Cara Pandang Hidup Untuk Survive di Wilayah Ber-Es Nanti

[laman ini telah diedit per 2 Okt. 2014]

Terjemahan bebas ZetaTalk Chat Q&A for January 28, 2012

Ringkasan Pertanyaan kepada ZetaTalk:
Di wilayah-wilayah yang sangat dingin (seperti misalnya Kutub Selatan), pasca Pergeseran Kutub yang bercuaca gerimis, mendung tebal, dan angin kencang, sepertinya akan sulit mendapat kondisi-kondisi yang cocok untuk mengawetkan makanan (tanpa matahari, hari-hari tanpa hujan, angin sepoi, listrik, naungan, dlsb.), belum lagi ditambah peradaban modern sebagaimana yang kita kenali sekarang ini akan telah hancur. Sementara kelembababan adalah musuh nomor satu bagi penyimpanan makanan jangka panjang. 

Kalau di wilayah panas, orang dapat tinggal makan serangga serta menanam benih-benih berulang-ulang. Tapi ini sulit di wilayah dingin, apalagi beku/cenderung beku, Memelihara ternak juga sulit karena butuh simpanan jerami, dan lain semacamnya. Dan menurut ZetaTalk, hewan buruanpun tidak akan tersedia untuk waktu yang sangat lama. Maka, sepertinya survival jangka panjang hanya mungkin di tempat-tempat dengan ketinggian dan suhu, atau di dekat laut, yang dapat mendukung aktifitas berkebun. 

Kalau memang begini jadinya, sepertinya kelaparan di wilayah-wilayah yang lebih dingin akan menjadi satu-satunya opsi, maka kita juga harus memperhitungkan kemungkinan ini serta harus membuat perubahan besar pada rencana-rencana awal untuk kehidupan pasca Pergeseran Kutub. Benarkah pandangan itu?

Jawaban para alien Zeta (via ZetaTalk): Apabila orang menerapkan logika yang sedang dipergunakan di sini bagi para penduduk Bumi sekarang ini, dan iklim-iklim dimana mereka tinggal, ada sedikit wilayah saja yang menyembul sebagai dapat ditinggali.
Sudah pastinya ini tidak termasuk suku-suku Eskimo, karena iklim mereka terlalu dingin untuk ditumbuhi tanaman pangan. Namun mereka tidak memerlukan kawanan ternak maupun menumbuhkan padi-padian/gandum-ganduman, karena telah beradaptasi.
Anda telah membaca prediksi-prediksi kami tentang masa Pasca Pergeseran Kutub yang bercuaca mendung dan gerimis bagi kebanyakan tempat di dunia, dengan mengenyahkan segala pikiran tentang cara pengawetan makanan, mengabaikan kelembaban tinggi sebagai musuh kebanyakan tanaman pangan. 
Di iklim-iklim seperti itu, dimana tanaman pangan tidak dapat tumbuh sepanjang tahun akibat cuaca dingin, maka cuaca dingin itu sendirilah pengawetnya. Tidak perlu kulkas (freezer) ketika jendela-jendela dalam ruangan tinggal dibuka.
Kunci untuk survival adalah bersikap banyak akal (resourceful)--melihat gelas setengah penuh ketimbang setengah kosong--serta menjelajahi kemungkinan-kemungkinan dimana adanya nutrisi.
Dalam hal ini sangat penting untuk melihat cara banyak budaya di seluruh dunia yang telah survive sekarang ini. [Baca juga: Tapestry Ruh]
Menyimpan kubis dan apel dalam ruang-ruang penyimpanan yang dingin bersama dengan jeruk squash dan labu, akan menyediakan vitamin-vitamin yang diperlukan, beserta banyak sekali kalori. Dan ruang-ruang penyimpanan yang dingin itu sudah pastinya tidak akan kering-kerontang.
Tengoklan 100 tahun yang lalu, misalnya, bukannya ke masa sekarang ketika listrik dan pengiriman hasil bumi ada di mana-mana.
Anda (selama ini) telah diarahkan untuk berharap pada tempat penyimpanan makanan model sekarang ini, bukannya pada ruang penyimpanan makanan yang terbatas di tahun-tahun silam.
Ubahlah sikap Anda!
======================= 

Catatan:
Tentang Asia Tenggara yang akan bergeser ke Lingkar Kutub Selatan, silahkan baca: Bahtera Survivor Pergeseran Kutub : Asia Tenggara, Australia Barat, India
"Maka, orang-orang yang terapung-apung di laut akan bergabung bersama mereka yang harus berkemas-kemas dan bermigrasi ke arah utara, sementara itu hanya ada sedikit saja makanan untuk dibagikan dan udara dingin turun dari Kutub Selatan baru--India." ZetaTalk [Baca: Bahtera Survivor]