Yang Membuat Masa Depan Layak Diperjuangkan

Situasi Transformasi Bumi terasa semakin sulit bagi semua orang dengan gejolak-gejolak alam yang berdampak pada segala sektor kehidupan--tumpang tindih. Tidak bisa dipungkiri kerumitannya bagi mayoritas orang. Begitu sulitnya, ada yang berteriak-teriak kesal hingga menyalahkan siapapun, bahkan Tuhan, yang mereka anggap dapat dituding sebagai biang kerok kondisi hidup yang sangat sulit sekarang ini atau yang mengundang bencana-bencana alam yang seperti tak ada habisnya. Respon-respon semacam ini dapat ditemukan di sekitar kita atau di internet. Menyalahkan orang lain dengan serta merta tanpa menelaah dahulu merupakan reaksi umum yang dapat memberi rasa lega instan--pelepasan sejenak  yang paling mudah dari kebuntuan pikiran--meskipun, tentu saja, ini kebiasaan buruk. Lagi pula, orang bebas berpendapat dan memberi respon. 

Ketika diingatkan untuk mempersiapkan diri untuk masa-masa ini demi orang-orang yang dicintai, responnya bermacam-macam. Berikut dua saja contohnya. Bagaimana dengan orang-orang lain yang tidak diberi tahu?!  (Ia bicara tentang 200an juta rakyat Indonesia) Saya lebih suka tidak mengungsi dan memilih bernasib sama di tengah-tengah rakyat. Respon-respon ini terdengar lebih seperti alasan karena enggan bergerak untuk meninggalkan kenyamanan/kebiasaan hidup sekarang ketimbang kepedulian. Mengapa? Apakah selama ini, sebelum ada gejolak-gejolak menekan di abad ke-21 ini, ia turun tangan membantu orang-orang menderita di seluruh Indonesia? Kenapa tidak memulai kepedulian dengan memberi tahu lebih dulu orang-orang terdekat yang dipedulikan, apakah itu keluarga sendiri atau, jika tidak punya keluarga, ya teman atau tetangga? 

Bagaimana pendapat para alien Zeta tentang masalah semacam itu dapat dilihat dari respon mereka terhadap pertanyaan
"Apa pendapat para Zeta tentang sebuah keluarga yang semuanya bergantung pada Insulin akibat Diabetes Tipe 1? Haruskah mereka cukup tahu saja bahwa insulin tidak akan tersedia dan bahwa mereka semua akan mati? Apa yang dapat mereka lakukan agar dapat mati dengan penuh harga diri? Bagaimana mereka dapat membantu orang-orang lain dan diri mereka sendiri sebelum lewatnya Planet X/Nibiru di jarak terdekat dengan bumi?"
Pada intinya, para alien Zeta mengingatkan bahwa masa depan manusia, baik kehidupan setelah pergeseran kutub maupun setelah kematian, layak diperjuangkan dengan sebaik-baiknya oleh para manusia yang penuh cinta kasih. Seperti yang telah dijelaskan dalam Quo Vadis, Manusia?, KONSEKUENSI dari Transformasi Bumi ini adalah pemilah-milahan puncak terhadap manusia untuk ditempatkan di kehidupan berikutnya sesuai dengan orientasi spiritual mereka, yaitu apakah ke Bumi BaruPlanet Penjara atau Planet Air Berdensitas ke-3. Tindakan yang penuh cinta kasih terhadap orang lain sebanyak diri sendiri akan mendaratkan orang di Bumi Baru.

Apakah ingin tetap hidup atau memilih mati, konsekuensi dari Transformasi Bumi tersebutlah yang selayaknya selalu diingat dan diwaspadai setiap kali kita menemui masalah-masalah yang membuat putus asa--memperjuangkan yang terbaik demi diri sendiri dan mereka yang kita pedulikan.

Berikut penjelasan para alie Zeta .

Terjemahan bebas ZetaTalk: GodlikeProduction Live, written Jun 2, 2007 on the live GodlikeProduction live chat.

"Umat manusia sekarang ini menderita berbagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Penyakit-penyakit auto-immune, penyakit-penyakit yang menggerogoti akibat kesalahan genetika, anneurisms, dan kebanyakan kanker--semuanya, faktanya, tidak dapat disembuhkan, hanya dapat diperlama.

Dahulu, penyakit-penyakit seperti Diabetes tipe 1 bersifat fatal, dan cepat membunuh. Pneumonia juga demikian, dahulu. Fakta ini diterima begitu saja. Kelaparan ada di kebanyakan tempat di dunia dimana orang-orang tua harus menguburkan anak-anak mereka yang kurus kering satu per satu, urusan rutin di desa. Mengapa Anda tidak menanyakan tentang situasi-situasi ini, yang dapat disembuhkan di dunia sekarang ini? Karena Anda sudah terbiasa dengan kematian semacam itu (kelaparan - pen.), dan mengenyahkannya dari pikiran-pikiran Anda.

Anda hanya memikirkan kehidupan orang yang menderita diabetes tipe 1 karena Anda telah diberi tahu bahwa komunitas medis akan menyelamatkan Anda. Kematian karena itu (diabetes tipe 1) tidak terasa sakit, dan merupakan berkah. Dapat kami katakan bahwa ada milyaran dan milyaran orang yang akan tenggelam selama pergeseran kutub nanti. Ini juga situasi yang tidak dapat diubah, namun umat manusia tidak mengkhawatirkan rakyat di India, misalnya.

Situasi Anda, pendeknya, bukan hal baru, Anda juga tidak sendirian! Cintailah mereka, cintailah diri Anda, dan ingatlah kematian bukan akhir segalanya! Telah kami nyatakan bahwa cinta akan memiliki masa berseminya, menuju pergeseran kutub, sebuah kutipan yang ditempatkan Nancy di halaman depan situs ZetaTalk.
Cinta bisa memiliki masa berseminya menuju pergeseran kutub, sebagaiamana yang sudah seharusnya; mereka yang memiliki rasa cinta kasih besar di hati mereka merespon terhadap kesadaran bahwa hal-hal lain tidak begitu penting, karena cinta kasih bertahan lama; jiwalah yang bertahan lama, dan cinta kasih yang dibawa serta oleh sang jiwa membuat seluruh kehidupan di masa depan menjadi layak diperjuangkan!"

[Bersiap-Siap Selalu Lebih Baik, Menentramkan Jiwa] 
Terjemahan bebas ZetaTalk: GodlikeProduction Live, written January 17, 2009 

"Telah kami nyatakan bahwa memungkinkan orang lain bersiap-siap, secara mental dan emosional , terhadap kematian adalah tujuan yang tak ternilai. Hal itu memungkinkan disampaikannya kata-kata perpisahan, cinta kasih menjadi fokus, antisipasi terhadap kehidupan setelah kematian atau kehidupan setelahnya menjadi fokus, dan rasa terabaikan apapun dapat diharapkan akan lenyap.

Kematian mendadak membuat jiwa/ruh tertekan, ingin menghantui terus untuk menyelesaikan masalah-masalahnya dengan orang-orang terkasih. Mereka yang selamat juga merasa tertekan karena mereka tidak tahu apakah yang terkasih itu aman, terluka atau telah tewas.

Peringatan dini, ketimbang kebisuan, dengan demikian lebih disukai oleh semua orang yang peduli, meskipun akibatnya bisa jadi adalah ratapan dan keluhan.

Beranilah, beritahukan orang-orang."