Tujuan-Tujuan Transformasi Bumi

Berikut ZetaTalk mengingatkan tentang seperti apa dan apa tujuan Transformasi Bumi yang sedang dijalani umat manusia, dan bahwa mendeteksi orientasi spiritual seseorang tidak selalu mudah meskipun ada kisikan-kisikannya, karena orang-orang yang Mengabdi-Ego tidak sedikit yang sangat piawai dalam menyamarkan vested interest-nya sebagai kepentingan-kepentingan orang banyak, dengan demikian orang harus jeli dan teliti dan teliti lagi.


Terjemahan bebas Transformation Goals, The ZetaTalk Newsletter Issue 404, Sunday June 29, 2014
Sementara itu, ada anggota-anggota tertentu dari ras manusia yang bertepuk dada serta membuat klaim-klaim omong besar; tapi mereka benar-benar melewatkan apa masalah sebenarnya.

Bumi adalah sebuah rumah sekolah bagi jiwa-jiwa muda (secara inkarnasi--pen.) untuk belajar pola pikir Mengabdi-Kebaikan, untuk belajar menerapkan Aturan Emas, dan, dengan demikian, menjadi cukup matang, untuk menangani masalah-masalah seperti misalnya peralihan alam.
Mereka yang Mengabdi-Ego menampuk untuk diri mereka sendiri, berjuang untuk mendapatkan supremacy, serta membelot dan meninggalkan satu sama lain tanpa berpikir dua kali. 
Sedangkan para Pengabdi-Kebaikan, mereka bekerja sama dan saling peduli melalui masa-masa sakit dan luka. 
Jadi apa pola pikir orang-orang yang menyombongkan diri bahwa (misalnya) umat manusia akan segera mencapai warp speed dan teleportasi?
Apakah mereka sedang memikirkan untuk menolong yang paling malang di antara umat manusia?
ZetaTalk Description 7/15/1995: Ada banyak grup di Bumi yang telah beroperasi dengan orientasi Mengabdi-Kebaikan. 
Mereka berbagi sumber-sumber daya, membahas masalah-masalah setiap orang seolah-olah itu masalah bagi banyak orang, mengorbankan kenyamanan diri mereka sendiri demi kenyamanan banyak orang, dan tidak saling menginjak pertumbuhan maupun pemelekan terhadap pengetahuan. 
Di Bumi masa depan, kualitas-kualitas ini sepertinya akan meningkat di kalangan orang-orang, dan grup-grup akan dapati mereka semakin dan semakin kurang  memerlukan kendali-kendali artifisial untuk prilaku mereka, dan akan ada lebih banyak dan lebih banyak lagi ruang untuk saling percaya.
 
ZetaTalk Comment 7/15/1995: Sudah terlalu sering individu Pengabdi-Kebaikan, yang berjumlah minoritas di Bumi, adalah orang yang bertindak sebagai pijakan bagi orang-orang lain. 
Mereka jarang menjadi orang yang diberi penghargaan atau mendapat applause, serta paling sering diam-diam menarik diri, mendukung orang-orang lain. Lihatlah ke sekeliling Anda, akan Anda dapati mereka, meskipun Anda harus sering melihat ke balik layar. 
ZetaTalk Insight 12/7/2001: 
Orientasi Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego tidak dapat ditentukan semata-mata melalui tindakan, atau melalui aturan baku, karena hal itu akan tergantung. 
Seperti yang pernah kami jelaskan, orang yang kasar boleh jadi terfokus pada dirinya sendiri saja, atau bisa saja ia sedang marah karena melihat ada kerusakan yang akan mendatangi orang-orang lain yang tidak menyadarinya.
Orang yang sedang membuat tuntutan boleh jadi sedang menuntut demi dirinya sendiri, meskipun ia menyajikan tuntutan-tuntutan itu bagi orang lain. Maka hal ini tidak dapat ditentukan kecuali orang melihat hasil tuntutan itu.
Orang yang meneriakkan perintah-perintah boleh jadi mencoba mengendalikan/menguasai, atau bisa juga ia sedang mengorganisir orang-orang yang kebingungan dan kehilangan arah. 
Pendek kata, tidak ada cara untuk menggambarkan setiap situasinya, karena semuanya bervariasi.  

Motif-motif Mengabdi-Kebaikan atau Mengabdi-Ego paling baik ditentukan dari hasil tindakan itu, sebagai sebuah tes motif, dan apa yang bersedia dilakukan oleh si individu. Orang harus melihat ke tindakan-tindakannya:
kesediaan si individu untuk turun langsung dan menjadi kotor, 
untuk berbagi keputusan-keputusan, 
untuk membagi-bagikan barang-barang ke banyak tangan, 
untuk percaya orang-orang lain, dlsb.. 
Ini bukan jawaban yang mudah bagi mereka yang memiliki jiwa-jiwa yang belum matang (secara ruh--pen.), yang tidak dapat langsung mengenali orientasi spiritual orang lain. 

Baca juga:
Menguji Orientasi Spiritual Orang
Akar Pengabdi-Ego