Trend Polarisasi (Pemisahan) Spiritual

Terjemahan bebas ZetaTalk 13 Nov. 2010

Kami telah sering berbicara tentang masa polarisasi, ketika orang-orang yang Mengabdi-Ego Mengabdi-Kebaikan akan cenderung saling bertemu dan berkelompok serta mengusir atau menolak berhadapan dengan orang-orang yang sangat Mengabdi-Ego.
Ini pada utamanya merupakan trend dimana orang-orang yang Mengabdi-Kebaikan menolak dimanfaatkan lagi, karena para Pengabdi-Ego sudah pastinya tidak ingin status quo mereka berubah.
Juga ada pemisahan antara orang-orang yang menganggap serius perubahan-perubahan bumi serta peringatan-peringatan kami dengan orang-orang yang lebih suka menyangkal.
Pemisahan ini tidak selalu perlu terjadi sesuai orientasi spiritual mereka karena ada orang-orang yang sangat Mengabdi-Kebaikan yang tidak tahan memikirkan kengerian, dan ada orang-orang yang Mengabdi-Ego yang bertekad untuk selamat. 
Namun, sudah pastinya benar bahwa individu Pengabdi-Kebaikan kemungkinan sekali akan membuat rencana keselamatan bagi orang-orang lain, dan melakukannya, sementara mereka yang Mengabdi-Ego akan berhura-hura hingga saat-saat terakhir, berencana untuk menjarah dan memanfaatkan hasil kerja orang-orang. 
Dengan semua itu, akan ada alasan tambahan dari pemisahan pasangan-pasangan dalam keluarga ketika masa-masa (bencana alam--pen.) menjadi semakin buruk.
Tidaklah benar kalau dikatakan bahwa mereka yang sangat Mengabdi-Kebaikan memiliki hubungan baik dengan satu sama lain ataupun memiliki pandangan yang sama tentang pendekatan dan agenda keseluruha.
Lihat saja grup-grup alien Pengabdi-Kebaikan, yang tidak saling sepakat tentang cara mengemukakan pergeseran kutub yang masih tertunda kepada umat manusia! 
Grup Pleiades tidak ingin menjadi pembawa kabar buruk, maka mereka mempermanis perubahan-perubahan bumi mendatang. Ya, memang akan ada masa-masa yang sangat sulit ke depannya nanti, namun akan menjadi masa yang sangat indah di akhirnya! 
Sementara, kami merasa umat manusia harus diberi penguatan melalui ilmu, untuk memperoleh kesempatan yang lebih baik dalam bertahan hidup dan kesempatan untuk tetap hidup agar mampu membantu orang-orang selamat lainnya seperti anak-anak yatim piatu atau orang-orang yang terluka. 
Namun kedua grup itu sama-sama sangat Mengabdi-Kebaikan!
Telah kami sebutkan bahwa Bunda Teresa adalah contoh seorang individu yang sangat Mengabdi-Kebaikan, dan Yoda adalah sebuah contoh dalam fiksi.
Yoda dapat berperangai tanpa basa-basi, tegas, dan menolak bantuan, namun tanpa ragu-ragu akan melompat membantu jika situasi membutuhkan. Bunda Teresa memberikan seluruh dirinya kepada semua orang, tanpa ragu-ragu, sampai-sampai mengorbankan dirinya sendiri.
Ada orang-orang yang salah mengartikan bahwa kecenderungan untuk memberikan semuanya adalah ekspresi orang yang Mengabdi-Kebaikan, meskipun memang sudah pastinya sifat orang yang Mengabdi-Kebaikan adalah sangat memberi.
Namun orang lain yang juga sama pedulinya dengan kesejahteraan orang-orang, yang juga Pengabdi-Kebaikan, akan bersikap lebih tegas kepada orang lain, mendesak orang-orang untuk bersumbangsih sebanyak mungkin, tidak malas, tidak memiliki ekspektasi-ekspektasi tidak realistis terhadap orang-orang. 
Pandangan-pandangan itu sering kali berbenturan. Orang yang terlalu banyak memberi tidak merasa tertekan ketika masa-masa sedang baik, namun akan merasa tertekan ketika yang dibagi-bagikan tidak cukup.
Maka, tantangan di kalangan orang Mengabdi-Kebaikan menuju masa-masa yang sangat sulit nanti adalah belajar untuk hidup bersama dan saling menghargai sudut pandang yang lainnya.