Tempat Aman di Zona Subduksi

Baca juga:

Indonesia berada di atas Lempeng Sunda, dengan lempeng-lempeng yang membatasinya seperti yang dapat dilihat di gambar di bawah ini.

Lempeng Sunda 
(credit: wikipedia: Sunda Plate)
 
The Sunda is bounded in the east by the Philippine Mobile Belt, Molucca Sea Collision Zone, Molucca Sea Plate, Banda Sea Plate and Timor Plate; to the south and west by the Australian Plate; and to the north by the Burma Plate, Eurasian Plate; and Yangtze Plate. The Indo-Australian Plate dips beneath the Sunda Plate along the Java Trench, which generates frequent earthquakes. (wikipedia: Sunda Plate)  
Banyak wilayah Indonesia yang berada di zona subduksi/penujaman, yaitu wilayah-wilayah yang terkena dampak penujaman lempeng. Subduksi terjadi ketika ada lempeng yang menyodok lempeng lain dari samping-bawah, di tepian lempeng, sehingga lempeng yang menyodok itu menyelam ke bawah lempeng yang disodok (lihat gambar di bawah). Penujaman ini dapat berimbas jauh ke dalam daratan. Aktifitas subduksi di Indonesia yang paling dikenal adalah subduksi Lempeng Indo-Australia ke bagian bawah lengkungan Sumatera-Jawa, yang telah menghasilkan Sunda Megathrust. Untuk Lempeng Sunda, penyubduksian telah mengakibatkan tepian-tepian lempeng ikut ditarik ke bawah, sehingga ambles.

 Penujaman Lempeng Indo-Australia 
terhadap Lempeng Sunda di bagian bawah Sumatera
credit: sciencythoughts.blogspot.com

Gesekan antarlempeng ini yang menghasilkan satu lempeng menyelam ke bawah lainnya, sehingga yang satunya lagi menungganginya, menciptakan panas. Panas ini dapat sedemikian panasnya sampai melelehkan bebatuan, yang memunculkan titik-titik api di permukaan lempeng, di tanah, atau mengeluarkan asap panas dari tanah. Maka, muncullah titik-titik api di zona subduksi. Kondisi ini akan mencapai titik ekstrim puncak saat Pergeseran Kutub, yang akan menghasilkan tanah-tanah yang panas sekali. Lalu kemana orang harus mencari tempat aman di zona-zona subduksi seperti misalnya di Indonesia? ZetaTalk menjawab.

Penjelasan ZetaTalk Tentang Dampak Subduksi 
Terjemahan bebas ZetaTalk Chat Q&A for May 22, 2010

Lempeng-lempeng yang saling melewati (menggelincir) tidak melakukannya dengan permukaan-permukaan yang kasar, karena tepian-tepian yang kasar akan rompal dan bergerak bersama lempeng yang menyubduksinya atau tetap bersama lempeng yang menungganginya. Ini adalah bagian besar dari resistansi terhadap pergerakan di zona-zona subduksi. Namun ketika pergerakan lempeng dimulai, zona di antara lempeng-lempeng itu rata.

Maka, orang dapat menyimpulkan bahwa berada di atas pegunungan di zona subduksi akan memberi jarak ruang antara para orang yang selamat nanti dengan titik dimana bebatuan yang meleleh terjadi. Pelelehan bebatuan hanya disaksikan dekat aliran-aliran sungai dan sungai-sungai, yang mengalir rutin ke bagian tanah yang paling rendah.

[Patokan Jarak Aman]
Maka, sebagai panduan, jangan berada di ketinggian muka laut itu sendiri, namun (mengambil patokan) jarak dari dasar-dasar lembah, yaitu jarak relatif. Bertengger di puncak gunung juga ada resiko-resikonya, karena ada angin-angin berkekuatan badai. Maka pertimbangan-pertimbangan mendalam harus dibuat.

Zona Panas Selama Bumi Berhenti Berputar
Terjemahan bebas ZetaTalk 15 Juli 1996; untuk terjemahan lengkapnya, baca: Jam Pergeseran Kutub: Paling Mengerikan

Saat bumi berhenti berputar adalah ketika kerak bumi berhenti bergerak sehingga lempeng-lempeng tektonik saling bertabrakan, layaknya kereta api yang sedang melaju lalu tiba-tiba direm.

Dalam situasi ini, mereka yang berada di tempat dimana subduksi terjadi sangat cepat di area-area di atas muka laut mungkin akan mendapati tanah di bawah mereka memanas (akibat gesekan antarlempeng). Panasnya bisa sampai melelehkan bebatuan. Maka, untuk situasi ini, ketinggian akan menolong, karena semakin jauh jaraknya dari gesekan antarlempeng yang menciptakan panas, akan lebih baik.