Masyarakat Pelayan Umat di Bumi Sekarang Belum Cerminan Densitas Ke-4

Kesuksesan tidak diukur dari kekayaan dan kepongahan segelintir orang. Polusi, keteraniayaan emosional, penumpulan pikiran dan hati manusia di jalanan - ini semua adalah efek sampingan Kapitalisme.  ZetaTalk


Terjemahan bebas dari ZetaTalk: Service-to-Others, Note: written by Jul 15, 1995

Mengenai seperti apa masa depan Bumi yang Mengabdi-Kebaikan nantinya, hal itu tidak akan menjadi sesuatu yang aneh. Ada banyak grup di Bumi yang telah beroperasi dalam orientasi spiritual Mengabdi-Kebaikan.
Mereka berbagi sumber-sumber daya, membahas masalah setiap orang seolah-olah sebagai masalah semua orang, mengorbankan kenyamanan mereka demi kenyamanan yang lebih baik bagi orang banyak, dan tidak saling menginjak pertumbuhan maupun pemelekan terhadap ilmu pengetahuan.
Di Bumi masa depan, kualitas-kualitas ini sepertinya akan meningkat di kalangan orang-orang. Dan grup-grup akan semakin kurang dan kurang saja membutuhkan kendali-kendali artifisial terhadap prilaku mereka. Dan akan ada lebih banyak dan lebih banyak lagi peluang untuk rasa percaya terhadap satu sama lain.

Meskipun demikian, tidak ada masyarakat manusia yang dapat memberi contoh komunitas Pengabdi-Kebaikan dalam spiritualitas Densitas ke-4. Masyarakat-masyarakat manusia, pada utamanya, terisi oleh populasi yang belum dapat memutuskan (apakah ingin sepenuhnya Mengabdi-Kebaikan atau sepenuhnya Mengabdi-Diri-Sendiri -- masyarakat bimbang--pen.) Hal ini, tak pelak lagi, mewarnai struktur masyarakat.
  • Kalau Komunisme dikaitkan dengan sebuah sistem dimana setiap orang memberi kontribusi sesuai kemampuannya, dan semua orang diberi dukungan, hal-hal itu tentu saja tidak terjadi. Korupsi dengan cepatnya mendapat angin, pasar-pasar gelap bermunculan, sedemikian rupa sehingga mereka yang mengaitkannya dengan filosofi aslinya menjadi kelaparan dan bekerja setengah mati.
  • Kapitalisme telah gagal telak, karena, sementara mendukung kaum serakah, yang tanpa ragu-ragu akan menginjak siapapun yang termalang untuk dapat mengangkat diri mereka sendiri, kapitalisme telah menciptakan dan memperkuat rasa mengabaikan penderitaan tetangga. Mereka yang mendukung kapitalisme, yang mengatakan bahwa negara-negara Kapitalis adalah yang paling sukses, telah gagal memperhitungkan penderitaan rakyat kecil. 
Kesuksesan tidak diukur dari kekayaan dan kepongahan segelintir orang. Polusi, keteraniayaan emosional, penumpulan pikiran dan hati manusia di jalanan - ini semua adalah efek sampingan Kapitalisme.  
  • Demikian pula, agama-agama, bahkan jika berdasarkan filosofi bahwa "yang terlemah yang harus diperhatikan, dan semua pihak harus menyumbang demi kebaikan kelompok", gagal. Paus Paulus hidup dalam kemewahan, emas dan langit-langit tinggi ada dimana-mana, sementara mereka yang mendukung bangunan ini kelaparan serta diberi fatwa untuk menekan seksualitas, yang mana para pendeta pedofil hampir-hampir tidak termasuk (dalam fatwa itu--pen.).
Dengan demikian, bahkan dalam keluarga rata-rata, keberadaan orientasi spiritual Pengabdi-Kebaikan Densitas ke-4 tidak dapat berjalan. Dengan demikian, selain dari membaca apa yang telah kami gambarkan sebagai keberadaan kami, kami tidak dapat menunjuk ke budaya manusia, sebuah filosofi manusia, sebagai satu contoh.

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com