Radio dan Hewan Memberi Kisikan Prediksi Gempa

Baca juga:

Bahwa radio dapat memprediksi gempa telah diketahui banyak orang. Contohnya, suatu hari, siaran stasiun radio tertentu tidak terdengar selain suara-suara gemerisik, padahal radio berada di posisi yang sama dengan ketika siaran stasiun tersebut selalu terdengar jelas. Mungkin ada pembaca di kawasan Jabodetabek yang, pada 25 Jan. 2015 2014 dini hari, mendapati siaran radio El Shinta (misalnya) tiba-tiba tidak tertangkap selain suara gemerisik selama hampir setengah jam, padahal biasanya selalu terdengar jelas (dengan letak radio di tempat yang sama), sementara beberapa stasiun lain dapat terdengar jelas. Lalu pada hari itu, sekitar jam 12 siang, terjadi gempa 6,5 di Kebumen. Tentu saja deteksi melalui radio ini perlu diuji-coba, dilatih berulang-ulang--dibiasakan. Perlu ditambahkan di sini, gempa tidak selalu dideteksi radio.

Di era bencana sekarang, dimana awal Tahap 8 ini akan memberi pergerakan-pergerakan lempeng yang lebih fluid (dengan demikian, erupsi vulkanik dan gempa yang bersifat kontinual untuk banyak wilayah dunia), memantau gempa (di antara bencana-bencana lain) menjadi sangat penting meskipun mungkin wilayah sendiri baru sesekali mengalami gempa selama hidup.
Peringatan dini gempa dan tsunami (melalui Early Warning System/EWS) dapat diberikan oleh pihak berwenang kepada khalayak umum melalui, umumnya, telepon genggam. 
Sedangkan media tidak resmi untuk memberi kisikan gempa, selain radio, yang dikenal manusia adalah hewan piaraan, hewan ternak, maupun hewan liar.
Media-media ini memang tidak dapat memberi tahu secara pasti kapan waktu dan dimana gempanya (sebagaimana alat-alat khusus lain untuk prediksi atau peringatan gempa), namun setidaknya bisa untuk kewaspadaan pribadi ketika EWS gagal (karena, misalnya, lampu listrik mati sehingga batere HP yang habis tidak bisa di-recharged ), karena prediksi itu untuk kisaran berhari-hari atau berjam-jam kemudian. Pola gempa dalam hal jangkauan wilayah skala pulau, misalnya, juga dapat kurang-lebih terlihat. Untuk radio biasa tentunya perlu tersedia baterai, untuk berjaga-jaga ketika listrik mati. 
Berikut penjelasan para alien Zeta tentang media-media tidak resmi itu untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya gempa.

Terjemahan bebas Critter Quake Predictors, The ZetaTalk Newsletter Issue 344, Sunday May 5, 2013 

Sudah menjadi pengetahuan umum, khususnya di Cina dan Jepang, bahwa makhluk-makhluk dari semua spesies mampu memprediksi gempa yang masih tertunda. Di AS, seorang pakar prediksi gempa Jim Berkland menunjukkan kepada kita bahkan untuk mengawasi berita-berita laporan hewan piaraan yang pergi dari rumah--kolom kehilangan hewan piaraan.

