Trend Rumah Menuju Pergeseran Kutub

Trend pengamblesan Lempeng Sunda menuju Pergeseran Kutub dan kenaikan ketinggian muka laut hingga 200an meter dalam waktu 2 tahun Pasca Pergeseran Kutub, rumah kapal di wilayah tinggi menjadi imperatif.

Kelangsungan Hidup Menuju dan Pasca Pergeseran Kutub

Dengan klondisi-kondisi sulit akibat cuaca ekstrim menuju dan pasca Pergeseran Kutub, swadaya dengan cara-cara lama, tanpa listrik dari BBM, melainkan dengan peralatan manual dan sumber-sumber energi angin, dll yang sesuai juga imperatif

Penampakan Nibiru, alias Planet X

Inilah sesungguhnya si Bintang Pari, atau Lintang Kemukus, yang disebut-sebut dalam Jangka Jayabaya.

Penataan-Ulang Pulau-Pulau, Daratan-Daratan, Benua-Benua

Perputaran Kutub-Kutub geografis Bumi sebanyak 90 derajat akan membuat Brazil Kutub Utara baru, India Kutub Selatan Baru, dan Asia Tenggara mendarat di sekitar Kutub Selatan. Persiapkan diri terhadap udara sedingin es/salju.

Jangan Panik. Baca Survival Ekstrim Pergeseran Kutub.

Kunjungan Orang-Orang Berpengaruh Ke Obama 2011

[Artikel ini ditambah pada 28 Juli 2015]

Ringkasan pertanyaan untuk ZetaTalk: Apa tujuan sesungguhnya dari kunjungan Dalai Lama, Bill Gates dan Warren Buffet ke Gedung Putih uintuk menemui Obama pada Juli 2011? [Sumber ZetaTalk for July 23, 2011]
http://www.huffingtonpost.com/2011/07/18/obama-to-host-warren-buff_n_901472.html President Obama will host the nation's two wealthiest private citizens, Warren Buffett and Bill Gates, at the White House on Monday to receive an update on the Giving Pledge, a campaign Gates and Buffett co-founded that encourages extremely rich people to leave the bulk of their fortunes to charity. The meeting is slated to take place in the late morning and will include a number of Giving Pledge signatories, although the White House declined to specify exactly who would attend. More than 60 of America's wealthiest individuals and families have signed the pledge since it was first made public last year, including the father of 2012 Republican hopeful Jon Huntsman, Facebook founder Mark Zuckerberg, and media mogul Ted Turner.
Penjelasan para alien Zeta, terjemahan bebas ZetaTalk for July 23, 2011:

