Rakyat Yang Dapat Merasakan Kebohongan Penguasa

Baca juga:

Negara dengan reputasi "klub terkorup" di dunia, pendek kata, berada dalam pemerintahan yang luar biasa korup, dimana kebohongan besar-besaran (tak terbayangkan tidak-tahu-malunya) pejabat telah menjadi norma demi mengamankan jabatan dengan segala keuntungannya, dimana hukum dapat memelar seperti "karet" untuk kepentingan yang lebih berkuasa---money talk. Tak heran jika kehidupan mayoritas rakyat--rakyat kecil--di negara itu senantiasa sulit, dan, faktanya, semakin sulit dengan bencana-bencana alam yang tak kunjung henti menyambangi satu demi satu atau lima demi lima atau lebih wilayah, yang tentu saja berdampak pada segala aspek kehidupan. Tak heran jika rakyat--utamanya rakyat kecil--semakin merasa cemas akan kelangsungan hidup mereka sehingga lebih mudah meledak oleh hal-hal kecil, apalagi yang besar. Namun, menurut para alien Zeta, sesungguhnya ada sesuatu yang melandasi keresahan rakyat, sesuatu yang berskala dunia. Berikut penjelasan ZetaTalk.

Terjemahan bebas ZetaTalk September 25, 2011

Perasaan jengkel, suatu gejala amarah terpendam, terjadi ketika orang yang merasakan itu tidak dapat menyelesaikan suatu permasalahan karena suatu alasan. (Contohnya) seorang pria yang terjebak dalam perkawinan buruk namun tidak dapat menceraikan istrinya akan merasakan amarah terpendam itu, sehingga merasa lebih terganggu kepada hal-hal yang lebih dari istrinya.

Rakyat dunia merasakan ada sesuatu yang telah mereka lewatkan, seperti yang telah sering kami sebut-sebut.
  • Bagi sebagian orang, masalah itu adalah cuaca ekstrim, kekeringan atau banjir-banjir mengerikan yang tak kunjung pergi yang dilaporkan di seluruh dunia. Mengapa ini semua terjadi, mereka bertanya-tanya. Mereka merasa tidak puas dengan penjelasan-penjelasan yang diberikan oleh para pakar, dan, bagi sebagian orang, segalanya sepertinya selaras dengan prediksi-prediksi akhir jaman
  • Bagi sebagian orang lagi, mereka memperhatikan ada tarian (konspirasi--pen.) yang selama ini terjadi antara NASA dan para penganut teori Pemanasan Global. Mereka (para pakar itu--pen.) telah memprediksi bahwa matahari pada akhirnya akan meledak, namun, tahun demi tahun, matahari malah terus tidur. Prediksi-prediksi tentang Pemanasan Global hampir selalu diikuti oleh kepatuhan kebanyakan negara terhadap hukum-hukum terkait emisi karbon, yang seiring dengan pengungkapan bahwa datanya telah dipilih-pilih dan bukti bahwa trend pemanasan akibat manusia tidak pernah ada.  
  • Bagi sebagian orang lainnya lagi adalah penampakan Matahari Kedua atau penampakan bulan atau rasi bintang yang keluar dari orbitnya, sementara prilaku kacau bulan tidak pernah disebut-sebut di media-media massa.
Apapun alasannya, rakyat merasakan bahwa mereka sedang dibohongi, dan kesadaran ini menciptakan amarah terpendam--tidak menemukan pelampiasan. Apakah mereka harus menyerang media massa? Mereka merasakan bahwa media massa sedang diarahkan untuk tetap bungkam. Apakah mereka harus menyerang para pakar? Hal ini telah membuat mereka rutin dipermalukan oleh para pakar--diperlakukan seperti orang-orang bodoh dan dituntut untuk memberikan bukti tentang hal yang mereka bicarakan. Hal ini membuat rakyat ditinggalkan dengan pilihan untuk mendekati Kremlin atau Gedung Putih atau Parlemen (atau semacamnya, tergantung negaranya--pen.) sembari meneriakkan tuntutan-tuntutan darijalanan terhadap kebenaran, namun setiap orang sudah tahu bagaimana akhirannya. Maka, mereka (rakyat) tetap merasa jengkel. 

Tentang Sifat Reaksi Cemas
Terjemahan bebas ZetaTalk, July 7, 2007 on the live GodlikeProduction live chat.

Jika Anda mencari akar penyebabnya, rasa cemas dirancang untuk membuat organisme mengurusi suatu masalah, berfokus pada masalah itu, dan tidak mengalihkan perhatian. Jika orang melihat macan yang tengah mendekat, maka orang akan merasa cemas dan tidak dapat mengalihkan pandangannya dari si macan. Mekanisme otak ini bertahan dimana sikap kasual terhadap macan adalah agar tidak dimakan!