Tentang Nabi Musa dan Ajaran Emas Yesus

Baca juga: 

Berikut penjelasan para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan mengenai fakta Nabi Musa terkait 10 Perintah Tuhan.

Kisah Nabi Musa Yang Sesungguhnya 
Terjemahan bebas ZetaTalk: 10 Commandments, Note: written by Jul 15, 1995

"Musa adalah manusia yang dianugerahi dengan kemampuan untuk melihat keluar jauh dari cobaan dan deraan hidup serta berfokus pada gambaran besar. Jamannya adalah jaman paska bencana dahsyat, maka banyak cerita Musa yang berkaitan dengan event-event yang terjadi selama dan setelah pergeseran kutub terakhir.

[Terbelahnya Laut Merah] 
Terbelahnya Laut Merah tidak disebabkan oleh apapun selain dari terlontarnya dasar Laut Merah dan lontaran normal air laut yang ditarik ke tarikan komet (Planet X/Nibiru - pen.) yang sedang lewat. Sebagaimana tetesan air memiliki ketegangan di permukaannya, demikian pula lontaran-lontaran air. Dan Musa mengarungi jalan yang ia persepsikan sebagai perairan dangkal, memimpin jalan. Ia hampir-tidak tidak mempunyai pilihan. Kematian yang pasti, dalam bentuk tentara Mesir, membayang-bayangi jalannya.

[Negeri Susu dan Madu] 
Mengapa Musa memimpin orang-orangnya untuk berkeliaran di alam liar selama 40 tahun?
Mereka hanya melakukan apa yang orang-orang lakukan setelah sebuah bencana dahsyat - berkeliaran. Kehidupan tidak berjalan baik dimana-mana, sehingga setiap orang terus berpindah-pindah tempat, terus berharap. 
Velikovsky adalah penulis yang memahami dengan benar hubungan antara kisah Eksodus Bani Israil dengan pergeseran kutub terakhir.
Udara bumi yang suram, kondensasi karbohidrat yang keminyakan yang meleleh di air untuk membentuk apa yang seperti susu - negeri susu dan madu. Musa merasa orang-orangnya, para Yahudi, pastilah orang-orang yang istimewa, yang dilindungi dengan suatu cara, karena mereka selamat. Ia tidak salah, karena ia terus-menerus membuat Panggilan, sementara berkeliaran dengan terus didera rasa khawatir tentang bagaimana memberi makan rakyatnya. Dan sebagaimana orang yang berorientasi Mengabdi-Kebaikan sejati, ia diberi pendampingan. [Baca juga: Dari Mana Datangnya Roti Manna?]
Situasinya tidak seharusnya dibangun untuk diartikan sebagai bahwa orang-orang Yahudi sekarang ini istimewa dan diberi pendampingan. Orang ragu-ragu meninggalkan titel atau persepsi semacam itu, bahkan ketika hal itu telah menjadi ilusi.

[Tabut Nabi Musa] 
Apakah Musa turun dari puncak gunung dengan 10 Perintah Tuhan yang terukir di batu, setelah berbicara dengan semak-semak yang terbakar? Ya dan Tidak.
Musa seringkali mendaki ke puncak-puncak gunung, yang mana di padang pasir lebih seperti bukit-bukit. Ia melakukannya untuk mendapat pemandangan yang lebih baik. Ketika ia berkata bahwa ia telah berbicara dengan suatu sosok di semak-semak, yang tidak diketahuinya apa sesungguhnya wujud sosok itu yang berupa cahaya yang begitu terang benderang sampai-sampai ia hampir tidak dapat melihatnya, bagaimana peristiwa ini ditafsirkan di jaman-jaman setelahanya? Semak-semak itu begitu terang ...orang-orang yang tidak pernah melihat suatu entitas dalam bentuk cahaya hanya dapat menganggapnya sebagai api.
Dan apakah Musa memang turun dengan 10 Perintah Tuhan yang terukir di batu?
Ini adalah hal terakhir yang akan dilakukan Musa, karena ia bukanlah orang yang gila kendali ataupun mau menyeret-nyeret tablet-tablet batu di atas segala bebannya itu. Kisah ini merupakan rekayasa kemudian, dan dikaitkan ke Musa, yang tidak lagi ada untuk menolaknya. 
Tidak seperti Yesus, yang berbicara kepada banyak orang di banyak tempat dan mengulang-ulang pesannya, Musa hanya memiliki sedikit pengikut saja. Lalu kebohongan itu tumbuh lebih besar dari kebenarannya, karena hanya sedikit orang saja yang berbicara kebenaran.
10 Perintah Tuhan menunjukkan tangan-tangan entitas-entitas gaib yang berorientasi teramat sangat Mengabdi-Ego yang menjawab Panggilan manusia-manusia yang ingin mengendalikan orang dengan ketat dengan kedok ajaran-ajaran agama. Janganlah kau... janganlah kau.... janganlah kau... 
Dimana kata-kata "kasihilah orang lain sebagaimana kau mengasihi dirimu sendiri"? Dimana dikatakan untuk mempraktekkan Ajaran Emas (Aturan Emas), yaitu untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kauingin diperlakukan? 
10 Perintah Tuhan hampir sepenuhnya berbasis rasa takut dan peraturan, yang memberi sedikit saja kesempatan untuk mengikuti kata hati sendiri (nurani). Seandainya 10 Perintah Tuhan itu tidak (dikemas seolah-olah) sebagai karya besar Musa dan para malaikat Tuhan, karena harus menjaga gengsi, maka kata cinta kasih tidak akan pernah masuk dalam daftar itu."