Start of ZetaTalk. Apakah Obama telah menjadi rujukan bagi semua orang yang prihatin mengenai bumi ini selama pergeseran kutub mendatang? Apakah ia sedang mengkoordinir aktifita-aktifitas, dan memberikan perintah-perintah?
Ini sudah pastinya bukan keinginan Obama, tapi itulah sebuah peran yang dijejalkan kepadanya untuk ia terima. (Catat bahwa Nancy akan memberi tahu Anda tentang delay signifikan sebelum kami membahas pertanyaan ini, karena kami harus berbicara dahulu dengan Obama mengenai kesepakatan kami untuk tidak membahas mindset-nya.) 
Dahulu, AS telah memposisikan diri sebagai global meddler (ikut campur urusan global), membangun pangkalan-pangkalan militer dengan CIA yang menjungkalkan pemerintahan-pemerintahan atas nama korporasi-korporasi yang berminat mengeksploitasi. Mereka telah mengambil sebuah peran dominan di World Bank, dan mendapat kedudukan permanen dengan sebuah veto vote di dewan PBB.
Tapi adalah untuk alasan-alasan lainnya sehingga dunia berjejalan di depan Kantor Ovalnya, yaitu mencari bimbingan dari Obama. Apapun yang mungkin dikatakan oleh oposisi politiknya selama tahun pemilu, Obama sangat dihormati di seluruh dunia sebagai seorang visioner yang bijak dan welasasih. 
Jadi apa kemungkinan visionnya bagi dunia apabila pesan ZetaTalk terbukti benar karena memang semakin seperti itu adanya?
Dengan segala hal yang harus dilakukan Obama--membimbing negaranya melewati apa yang akan menjadi masa-masa yang sangat merusak bagi AS--ia hampir-hampir tidak punya waktu dan energi untuk menyelesaikan urusan dunia. 
Menyelesaikan krisis anggaran adalah urusan sepele dibandingkan dengan apa yang diekspektasi orang lain untuk ia capai. Korporasi-korporasi ingin aset-aset mereka diamankan, dengan cara militer kalau tidak ada jalan lain. Apabila perusahan-perusahaan asuransi default, sebagaimana akan terjadi pada waktunya, maka pemerintah AS harus mengompensasi kerugian-kerugian yang dialami korporasi-korporasi. 
Negara-negara lain menginginkan AS membuka perbatasan-perbatasan mereka dan menyambut para pengungsi, memberi mereka layanan-layanan sosial.
Sebagaimana telah kami sebut-sebut, Obama telah menarik garis batas untuk masalah imigrasi selama gempa bumi Haiti, dan menyampaikan hal itu di Indonesia selama kunjungan-kunjungannya di akhir 2010 dan di Amerika Tengah dan Selatan di awal 2011. [Baca: Di Balik Kunjungan Obama (Dan Kapal-Kapal Perang AS) ke Asia November 2010]
Jangan anggap AS sebagai rumah masa depan Anda. Ia tahu bahwa AS akan kerepotan sekali ketika New Madrid membuat penyesuaian, yang berdampak ke hampir semua negara bagian di timur Missississippi. Jika Peg. Andes terkusut-kusut dan terlontar ke atas, maka AS dapat mengantisipai Pantai Barat akan robek, mendera kebanyakan wilayah Pantai Barat dengan aktifitas vulkanik dan abunya. Kalau Siberia dan Brazil kebanjiran, maka demikian pula Lembah Missississippi. Jika African Rift Valley akan robek menganga, demikian pula St. Lawrence Seaway. 
Bukanlah kurangnya rasa welas asih melainkan desakan bahwa semua orang mengambil tanggung jawab atas diri mereka sendiri, ketimbang mencari figur kebapakan untuk menyelamatkan mereka. [Baca juga: Mengandalkan Diri Sendiri]   

Dengan itu semua, mengapa Dalai Lama mengunjungi Obama, dan apa yang diekspektasi oleh orang-orang yang super kaya darinya?
Baru-baru ini telah kami sebut-sebut bahwa Perdana Menteri New Zealand telah disarankan untuk mengambil posisi tegas mengenai keimigrasian. Dalai Lama juga memiliki rencana-rencananya sendiri bagi para pengikutnya, mendorong mereka untuk tidak berkumpul di Tibet.
Sudah pastinya mereka yang super kaya dan korporasi-korporasi akanlah lugu kalau meminta dukungan dari administrasi Obama ketika setengah populasi bangsa akan kehilangan tempat tinggal, tapi ini tidak menghentikan mereka dari membuat tuntutan-tuntutan itu. Permohonan-permohonan yang tak ada habisnya hanya akan meningkat intensitasnya, di semua bidang, dengan sedikit saja jawaban selain dari mengandalkan diri sendiri dan mengambil posisi tegas bilamana diperlukan.
Ini adalah masalah-masalah yang kami, para Zeta, tidak ragu-ragu membahasnya.
Apa yang harus dilakukan ketika grup kelaparan. Apa yang harus dilakukan terhadap mereka yang malas atau menuntut perlakukan khusus. Siapa yang harus diusir, dan siapa yang harus dirawat. [Baca: Keputusan Sendiri: Stok dan Pertahanan Diri dan Grup Survival: Contoh-Contoh Kemungkinan Skenario]
Apa yang harus dilakukan ketika meloloskan diri dari kematian tidak memungkinkan. [Baca: Pemilihan Lokasi Survival Pergeseran Kutub dan Persiapan Terbaik [Singapura, Malaysia, Brunei, Indonesia, India]
Ini semua adalah masalah-masalah yang telah kami, para Zeta, bahas sejak awal.
Dokumentasi Safe Locations kami sudah dikenal betul dan semakin dicari, dengan rute-rute menuju tempat aman dan terbaik serta skenario-skenario terburuk yang harus diantisipasi yang dibahas secara terbuka.
Apakah ini berarti bahwa ZetaTalk sedang dipergunakan sebagai suatu basis pembahasan selama pertemuan-pertemuan di Kantor Oval dimana pergeseran kutub mendatang adalah fokus dari pertemuan itu? Absolutely.
Suatu jenis Injil. Suatu Koran. Lebih bagus dari panduan-panduan FEMA. Membahas masalah-masalah lebih bagus dari pada Konstitusi AS dan Piagam PBB. End of ZetaTalk.
Tentang Pengungsi
Ketika bencana dahsyat nanti melanda dengan para pengungsi yang terdampar begitu saja di wilayah lain, tentunya akan ada masalah apakah akan menerima pengungsi atau tidak. Umat manusia yang belum cepat atau lambat akan mendapat pelajaran yang keras sekali.