Kini sebuah studi telah muncul yang mengklaim bahwa semut-semut merah di Jerman menjadi prediktor yang luar biasa bagusnya.
Mereka menolak masuk ke sarang-sarang mereka di malam hari beberapa hari sebelum ada sebuah gempa. Ikan, kadal, serangga, burung, kawanan ternak, dan kawanan hewan---semuanya tampak resah dan ingin meninggalkan area jauh hari sebelum gempa.  
Ants can Sense Earthquakes a Day in Advance, April 12, 2013 Red wood ants preferred to build their colonies right along active faults in Germany. Normal ant activity consists of going about collecting food etc. during the day and resting in the night. But before an earthquake, the ants did not retreat into their mound in the night and bustled around outside it. This strange and abnormal behavior continued till a day after the earthquake. http://articles.timesofindia.indiatimes.com/2013-04-12/science/38490799 
[Perubahan-perubahan pada air tanah memperingatkan hewan-hewan] 
How Animals Predict Impending Earthquake, January 14, 2013 Changes in groundwater that occur when an earthquake is about to strike could be the cause behind the bizarre behaviour of animals during such calamities, a new study has suggested. The researchers describe a mechanism whereby stressed rocks in the Earth's crust release charged particles that react with the groundwater. There have been reports throughout history of reptiles, amphibians and fish behaving in unusual ways just before an earthquake struck. These charged particles can flow out into the surrounding rocks, and when they arrive at the Earth's surface they react with the air, converting air molecules into charged particles known as ions. Positive airborne ions are known in the medical community to cause headaches and nausea in humans and to increase the level of serotonin, a stress hormone, in the blood of animals. http://articles.timesofindia.indiatimes.com/2013-01-14/pets/30462589 
[Menggunakan Hewan Untuk Prediksi Gempa] 
The Use of Animals in Earthquake Prediction, January 1, 2005 In 1920, the largest earthquake to hit China with a magnitude of 8.5 occurred in Haiyuan County, Ninghsia Province. According to reports of eyewitnesses, prior to this earthquake, wolves were seen running around in packs, dogs were barking unusually, and sparrows were flying around wildly. Other reports of unusual animal behavior prior to the occurrence of earthquakes have been reported in the literature and in books. Such unusual animal behavior included goats refusing to go into pens; cats and dogs picking up their offspring and carrying them outdoors; pigs squealing strangely; chickens dashing out of the coops in the middle of the night; fish dashing about aimlessly; and birds leaving their nests. It has also been reported that zoo animals refused to go back into their shelters at night; snakes, lizards and other small mammals evacuated their underground nests; insects congregated in huge swarms near the seashores; cattle sought higher ground; domestic animals became agitated; and wild birds left their usual habitats. http://www.drgeorgepc.com/EarthquakePredictionChina.html
[Hewan Mendengarkan Insting]
Menurut para alien Zeta, hewan mendengarkan insting mereka, lalu lari dari hujan badai untuk menghindari petir dan suara-suara keras.
Adalah suara gemerisik listrik yang dipancarkan oleh bebatuan yang tertekan yang meningkatkan muatan listrik di udara, yang dapat dirasakan oleh hewan semacam jengkerik misalnya. 
Saya dapat memberi tahu Anda dari pengalaman pribadi bahwa Mildred, bebek Peking saya, selalu galau, tidak dapat ditenangkan, selama dua hari sebelum terjadi 4-5 gempa yang menimpa Chicago beberapa tahun yang lalu. Ia tidak berhenti berbunyi dan selalu lari kesana-kemari, bahkan ketika saya bernyanyi untuknya.   
[Prilaku Hewan Sebelum dan Saat Pergeseran Kutub]
Wawasan ZetaTalk Insight 18 Jan. 2003: Bagaimana hewan-hewan akan berprilaku, selama hari-hari sebelum pergeseran dan saat pergeseran kutub itu sendiri?
Seluruh hewan, termasuk manusia, akan berupaya melarikan diri dari apa yang mereka rasa sebagai suatu krisis, suatu titik dimana semuanya sudah tampak jelas sekali. Apabila masalah-masalahnya telah menjadi buruk di sini, maka pindah saja; demikianlah, mereka akan pindah, tanpa ada habisnya.
Suara keras membuat kawanan hewan lari---sebuah serbuan---dan mencerai-beraikan kawanan burung. Insting mereka memberi tahu bahwa ada sesuatu yang telah meledak, atau anjlok, atau sedang mengarah ke mereka, maka mereka pindah. Demikian pula, tanda-tanda akan adanya hujan badai adalah lebih dari sekedar suara-suara retasan guntur, tapi juga muatan-muatan listrik di udara. Untuk melarikan diri dari sambaran potensial petir, hewan-hewan telah belajar untuk pindah, untuk meninggalkan area itu; demikian pulalah keresahan hewan-hewan domestik seperti misalnya anjing dan kucing tepat sebelum sebuah gempa.
[Statis Radio Meningkat]

Penjelasan ZetaTalk 15 Feb. 1999: "Erangan bumi serupa dengan material yang patah--strata bebatuan yang mendecit ketika sedang menarik seluruh strata bebatuan lainnya, sehingga terjadi getaran-getaran strata bebatuan yang berada dalam tekanan.
Banyak orang yang peka melaporkan menjadi sakit sebelum terjadi gempa-gempa akibat vibrasi-vibrasi serupa, terutama yang tidak terdengar, namun dapat dirasa oleh tubuh, apapun masalahnya.
Dengan cara serupa, lebih banyak lagi manusia yang akan jatuh sakit selama minggu menuju Terhentinya Rotasi Bumi, dan bukan hanya karena tekanan hidup saat itu, tapi juga akibat vibrasi-vibrasi dalam strata bebatuan di bawahnya.
Tekanan pada bebatuan menghasilkan lebih dari sekedar gerakan atau suara. Telah dilaporkan bahwa gempa-gempa yang masih terhambat dapat dirasa oleh radio, karena statis radio meningkat tepat sebelum gempa, dalam hitungan jam-jam-an atau hari.  
Strata bebatuan yang tertekan akan merubah pancaran-pancaran, elektron-elektron, medan-medan magnet, dan arus partikel subatom lainnya.  
Hewan piaraan juga akan bangkit dan bergerak kesana-kemari, merasakan sesuatu, demikian pula hewan ternak."
[Pengalaman Dengan Radio di Peg. St. Cruz]
Suara gemerisik yang sama ini dapat terdeteksi oleh radio! Apabila Anda mendapat statis berlebihan di radio Anda, hati-hatilah! Berikut adalah laporan yang diterima dari seseorang yang tinggal di Peg. Santa Cruz, yang pada dasarnya merupakan pusat gempa, selama gempa 7,1 di Loma Prieta pada 1989.
Personal Predictor http://www.zetatalk.com/info/tinfo23b.htm 
I can tell you my personal experience with this. I lived in the Santa Cruz mountains from 1988-1994 and before each local EQ the noise level on a standard AM radio would fequently drown out the local AM radio stations. This was extreme in the 10 days prior to Loma Prieta when no AM stations could be received on my car radio until I got over to San Jose each morning. In the Santa Cruz area you can predict every EQ just by listening to your AM radio between 530 Khz and 1mhz.