperti parasit-parasit yang menghisap kekayaan besar. 
Maka, mereka yang berada di puncak situasi-situasi semacam itu adalah orang-orang yang terlahir dengan sifat Mengabdi-Ego tingkat tinggi atau Peragu hingga ke suatu tingkatan dimana mereka dapat bermain dengan ahli.

Demikian pula halnya dengan Sang Dalang Dunia, yang sangat cerdas dan berpengetahuan dan ahli dalam permainan politik, seorang administrator yang tak pandang bulu dalam mengatur dana keluarga, namun tidak memiliki niatan jahat.

Sang Dalang Dunia sekarang ini tidak menciptakan peperangan, maupun menciptakan permainan-permainan finansial, seperti misalnya insider trading atau housing bubble (pelejitan harga real estate secara tidak wajar--pen.). Adalah para perantara di dunia -- mereka yang berada di antara rakyat jelata dan golongan kaya-raya -- yang mengambil langkah-langkah demikian dalam keserakahan dan ambisi mereka untuk meraih kekuasaan.
Bush dan Cheney memulai Perang Irak dari kebohongan. Wall Street menciptakan housing bubble dimana ada begitu banyak kekayaan yang dialihkan secara ilegal kepada para manager uang. Lihatlah kehidupan para perantara itu, yang muncul dalam kekuasaan politik atau memasuki profesi-profesi dimana permainan-permainan "rip off" dapat dimainkan, dan Anda tidak akan dapati orang-orang yang terlahir kaya-raya. Anda akan dapati orang-orang yang terlahir dengan ruh-ruh Mengabdi-Ego.