Pesan Yang Diselewengkan
Para alien Zeta Pengabdi-Kebaikan menjelaskan bahwa agama-agama di bumi, baik yang besar (Kristen, Islam, Buddha) maupun yang kecil (aliran-aliran New Age dan Komunisme atau lainnya), telah diselewengkan hingga tingkatan yang berbeda-beda -- penyelewengan kecil hingga besar-besaran -- dari ajaran aslinya tentang demokrasi yang berada di dalam Ajaran Emas Yesus -- kasihilah orang lain sebagaimana kaumengasihi diri sendiri dan perlakukan orang lain sebagaimana kauingin diperlakukan. Dan ajaran Komunisme yang telah diselewengkan dapat dipandang tidak lebih buruk dari Kapitalisme.  

Terjemahan bebas ZetaTalk: Twisted Message, Note: written on Feb 15, 2000

Agama-agama mengambil dua jalan. 

Agama-agama itu, utamanya, dipengaruhi. Dan ketika dipengaruhi, itu oleh para entitas baik hati dari alam-alam yang lebih tinggi yang ingin menjelaskan pesan cinta kasih ---pesan Jesus, Aturan/Ajaran Emas yang sederhana untuk memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan, dlsb. 
Pesan-pesan ini dimaksudkan untuk mengajarkan konsep-konsep demokratis - bagaimana caranya agar dapat berhubungan baik dengan satu sama lain serta menerima perbedaan-perbedaan dan semacamnya. 
Oleh karena agama memiliki elemen pemujaan, manusia-manusia cenderung (sebagaimana dalam kultur-kultur di alam berdensitas ke-3 lainnya) bersikap layaknya anak-anak terhadap nabi dan mengatakan, "Pesan ini telah kami dapatkan dari para orang tua kami yang bijak." 
Karena itulah, mereka yang ingin menguasai manusia dan menjadi raja-raja lalim berupaya menyelipkan diri dan mengenakan jubah-jubah pejabat keagamaan dan menjadi apa yang telah kami istilahkan sebagai para elit relijius.
Seluruh agama hingga suatu tingkatan, dan sebagian agama hingga ke tingkatan yang lebih besar, mengambil sikap dalam bentuk penetapan peraturan-peraturan dan undang-undang. 
Lupakan saja masalah memikirkan atau berempati kepada tetangga Anda. Mana uang Anda? Mana kepatuhan Anda terhadap peraturan-peraturan? Mana rasa takut Anda? 
Pesan (sejati)nya, dengan demikian telah diplintir dan dibelokkan. 

Agama-agama besar di Bumi---yaitu yang dibentuk oleh Muhammad, Buddha, dan Yesus---dipengaruhi oleh Anak-Anak Bintang itu yang turun dengan pesan yang benar, namun (pesan-pesan itu) telah diplintir hingga suatu tingkatan atau tingkatan lainnya.  
Demikian pula, hal ini terjadi pada grup-grup New Age, yang berupaya membentuk gaya-gaya hidup seperti komune-komune, dan juga terjadi pada komunisme, yang mungkin ingin dianggap sebagai suatu jenis agama. Komunisme menggambarkan cara berhubungan dengan satu sama lain, dan bukan rahasia lagi bagaimana sistem itu telah diselewengkan. Komunisme sama korupnya, layaknya pasar-pasar gelap, dengan kapitalisme. Maka tema-tema (yang telah diselewengkan) yang melandasi itu ada di semua agama, besar maupun kecil." 

