Tentang Angka-Angka Keramat

Berikut para alien Zeta menjelaskan tentang fakta-fakta di balik angka-angka yang dianggap keramat oleh banyak manusia, seperti, misalnya, 666, 7, 11:11, untuk menyebut tiga saja.

Terjemahan bebas ZetaTalk: Magical Numbers, Note: written on Jul 15, 1996

Angka-angka keramat bersifat signifikan hanya di pikiran orang-orang yang mengulang-ulang angka tersebut serta mensakralkannya atau menakutinya.
  • 666 dikaitkan dengan setan, atau iblis, atau anti-Kristus (atau Dajjal--pen.), namun angka itu sendiri tidak bermakna. 666 adalah angka yang mudah diingat, sehingga digunakan sebagai suatu jenis nama yang dikaitkan dengan para entitas yang beroperasi dengan orientasi spiritual Mengabdi-Ego. 
  • 7 tidak lebih menguntungkan dibandingkan angka lain, namun merupakan angka yang jarang dipakai secara numerik dalam praktek-praktek akuntansi primitif manusia, sehingga tampak lebih unik. Angka 1 sering kali dipakai, 2 dipakai dalam pasangan, 3 adalah grup yang kelebihan satu, 4 adalah kelipatan dari dua, 5 mencerminkan jumlah jari tangan, 6 adalah kelipatan dua, lalu barulah ada angka 7. 
  • 11:11 adalah sebuah kombinasi angka yang membuat penasaran manusia karena kemungkinan-kemungkinan numeriknya. Angka itu merupakan pasangan dobel, tapi juga dapat disimpulkan sebagai bahwa grup empat orang terdiri dari individu-individu, dan bahwa setiap pasangan itu dapat beroperasi sendiri-sendiri. 11 juga angka yang tidak biasa, tidak biasanya digunakan dalam praktek-praktek akuntansi primitif, sehingga dapat disimpulkan memiliki properti-properti kramat ketika dipergunakan.
Beberapa angka tampak muncul berulang-ulang dalam matematika manusia atau masyarakat manusia karena angka-angka tersebut memasuki sistem atas dasar alasan yang logis atau alasan sentimental, dan sistem tersebut telah tumbuh di sekeliling mereka sehingga menjadi berkubu (terpatri).
  • Angka 10 atau angka berapapun yang cocok untuk menggenapinya seperti misalnya 2 atau 5 sering kali muncul karena pengadopsian angka 10 ke dalam sistem penomeran digital, yang logis karena manusia paling sering memiliki 10 jari tangan.
  • 12, bahkan lusin, memiliki asal-usul kuno yang terkait dengan "pemberian ukuran yang baik", sehingga, apabila seorang pedagang menguraikan 10 dari sesuatu, maka ia akan memberi tambahan benda per tangan, untuk 'pengukuran yang baik', atau niat baik. Apabila satu benda yang telah dibayar terbukti bermasalah, maka benda ekstra satu tadi akan menggantikannya. 
  • 360, atau 36 turunannya, muncul dalam matematika manusia untuk menggambarkan sebuah lingkaran 360 derajat, dan bukan kebetulan pula. Keputusan untuk memberi angka 360 derajat pada sebuah lingkaran benar-benar keputusan yang sewenang-sewenang, karena angka berapapun dapat digunakan. 
360 itu sendiri berasal dari bahasa Sumer kuno, yaitu kata "shar," sebagaimana yang pernah dijelaskan oleh Sitchin, karena jumlah tahun rata-rata yang diperlukan oleh Planet ke-12 untuk melakukan satu putaran penuh (orbit). Yang lainnya, seperti misalnya angka 90 yang mewakili sebuah sudut yang tepat pun mengikuti.    

All rights reserved: ZetaTalk@ZetaTalk.com