Belum lama ini Obama melonggarkan peraturan keimigrasian bagi negara-negara tetangga terdekatnya. [Baca bab "Di Balik Pertukaran Tahanan Antara AS dan Kuba" dalam artikel Paus Fransiskus, Advokat Abdi-Kebaikan]
ZetaTalk (sumber): "Hal ini serta robeknya Garis Patahan New Madrid yang telah diantisipasi akan menciptakan begitu banyak gangguan di kalangan tim tanggap darurat bencana serta satuan-satuan pemerintah sehingga hal terakhir yang menjadi kekhawatiran mereka adalah apakah individu yang sedang mereka tarik dari air banjir itu legal atau ilegal." 
Bicara urusan tinggal bersama dalam komunitas survival, seperti telah disebut-sebut sebelumnya, orang harus pandai memilah-milah apakah seseorang patut dimasukkan atau dikeluarkan dalam grup. Ini tidak mudah sama sekali. Para alien Zeta menjelaskan ini ibaratnya dalam film Titanic: memilih satu orang dari sekian banyak korban kapal tenggelam untuk dimasukkan dalam kapal kecil kita.
Apa solusinya? Ini sudah dijelaskan dalam Keputusan Sendiri: Stok dan Pertahanan Diri.
Ini tentu saja juga memerlukan wawasan-wawasan dari alam Abdi-Kebaikan yang belum banyak dikenal orang, dan sudah banyak dibahas di blog ini. Di antaranya adalah Que Vadis, Manusia?Tujuan-Tujuan Transformasi Bumi dan Menguji Orientasi Spiritual Orang dan Menghadapi Pengabdi Ego.
Apa yang akan terjadi pasca Pergeseran Kutub, bahkan jauh sebelumnya, akan membuat pikiran orang yang peduli kewalahan kalau kita melihat intensitas pergerakan alam sekarang ini sebelum puncaknya, Jam Pergeseran Kutub.
Kehidupan pasca Pergeseran Kutub akan benar-benar berubah 360 derajat, kalau kita membaca deskripsi prediksi-prediksi ZetaTalk untuk itu. Kepemimpinan akan harus diperjuangkan setiap hari karena masalah-masalah baru setiap harinya dalam kondisi dire needs, menurut mereka. [Baca: Gaya-Gaya Kepemimpinan Purba dan Masa Depan]
Lihat juga:
Kepemimpina Nurani (Index) (Kepemimpinan Yang Mengabdi-Kebaikan Bersama)
Landasan Membentuk Komunitas Survival


Tujuan-Tujuan Transformasi Bumi

Berikut ZetaTalk mengingatkan tentang seperti apa dan apa tujuan Transformasi Bumi yang sedang dijalani umat manusia, dan bahwa mendeteksi orientasi spiritual seseorang tidak selalu mudah meskipun ada kisikan-kisikannya, karena orang-orang yang Mengabdi-Ego tidak sedikit yang sangat piawai dalam menyamarkan vested interest-nya sebagai kepentingan-kepentingan orang banyak, dengan demikian orang harus jeli dan teliti dan teliti lagi.


Terjemahan bebas Transformation Goals, The ZetaTalk Newsletter Issue 404, Sunday June 29, 2014
Sementara itu, ada anggota-anggota tertentu dari ras manusia yang bertepuk dada serta membuat klaim-klaim omong besar; tapi mereka benar-benar melewatkan apa masalah sebenarnya.