Nasib Agama-Agama Terorganisir Nanti
Terjemahan bebas ZetaTalk: Organized Religion, Note: written Dec 15, 1996.

Salah satu pecundang terbesar selama Transformasi akanlah agama-agama terorganisir di dunia. 
Mereka mulai kehilangan para umatnya, meskipun hal ini jarang dilaporkan. Rasa cemas mencengkeram orang-orang di koridor-koridor kekuasaan sebagai akibatnya. Agama Katolik telah lama mengalami pengurangan dalam ranking-ranking mereka di Amerika Serikat.  Dan dengan agama Katolik yang telah tertanam kuat, Amerika Selatan tidak jauh berada di belakangnya. 
Trend terhadap toleransi dan pikiran terbuka tidak membuat orang condong ke kekakuan maupun penerimaan terhadap otorita yang diandalkan oleh agama-agama terorganisir. 
Meskipun ada kantong-kantong kendali, sebagaimana di negara-negara Islam, sisanya di seluruh dunia menunjukkan trend yang stabil menuju pikiran bebas dan kemandirian dari mandat-mandat yang dikenakan oleh agama-agama terorganisir.
... Dengan demikian, meskipun koridor-koridor kekuasan masih diisi oleh cengkeraman tangan besi yang sama dari mereka yang haus kekuasaan, kekaisaran yang mereka kendalikan terus mengerut. 
Maka, dalam contoh-contoh langka, dimana agama dan negara telah menyatu, sebagaimana di sebagian negara Islam, agama tidak dapat melakukan apapun selain mengeluh berkepanjangan. 
Merubah pesan ke yang bersifat tolerasi hanya akan dapat membohongi segelintir orang, dan bahkan malahan menaikkan lebih banyak rasa curiga ketimbang melemahkan kecurigaan itu.  
.... Tak ada satu orangpun yang dapat dibohongi. Kalaupun ada yang dapat dibohongi, manuver-manuver palsu itu akan memalingkan orang-orang yang tadinya memandang agama sebagai rasa keberlangsungan hidup dan rasa aman. 
Bahkan ketika agama dan negara menyatu untuk sementara waktu, hal ini akan dapat berubah, dan dapat tiba-tiba diusik sehingga agama, lagi-lagi, harus mengandalkan umatnya yang terus berkurang.
Agama Yang  Paling Benar 
Terjemahan bebas ZetaTalk: Right Religion, Note: written by Jul 15, 1995

Agama-agama besar manusia, kini dan sepanjang sejarah manusia, telah hampir selalu mendorong perkembangan kesan "terpilih" -- sebuah tema yang diajarkan kepada orang-orang yang meyakini agama itu atau mereka yang menaati peraturan-peraturan agama itu -- bahwa mereka (orang-orang beriman) ini terpilih untuk mendapat perlakuan istimewa baik sebelum maupun setelah kematian.
Tentu saja hal ini salah besar, dan disebarluarkan hanya untuk mengamankan dan mempertahankan para pemeluknya. 
Mereka yang paling bersikukuh pada harapan-harapan palsu dari jalan mudah untuk masa depan adalah mereka yang paling diuntungkan secara langsung dari keyakinan yang meruyak itu - para elit religius, yang untuk kebanyakan situasi mengenakan biaya atas layanan-layanan mereka.

Demikianlah, sepanjang sejarah, para elit relijius telah mensyaratkan bahwa para musuh mereka diadili lalu dibinasakan, dan tempat-tempat tidur mereka dialasi bulu, sementara para pengikut mereka berserah diri pada tindakan-tindakan seksual, dan peti harta mereka dipenuhi -- semuanya atas nama masa depan gemilang bagi para pengikut beriman.

Tidak ada agama yang benar maupun yang salah, yang ada adalah praktek-praktek yang bodoh (tidak mencari tahu/mempedulikan pengetahuan sesungguhnya yang melandasinya - pen.) atau tercerahkan."