Bumi adalah sebuah rumah sekolah bagi jiwa-jiwa muda (secara inkarnasi--pen.) untuk belajar pola pikir Mengabdi-Kebaikan, untuk belajar menerapkan Aturan Emas, dan, dengan demikian, menjadi cukup matang, untuk menangani masalah-masalah seperti misalnya peralihan alam.
Mereka yang Mengabdi-Ego menampuk untuk diri mereka sendiri, berjuang untuk mendapatkan supremacy, serta membelot dan meninggalkan satu sama lain tanpa berpikir dua kali. 
Sedangkan para Pengabdi-Kebaikan, mereka bekerja sama dan saling peduli melalui masa-masa sakit dan luka. 
Jadi apa pola pikir orang-orang yang menyombongkan diri bahwa (misalnya) umat manusia akan segera mencapai warp speed dan teleportasi?
Apakah mereka sedang memikirkan untuk menolong yang paling malang di antara umat manusia?
ZetaTalk Description 7/15/1995: Ada banyak grup di Bumi yang telah beroperasi dengan orientasi Mengabdi-Kebaikan. 
Mereka berbagi sumber-sumber daya, membahas masalah-masalah setiap orang seolah-olah itu masalah bagi banyak orang, mengorbankan kenyamanan diri mereka sendiri demi kenyamanan banyak orang, dan tidak saling menginjak pertumbuhan maupun pemelekan terhadap pengetahuan. 
Di Bumi masa depan, kualitas-kualitas ini sepertinya akan meningkat di kalangan orang-orang, dan grup-grup akan dapati mereka semakin dan semakin kurang  memerlukan kendali-kendali artifisial untuk prilaku mereka, dan akan ada lebih banyak dan lebih banyak lagi ruang untuk saling percaya.
 
ZetaTalk Comment 7/15/1995: Sudah terlalu sering individu Pengabdi-Kebaikan, yang berjumlah minoritas di Bumi, adalah orang yang bertindak sebagai pijakan bagi orang-orang lain. 
Mereka jarang menjadi orang yang diberi penghargaan atau mendapat applause, serta paling sering diam-diam menarik diri, mendukung orang-orang lain. Lihatlah ke sekeliling Anda, akan Anda dapati mereka, meskipun Anda harus sering melihat ke balik layar. 
ZetaTalk Insight 12/7/2001: 
Orientasi Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego tidak dapat ditentukan semata-mata melalui tindakan, atau melalui aturan baku, karena hal itu akan tergantung. 
Seperti yang pernah kami jelaskan, orang yang kasar boleh jadi terfokus pada dirinya sendiri saja, atau bisa saja ia sedang marah karena melihat ada kerusakan yang akan mendatangi orang-orang lain yang tidak menyadarinya.
Orang yang sedang membuat tuntutan boleh jadi sedang menuntut demi dirinya sendiri, meskipun ia menyajikan tuntutan-tuntutan itu bagi orang lain. Maka hal ini tidak dapat ditentukan kecuali orang melihat hasil tuntutan itu.
Orang yang meneriakkan perintah-perintah boleh jadi mencoba mengendalikan/menguasai, atau bisa juga ia sedang mengorganisir orang-orang yang kebingungan dan kehilangan arah. 
Pendek kata, tidak ada cara untuk menggambarkan setiap situasinya, karena semuanya bervariasi.  

Motif-motif Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego paling baik ditentukan dari hasil tindakan itu, sebagai sebuah tes motif, dan apa yang bersedia dilakukan oleh si individu. Orang harus melihat ke tindakan-tindakannya:
kesediaan si individu untuk turun langsung dan menjadi kotor, 
untuk berbagi keputusan-keputusan, 
untuk membagi-bagikan barang-barang ke banyak tangan, 
untuk percaya orang-orang lain, dlsb.. 
Ini bukan jawaban yang mudah bagi mereka yang memiliki jiwa-jiwa yang belum matang (secara ruh--pen.), yang tidak dapat langsung mengenali orientasi spiritual orang lain. 

Baca juga:
Menguji Orientasi Spiritual Orang
Akar Pengabdi-Ego 

Gua-Gua Tempat Kepunahan Hewan Purba

Pada 2015 ini telah diketemukan tulang-belulang hewan lemur seukuran gorilla di sebuah pantai di Madagaskar. Berikut laporannya dari ZetaTalk.

Terjemahan bebas Extinction Caves, The ZetaTalk Newsletter Issue 441, Sunday March 15, 2015

Baru-baru ini menjadi berita, sebuah gua di darat yang berisikan tulang-belulang hewan-hewan punah, yang diketemukan di sepanjang pesisir pantai Madagaskar.
Hewan-hewan itu tidak diseret ke sana, maupun dimakan, oleh hewan-hewan pemangsa, melainkan tenggelam rupa-rupanya, secara masal, dalam air bergaram. Tebakan untuk tanggal kematian mereka khususnya adalah 3-4000 tahun, misalnya tanda waktu khas 3600 (tahun periode) lewatnya Nibiru di jarak terdekat dengan Bumi. 
Mystery of the 'Graveyard' of Lemurs the size of GORILLAS, February 23, 2015 http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-2962025/Mystery-graveyard Divers found hundreds of fossilised bones and skeletons of the primitive primates as they explored flooded inland caves on the west coast of Madagascar. Scientists leading the study of the fossils believe there could be thousands of individuals buried in the soft silt at the bottom of the cave. Among the fossils, the researchers have also discovered the bones from elephant birds, corned crocodiles, rodents and hippos that roamed the island landscape thousands of years ago. However, most of the species found in the caves are now extinct and scientists are baffled as to how so many diverse species ended up in one place. It is still unclear how the animals ended up in the cave but they may have been carried there by a flood. Similar fossils had been found in the past in other nearby caves, but nowhere near in as many numbers. Those were estimated to be between 3,000 and 4,000 years old. The bones showed hardly any sign of post-death damage like the kind that comes from being eaten by a predator. Instead it appeared that many of the lemurs had decomposed slowly and their bones have not been disturbed since.
[Catatan Velikovsky]
Velikovsky telah mencatat dalam bukunya Earth in Upheaval bahwa gelombang-gelombang pasang tinggi di masa silam nyata terjadi dan gelombang-gelombang pasang ini menghanyutkan hewan-hewan yang terjebak dalam ombak-ombak itu ke gua-gua, berulang-ulang menghempaskan mereka ke dinding gua hingga mati tenggelam atau hancur.
Tulang belulang hewan yang diketemukan di gua-gua ini juga tidak menunjukkan bahwa mereka diseret ke sana atau dimakan hewan-hewan pemangsa, yang mana tulang belulangnya sering kali ada di antara yang mati itu. 
Velikovsky menghubungkan waktu-waktu kataklismik ini dengan catatan kepunahan di Bumi yang sering terjadi, yang sepertinya terjadi bukan karena hewan-hewan itu ringkih, tapi karena perubahan iklim yang sangat cepat dan akibat kerusakan besar seperti gelombang-gelombang pasang ini.
Menurut para alien Zeta, Bumi kaya dengan sumber-sumber alam, dan dapat pulih dari kepunahan-kepunahan semacam itu.


Earth in Upheaval, by Emanual Velikovsky, Chapter: Tidal Wave: Fissures in the rocks all over western Europe, are choked with bones of animals, some of extinct races, others, though of the same age, of races still surviving.  The bones are mostly broken and splintered into innumerable sharp fragments and are evidently not those of animals devoured by beasts of prey.  The Rock of Gibraltar is intersected by numerous crevices filled with bones.  The bones are broken and splintered.  The remains of panther, lynx, caffir-cat, hyena, wolf, bear, rhinoceros, horse, wild boar, red deer, fallow deer, ibex, ox, hare, rabbit, have been found in these ossiferous fissures.  On Corsica, Sardinia, and Sicily the broken bones of animals choke the fissures in the rocks.  The state of preservation of the bones indicates that the animals, all of them, perished in the same period of time.  No hardened animal feces were found, indicating that the dead beasts had not lived in these hollows or fissures.  No teeth marks of hyena or of any other animal are found in the osseous mass.  The bones are those of animals of all ages down to the fetus, nor do they show traces of weathering or exposure. The extremely fresh condition of the bones, proved by the retention of so large a proportion of animal matter, shows that the event was, geologically, comparatively recent.  The fact that animals of all ages were involved in the catastrophe shows it to have been sudden.
Earth in Upheaval, by Emanual Velikovsky, Chapter: Extinction: A considerable group have become extinct virtually within the last few thousand years. The large mammals that died out in America include all the camels, all the horses, all the ground sloths, two genera of musk-oxen, peccaries, certain antelopes, a giant bison with a horn spread of six feet, a giant beaverlike animal, a stag-moose, and several kinds of cats, some of which were of lion size. Animals, strong and vigorous, suddenly died out without leaving a survivor.  The end came, not in the course of the struggle for existence - with the survival of the fittest.  Fit and unfit, and mostly fit, old and young, with sharp teeth, with strong muscles, with fleet legs, and plenty of food around, all perished.  They died as if a wind had snuffed life out of all of them, leaving their cadavers, with no sign of degeneration, in asphalt pits, in bogs, in sediment, and in caverns.
ZetaTalk Comment 7/15/1995: Hewan-hewan dalam satu atau lain bentuk telah selamat dari bencana alam berskala kiamat yang berulang-ulang. Evolusi alami terjadi, apapun masalahnya, dan kataklisme hanya memiringkan keseimbangannya ke arah sini atau sana. 
Tanpa kataklisme, spesies hewan di Bumi Anda akan berbeda---ada percampuran yang berbeda, dan dengan beberapa spesies sekarang yang sudah lama punah masih akan ada. 
Namun karena spesies-spesies yang punah ini telah selamat dulunya, maka yang lainnya tidak dapat subur berkembang-biak, akibat kompetisi. 
Karenanya, di luar melindungi cagar-cagar alam, Anda tak perlu mengkhawatirkan survival hewan. Alam dapat mengurus dirinya sendiri.
ZetaTalk Comment 7/3/2010: Lihatlah keragaman spesies yang dimiliki dunia Anda! Ya, memang ada yang punah, seperti Mammoth, tapi keragaman genetika terus bertambah. Para pakar biologi akan memberi tahu Anda bahwa di pulau-pulau yang terpisah dari daratan utama, spesies-spesies baru berkembang, terpisah dari varietas di daratan utama. Mutasi, seleksi alami, berlanjut.

Di antara bukti gelombang-gelombang pasang tinggi yang dikemukakan oleh Velikovsky adalah tulang belulang ikan paus di pegunungan di sepanjang St. Lawrence Seaway.
Tulang belulang ini diketemukan 500-600 kaki di atas muka laut. Legenda-legenda di banyak negara juga mengisahkan gelombang-gelombang pasang tinggi ini. 
Tidak diragukan lagi, inilah yang menjebak dan menenggelamkan lemur-lemur raksasa serta makhluk-makhluk lain di gua di Madagaskar itu.
Hal ini pernah terjadi sebelumnya, dan akan terjadi lagi!
Earth in Upheaval, by Emanual Velikovsky, Chapter: Whales in the Mountains: Bones of whale have been found 440 feet above sea level, north of Lake Ontario;  a skeleton of another whale was discovered in Vermont, more than 500 feet above sea level;  and still another in the Montreal-Quebec area, about 600 feet above sea level.  Although the Humphrey whale and beluga occasionally enter the mouth of the St. Lawrence, they do not climb hills.

Worlds in Collision, by Emanual Velikovsky, Chapter: The Tide: The traditions of the people of Peru tell that for a period of time the sun was not in the sky, and then the ocean left the shore and with a terrible din broke over the continent.  The Choctaw Indians of Oklahoma relate: “The earth was plunged in darkness for a long time”.  Finally a dark light appeared in the north, “but it was mountain-high waves, rapidly coming nearer”. According to the Lapland epic, after the sea-wall fell on the continent, gigantic waves continued to roll and dead bodies were dashed about in the dark waters.

Pasca Pergeseran Kutub: 43% Manusia Menjadi Gila

 
Setelah Jam Pergeseran Kutub, orang akan sangat terguncang akibat bencana alam dahsyat yang belum pernah mereka alami sebelumnya serta akibat kehilangan begitu banyak hal dalam hidup yang tak terperikan. Empat puluh tiga persen survivor akan mengalami kegilaan menurut para alien Zeta.

Apakah kegilaan ini juga akan menimpa sebagian orang yang beremosi stabil yang tinggal dalam lingkungan yang relatif aman yang memiliki perbekalan cukup? Ataukah hanya di kalangan orang yang tidak bersiap-siapa dan tidak terlindungi? [Sumber: ZetaTalk Chat Q&A for December 4, 2010]

Penjelasan ZetaTalk, ZetaTalk, December 4, 2010:

Apa yang dimaksud dengan gila temporer, atau menjadi gila?
Dalam keluarga yang memiliki kerabat yang menderita masalah kejiwaan, ada suatu rasa kondisi kronis. 
Kondisi Schizophrenia, pada anak atau orang dewasa, akan terlihat jelas - catatonia, mengikik terus-menerus, melakukan gerakan-gerakan tidak relevan yang resah, atau mengalami delusi (menganggap khayalan sebagai realita) yang murung bahwa ia [misalnya] akan dituntut hukum.
Bahkan penderita manic depressive (manic depression/Bipolar Disorder--pen.) memiliki profil yang sudah sangat dikenal - tenggelam dalam depresi mendalam dengan upaya-upaya bunuh diri yang serius yang memerlukan kekangan, atau konidisi maniak dimana terjadi aktitifas panik tanpa henti.
Apakah seperti ini yang akan berkembang dari pergeseran kutub di kalangan 43% survivor?
Penyakit jiwa standar, yang disebabkan hampir secara eksklusif oleh kecenderungan genetika, tidak akan terlibat di sini.
Demikian pula halnya dengan depresi, yang sekarang ini dirawat dengan obat anti-depressant, bukan benar-benar penyakit jiwa, kecuali melibatkan delusi.
Hal ini (delusi--pen.) sudah pastinya akan meningkat setelah pergeseran kutub, akibat kehilangan yang sangat besar yang akan diderita banyak orang.       
Kegilaan temporer yang akan ditanggung oleh 43% survivor akan lebih serupa dengan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) yang diderita oleh serdadu dalam kombat.
Di sini, pikiran terpecah/teralihkan selama distress (tekanan masalah/kecemasan) yang terlalu berat untuk ditanggung, dan distress itu terkotak-kotakkan dalam upayanya mengisolir ingatan-ingatan. 
Pengisoliran boleh jadi akan menjadi hasilnya, namun contoh apapun di masa terkini yang mengingatkan si penderita terhadap trauma masa lalunya akan menghasilkan pikiran yang tiba-tiba melayang kembali ke adegan itu. 
Penderita PTSD bisa jadi akan mendapati dirinya seperti kembali ke sebuah situasi kombat. Cerita-cerita (misalnya) para serdadu yang kembali yang bersembunyi dalam kandang lalu menembak sapi-sapi merupakan contoh-contoh kondisi delusi yang dapat dihasilkan. 
Komunitas-komunitas survival akan mendapati banyak dari jumlah orang di kalangan mereka yang menjadi mudah tersinggung---tiba-tiba mencaci orang tanpa alasan, atau mengalami ketakutan yang sulit disembuhkan.
Sekadar delusi mungkin juga dapat terjadi, dimana (misalnya) orang-orang yang sudah lama mati dinanti-nanti saat makan malam, atau bayi yang sudah mati dibawa-bawa dan dirawat. 
Namun pikiran akan sembuh sendiri seiring dengan waktu, dengan perasaan sakit (di hati) yang sirna dari ingatan serta digantikan oleh ingatan-ingatan yang lebih terkini dan menyenangkan.

Setelah "Satu Jam Saja"


Berikut para alien Zeta menggambarkan garis besar prediksi mereka tentang apa yang akan terjadi begitu Jam Pergeseran Kutub usai. 

Terjemahan bebas ZetaTalk, January 10, 2009

Pergeseran Kutub itu sendiri akan terjadi dalam waktu satu jam.
Setelahnya---dengan mempertimbangkan gempa-gempa berkekuatan 9 di seluruh dunia, angin-angin berkekuatan badai di seluruh dunia, penggelinciran kerak bumi 90° deraat, dan hempasan gelombang laut yang dahsyat--peradaban yang Anda kenali sekarang ini akan berakhir dan tidak akan kembali ke komunitas-komunitas manusia. 
Jejaring listrik akan lumpuh, jaringan telepon akan lumpuh, jembatan-jembatan dan jalanan akan terkoyak-koyak, ladang-ladang dan pengilangan-pengilangan minyak akan menyala terbakar, layanan sosial akan berakhir, dan tangan-tangan politik/pemerintah tidak akan beroperasi.
Para survivor harus mengandalkan diri mereka sendiri dan satu sama lain dalam komunitas-komunitas yang baik hati.
Mereka yang berupaya survive dengan menjarah dan merampas perbekalan orang lain akan menjalani hidup yang berumur pendek.